Pandemi COVID-19 di Rusia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pandemi Koronavirus di Rusia
COVID-19 outbreak cases per capita in Russia.svg
Kasus yang terkonfirmasi perkapita pada tiap federasi pada tanggal 17 Mei 2020
   10.000+ kasus tiap 1 juta penduduk
   3.000–10.000 kasus tiap 1 juta penduduk
   1.000–3.000 kasus tiap 1 juta penduduk
   300–1.000 kasus tiap 1 juta penduduk
   100–300 kasus tiap 1 juta penduduk
COVID-19 Outbreak Cases in Russia (Density).svg
Total kasus yang terkonfirmasi pada tiap federasi pada 17 Mei 2020
  100.000+
  10.000–99.999
  1.000–9.999
  100–999
  10–99
PenyakitCOVID-19
Galur virusSARS-CoV-2
LokasiRusia
Kasus pertamaTyumen dan Chita
Tanggal kemunculan31 Januari 2020
AsalWuhan, Hubei, Tiongkok
Kasus terkonfirmasi74.588
Kasus sembuh6.250
Kematian
681

Pandemi koronavirus di Rusia pertama kali dikonfirmasi pada tanggal 31 Januari 2020. Kejadian tersebut diderita dua warga Tiongkok yang berada di Zabaikalsky dan Tyumen, Siberia.

Kejadian[sunting | sunting sumber]

Kasus koronavirus pertama di Rusia dikonfirmasi pada tanggal 31 Januari 2020. Perdana Menteri Rusia, Tatyana Golikova, mengatakan kasus pertama korona tersebut diderita oleh dua orang yang berada di Zabaikalsky dan Tyumen, Siberia. Dua orang tersebut merupakan warga Tiongkok.[1] Pada tanggal 2 Maret 2020, Rusia mengumumkan kasus pertama virus korona di Moskwa. Pasien tersebut baru saja pulang dari Italia. Orang tersebut sakit pada tanggal 21 Februari 2020 ketika berlibur di Italia, dan kembali ke Rusia pada tanggal 23 Februari 2020 dan menunjukkan gejala infeksi pernapasan.[2]

Dampak[sunting | sunting sumber]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov mengatakan pada 20 Februari 2020 bahwa Rusia kehilangan 1 miliar rubel tiap harinya karena turunnya perdagangan dengan Tiongkok.[3] Pada 5 Maret 2020, kepala Asosiasi Operator Tur Rusia meminta bantuan pemerintah karena telah kehilangan 27 miliar rubel ($ 406 juta) pada sektor pariwisata Rusia akibat adanya pandemi koronavirus. Wabah ini menyebabkan industri perjalanan menurun karena adanya pembatasan perjalanan, penerbangan, ditundanya acara besar, dan para wisatawan menunda perjalanan dan memilih tinggal di rumah.[4]

Pembatalan acara[sunting | sunting sumber]

Pada 17 Maret 2020, badan sepak bola Eropa melalui konferensi darurat menggunakan video yang dihadiri para pemangku kepentingan membuat keputusan untuk menunda pelaksanaan Piala Euro. Pertandingan Piala Euro yang akan berlangsung dari 12 Juni-12 Juli musim panas 2020, akan ditunda menjadii 11 Juni hingga 11 Juli tahun depan. Dengan berpindahnya jadwal kejuaran tersebut, maka akan menyebabkan bentrokan pada Kejuaran Eropa Wanita yang mana diadakan pada 7 Juli 2021 di Inggris. Selain itu, Liga Bangsa-bangsa dan Kejuaraan Eropa U-21 juga dijadwalkan pada musim panas tahun depan.[5]

Pembatasan masuk dan keluar negara[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 23 Januari 2020, Walikota Blagoveshchensk, Valentina Kalita, memberikan perintah untuk membatasi akses di perbatasan kota Blagoveshchensk, yang mana merupakan kota di perbatasan antara Rusia dengan Amur, karena merebaknya virus korona. Selain itu, dilakukan penundaan beberapa acara seperti kunjungan resmi dan acara budaya selama virus tersebut mewabah. Selain adanya perintah pembatasan akses, pada tempat keramaian seperti gerai ritel dan tempat hiburan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memakai masker.[6] Pada pekan ke-4 bulan Februari, pemerintah Rusia mengatakan bahwa tidak akan mengizinkan warga negara asing yang bepergian dari Iran atau Korea Selatan, dan memerintahkan Kementerian Luar Negeri Rusia untuk menangguhkan visa warga negara Iran. Selain itu, pada pekan ke-2 bulan Maret, perbatasan Rusia untuk sementara ditutup untuk warga negara Italia dan siapa pun yang bepergian dari Italia. Bandar udara Internasional Sheremetyevo di Moskwa menutup dua terminalnya yaitu terminal C dan E pada 20 Maret 2020. Penerbangan yang beroperasi dari teminal C dan E dipindahkan ke terminal D dan F. Pada 27 Maret 2020, Perdana Menteri Rusia, Mikhail Mishustin mendesak warganya untuk tidak melakukan bepergian, dengan pengecualian perjalanan yang penting, meminta warganya untuk tinggal di rumah agar menghentikan penyebaran koronavirus.[7]

Statistik[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Hutapea, Rita Uli. "Kasus Pertama di Rusia, 2 Warga China Positif Virus Corona". detiknews. Diakses tanggal 2020-04-26. 
  2. ^ Media, Kompas Cyber. "Rusia Umumkan Kasus Infeksi Pertama Virus Corona di Moskwa". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-04-26. 
  3. ^ Health, P. M. N. (2020-02-20). "Russia losing 1 bln roubles a day in trade with China over coronavirus – minister | National Post" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-04-24. 
  4. ^ Reuters (2020-03-05). "Coronavirus Hits Russian Tourism for $400M Loss". The Moscow Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-04-24. 
  5. ^ "Euro 2020 postponed until next summer". BBC Sport (dalam bahasa Inggris). 2020-03-18. Diakses tanggal 2020-04-24. 
  6. ^ "You Shall Not Pass! Russian Border City to Limit Access to China Due to Coronavirus Outbreak". sputniknews.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-04-24. 
  7. ^ Times, The Moscow (2020-04-23). "Coronavirus in Russia: The Latest News". The Moscow Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-04-24.