Trans7

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Trans 7)
Langsung ke: navigasi, cari
Trans7
PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh
TRANS 7.png
Diluncurkan 25 November 2001 (sebagai TV7)[1]
15 Desember 2006
(sebagai Trans7)
Pemilik Kompas Gramedia (2001–sekarang)
Trans Media (2006–sekarang)
Slogan Sebagai TV7
"Makin Beragam, Makin Seru!" (2001–2003)
"Memberi Inspirasi" (2003–2005)
"Semakin Beragam, Semakin Menarik" (2005–2006)

Sebagai Trans7
"Cerdas, Tajam, Menghibur, dan Membumi" (2006–2008)
"Aktif, Cerdas, Menghibur" (2008–sekarang)

Kantor pusat Jakarta, Indonesia
Nama sebelumnya TV7 (2001–2006)
Saluran saudara Trans TV (2006–sekarang)
Kompas TV (2011-sekarang)
CNN Indonesia (2014-sekarang)
Situs web www.trans7.co.id
Ketersediaan
Satelit
Indovision 90
TransVision 146
K-vision 108
Kabel
First Media 8
IPTV
Groovia TV 105
Kantor Trans Media di Jakarta.

Trans7 (sebelumnya bernama TV7) adalah sebuah stasiun televisi swasta nasional di Indonesia. Trans7 yang pada awalnya menggunakan nama TV7, melakukan siaran perdananya secara terestrial di Jakarta pada 25 November 2001 dan pada saat itulah mayoritas sahamnya dimiliki oleh Kompas Gramedia. Pada tanggal 4 Agustus 2006, PT Trans Corporation mengakuisisi mayoritas saham TV7. Meski sejak itulah TV7 dan Trans TV resmi bergabung, namun ternyata TV7 masih dimiliki oleh Kompas Gramedia, sampai TV7 akhirnya melakukan re-launch (peluncuran ulang) pada 15 Desember 2006 dan menggunakan nama baru, yaitu Trans7.

Sejarah

Trans7 berdiri dengan nama TV7 berdasarkan izin dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jakarta Pusat dengan Nomor 809/BH.09.05/III/2000 yang sahamnya sebagian besar dimiliki oleh Kompas Gramedia. Pada tanggal 25 November 2001 keberadaan TV7 telah diumumkan dalam Berita Negara Nomor 8687 sebagai PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh. Logo TV7 Sendiri diartikan sebagai simbol dari "JO" yang merupakan singkatan dari Jakob Oetama, pemilik TV7.

TV7 dan Al Jazeera

TV7 semakin dikenal masyarakat pada triwulan pertama 2003. TV7 merelai siaran Al Jazeera secara langsung setiap harinya selama invasi Amerika Serikat ke Irak berlangsung melalui tayangan berita bertajuk "Invasi ke Irak". Langkah TV7 ini diikuti oleh ANTV yang merelai siaran stasiun televisi yang berbasis di Dubai, Al Arabiya, ihwal invasi Amerika Serikat ke Irak[2].

Masyarakat Indonesia secara umum menyambut baik langkah TV7 ini, terutama bagi pihak yang kurang setuju dengan "kebenaran" media Barat[3]. Meski beredar kabar Megawati mendesak TV7 agar menghentikan relai siaran Al Jazeera, humas TV7 saat itu, Uni Lubis, membantah kabar itu. Bahkan, Uni menegaskan bahwa relai tetap diteruskan dan gangguan-gangguan dalam relai tersebut terus diatasi[4].

Pada 15 Desember 2006 (bertepatan dengan ulang tahun Trans Corp yang ke-5), TV7 mengubah logo dan namanya menjadi Trans7 setelah 55% sahamnya dibeli oleh Trans Media pada 4 Agustus 2006, yaitu dengan mengubah kata TV menjadi Trans. Meski perubahan ini terjadi, namanya tetap menggunakan angka 7. Sejak itu letak logonya pun diubah pula, dari posisi yang biasanya di sudut kiri atas menjadi sudut kanan atas agar letak logonya sama dengan Trans TV yang letak logonya selalu di sudut kanan atas.

