Andien

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Andien
Andien
Andien dalam Java Jazz Festival 2013
Latar belakang
Nama lahir Andini Aisyah Hariadi
Lahir 25 Agustus 1985 (umur 28)
Bendera Indonesia Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
Jenis Musik jazz
Pekerjaan penyanyi
Tahun aktif 2000 – sekarang
Perusahaan rekaman Warner Music Indonesia, Platinum Records
Terkait dengan Elfa Secioria, Nina Tamam, Iga Mawarni, Yuni Shara, Rieka Roslan
Dipengaruhi Sarah Vaughan, Kylie Minogue
Orang tua Didiek Hariadi (ayah)
Henny Sri Hardini (ibu)
Anggota
5 Wanita

Andien yang bernama lengkap Andinie Aisyah Haryadi (lahir di Jakarta, 25 Agustus 1985; umur 28 tahun) adalah seorang penyanyi Indonesia yang beraliran musik Jazz.

Andien belajar bernyanyi sejak berusia tiga tahun. Saat duduk di bangku kelas 3 SD, Andien mulai mengikuti berbagai festival di lingkup tempat tinggalnya, Cilandak, Jakarta Selatan. Menginjak kelas 6, oleh Ibunya, Andien dimasukan ke EMS (Elfa Music Studio), di bawah asuhan Elfa Secioria.

Andien merupakan salah seorang generasi muda penyanyi jazz wanita Indonesia. Sejak kecil, dirinya telah memiliki ketertarikan di genre musik Jazz. Dirinya lebih tertarik menyanyikan lagu "Girl from Ipanem" saat masih kecil, dibandingkan dengan lagu-lagu dari Whitney Houston[1]. Memenangkan berbagai kompetisi menyanyi sejak usia 14 tahun di Indonesia dan Shanghai, dia merilis album pertamanya pada usia 15 tahun, dengan album Bisikan Hati yang diproduseri oleh Elfa Secioria. Setelah menyeruak dunia musik Indonesia pada saat itu, ia kemudian kembali berkarya bersama Indra Lesmana dan Aksan Sjuman melalui album Kinanti pada tahun 2002. Seiring dengan perjalanan kariernya, penghargaan demi penghargaan diraih. Hingga kemudian Andien bekerjasama dengan Tohpati untuk album Gemintang pada tahun 2005. Sampai saat ini ia telah merilis empat album dan menerima penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) 5, 4 Indonesia Video penghargaan dan satu Planet Music Award di Singapura. Selama bertahun-tahun, ia telah berkolaborasi dengan berbagai musisi, seperti dengan Jeff Lorber pada Java Jazz Festival (JJF) 2005, dengan Jepang ansambel vokal Jammin Zeb (JJF 2008), dengan Bob James (ASEAN Jazz Festival 2008 Batam Indonesia), Frank Griffith (JJF 2010), serta dengan legenda piano jazz Indonesia Buby Chen (JJF 2010) dan pelopor Indonesia progressive rock band Discus (JJF 2006).

Andien selalu membuat album berdasarkan tahapan usia yang sedang ia jalani. Ia besar di ranah musik Indonesia, dan kita seolah melihat perkembangan dan perjalanannya dari waktu ke waktu hingga saat ini. Sebagai penyanyi jazz muda, ia sudah membuktikan banyak hal dengan keturutsertaannya berkolaborasi dengan musisi-musisi senior dari dalam maupun luar negeri. Dan kesetiaannya kepada warna musik itulah yang membuatnya selalu konsisten hingga saat ini.

Pada pertengahan tahun 2010, Andien kembali akan meluncurkan albumnya yang berjudul Kirana. Diambil dari salah satu judul lagu di album ini, Kirana, dalam bahasa sansekerta berarti cahaya atau sinar. Sekian lama melalui proses pembuatan dan perenungan, Andien menganggap album ini sebagai cerminan hati dan pikirannya. Berharap setiap denting melodi dan tuturan katanya dapat menjadi kirana bagi para pendengar musik tanah air.

Pada album Kirana ini, tidak seperti di album-album sebelumnya, Andien memilih untuk bekerjasama dengan dua temannya, Nikita Dompas dan Rifka Rachman. Andien menganggap mereka adalah orang yang tepat di belakang layar pengerjaan album ini, karena selain berbakat, memiliki selera musik yang luar biasa, mereka juga merupakan teman Andien sejak kecil, sehingga benar-benar mengenal karakter Andien. Ini juga pertama kalinya Andien benar-benar terlibat langsung dalam produksi sebuah album. Mulai dari proses pemikiran, mencipta lagu, hingga mixing. Dan karena itu pulalah Andien memberanikan diri untuk banyak mengeksplorasi musik dan kemampuannya bernyanyi. Ia berkenalan dengan berbagai pengetahuan tentang musik dari proses ini. Jazzy and mature. Album Kirana ini adalah album yang sangat personal; melantun dari setiap sudut hati yang sarat makna.

Kirana banyak bercerita mengenai cinta dalam berbagai keadaan dan terinspirasi dari orang-orang terdekat Andien. Ada 10 lagu yang akan menuturkan segaris cerita. Tiga di antaranya merupakan lagu lama yang diremake, yakni Bimbi (The Rollies), Keraguan (Edwin Saladin), dan Gemilang (Krakatau). Di sini, Andien membawakan lagu-lagu tersebut dengan sangat segar dan berkarakter. Tujuh lagu lainnya juga turut mewarnai dan memberikan kita inspirasi dan rasa yang begitu dalam: Pulang, Salahku, Kusadari, Kirana, Moving On, Cerita Kita, dan Cinta.Andien telah merintis album perdananya pada februari 2000 yang berjudul "Bisikan Hati", album ini diperkirakan terjual sekitar 30.000 keping. Ayah Andien bernama Didiek Hariadi dan ibunya bernama Henny Sri Hardini. Andien adalah anak sulung dari 3 bersaudara.

Sekarang bersama dengan Rieka Roeslan, Nina Tamam, Iga Mawarni, dan Yuni Shara membentuk kelompok vokal beranggotakan lima orang dengan nama 5 Wanita.

Diskografi[sunting | sunting sumber]

Iklan[sunting | sunting sumber]

  • Indosat Mentari Obral Obrol Pool!
  • Ale-Ale
  • OBH Combi Plus
  • LINE
  • Mastin Ekstrak Manggis

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Penghargaan dan prestasi
Didahului oleh:
Sherina
Anugerah Musik Indonesia untuk Pendatang Baru Terbaik
2000
Diteruskan oleh:
Shanty