Noah (grup musik)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Noah
NOAH avatar.png
Latar belakang
Asal Bandung, Indonesia
Genre Rock alternatif, Pop, Rock
Tahun aktif 2000-2009 (sebagai Peterpan)
2009-2012 (sebagai Ariel, Uki, Lukman, Reza, David)
2012-sekarang (sebagai Noah)
Label Musica Studio's
Artis terkait The Titans, Astoria
Situs web www.noah-site.com
Anggota Ariel
Uki
Lukman
Reza
David
Mantan anggota Andika
Indra

Noah (sebelumnya bernama Peterpan) adalah sebuah band dari Bandung, Indonesia. Band ini dibentuk pada tahun 2000 dan terkenal berkat lagunya. Sekarang band ini terdiri dari, Ariel, Uki, Lukman, Reza dan David. pada 2006, Andika dan Indra keluar dari band ini, Selanjutnya pada 2008, David masuk ke band ini.

Perjalanan karier[sunting | sunting sumber]

Awal terbentuk[sunting | sunting sumber]

Personil Peterpan saat masih lengkap (sebelum Andika dan Indra keluar).
Logo Peterpan

Pada tahun 1997, Andika (kibor) membentuk band Topi dengan mengajak adik kelasnya di SMU 2 Bandung, Uki (gitar), Afrian (gitar), serta teman mainnya, Abel (bas) dan Ari (drum). Uki pun mengajak teman SMP-nya Ariel yang mengisi posisi vokal. Dengan formasi seperti itulah, mereka mulai manggung dan memainkan musik beraliran Brits alternatif. Kemudian Ari mengundurkan diri dan Topi pun bubar tanpa sebab yang pasti.

Andika mengumpulkan kembali personel Topi pada tahun 2000. Namun kali ini, posisi drum dipegang oleh Reza. Untuk memberi warna musik yang lebih dewasa dan lebih kaya melodi, maka diajaklah Lukman, teman kakak Indra, yang akhirnya jadi gitaris utama (lead guitar). Setelah terbentuk dengan formasi enam orang, mereka pun mengambil nama Peterpan. Tanggal 1 September 2000 secara resmi Peterpan terbentuk.

Perjalanan profesional Peterpan dimulai tahun 2001 dengan merambah dari kafe ke kafe di Bandung. Mereka bermain di kafe O'Hara dan Sapu Lidi dengan membawakan lagu-lagu top 40, serta rock alternatif seperti Nirvana, Pearl Jam, Coldplay, U2, Creed, dll. Saat di kafe Sapu Lidi-lah potensi mereka terlihat oleh Noey, basis Java Jive yang sedang mencari band untuk mengisi album kompilasi. Dari lagu yang dikirim oleh manajer Peterpan, Budi Soeratman untuk demo, yaitu "Mimpi Yang Sempurna", "Kita Tertawa" dan "Taman Langit", terpilihlah lagu "Mimpi Yang Sempurna" untuk dimasukan ke album kompilasi Kisah 2002 Malam yang dirilis Juli 2002. Tak disangka lagu tersebut menjadi jagoan album ini dan mendongkrak penjualan sampai di atas 150.000 kopi.

Taman Langit[sunting | sunting sumber]

Perusahaan rekaman Musica Studio's pun tak melewatkan potensi Peterpan. Musica mempercepat pengajuan kontrak untuk debut album pertama Peterpan. Akhirnya debut album Peterpan bertajuk Taman Langit dirilis bulan Juni 2003. Tak disangka, album itu mampu terjual di atas angka 650.000 kopi. Atas prestasi tersebut, mereka menerima Multi Platinum untuk album Taman Langit.[1] Lagu andalan album ini Taman Langit adalah "Sahabat", "Aku dan Bintang", "Semua Tentang Kita", "Topeng" dan "Yang Terdalam". Tak hanya jumlah penjualan, Peterpan juga sukses mencetak rekor konser maraton di enam provinsi dalam tempo 24 jam pada tanggal 18 Juli 2004. Konser bertajuk "LA Lights Peterpan 24 Jam Breaking Record" itu dimulai di Medan, Sumatera Utara sekitar pukul 07.55 sampai 08.40 WIB. Dari sana, mereka lalu melanjutkan di Padang, Sumatera Barat sekitar pukul 10.45 hingga 11.30 WIB. Pada jam 12.55 hingga 13.40 WIB, Peterpan konser di Pekanbaru, Riau, terus Lampung pada jam 16.25 sampai 17.10 WIB. Ariel lantas membuka konser di Semarang, Jawa Tengah, sekitar pukul 19.45 dan berakhir pada 20.30 WIB. Konser Peterpan ditutup di Surabaya sekitar pukul 22.15 sampai 23.00 WIB. Atas prestasinya ini, mereka berhak dicatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).[2]