Pada 15 Desember 2013 (bertepatan dengan ulang tahun ke 12 Trans Corp), Trans7 kembali mengubah logonya dengan mengubah logo "Trans" pada Trans7. Kini logo "Trans" pada Trans7 sama dengan yang digunakan Trans TV serta Trans Corp saat ini.

Menjadi Trans7

Berdasarkan kutipan dari buku yang berjudul Chairul Tanjung si Anak Singkong, pada 4 Agustus 2006, Para Group melalui PT Trans Corpora resmi membeli 55% saham PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh. Jakob Oetama sebagai Presiden Direktur Kompas Gramedia juga menyetujui kerjasama dengan Trans TV karena adanya kesamaan kultur yang dipegang oleh kedua belah pihak, yakni adanya kesamaan antara visi dan misinya. Proses kerjasama pun berlangsung dengan cepat yang diikuti oleh Rapat Umum Pemegang Saham pada hari yang sama.

Selain itu, melalui kerjasama dengan Trans TV. Manajemen pun secara langsung diganti. Agung Adiprasetyo yang kini ditunjuk sebagai CEO Kompas Gramedia pun ditunjuk sebagai Komisaris Trans7 hingga kini. Seiring dengan berjalannya waktu, redaksi dan kantor pun secara berangsur-angsur pindah dari Wisma Dharmala Sakti di Kawasan Soedirman, Jakarta Pusat serta di Cawang, Jakarta Timur ke Gedung Trans TV. Dengan dilaksanakannya re-launch pada tanggal 15 Desember 2006 , TV7 resmi berganti nama menjadi Trans7 sekaligus menjadikan hari jadi Trans7. Semua Operasional dan Teknisi juga digabung dengan Trans TV sebagai upaya mengurangi biaya operasional yang mencapai Rp 15 Milyar per bulan.

Kesuksesan Trans7

Berbeda dengan saat menjadi TV7, terhitung mulai 2007, keuntungan yang dicapai Trans7 telah memasuki puncaknya. Bahkan, menurut Buku Chairul Tanjung si Anak Singkong pun, keuntungan Trans7 mampu mengalahkan Trans TV sebagai saudaranya sendiri. Dan, berkat keuntungannya, Trans7 menyewa gedung sendiri meski sudah bergabung dengan Trans TV.

Pertengahan tahun 2011, Trans7 memiliki gedung sendiri yang lokasinya berada di seberang gedung Trans TV. Gedung yang ditempati Trans7 itu awalnya adalah bekas gedung Sampoerna. Di gedung berlantai lima itu, terdapat studio berita dan beberapa divisi yang memang terpisah dari Trans TV. Namun untuk meja direksi dan komisioner, serta beberapa divisi menetap satu gedung dengan Trans TV karena efisiensi dan juga mobilitas.[5]

Kantor Trans7 yang terpisah dari Gedung Trans TV

Trans Media, sebagai media terdepan di Indonesia yang selalu konsisten menghadirkan karya penuh inovasi dan menjadi trendsetter untuk Indonesia lebih baik telah memiliki identitas baru.

Minggu, 15 Desember 2013 Trans Media me-launching logo baru bersamaan dengan ulang tahun Trans Media yang ke-12. Logo dengan simbol 'Diamond A' ditengah kata Trans7 merefleksikan kekuatan dan semangat baru yang memberikan inspirasi bagi semua orang didalamnya untuk menghasilkan karya yang gemilang, diversifikasi konten atau keunikan tersendiri serta kepemimpinan yang kuat.

Masing-masing warna dalam logo ini memiliki makna dan filosofi. Warna kuning sebagai cerminan warna keemasan pasir pantai yang berbinar dan hasil alam nusantara sekaligus melambangkan optimisme masyarakat Indonesia. Sedangkan rangkaian warna hijau menggambarkan kekayaan alam Indonesia yang hijau dan subur, serta memiliki ketangguhan sejarah bangsa. Warna biru melambangkan luasnya cakrawala dan laut biru sekaligus menggambarkan kekuatan generasi muda bangsa Indonesia yang handal dan memiliki harapan tinggi. Yang terakhir adalah rangkaian warna ungu, menggambarkan keagungan dan kecantikan budaya dan seni bangsa Indonesia yang selalu dipuja dan dihargai sepanjang masa.

