Yovie Widianto

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Yovie Widianto
Yovie Widianto.jpg
Nama lahir Yovie Widianto
Lahir 21 Januari 1968 (umur 46)
Bendera Indonesia Kota Bandung, Indonesia
Pekerjaan pemusik
Tahun aktif 1986 - sekarang
Mempengaruhi Kahitna, Yovie & Nuno
Dipengaruhi Kahitna, Yovie & Nuno
Pasangan Dewayani
Anak Muhammad Arsy Widianto
Nadhira Tiara
Agama Islam

Yovie Widianto (lahir di Bandung, Jawa Barat, 21 Januari 1968; umur 46 tahun) dikenal sebagai salah satu pendiri dan personel grup musik Kahitna di posisi keyboard. Yovie memang memotori band—yang awalnya bermain fusion jazz dan kemudian berbelok ke pop—itu sejak didirikan pada 1986. Selain itu, Yovie juga dikenal sebagai pencipta lagu ternama di belantika musik Indonesia. Ia bahkan sukses mengorbitkan banyak lagu beserta penyanyinya melalui karya-karyanya yang bernuansa cinta, seperti Rio Febrian, Audy, Tetty Manurung, Rida Sita Dewi, Rita Effendi, Yana Julio, Pinkan Mambo, Delon, Astrid, Chrisye, Glenn Fredly, Lingua, Andity, Ihsan, Dirly, Ghea, Bening, Lisa A.Riyanto, Hedi Yunus, Dea Mirella, Rossa, Ressa Herlambang Revo Marty, Monita, dan sebagainya. Yovie juga menjadi Juri Indonesian Idol 2 menggantikan Dimas Djayadiningrat[1]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Serius di musik tak membuat Yovie lupa kuliah. Yovie berhasil menyelesaikan kuliah di Jurusan Hubungan Internasional Fisip Unpad, Bandung dengan predikat cum laude.[2]

Perjalanan karier[sunting | sunting sumber]

Awal karier[sunting | sunting sumber]

Yovie lahir di keluarga yang sangat dekat dengan musik. Ayahnya yang berasal dari Yogyakarta dan sudah lama menetap di Bandung memang sangat menggemari musik. Tak heran dari kecil keluarga ini sudah akrab dengan berbagai aliran musik dan alat musik. Meski begitu, sang bunda awalnya melarang Yovie berprofesi sebagai musisi. Yovie berkenalan dengan musik jazz saat berusia 5 tahun. Pamannya, Hasbullah Ridwan, yang tidak lain adalah ayah Elfa Secioria, salah satu komposer dan musisi senior Indonesia adalah orang yang berperan mengenalkan Yovie pada musik jazz.

Kemudian Yovie pun mulai bermain band, dengan masih membawa 'ruh' jazz. Sejak duduk di bangku SMP, Yovie telah rutin bermain band di Hotel Savoy Homann, Bandung. Ruth Sahanaya dan Trie Utami pernah menjadi teman main band-nya saat itu.

Yovie mulai berkiprah di tingkat nasional dengan mengikuti Festival Band Tingkat Nasional di Balai Sidang Jakarta (sekarang Jakarta Convention Center/JCC) tahun 1986. Tahun yang sama ia membentuk Kahitna. Sejak saat itu, berbagai prestasi nasional dan internasional diraih Yovie. Salah satunya adalah The Best Composer pada Young Star International Festival di Taipei, Taiwan, tahun 1991.

Perkenalan pertama Yovie dengan musik pop pada tahun 1986 melalui album David Foster yang musik-musiknya memiliki melodi sederhana, tetapi chord-nya susah, dan satu lagu bisa memiliki beberapa nada dasar yang berbeda. Menurut Yovie berkat David Foster dia menjadi tahu bahwa musik pop bisa dibuat berbobot. Sejak saat itu, Yovie mulai melirik industri musik pop Indonesia dengan patokan karya-karya 'pop bergizi' David Foster dan Quincy Jones.

