Stefanus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Stefanus
Saint Stephen in Glory (Santo Stefanus dalam kemuliaan); detail karya Giacomo Cavedone
Protomartyr
Lahir Abad ke-1
Wafat Yerusalem
Dihormati di Gereja Katolik Roma, Gereja Ortodoks Timur, Gereja Ortodoks Oriental, Gereja Katolik Timur, Gereja Lutheran, Gereja Anglikan
Hari peringatan 26 Desember (barat)

27 Desember (timur)

Santo Stefanus, yang dikenal sebagai Protomartyr (atau martir pertama) dalam Kekristenan, dihormati sebagai seorang santo dalam Gereja Katolik serta Gereja Ortodoks. Hari peringatannya secara historis dirayakan pada tanggal 3 Agustus, memperingati penemuan (Bahasa Latin: inventio) jenazahnya pada masa pemerintahan Kaisar Flavius Augustus Honorius.

Diaken Kristen[sunting | sunting sumber]

Menurut Kisah para Rasul, dalam kurun waktu awal keberadaan jemaat Kristen di Yerusalem (setelah kematian Yesus), Stefanus adalah salah satu dari ketujuh pria, kemungkinan besar seorang Yahudi Helenistis, yang dipilih untuk mengurus distribusi bantuan bagi janda-janda tua dalam komunitas jemaat. (Peranan ini kemudian dikenal sebagai diakon atau diaken.) Stefanus juga dikenal karena karunia-karunia yang dimilikinya sebagai seorang penginjil (evangelis), mengkhotbahkan ajaran-ajaran Yesus kepada penduduk Yerusalem, termasuk kepada anggota-anggota sinagoga Helenistis. Kisahnya sebagai berikut:[1]

Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman." Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.

—Kisah Para Rasul 6:1-6

Kesyahidan[sunting | sunting sumber]

Kisah Para Rasul pasal 6 mengisahkan bagaimana Stefanus diadili oleh Sanhedrin dengan dakwaan hujat terhadap Nabi Musa dan Allah[2] serta berkata-kata menentang Bait Allah dan Hukum Taurat.[3] Hukuman yang diterimanya adalah dirajam sampai mati kira-kira antara tahun 34-35 Masehi oleh sekelompok massa yang marah. Mereka meletakkan jubahnya di kaki seorang muda bernama Saulus dari Tarsus, yang kelak dikenal sebagai Santo Paulus.[4]

Khotbah terkhir yang disampaikan Stefanus ditujukan sebagai tundingan terhadap kaum Yahudi karena telah membunuh nabi-nabi mereka serta menjadi pembunuh Kristus (Kis 7:52).

Nama Stefanus berasal dari Bahasa Yunani Stephanos, artinya "mahkota", yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Aram menjadi Kelil. Santo Stefanus secara tradisional digelari mahkota kemartiran Kristen dan kerap dilukiskan dalam seni dengan tiga buah batu beserta dahan palem para martir. Dalam ikonografi Kristen Timur dia digambarkan sebagai seorang pria muda tanpa janggut dan ber-tonsura (cukuran di kepala biarawan Kristen), mengenakan vestimentum (busana liturgi) diakon, dan kerap menggenggam sebuah miniatur gedung gereja serta incensarium (pedupaan).

Teofani[sunting | sunting sumber]

Menjelang ajalnya, Stefanus mengalami suatu teofani (penampakan Allah kepada manusia). Teofani yang dialaminya bersifat unik karena dia menyaksikan baik Sang Bapa maupun Sang Putera.

"Aku melihat langit terbuka, dan Anak manusia berdiri di sebelah kanan Allah." (Kis 7:56)

Hari Santo Stefanus[sunting | sunting sumber]

Tanggal 26 Desember, "perayaan Santo Stefanus" disebut-sebut dalam kidung Natal Good King Wenceslas (Raja Wensislaus yang baik), disebut sebagai "Hari Santo Stefanus". Hari tersebut merupakan hari libur nasional di Republika Srpska, Irlandia, Italia, Austria dan Finlandia. Hari Santo Stefanus dirayakan pada tanggal 27 Desember di Romania dan negeri-negeri Ortodoks Timur lainnya. Di Catalunya (meskipun tidak demikian halnya di daerah-daerah lain di Spanyol) Hari tersebut dinamakan "Sant Esteve" dan merupakan hari libur bank (bank holiday, disebut demikian karena pada hari tersebut kegiatan perbankan tidak diizinkan oleh hukum). Hari tersebut dinamakan "Saint Étienne" di Perancis dan menjadi hari libur bank di Alsace dan Moselle saja.

Tanggal 26 Desember juga merupakan hari libur di Ligao City, Filipina, yang merayakan fiesta (pesta, festival) sebagai penghormatan kepada Santo Stefanus Protomartyr, santo pelindung kota itu.

Kultus Santo Stefanus[sunting | sunting sumber]

Banyak gedung gereja menggunakan namanya untuk menghormati Santo Stefanus, namun tidak ada "makam St. Stefanus" yang resmi sampai tahun 415. Ketika para peziarah Kristen dalam jumlah besar sedang menuju Yerusalem, seorang imam bernama Lucianus berkata telah mendapat penglihatan bahwa makam St. Stefanus terletak di Kafar Gamala, beberapa jarak jauhnya dari Utara Yerusalem. Gregorius dari Tours melaporkan bahwa karomah St. Stefanus melindungi sebuah sebuah oratorium yang didedikasikan kepadanya di Metz tatkala seluruh kota itu dibumihanguskan oleh bangsa Hun, pada malam Paskah, tahun 451. Satu-satunya bangunan yang tetap utuh hanyalah oratorium itu, yang di dalamnya tersimpan relikuinya (Historia Francorum ii.6).

Tempat-tempat peringatan[sunting | sunting sumber]

"Pintu Gerbang Singa" atau "Pintu Gerbang Santo Stefanus" pada zaman modern. Dibangun pada tahun 1538-1539 pada lokasi kuno Pintu Gerbang Domba.
  • Di Yerusalem Timur, Israel - Gereja St. Steven
  • Di kota tua Yerusalem - "Pintu Gerbang Singa" disebut pula Pintu Gerbang Santo Stefanus, karena menurut tradisi Stefanus dirajam di tempat tersebut, meskipun kemungkinan besar peristiwa itu berlangsung di Gerbang Damsyik [1]
  • Di desa Kafarbe, sebelah Tenggara Turki - Gereja Mor Stephanus

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pustaka lain[sunting | sunting sumber]

  • Latourette, Kenneth Scott (1975). "The Sweep of Christianity Across the Græco-Roman World". A History of Christianity (ed. 1st paperback edition). New York: Harper & Row. hlm. 67–68. ISBN 0060649526. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]