Semua rangkaian warna yang mengandung makna cerita didalamnya, menyatu dengan serasi dan membentuk simbol yang utuh, kuat dan bercahaya didalam berlian berbentuk A ini. Sehingga bisa dipahami makna dari logo baru Trans Media ini menjadi tanda yang menyuarakan sebuah semangat dan perjuangan untuk mencapai keunggulan yang tiada banding mulai dari sekarang hingga masa mendatang.

Prestasi

2013

  • Adinegoro 2013

Program Indonesiaku

  • KPID Award 2013 - Jawa Tengah

Kategori Televisi Berjaringan Peduli Jawa Tengah terbaik: Program Si Bolang

  • KPID Award 2013 - Bali

Kategori Terbaik Program Feature: Program Indonesiaku

  • Runner Up CNN Television Journalist Award 2013

Kategori Environment/Lingkungan: Program Merajut Asa

  • KPID Award Sulawesi Selatan 2013

Kategori Program Televisi SSJ: Indonesiaku eps. Beruah Terisolir di Tengah Warisan

  • Anugerah Jurnalistik Pertamina 2013

Program Merajut Asa

  • Taruna Merah Putih PDI Perjuangan

Program Indonesiaku

  • KPID Award 2013 - Kalimantan Barat

Kategori Konten Lokal: Program Indonesiaku

  • Anugerah Peduli Pendidikan Kemendikbud 2013
  • Journalist Award Migran Care - Aji 2013

Untuk Perlindungan Buruh Migran: Program Redaksi Kontroversi

2012

  • Pemenang News Feature Terbaik & Juara Umum, CNN Televison Journalism 2012

Program: Indonesiaku, eps. Suku Talang Mamak, Terasing di Tanah Sendiri

  • CNN Television Journalist Award
  • Dompet Dhuafa Award

Kategori Program TV Paling Inspiratif: Program Orang Pinggiran

  • Anugerah Peduli Pendidikan: Program TV Cita-citaku

KPID Award - NTB 2012: Program Jejak Petualang

  • Mendiknas Peduli Pendidikan

Media Teknologi: Laptop Si Unyil

  • Anugerah Jurnalistik Pertamina 2012

Feature TV: Program Redaksi Kontroversi

  • Juara 2 Journalist Award Untuk Perlindungan Buruh Migran

Kategori Televisi: Program Redaksi Kontroversi dan Indonesiaku

  • KPID Award - Riau 2012

Kategori Program Pendidikan Televisi: Program Indonesiaku eps. Suku Talang Mamak

2011

  • Indonesia Most Favorite Youth Brand 2011 Majalah Marketeers & Markplus Insight

Kategori Program TV Favorit Pilihan Anak Muda: Opera Van Java

  • Program Anak Terbaik 2011 KPI Award

Program: Si Bolang

  • Program Anak Terbaik 2011 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Program: Si Bolang

  • Penghargaan "Gemar Ikan" Kementrian Perikanan dan Kelautan

Program: Mancing Mania, Asal Usul, Koki Cilik, dan Jejak Petualang

  • Liputan Isi Buruh Kategori Televisi Terbaik, AJI & Frederich Stiftung Jerman, & ILO

Program: Redaksi Kontroversi, eps. TKW Terzalimi

  • Karya Jurnalistik Terbaik Tentang Anak - Pemenang Kategori Anak, AJI & UNICEF

Program: Redaksi Kontroversi

  • Penghargaan Jurnalistik Damai - Pemenang Karya Jurnalistik Televisi Terbaik, Yayasan SET, ITJI, USAID

Program: Redaksi Kontroversi, eps. Air Mata Perbatasan

  • Pemenang Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin - Liputan Tayangan Televisi Terbaik, MH. Thamrin Award - PWI Jaya

Program: Redaksi Kontroversi, eps. Drainase Jakarta, Tulang Punggung Banjir Jakarta

  • Liputan Perbatasan Kalimantan - Malaysia Adinegoro Award

Program: Redaksi Kontroversi, eps. Serba Terbatas & Perbatasan

  • Finalis Anugerah Jurnalistik Pertamina

Program: Redaksi Kontroversi, eps. Listrik dari Sungai Kami

  • Adiwarta Sampurna

Program: Orang Pinggiran, eps. Sang Juara dari Bantaran Rel

2010

  • Penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI 2010

Sebagai acara yang mendidik dan menghibur bagi anak Indonesia: Bocah Petualang

  • Anugerah Sanggraha Krida Kementerian Pemuda dan Olahraga 2010

Sebagai media yang mendukung pengembangan olahraga di tanah air melalui tayangan berita-berita yang membangun dan memotivasi secara konsisten

