NET.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Net Mediatama)
Langsung ke: navigasi, cari
NET.
PT Net Mediatama Indonesia
NETCHANNEL.png
Diluncurkan 18 Mei 2013 (siaran percobaan)
26 Mei 2013 (siaran resmi)
Pemilik Grup Indika
Slogan Televisi Masa Kini
Negara  Indonesia
Kantor pusat Jakarta, Indonesia
Nama sebelumnya Spacetoon di terestrial
(24 Maret 2005-17 Mei 2013)
Situs web www.netmedia.co.id
Ketersediaan Nasional
Terestrial
Bandung 30 UHF (NET. Jawa Barat)
Denpasar 39 UHF (NET. Bali (menggantikan Alam TV))
Garut 26 UHF (NET. Priangan Timur)
Jakarta 27 UHF (NET. Jakarta)
Medan 43 UHF (NET. Medan)
Padang 35 UHF (NET. Padang (menggantikan Favorit TV))
Palangkaraya 27 UHF (NET. Kalimantan Tengah (menggantikan Borneo TV))
Pelaihari 60 UHF (NET. Kalimantan Selatan)
Surabaya 58 UHF (NET. Jawa Timur)
Satelit
Bendera Indonesia Palapa D 4006-6400 MHz (Vertikal)
Bendera Indonesia BiG TV Channel 233 (SD)
Channel 232 (HD)
Bendera Indonesia Orange TV Channel 911 (SD)
Kabel
Bendera Indonesia First Media Channel 16 (SD)
Channel 371 (HD)
Bendera Indonesia Max3 Channel 81 (SD)
Channel 92 (HD)

NET. (singkatan dari News and Entertainment Television) adalah sebuah stasiun televisi berjaringan di Indonesia yang resmi diluncurkan pada 26 Mei 2013. NET. menggantikan siaran terestrial Spacetoon Indonesia yang sebagian sahamnya telah diambil alih oleh Grup Indika[1]. Berbeda dengan Spacetoon yang acaranya ditujukan untuk anak-anak, program-program NET. ditujukan kepada keluarga dan pemirsa muda.

Selain melalui jaringan terestrial, NET. juga menyiarkan kontennya melalui saluran komunikasi lain seperti jejaring sosial dan YouTube.[2]

Program Grand Launching NET. ditayangkan secara langsung pada tanggal 26 Mei 2013 pukul 19.00 WIB dan disiarkan secara streaming melalui Youtube dan website resmi NET., dan acara Grand Launching ini menampilkan penyanyi internasional seperti Carly Rae Jepsen, Taio Cruz dan juga didukung oleh beberapa artis dalam negeri seperti Agnes Monica, Maudy Ayunda, Cherrybelle, Sm*sh, Noah, Raisa, Kahitna, Dewa 19, Andien, Ungu, Reza Rahardian, Andi Rianto dan banyak lagi[3]

Pada tanggal 18 Mei 2014 NET. merayakan ulang tahun pertamanya yang bertajuk NET. ONE (Indonesian Choice Awards 2014).[4]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2012, PT Net Mediatama Indonesia (NET.) ingin membangun sebuah stasiun TV yang membawakan sebuah revolusi media yang maju dan lebih modern yang diprakasai oleh Wishnutama (mantan Direktur Utama Trans TV) dan Agus Lasmono (CEO Grup Indika dan pernah menjabat sebagai Komisaris Independen SCTV). Pada pertengahan Maret 2013, PT Net Mediatama Indonesia mengakuisisi saham kepemilikan dari PT Televisi Anak Spacetoon (Spacetoon) yang sebagian sahamnya dialih oleh Grup Indika sebesar 95% dari saham kepemilikan Spacetoon. Sesaat setelah akuisisi saham kepemilikan Spacetoon ke NET., akhirnya pada Sabtu, 18 Mei 2013, siaran Spacetoon di jaringan terrestrial menghilang dan digantikan oleh NET. yang memulai siaran perdananya dengan menggunakan frekuensi milik Spacetoon di seluruh mantan jaringan frekuensi Spacetoon di Indonesia.