Yovie dalam ajang AMI Awards 2009, ia mendapatkan nominasi terbanyak, sebanyak 7 nominasi, dalam kategori duo/kolaborasi/grup terbaik, penata musik terbaik, pendatang baru terbaik dari yang terbaik, album terbaik dari yang terbaik, karya produksi terbaik dari yang terbaik.

Kahitna[sunting | sunting sumber]

Tahun 1994, bersama Kahitna, Yovie merilis album perdana mereka, Cerita Cinta. Sejak saat itu kesuksesan Yovie dimulai. Yovie bersama Kahitna telah merilis 7 album yaitu Cerita Cinta (1994), Cantik (1996), Sampai Nanti (1998), Permaisuriku (2000), Cinta Sudah Lewat (2003) dan Soulmate (2006) serta album The Best of Kahitna (2002).

Kahitna pernah meraih prestasi Grand Prix Winner Band Explosion 1987 dan Band Explosion Tokyo-Japan 1991.[3]

Solo[sunting | sunting sumber]

Medio 2000, Yovie merilis album yang diberi judul Kumpulan Karya Terbaik Yovie Widianto.[4] Tahun 2005, Yovie merilis album A Portrait of Yovie, kumpulan lagu-lagu terbaiknya yang dibawakan oleh para penyanyi kenamaan. Di album ini, ada karya terbaru Yovie berjudul "Tak 100%" dibawakan oleh Astrid, penyanyi yang sudah berkiprah mengisi soundtrack Tusuk Jelangkung. Runner-up Indonesian Idol, Delon, juga turut menyanyikan sebuah lagu terbarunya yang berjudul "Terjaga di Setiap Mimpiku". Sebagai single unggulan, dipilihlah lagu "Salahi Aku (Ku Jatuh Cinta Lagi)" yang dinyanyikan Rio Febrian. Di album ini, Yovie juga dibantu oleh Stephen Santoso dan Tohpati dalam mengaransemen lagu-lagu baru.[5]

Sebagai penghargaan 23 tahun perjalanannya di belantika musik Indonesia, Yovie menggelar konser spesial yang diberi tajuk A Mild Live The Magical Journey Of Yovie Widianto. Konser tersebut berlangsung 14 September 2006 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center.[6] Dua tahun sebelumnya, Yovie pernah menggelar konser 'kecil' atas pencapaian kariernya di dunia musik selama 21 tahun bertempat di Zoom Resto & Lounge, Jakarta, Minggu, 25 Januari 2004.[2]

Setelah sukses menggelar konser, Yovie kembali hadir lewat album barunya bertitel Kemenangan Hati (2007). Dari 12 lagu yang ada dalam album ini, tiga di antaranya pernah dinyanyikan Yovie saat konser.[7]

Pada tahun 2013, Yovie Widianto menggelar konser 30 tahun kariernya di musik Indonesia bertempat di Plenary Hall JCC, Jakarta pada 24 September 2013.[8]

Yovie & The Nuno[sunting | sunting sumber]

Tahun 2001, Yovie merilis album dengan bendera Yovie & Nuno bertajuk Semua Bintang. Nama band Nuno diambil dari bahasa Latin, Numero Uno, yang artinya nomor satu. Band bentukannya ini adalah wujud idealisme Yovie yang tak bisa diolah maksimal di Kahitna.[9] Pada album ini, selain bersama The Nuno, Yovie juga berkolaborasi dengan Andi /rif, Fariz RM, Glenn Fredly, Audy, dan salah satu personel grup Warna. Album ini terkesan lebih 'garang' dibanding albumnya bersama Kahitna. Apalagi dengan dukungan personel The Nuno, Baron yang mantan gitaris Gigi dan Rere yang drummernya Grass Rock.[10]

Tiga tahun kemudian, Yovie & Nuno berganti nama menjadi Yovie & The Nuno serta merilis album baru bertajuk Kemenangan Cinta (2004). Di album kedua ini, personel The Nuno ada yang berganti. Kebanyakan berasal dari Surabaya. Personel The Nuno untuk album kedua yaitu Ersta, mantan bassis X-men (bass), Gail (vokal), Diat (gitar), Rere (drum), dan Dudi Oris (vokal).