  • Anugerah Peduli Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) 2010

Media elektronik yang peduli terhadap pendidikan: Trans Corp

  • Penghargaan dari Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia (IJTI) dan Yayasan Sains Estetika dan Teknologi (SET)

Juara I Jurnalisme Damai: Redaksi Kontroversi (liputan Desi Nugrahani Dominicus di Atambua) eps. Jembatan Air Mata Mota'ain

  • Penghargaan dari Kementerian Perikanan dan Kelautan

Kategori Media Massa yang aktif mensosialisasikan makan ikan pada masyarakat

  • KPID Award 2010 - Nusa Tenggara Barat

Program Si Bolang (Mengangkat wisata dan budaya di NTB)

  • Penghargaan dari Dunia Soccer Award 2010
    • Sebagai TV Magazine Sepak Bola Terfavorit: One Stop Football
    • Sebagai program berita olahraga favorit: Sport7

2009

  1. Kategori Program Edutainment Anak Terfavorit: Bocah Petualang
  2. Kategori Talkshow Hiburan Terfavorit: Bukan Empat Mata
  3. Kategori Presenter Talkshow Terfavorit: Tukul Arwana

2008

  • Penghargaan dari Yayasan Sains Estetika dan Teknologi (SET), Yayasan Tifa, Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia (IJTI) serta Departemen Komunikasi dan Informatika 2008

Kategori program anak-anak terbaik: Bocah Petualang

  • Japan Prize 2008

Runner Up Primary Category, The Minister of Education, Culture, Sports, Science and Technology Prize: My Dreams Professions (Cita-citaku) Eps. Coral Reefs Conservator

2007

  • XY-KIDS! Award 2007

Kategori Acara TV Favorit Pembaca XY-KIDS!: Bocah Petualang

  • Anugerah Kebudayaan 2007 Departemen Kebudayaan & Pariwisata Nasional

Kategori Anak untuk Media Elektronik: Bocah Petualang

  1. Kategori Program Acara Anak-Anak Terfavorit: Bocah Petualang
  2. Kategori Program Olahraga Terfavorit: Highlights Liga Inggris
  3. Kategori Presenter Talkshow Favorit: Tukul Arwana (Empat Mata)
  • Festival Film Indonesia (FFI) 2007

5 Besar Nominasi Kategori Dokumenter: Cita-Citaku

  • Anugerah Pesona Wisata 2007 Menteri Kebudayaan & Pariwisata Nasional

Terbaik III Kategori Media Televisi: Jejak Petualang

Acara

Film seri

Acara yang pernah ditayangkan

  • Cuci Mata
  • I Gosip
    • I Gosip Pagi
    • I Gosip Siang
    • I Gosip Sore
  • Klise
  • Mariam Mikrolet
  • TKP
  • Liga Inggris

Waktu masih bernama TV7

Penyiar

Mantan penyiar

Transmisi

 Indonesia

Trans7 memiliki 26 stasiun transmisi yang mampu menjangkau lebih dari 133 juta penonton televisi di Indonesia.

Direksi dan komisaris

Daftar direktur utama

No. Nama Awal jabatan Akhir jabatan
1. August Parengkuan 2001 2006
2. Wishnutama 2006 2008
3. Atiek Nur Wahyuni 2008 Sekarang

Direksi saat ini

No. Nama Jabatan
1. Atiek Nur Wahyuni Direktur Utama
2. Ch. Suswati Handayani Direktur Keuangan dan Sumber Daya
3. Achmad Ferizqo Irwan Direktur Programming dan Operational Broadcast
4 Andi Chairil Direktur Produksi

Komisaris saat ini

No. Nama Jabatan
1. Chairul Tanjung Komisaris Utama
2. Ishadi Soetopo Kartosapoetro Komisaris
3. Agung Adiprasetyo Komisaris
4. Asih Winanti Komisaris

Lihat pula

Referensi

Pranala luar