Bintang di Surga[sunting | sunting sumber]

Pada Agustus 2004, Peterpan merilis album ke-2 bertajuk Bintang di Surga. Album itu telah terjual 350.000 kopi dalam waktu 2 minggu setelah rilis dan pada awal Januari 2005 telah mencapai 2 juta kopi.[3] Pada Februari 2005, penjualan album ini mencapai 2,7 juta kopi.[4] Dan menurut catatan, album ini mampu terjual sebanyak 3 juta kopi.[5] Lagu andalan album ini Bintang di Surga adalah "Ada Apa Denganmu", "Mungkin Nanti", "Kukatakan Dengan Indah", "Bintang di Surga", "Di Atas Normal", dan "Khayalan Tingkat Tinggi". Album ini merupakan album studio dengan penjualan tertinggi di Indonesia diantara band - band lainnya.

OST Alexandria[sunting | sunting sumber]

Alexandria adalah film Indonesia yang diproduksi pada tahun 2005 dan dibintangi oleh Marcel Chandrawinata, Julie Estelle, Kinaryosih, dan Fachri Albar. Pada Agustus 2005, Peterpan merilis album ke-3 bertajuk OST Alexandria untuk film ini. Lagu andalan album ini adalah "Tak Bisakah" dan "Langit Tak Mendengar". Lagu "Tak Bisakah" sempat menuai kontroversi karena dijiplak oleh musisi India untuk film Woh Lamhe Woh Lamhe dengan judul lagu "Kya Mujhe Pyaar". Penjualan album ini mencapai 1 juta kopi.[butuh rujukan]

Pada awal tahun 2005, Peterpan meraih penghargaan sebagai artis favorit Indonesia di MTV Asia Aid di Bangkok.[6][7] Dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2005, Peterpan menempati urutan teratas nominasi dengan memperoleh 11 nominasi. Empat di antaranya dicetak lewat lagu "Ada Apa Denganmu".[8] Dari 11 nominasi itu, Peterpan mendapat 7 penghargaan, antara lain untuk "band terbaik", "album terbaik", "grafis desain album terbaik" dan "karya produksi terbaik", karena album Bintang di Surga.[9] Pada ajang SCTV Music Awards 2005, Peterpan mendapat penghargaan di kategori "Album Pop Group Ngetop"' dan "Lagu Paling Ngetop".

Pada tahun 2005, Peterpan kembali merilis 2 album yaitu : VCD Untuk Sahabat Peterpan yang berisi Original VCD Karaoke termasuk video klip serta dokumentasi saat mereka melakukan pemecahan rekor konser selama 24 jam di 6 kota.[10],dan album jalur suara film Alexandria.[11]

Perpecahan dan Hari Yang Cerah[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 4 November 2006, Andika dan Indra, resmi keluar dari Peterpan. Kedua mantan personil Peterpan ini pada akhirnya membentuk Band lainnya yang diberi nama The Titans. Dengan keluarnya Andika dan Indra, posisi mereka ditempati oleh dua personil tambahan, yaitu David pada kibor dan Lucky pada bass. Perpecahan ini dipicu oleh ibunda Andika yang keberatan jika, Ariel, Uki, Lukman dan Reza, masih menggunakan nama Peterpan. Andika sempat mengancam akan paksa Peterpan stop manggung selama belum berganti nama.

Personil Peterpan saat Andika dan Indra keluar.

Pada Mei 2007, Peterpan merilis album keempat mereka yaitu Hari yang Cerah. Acara launching album ini juga dibuat lain karena dilakukan di dua negara yaitu di RUUMS, Kuala Lumpur, pada 25 Mei 2007 dan di Monumen Pahlawan Gasibu, Bandung. Acara ini disiarkan langsung di 7 stasiun televisi.[12] Album ini diklaim sebagai album terakhir mereka dengan nama "Peterpan". Ariel mengklaim bahwa pada akhirnya mereka akan melepaskan nama Peterpan dan menggunakan nama lainnya.[13]

Pada bulan September 2007, mereka mengikuti acara "Song Festival" di Korea Selatan.[14]

Sebuah Nama Sebuah Cerita[sunting | sunting sumber]

Patung Replika Peterpan di Museum Nasional Indonesia.

Pada 2008, Peterpan merilis album kompilasi bertajuk Sebuah Nama Sebuah Cerita. Album ini adalah karya terakhir Peterpan sebagai ancang-ancang untuk ganti nama band pada tahun berikutnya. Lagu andalan album ini adalah "Walau Habis Terang", "Kisah Cintaku", "Dilema Besar", "Menunggu Pagi", dan "Tak Ada yang Abadi". Pada tahun yang sama, Peterpan dibuatkan Replika Patung dan dimasukkan ke Museum Nasional Indonesia. Pada tahun yang sama, David ditetapkan sebagai personil tetap Peterpan. Pada 2009, Lucky keluar dari Peterpan karena Lucky dianggap belum cocok mengisi posisi bass. Setelah Lucky keluar dan bergabung dengan Domino, posisi bass diisi oleh Ihsan Nurrachman.

