Iis Dahlia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Iis Dahlia
Iis Dahlia
Latar belakang
Nama lahir Iis Laeliyah
Nama lain Iis Dahlia
Lahir 29 Mei 1972 (umur 42)
Bendera Indonesia Bongas, Indramayu, Jawa Barat, Indonesia
Jenis Musik Dangdut
Pekerjaan Aktris
Penyanyi
Tahun aktif 1986—sekarang
Pasangan Dadang Indrajaya (bercerai)
Satrio Dewandono
Anak Salshadilla Juwita
Devano Danendra
Orang tua Makmuri
Qomariyah
Agama Islam

Iis Laeliyah atau lebih dikenal Iis Dahlia (lahir di Bongas, Indramayu, 29 Mei 1972; umur 42 tahun) adalah penyanyi dan juga pemain sinetron berkebangsaan Indonesia. Album-album Iis sukses dan melegenda ditelinga masyarakat. Lagu Iis yang terkenal antara lain, Tamu Tak Diundang, Payung Hitam, Cinta Bukanlah Kapal, Seroja.

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Iis menikah dengan Dadang Indrajaya seorang pengusaha yang sudah duda. Dari pernikahan ini mereka dikaruniai seorang anak perempuan Salshadilla Juwita (lahir 14 Juni 1998). Pernikahan ini tidak berlangsung lama. Mereka akhirnya bercerai. Iis pun menikah lagi dengan seorang pilot, Satrio Dewandono, yang biasa disapa Andri.[1] Pernikahan keduanya mendapatkan seorang anak Devano Danendra.

Iis juga salah satu selebriti Indonesia yang peduli pada lingkungan Salah satunya album "Dangdut Samudera" 2004, sebagian besar lagunya berthema kan konserversi kelautan Indonesia. Album ini merupakan kerja sama dengan pedangdut Tito S Ismail, Yg merupakan adik kandung mantan Mentri Kelautan & Perikanan, Rokhmin Dahuri.

Perjalan Karier dan Prestasi[sunting | sunting sumber]

Sejak masih kecil Iis sangat suka menyanyi dan bercita-cita menjadi penyanyi. Bahkan saat masih duduk di bangku kelas 4 SD,[2] Iis telah tampil di panggung menyumbangkan lagu dengan iringan Orgen Tunggal dalam pesta perkawinan atau perayaan 17 Agustus. Pada masa itu Elvy Sukaesih dan Rita Sugiarto sedang naik daun & nama Evie Tamala baru mu­lai merambat naik.

Demi meraih cita-citanya sebagai penyanyi, Iis melanjutkan SMP-nya di Bandung. Selain sekolah, Iis juga les vokal di HAPMI (Himpunan Artis Penyanyi dan Musisi Indonesia). Ia belajar dengan (almarhum) Jajat vokalis grup band Paramour. Salah seorang peserta les vokal di tempat ini, yang akhirnya berhasil menjadi penyanyi kenamaan adalah Inka Christie.

Namun Bandung belum memuaskan keinginan Iis. Akhirnya dia hijrah ke Jakarta saat naik ke kelas 2 SMP. Iis mulai menyanyi di "Taman Impian Jaya Ancol" setiap malam Minggu & mendapat honor sebesar Rp.90.000 setiap bulannya. Iis masih berusia 14 tahun kala itu. Tidak lama setelah dikontrak sebagai penyanyi tetap di Ancol, Iis kemudian juga dikontrak menjadi penyanyi tetap di Taman Ria Monas & Taman Mini Indonesia Indah.

Penampilan sebagai bintang Diawali saat menjadi Bintang Tamu Acara Wajah Baru TVRI 1987. Kemudian Iis Diminta TVRI menjadi bintang Tamu Pentas Lenong. Ternyata Penampilan Iis Mengundang Perhatian Perusahaan Produser Rekaman Akurama Record.

Pada Tahun 1987 Iis Diberi kesempatan untuk Menyanyikan lagu-lagu Mandarin yang dialihkan menjadi Bahasa Indonesia. Perjuangan Iis agar dapat menajdi penyanyi profesional sangat berliku. Iis pernah ditipu saat ingin mengikuti tes acara Wajah Baru di TVRI satu-satunya stasiun TV yg ada di Indonesia saat itu. Uang sebesar RP.800.000 (jumlah yang sangat besar saat itu) amblas ditilep seorang wanita yg mengaku mampu menyertakan Iis dalam acara tersebut.

Namun Iis tak pantang menyerah. Akhirnya tahun 1989 dengan proses panjang lagi, Iis mendapat kesempatan tampil dalam acara Wajah Baru di TVRI. Dari acara inilah akhirnya Iis ditawari kontrak untuk membuat Enam album rekaman sekaligus.[3]

Meski sempat ragu karena rekaman yang dimaksud adalah un­tuk album lagu dangdut, Sedangkan Iis Membawa Semple Pop. Iis menanda­tangani surat perjanjian kontrak rekaman itu. Untuk setiap al­bum Iis dibayar Rp.750.000 dan produser langsung melunasi pembayaran kontrak untuk Enam album itu.

Album pertama Iis tidak begitu sukses, meski ia mengubah namanya menjadi Iis Dahlia agar terdengar lebih komersial. Namun berkat lagu "Tamu Tak Diundang" dalam album keduanya, nama Iis langsung melambung. Konon penjualan album keduanya ini menembus angka satu juta kopi dalam waktu beberapa bulan ludes dipasaran dan Berhasil masuk Museum Rekor Indonesia.