Penghujung 2007, Yovie mengeluarkan album lagi. Kali ini kembali dengan nama Yovie & Nuno. Ini dikarenakan Gail (vokal), Ersta (bas) dan Rere (drum) sebagai personel Yovie & The Nuno mengundurkan diri. Yovie pun merekrut Dikta pada vokal untuk mendampingi Dudi dan Diat di posisi gitar untuk bergabung dalam Yovie & Nuno. Untuk menandai kemunculan Yovie & Nuno, mereka meluncurkan album bertajuk The Special One (2007) yang terinspirasi dari penggalan lirik lagu "Janji Putih" ciptaan Yovie, yang dipopulerkan Bening.[11]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Yovie menikah tahun 1998 dengan Dewayani dengan menggunkan adat Jawa yang lengkap. Kini sang istri telah memberinya sepasang anak.[12] Yang bernama Arsy dan Yara, kini Arsy sudah berumur 12 tahun dan Yara 8 tahun (@2012).

Diskografi[sunting | sunting sumber]

Kahitna[sunting | sunting sumber]

Yovie & The Nuno[sunting | sunting sumber]

Solo[sunting | sunting sumber]

Konser Solo[sunting | sunting sumber]

  • The Magical Journey of Yovie Widianto (2006)
  • Irreplaceable (2013)

Karya-karya Yovie Widianto antara lain[sunting | sunting sumber]

  • Katakanlah (Tetty Manurung)
  • Merenda Kasih (Ruth Sahanaya)
  • Ada Cinta (Bening)
  • Mengapa Tak Ku Hindari (Bening)
  • Arti Sebuah Keangkuhan (Sherine)
  • Untukku (Chrisye)
  • Kemenangan Hati(Ihsan)
  • Menanti (Dea Mirella)
  • Takkan Terganti (Dea Mirella)
  • Terlalu Cinta (Rossa)
  • Tak Termiliki (Rossa)
  • Kini (Rossa)
  • Menyesal (Ressa Herlambang)
  • Biarkanlah (Nia Zulkarnaen)
  • Sebatas Mimpi (Rita Effendy)
  • Cerita Cinta (Kahitna)
  • Cantik (Kahitna)
  • Seandainya Aku Bisa Terbang (Kahitna)
  • Andai Dia Tahu (Kahitna)
  • Sampai Nanti (Kahitna)
  • Setahun Kemarin (Kahitna)
  • Permaisuriku (Kahitna)
  • Cinta Sudah Lewat (Kahitna)
  • Adakah Dia (Kahitna)
  • Katakan Saja (Kahitna)
  • Aku-Dirimu-Dirinya (Kahitna)
  • Cinta Sendiri (Kahitna)
  • Indah Ku Ingat Dirimu (Yovie & Nuno)
  • Lebih Dekat Denganmu Juwita (Yovie & Nuno)
  • Janji Di Atas Ingkar (Audy)
  • Kasih Putih (Glenn Fredly)
  • Cukup Sudah (Glenn Fredly)
  • Pada Satu Cinta (Glenn Fredly)
  • Suratku (Hedi Yunus)
  • Bukan Untukku (Rio Febrian)
  • Lebih Baik Darinya (Rio Febrian)
  • Salahi Aku (Rio Febrian)
  • Bila Ku Ingat (Lingua)
  • Adilkah Ini (Tia AFI
  • Kekasih Sejati (Monita)
  • Beda (Andity)
  • Semenjak Ada Dirimu (Andity)
  • Kita Bisa - Wa Ei Wa E O (Lagu SEA Games 2011)
  • Aku Punya Hati (Kahitna)
  • Suami Terbaik (Kahitna)
  • Kunang-Kunang (Angel Pieters)
  • Selamat Malam Kekasihku (Revo Marty)
  • dan lain-lain

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]