Horarium

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Horarium (Bahasa Latin dari kata horae artinya ibadat-ibadat. Isilah lengkapnya Liturgia Horarium) artinya dalam bahasa Indonesia adalah Ibadat Harian. Yaitu praktik menyucikan waktu setiap hari melalui rangkaian ibadat pada jam tertentu.


Pengudusan Waktu[sunting | sunting sumber]

Pentingnya Horarium atau Ibadat Harian adalah menguduskan waktu-waktu tertentu dalam satu hari dengan doa yang mempersatukan manusia dengan Allah. Berdasarkan tradisi kristiani yang kuno, Ibadat Harian disusun sedemikian sejak terbitnya matahari hingga tenggelamnya matahari manusia diajak selalu dalam kesatuan dengan Allah yang kudus, hari dan malam disucikan dengan pujian kepada Allah (Sacrosanctum Concilium no 84).

Maka Horarium terdiri dari:

  • Laudes atau Ibadat Pagi yang dilakukan sebelum waktu kerja untuk mengenang penciptaan alam semesta;
  • Hora Media atau Ibadat Siang dilakukan sekitar tengah hari untuk mengenang turunnya Roh Kudus dan penyaliban Yesus; Ibadat Siang ini menyatukan tiga ibadat lama, yaitu Tertia, Sexta, dan Nona.
  • Vesperae atau Ibadat Sore dilakukan pada waktu senja untuk mengenang wafat Yesus untuk keselamatan manusia;
  • Vigilia atau Ibadat Malam dilakukan sekitar jam delapan malam untuk mengucapkan syukur atas segala karunia Allah; dan
  • Completorium atau Ibadat Penutup dilakukan sebelum tidur untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah.


Tata Susunan[sunting | sunting sumber]

Walaupun di antara berbagai ibadat yang telah disebut di atas terdapat variasi, namun ada unsur-unsur yang tetap dalam tata susunan Ibadat yaitu:

  • Pembukaan atau Invitatiorum
  • Madah atau Hymnus
  • Pendarasan Mazmur atau Psalmodia
  • Bacaan Singkat dari Kitab Suci atau Lectio Brevis
  • Kidung atau Canticum
  • Doa Permohonan atau Preces
  • Doa Bapa kami
  • Doa Penutup atau Oratio


Nilai Gerejani[sunting | sunting sumber]

Semua orang yang menunaikan Ibadat Harian melaksanakan tugas Gereja, ikut serta bersama Kristus atas nama seluruh Gereja melambungkan pujian kepada Allah (Sacrosanctum Concilium no 85). Karena itu Ibadat Harian merupakan ibadat resmi.


Liturgi Resmi[sunting | sunting sumber]

Dalam rangka panggilan menuju kekudusan (Lumen Gentium 40-42), horarium merupakan bentuk liturgi resmi yang dianjurkan untuk dilakukan setiap umat Katolik. Banyak orang Katolik melakukannya dengan setia, karena itu dan doa-doanya dimuat dalam buku doa yang umum dipakai umat, misalnya Puji Syukur Bagian IV, dengan diberi penjelasan singkat. Puji Syukur no 29-94 adalah bentuk doa-doa liturgis Horarium (Ibadat Harian) yang disederhanakan.

Ibadat harian yang lengkap dilaksanakan di dalam biara atau di dalam komunitas religius. Untuk umat pada umumnya dilakukan ibadat pagi dan ibadat malam saja, walau banyak juga yang melakukannya secara lengkap.


Nilai Pastoral[sunting | sunting sumber]

Bagi para pengemban pelayanan penggembalaan umat, Ibadat Harian diyakini semakin mendekatkan mereka pada Kristus, sumber kekuatan: "Tanpa Aku kamu tidak bisa berbuat apa-apa" (Yoh 15:5). Dengan demikian Ibadat Harian dapat menambah semangat pelayanan (Sacrosanctum Concilium no 86).


Nilai Bagi Pribadi[sunting | sunting sumber]

Bagi setiap orang Ibadat harian merupakan sumber kesalehan dan membekali doa pribadi (Sacrosanctum Concilium no 90).


Referensi[sunting | sunting sumber]

  • PWI-Liturgi, Pedoman Ibadat Harian, Yogya 1973 (Terjemahan dari teks bahasa Latin: Institutio Generalis de Liturgia Horarum)
  • PWI-Liturgi (1996), Ibadat Harian, Nusa Indah, Ende.
  • Katekismus Gereja Katolik no 1174-1178
  • Konsili Vatikan II, Konstitusi Dogmatik tentang Gereja Lumen Gentium
  • Konsili Vatikan II, Konstitusi Liturgi Sacrosanctum Concilium.