Titiek Puspa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Titiek Puspa
TitiekPuspaGrageCirebon.jpg
Penampilan Titiek Puspa di Hotel Grage, Cirebon.
Nama lahir Sudarwati
Lahir 1 November 1937 (umur 77)
Bendera Hindia Belanda Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan, Hindia Belanda
Pekerjaan Aktris, penyanyi
Tahun aktif 1953 - sekarang
Situs web www.titiekpuspa.com
Tanda tangan Signature of Titiek Puspa.png

Titiek Puspa, yang mempunyai nama asli Sudarwati yang diubah menjadi Kadarwati dan terakhir diubah menjadi Sumarti[1] (lahir di Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan, 1 November 1937; umur 77 tahun) adalah seorang musikus Indonesia.

Karier[sunting | sunting sumber]

Rekaman piringan hitamnya yang pertama dengan label GEMBIRA, berisi lagu Di Sudut Bibirmu, Esok Malam Kau Kujelang, dan duet bersama Tuty Daulay dalam lagu Indada Siririton, iringan musik Empat Sekawan Sariman. Pada pertengahan 1960, Titiek Puspa sempat menjadi penyanyi tetap pada Orkes Studio Jakarta. Saat itu Titiek Puspa banyak mendapat bimbingan dari Iskandar (pencipta lagu dan pemimpin orkes) dan Zainal Ardi (suaminya sendiri seorang announcer Radio Republik Indonesia Jakarta). Sebagai penyanyi yang mulai menanjak popularitasnya, Titiek belum menciptakan banyak lagu dalam albumnya, lagu-lagunya banyak diciptakan misalnya oleh Iskandar, Mus Mualim, ada juga Wedasmara. Barulah pada album Si Hitam dan Pita (1963) yang berisi 12 lagu tiap albumnya semuanya adalah ciptaannya sendiri dan menjadi populer saat itu, selain itu juga album Doa Ibu berisi 12 lagu, 11 lagu adalah ciptaannya dengan 1 lagu ciptaan Mus Mualim. Dari album Si Hitam, lagu yang semakin memopulerkan namanya adalah Si Hitam, Tinggalkan, Aku dan Asmara. Bisa juga dikatakan bahwa bersama album Si Hitam, album Doa Ibu adalah album yang legendaris karena berisi lagu-lagu Minah Gadis Dusun, Pantang Mundur, yang semakin menancapkan Titiek Puspa sebagai penyanyi dan pencipta lagu Indonesia yang baik.[Juni 2008]

Nama[sunting | sunting sumber]

Nama "Titiek Puspa" diambil dari Titiek yang merupakan nama panggilannya sehari-hari dan Puspa dari 'Puspo' nama bapaknya. Nama ini pula yang diambil untuk nama orkes pengiringnya "PUSPA SARI" yang dipimpinnya sendiri dan mengiringinya menyanyi di awal kariernya.

Awal karier bernyanyinya dimulai di Semarang, kota di mana Titiek Puspa yang kini disebut sebagai diva legendaris oleh Majalah Wanita KARTINI, mengikuti kontes menyanyi "Bintang Radio". Tidak hanya sampai di bidang menyanyi saja, 'Eyang Titik' juga menunjukan totalitasnya dalam menggarap beberapa operet yang sempat sangat disukai pemirsa TVRI, seperti operet bawang Merah Bawang Putih, Ketupat Lebaran, Kartini Manusiawi Kartini, dan Ronce-ronce.

Konser[sunting | sunting sumber]

Untuk memperingati ulang tahunnya yang ke-70, Titiek menggelar konser bertajuk Karya Abadi Sang Legenda: 70 Tahun Titiek Puspa. Konser ini ditujukan sebagai perwujudan rasa terima kasih Titiek Puspa kepada semua yang terlibat dan pernah bekerja sama dengan Titiek Puspa terhadap negeri ini, khususnya terima kasih tak terhingga untuk penonton dan penggemar Titiek Puspa. Konser yang diriingi musisi Dian HP Orchestra dengan melibatkan Ari Lasso, Andi /rif, 3 Diva (KD, Titi DJ, Ruth Sahanaya), Melly Goeslaw, Vina Panduwinata, Pinkan Mambo, Yovie Widianto, Hedi Yunus, Kevin Aprilio, Rio Febrian, Delon Thamrin, Bob Tutupoly, Dewi Sandra, Emilia Contessa, Marini, Euis Darliah, Elvy Sukaesih, Inul Daratista, Warna, Project Pop, Gita Gutawa, artis Mamma Mia, dan Host Ringgo Agus Rahman, Daniel Mananta, dan Tamara Bleszynski, turut pula disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta menteri, pejabat negara, dan mantan pejabat negara.[2]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Karya[sunting | sunting sumber]

Diskografi[sunting | sunting sumber]

Album solo[sunting | sunting sumber]

  • Kisah Hidup (1963)
  • Puspa Dewi (Bali. ARN-1001)
  • Tinggi Gunung Seribu Janji. (Irama. EP-03)
  • Daun Yang Gugur. (Irama. EP-27)
  • Ditinggal Kekasih (Extended Play / Irama. EP-85)
  • Selamat Jalan, Selamat Berpisah (Extended Play /Irama. EP-86)
  • Buka Pintu (Single Play /Irama. SP-50)
  • Si Hitam (Irama. LPI 175116)
  • Sampul Surat (Single Play /Irama. SP-61)
  • Doa Ibu (Irama. LPI-17580)
  • Sok Teu (J&B. JBL-28837)
  • Aneka Gaya Titiek Puspa (Irama. LPI-175126)
  • Pita (Irama. LPI 175138) (1963)

Album bersama[sunting | sunting sumber]

  • Mari Bersukaria dengan Irama Lenso (Irama. LPI-17588) (1965)
  • Gajah Dungkul - Titiek Puspa, Bing Slamet dan Indonesia Tiga (Bali Rec. BLP-7005)

Album kumpulan[sunting | sunting sumber]

  • Papaya, Mangga, Pisang, Jambu (Bisikan Alam Maya - Irama. LPI-17522)
  • Ini dan Itu volume 2 (Mata Sapi; Dulu dan Kini - Mesra. LP-19)
  • Kroncong Parade (Bubuy Bulan; Bengawan Solo. - Pop Sound. 6417-001)

Lagu[sunting | sunting sumber]

Lain-lain[sunting | sunting sumber]

  • Terima Kasih Tuhan (2008)

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Teater[sunting | sunting sumber]

Iklan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]