NET. memulai masa siaran percobaan selama satu pekan yang terhitung sejak Sabtu, 18 Mei 2013 sampai menjelang program Grand Launching Media Revolution yang disiarkan secara live pada Minggu, 26 Mei 2013 pukul 19.00 WIB, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat. Masa siaran percobaan NET. disiarkan mulai dari pukul 05.00 WIB-24.00 WIB tanpa ada iklan komersial. Setelah selesai masa siaran percobaan, jam tayang NET. diperpanjang dari pukul 04.00 WIB-02.00 WIB. Akan tetapi, khusus selama bulan suci Ramadhan siaran NET. menjadi 24 jam nonstop.

Seluruh program-program dari Spacetoon Indonesia dirombak menjadi yang maju dan lebih modern, akan tetapi NET. tetap menayangkan lima program kartun unggulan dari Spacetoon yang disiarkan setiap Senin-Jumat mulai pukul 13.30 WIB-16.00 WIB dengan nama "NET. Playground" atau "NETOON".

[sunting | sunting sumber]

Program acara[sunting | sunting sumber]

NETOON/NET. Playground[sunting | sunting sumber]

Informasi[sunting | sunting sumber]

Berita lokal[sunting | sunting sumber]

  • NET. Jatim (NET. Jawa Timur)
  • NET. Jabar (NET. Jawa Barat)
  • NET. Priangan Timur (NET. Priangan Timur)
  • NET. Sumut (NET. Medan)
  • NET. Bali (NET. Denpasar)
  • NET. Sumbar (NET. Padang)

Dokumenter[sunting | sunting sumber]

Majalah TV[sunting | sunting sumber]

Hiburan[sunting | sunting sumber]

Musik[sunting | sunting sumber]

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Acara yang mendatang[sunting | sunting sumber]

Acara yang pernah ditayangkan[sunting | sunting sumber]

Penghargaan dan nominasi[sunting | sunting sumber]

  • 2014, Pemenang The New Alternative di Rolling Stone Editors’ Choice Awards 2014

Presenter[sunting | sunting sumber]

Afiliasi (stasiun O&O bercetak tebal)[sunting | sunting sumber]

  • Keterangan: Designated market area (DMA): Daerah pemasaran yang ditetapkan, Owned and operated stations (O&O): Stasiun yang dimiliki dan dikelola oleh PT. Net Mediatama

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Proses perubahan TV Anak Spacetoon menjadi NET. diduga bermodus jual beli izin. Jual beli izin bertentangan dengan Pasal 34 ayat 4 UU No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran.

“Dalam pengajuan izin Spacetoon, segmennya adalah anak. Dalam proses perubahan, konten yang ditampilkan justru tidak layak untuk anak. Ini bertentangan dengan Pasal 36 ayat 3 UU Penyiaran,” ungkap Koordinator Bidang Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Iswandi Syahputra, seperti dirilis situs KPI Rabu, 05 Juni 2013.

Iswandi menduga, proses perubahan nama dari Spacetoon menjadi NET. bagian dari modus jual beli izin. Untuk itu, pihak KPI mengingatkan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), untuk lebih berhati-hati dan teliti dalam kasus-kasus jual beli izin dengan berbagai modus.

Terkait dengan dugaan itu, pihak PT Net Mediatama Indonesia telah memenuhi undangan KPI untuk menyampaikan klarifikasi seputar perubahan nama dari TV Anak Spacetoon menjadi NET., Rabu, 05 Juni 2013.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor KPI Pusat itu, Direktur Utama PT Televisi Anak Spacetoon atau NET., Deddy Hariyanto, menyampaikan jawaban dan klarifikasi.

Klarifikasi yang disampaikan pihak Spacetoon atau NET. itu akan menjadi pertimbangan KPI sebelum memutuskan langkah selanjutnya.