Suara Lainnya[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2012, album Suara Lainnya dirilis dengan menggunakan nama masing-masing personel yaitu "Ariel, Uki, Lukman, Reza, David". Album ini merupakan album berisi versi instrumental lagu-lagu Peterpan ditambah dengan lagu "Dara", sebuah singel yang diciptakan oleh Ariel di dalam tahanan. Selain itu, pada album ini, vokal pada lagu "Cobalah Mengerti" diisi oleh Momo Geisha. Album ini merupakan album pertama yang dirilis dengan tidak menggunakan nama Peterpan setelah kontrak penggunaan namanya resmi berakhir pada tahun 2009. Mereka adalah band satu-satunya yang mampu membuat album tanpa kehadiran sang vokalis di publik walaupun di balik itu semua sang vokalis banyak berkontribusi.

Penggantian nama Noah[sunting | sunting sumber]

Personil Noah saat ini.

Nama baru tersebut sebenarnya sudah ada sejak 2010. Namun, Pada 2 Agustus 2012, band ini mengumumkan nama baru mereka, yaitu Noah. Noah sendiri berarti membuat nyaman, memberi ketenangan, dan panjang umur. Tidak hanya nama bandnya berganti, nama sebutan penggemar mereka juga berganti nama dengan menghilangkan embel-embel Peterpan.[15] Pada bulan yang sama, menggunakan nama baru, band ini merilis singel "Separuh Aku". dan buku "Kisah Lainnya". Buku ini dijual di semua toko Kepustakaan Populer Gramedia dengan harga Rp. 65.000 + CD Audio Album Instrumental "Suara Lainnya". [16]

Seperti Seharusnya[sunting | sunting sumber]

Pada September 2012, Noah merilis album studio bertajuk Seperti Seharusnya. Lagu andalan album ini adalah "Separuh Aku" dan "Hidup Untukmu Mati Tanpamu". Penjualan album baru ini dilakukan melalui gerai KFC dan sudah terjual hingga 200 ribu keping selama tiga hari pertama penjualannya.[17]

Pada 15-16 September 2012, Noah melakukan konser dalam waktu 1 hari di Melbourne, Hong Kong, Kuala Lumpur, Singapura, dan berakhir di Jakarta. Noah berhasil meraih rekor dunia dari Museum Rekor Indonesia.[18] [19] Setelah CD original album Seperti Seharusnya terjual 1 juta kopi dalam waktu 5 bulan setelah perilisan, Noah mendapatkan penghargaan berupa plakat Multiplatinum dari Musica Studios dan Swara Sangkar Emas.[20] . Noah termasuk musisi yang sukses menjual albumnya di gerai KFC seperti Ungu, Cinta Laura, Indah Dewi Pertiwi, Agnes Monica, Afgan, SM*SH dan Rossa.

Perilisan buku dan film Noah: Awal Semula[sunting | sunting sumber]

Pada September 2013, bertepatan dengan 3 hari sebelum Ariel ulang tahun dan setelah konser 2 Benua 5 Negara di gelar, Noah secara resmi meluncurkan buku terbaru mereka yang berjudul "6.903 Mil", buku ini menceritakan di balik kesuksesan konser 2 Benua 5 Negara yang di gelar selama 1 hari itu, buku ini adalah bagian kedua setelah Kisah Lainnya. dan diedarkan di Kepustakaan Populer Gramedia, Blibli.com dan Bukukita.com.

Pada November 2013, Noah resmi meluncurkan film dokumenter terbaru mereka, yang berjudul Noah: Awal Semula, film ini menceritakan perjalanan band terbaik Indonesia itu, yang disutradarai oleh Putrama Tuta, Dua minggu sebelum nama NOAH dikumandangkan, kelompok musik itu mengalami saat terberatnya: Ariel harus mendekam di penjara akibat tuduhan keterlibatannya dalam kasus video. Kepercayaan mereka diuji. Mereka jatuh saat berada di puncak kejayaan.

Kehadiran sosok David dan vonis penyakit yang dideritanya membuat Noah bersatu dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Mereka yakin bahwa bagian yang hilang itu akan kembali dan memiliki kesempatan lagi untuk menjadi besar, bahkan lebih besar dari sebelumnya. film ini luncurkan serentak di bioskop di seluruh Indonesia mulai 14 November 2013 dan di Hongkong mulai 8 Desember 2013.