Iis juga dianggap sebagai penyanyi dangdut yang ikut menaikkan kelas musik dangdut di mata masyarakat, di samping Evie Tamala, Ikke Nurjanah & Cici Faramida. Hal ini karena penampilan Iis terkesan kalem tapi berkelas, kostum yang tidak berlebihan, dan goyangan yang tidak seronok. Penampilan dan reputasi mereka tak kalah dengan penyanyi Pop atau Jazz.

Penghargaan pertama yang diterima Iis adalah HDX Award (1990). Ini untuk menghargai penjualan album Iis yang berhasil mencapai jumlah tertinggi pada tahun itu. Suatu prestasi yang Tak Gampang Diraih karna betahun tahun selalu ditempati Itje Trisnawati.

Pertama Kali diadakan Anugrah Dangdut Indonesia (ADTPI) 1997, Iis berhasil menjadi “Penyanyi Dangdut Wanita Terbaik” mengalahkan Evie Tamala, Ikke Nurjanah, Lilis Karlina, Ine Sinthya dan Cici Faramida.

Penghargaan Lainnya
  • HDX Award - Album Terlaris 1990 "Tamu Tak Diundang"
  • Rekor Muri Indonesia - Album terjual terbanyak "Tamu Tak Diundang" 1992
  • Video Clip dangdut Menempuh MTV pertama 1995 "Payung Hitam"
  • ADTPI - Penyanyi Dangdut Wanita Terbaik 1997 "KECEWA"
  • HDX Award - Album Terlaris "KECEWA"
  • Rekor Muri Indonesia - Album terbanyak dibuat Video clip "KECEWA"
  • PIALA LIGA TPI - Jawara tangga lagu dangdut posisi pertama 6 minggu berturut turut "TANDA CINTA" 1998
  • Lagu Coververtion Terbaik "Bulan Purnama" 1999
  • AMI AWARD 2001 - Penyanyi Dangdut Wanita terbaik 2001 "Asmara ku Rindu"
  • ADTPI - Lagu dangdut terbaik 2002 "Bagai Ranting Kering"
  • AMI AWARD 2005 - penyanyi dangdut melayu Wanita terbaik 2005 "Janji Hati"
  • AMI AWARD 2010- Penyanyi dangdut wanita terbaik 2010 "Ajarkan"
  • MNCTV Dangdut Award - Penampilan terbaik dan Terpopuler 2013
  • MNCTV Dangdut Award - Video clip terbaik 2013 "Rindu"

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film
Sinetron
FTV
  • Matahatiku
  • Aku Disusui Maduku
  • Matinya Raja Kawin Kontrak
  • Kampung Dangdut
  • Kejora 1
  • Kejora 2

Diskografi[sunting | sunting sumber]

Solo
  • Lagu lagu Mandarin (1987)
  • Lagu lagu Mandarin (1988)
  • Juned (1989)
  • Tamu Tak Diundang (1990)
  • Air Mata Tiada Arti (1990)
  • Plin Plan "pop sunda" (1992)
  • Kumaha "pop sunda" (1992)
  • Janda Kembang (1993)
  • Ibarat Mencari Jarum Dilautan (1993)
  • Mata Hatiku (1994)
  • Kasih (1994)
  • Sakitnya Hatiku (1994)
  • Payung Hitam (1995)
  • Kejam (1995)
  • Lupa Diri (1995)
  • Darah Biru (1995)
  • Cinta Yang Ternoda (1995)
  • Cinta Bukanlah Kapal (1996)
  • Rambut Sama Hitam (1996)
  • Turun Ranjang (1996)
  • Kecewa (1997)
  • Aku Bagai Tawanan (1997)
  • Tanda Cinta (1998)
  • Ditinggal Kekasih (1999)
  • Asmara Ku Rindu (2000)
  • PadaMu Aku Bersimpuh "realigi" (2001)
  • Kanda “POP” (2001)
  • Bagai Ranting Kering (2002)
  • Dangdut Samudera (2004)
  • Janji Hati cipt. Rita Sugiarto (2005)
  • Symphoni Malam (2007)
  • Tiada Duanya (2008)
  • Tunjukkanlah "realigi" (2008)
  • Ajarkan (2010)
  • Rindu "jazz" (2011)
  • Jomblo Senior cipt. Melly Goeslaw (2014)
Duet
  • Gadis Desa & Supir Taxi, ft. Yus Yunus (1991)
  • Arjun, ft. Yus Yunus (1992)
  • Gara-Gara Malam Minggu, ft. Tommy Ali (1993)
  • Miliki Aku Dengan Cinta, "jazz" ft. Fieter F Gontha (1999)
  • Kuch Kuch Hotta Haii, ft. Ashraff (2002)
Trio
  • Trio SIAN "seniman anti narkoba" (Rita Sugiarto, Iis Dahlia, Ronny Tanuwijaya)
    • Narkoba (2005)
Kolaborasi
Lagu-lagu sountrack sinetron
  • 1 Album Kecewa - Balada Dangdut
  • Matahariku
  • Pergi Tanpa Pesan
  • Timang Timang
  • Darah Biru
  • Seroja - Seroja
  • Padamu aku bersimpuh - Padamu Aku Bersimpuh
  • Tanda Cinta - Ibu Sehari
  • Rindu - Ingin Jadi Seleb

Acara TV[sunting | sunting sumber]

  • In dangdut TPI (2003)
  • Dangdut Ria fantasi TVRI (2012)
  • D'Terong Show Indosiar (2014-sekarang)
  • D Academy Indosiar

Iklan[sunting | sunting sumber]

  • Suami Siaga (1998-2000)
  • Contrexcyn
  • Kunci Emas
  • Lifeboy Shampo
  • Hemaviton
  • Alang Sari
  • Sari Roti
  • Viostin DS
  • Minyak Bimoli

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]