Kontroversi Berubahnya Favorit TV menjadi NET. di Padang[sunting | sunting sumber]

KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Sumatera Barat (Sumbar) memanggil perwakilan stasiun NET. bertempat di Kantor KPID Sumbar, Gondoria, Kota Padang, Rabu (26/2).

KPID Sumbar meminta klarifikasi atas kepemilikan dan status izin televisi yang menyiarkan secara lokal di Sumbar. KPID mendesak agar  memenuhi kelengkapan izin serta adminstrasi yang dibutuhkan.

Selain itu segera menyiarkan konten lokal Sumatera Barat sebanyak 10 persen untuk TV berjaringan. Ketua KPID Sumbar, Afrianto Korga, menyebutkan KPID ingin meminta klarifikasi soal kepemilikan dan saham dari NET. belakangan bisa kita tonton di Kota Padang. Kami dari KPID ingin meminta klarifikasi sehingga masyarakat juga mengetahuinya. Pasalnya, izin awalnya NET. tidak ada dalam arsip permohonan izin,” katanya. Sedangkan, KPID Sumbar sendiri mengaku belum menerima surat dari kedua perihal perubahan nama dan logo. “Kini banyak masyarakat yang mempertanyakan kedua televisi tersebut," tuturnya.

Untuk diketahui, NET. sejak beberapa waktu belakangan sudah bersiaran di Kota Padang dan Pariaman. NET. sebelumnya merupakan Favorit TV, dimana dimiliki seorang pengusaha bernama H. Yendril. Kini, mayoritas sahamnya sudah diambil alih oleh NET. Perwakilan NET. yang langsung datang dari Jakarta menyebut, bahwa mereka akan melengkapi segala kelengkapan izin dan persyarakatan administrasi yang diminta KPID. "Intinya kami mendukung aturan KPID dan secara bertahap akan kami penuhi," kata Azuan Syahril, Pimpinan NET.

Pihak NET. juga menyerahkan surat permohonan pergantian nama dan logo dari Favorit TV menjadi NET. Padang yang sudah ditandatangani Menkominfo. Menyikapi polemik tersebut, Ketua Bidang Perizinan KPID Sumatera Barat, Ardian Yonas meminta agar dua lembaga penyiaran ini untuk berjalan sesuai dengan izin siaran yang ada. "TV ini harus jelas mereka siaran lokal atau siaran berjaringan. jadi tidak bisa asal saja," katanya.

Terkait isi siaran, Ketua Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Sumbar, Rino Zulyadi mendesak agar konten lokal 10 persen harus segera dipenuhi oleh NET. "Televisi tersebut berada di Sumatera  Barat ya, kontain lokalnya harus ada. Jadi tidak etis kalau izinnya lokal, namun semua acaranya di relay dari pusat. Kita ingin nilai-nilai budaya serta potensi sumatera Barat bisa diangkat lembaga penyiaran ini," jelasnya. KPID kembali akan menyurati sejumlah lembaga penyiaran televisi berjaringan lainnya untuk segera memiliki kantor atau studio di Sumatera Barat. KPID memberi tenggang waktu hingga enam bulan ke depan, lembaga penyiaran televisi harus sudah memiliki kantor perwakilan.

Saluran yang menyerupai[sunting | sunting sumber]

Daftar manajemen[sunting | sunting sumber]

No. Nama Jabatan
1 Wishnutama Direktur Utama NET.
2 Agus Lasmono Komisaris Utama NET. & Presiden Direktur Grup Indika

Jam siaran NET.[sunting | sunting sumber]

  • 18 Mei-25 Mei 2013 (saat masih siaran percobaan) dimulai pukul 05.00 WIB s/d 00.00 WIB.
  • 26 Mei-9 Juli 2013 dimulai pukul 05.00 s/d 01.00 WIB.
  • (Khusus Bulan Ramadhan) siaran 24 jam selama Bulan Ramadhan.
  • 8 Agustus-25 Agustus 2013 dimulai pukul 04.00 WIB s/d 01.00 WIB.
  • 26 Agustus 2013-sekarang dimulai pukul 04.00 s/d 02.00 WIB.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]