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Kerusuhan di konser[sunting | sunting sumber]

Sama seperti grup band tenar lain di Indonesia, konser Noah pun tak lepas dari masalah. Pada tahun 2006, saat konser di stadion Harapan Bangsa Lhongraya Kota Banda Aceh tanggal 22 Februari 2006, sedikitnya 30 orang penonton pingsan, terbanyak diantaranya adalah remaja putri. Tak hanya itu, konser ini pun dinilai melanggar undang-undang Syariat Islam yang telah diberlakukan secara kaffah (menyeluruh) di Provinsi Aceh (NAD) karena bercampurnya penonton pria dan wanita di dalam lapangan pertunjukan.[21]

Akibat kerusuhan saat konser bukan hanya menimpa penonton, tapi juga anggota band yang tampil. Hal ini terjadi saat Peterpan konser di Stadion Bima Cirebon, 11 April 2006. Hujan batu dilemparkan para penonton tak berkarcis di luar Stadion, akibatnya tak hanya belasan penonton dilarikan ke berbagai rumah sakit akibat lemparan batu, tapi juga sang vokalis, Ariel, yang tak luput dari hujan batu tersebut. Ariel terkena lemparan di bagian dada sehingga langsung diamankan ke luar Stadion. Akibat peristiwa itu konser menjadi terhenti di saat Peterpan membawakan lagu kelimanya "Mungkin Nanti" sekitar pukul 20.30 WIB.[22]

Personel[sunting | sunting sumber]

Anggota Sekarang
Mantan anggota
Additional Player
  • Lucky - bass (2006–2008)
  • Ihsan - bass (2008–November 2013)
  • Boy Tondo - bass (Desember 2013-sekarang)

Diskografi[sunting | sunting sumber]

Album studio[sunting | sunting sumber]

Sebagai Peterpan[sunting | sunting sumber]

Sebagai Noah[sunting | sunting sumber]

Album lainnya[sunting | sunting sumber]

Singel[sunting | sunting sumber]

Singel lainnya[sunting | sunting sumber]

Video klip[sunting | sunting sumber]

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Iklan[sunting | sunting sumber]

  • XL
  • Sunsilk
  • Lux
  • Yamaha
  • Maxtron
  • Vaseline Men
  • KakaoTalk
  • Glaceau Vitamin Water

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Peterpan akan Bikin Rekor Konser, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  2. ^ Konser Maraton Peterpan Masuk Rekor MURI, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  3. ^ Peterpan Telah Jual 2,7 Juta Copy dari Album 'BINTANG DI SURGA', Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  4. ^ Album 'Bintang Di Surga' Peterpan Tembus 2 Juta Kopi, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  5. ^ Grup Band, Negeri Seribu Band, Gatra.com, diakses 21 Januari 2008
  6. ^ Peterpan Usung Penghargaan di MTV Asia Aid, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  7. ^ Peterpan Ikut Meriahkan MTV Asia Aid, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  8. ^ AMI 2005 Masukan Kategori Musik Berbahasa Inggris dan Daerah, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  9. ^ Peterpan Borong Gelar AMI Award 2005, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  10. ^ Peterpan Lanjutkan Sukses dengan Rilis VCD, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  11. ^ Peterpan Rilis Album Terbarunya, ALEXANDRIA, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  12. ^ Peterpan Launching Album di Dua Negara, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  13. ^ Peterpan Ancang-Ancang Ganti Nama, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  14. ^ Peterpan Dapat Kehormatan Manggung di Korea, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  15. ^ "Noah, Nama Baru Peterpan". BeritaSatu.com. 2012-08-02. Diakses 2012-08-02. 
  16. ^ "NOAH Luncurkan Buku 'Kisah Lainnya'". Kapanlagi.com. 2012-08-09. Diakses 2012-08-09. 
  17. ^ "Penjualan Album NOAH Diharapkan Capai 3 Juta Keping". Tribunnews. 2012-09-22. Diakses 2012-09-22. 
  18. ^ "Ini Dia Harga Tiket Konser Tur 5 Negara NOAH". KapanLagi.com. 2012-09-13. Diakses 2012-09-16. 
  19. ^ "NOAH Berhasil Pecahkan Rekor MURI". Republika.co.id. 2012-09-17. Diakses 2012-09-17. 
  20. ^ "Noah Raih Penjualan 1 Juta Kopi". Okezone. 2013-02-19. Diakses 2013-02-19. 
  21. ^ Sedikitnya 30 Penonton Peterpan di Aceh Pingsan, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008
  22. ^ Hujan Batu Warnai Konser Peterpan, Ariel Luka-Luka, Kapanlagi.com, diakses 21 Januari 2008

Pranala luar[sunting | sunting sumber]