Pandemi COVID-19 di Kaledonia Baru

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pandemi koronavirus di Kaledonia Baru
PenyakitCOVID-19
Galur virusSARS-CoV-2
LokasiKaledonia Baru
Kasus pertamaNouméa
Tanggal kemunculan18 Maret 2020 (2020-3-18)
(4 bulan, 3 minggu dan 4 hari lalu)
AsalWuhan, Hubei, Republik Rakyat Tiongkok
Kasus terkonfirmasi15
Kasus sembuh0
Kematian
0

Pandemi koronavirus 2019–2020 atau pandemi COVID-19 adalah peristiwa menyebarnya penyakit yang disebabkan oleh salah satu koronavirus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2.[1] Virus ini pertama kali diidentifikasi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat Tiongkok pada tanggal 17 November 2019.[2][3] Penderita yang terpapar COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernafas.[4][5] Pada penderita yang paling rentan, penyakit ini dapat berujung pada pneumonia dan kegagalan multiorgan.[6] Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengumumkan bahwa pandemi koronavirus sebagai pandemi dunia pada tanggal 11 Maret 2020.[7][8][9]

Kasus pandemi koronavirus pertama di Kaledonia Baru dilaporkan pada tanggal 18 Maret 2020 di Nouméa. Sampai tanggal 31 Maret 2020, telah terkonfirmasi adanya 15 kasus positif COVID-19 di Kaledonia Baru.

Kronologi kasus[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 18 Maret 2020, dikonfirmasikan adanya dua kasus positif COVID-19 di Kaledonia.[10]

Pada tanggal 21 Maret 2020, telah dilakukan tes terhadap empat puluh orang dan dua orang dinyatakan positif terjangkit virus, sehingga jumlah kasus positif COVID-19 di Kaledonia Baru menjadi empat orang, di mana sekarang mereka sedang diisolasi di Koutio Medipole.[11]

Sebelumnya, di negara ini terakhir bertambah tiga kasus, yang dibawa oleh orang yang telah tiba Kaledonia, sehingga menjadi tujuh orang yang terinfeksi virus. Sedangkan, pada tanggal 24 Maret 2020, telah terkonfirmasi lagi adanya dua kasus positif COVID-19, totalnya menjadi sembilan orang. Sehari kemudian, telah dikonfirmasikan kembali bertambahnya lima kasus positif koronavirus, sehingga menjadi empat belas.[12]

Pada tanggal 27 Maret 2020, terkonfirmasi kembali adanya satu kasus positif COVID19, sehingga keseluruhan orang yang terjangkit koronavirus di Kaledonia Baru menjadi lima belas orang.[13]

Pencegahan[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 17 Maret 2020, Presiden Kaledonia Baru Thierry Santa, melakukan langkah awal pencegahan penyebaran koronavirus dengan menangguhkan semua penerbangan ke negara tersebut. Selain itu, dia juga memberlakukan isolasi selama 14 hari bagi semua pendatang yang tiba di Kaledonia Baru, sedangkan bagi yang melanggar akan dikenakan denda.[14] Dalam melakukan pencegahan virus, negara ini juga telah melakukan isolasi terhadap seribu orang lebih di hotel-hotel, tetapi sebagian dari mereka yang tidak ada gejala telah diizinkan untuk pulang. Sedangkan, dalam mengantisipasi dampak COVID-19 pada perekonomian, pemerintah setempat meminta kepada Prancis untuk memberikan setengah miliar dolar Amerika Serikat sebagai tanda solidaritas. Selain itu, dari pihak pemerintah juga telah meyakinkan akan terjadinya kekurangan pasokan sembako dan mesin-mesin ATM akan tetap dibuka.[15]

Kebijakan baru juga telah dibuat dalam mencegah penyebaran virus corona, yaitu diperketatnya perlintasan di pintu kedatangan, kebijakan yang berdampak langsung pada rencana perjalanan ini juga diterapkan di beberapa negara juga. Salah satu kebijakan yang diterapkan ini adalah persyaratan dengan membawa Surat Keterangan Sehat jika ingin berkunjung.[16]

Mulai pada tanggal 30 Maret 2020 sampai dengan tanggal 24 April 2020 diberlakukannya bagi semua warganya untuk tetap di rumah dan tidak melakukan perkumpulan lebih dari sepuluh orang serta memaksimalkan jarak dengan orang lain.[17]

Dampak[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 27 Maret 2020, di Kaledonia Baru sudah diberlakukan pembatasan perjalanan, seseorang hanya boleh melakukan perjalanan dari rumahnya kurang dari satu kilometer dalam satu jam.[13]
  • Pada tanggal 30 Maret 2020, mulai diberlakukannya pengetatan dalam pembatasan pergerakan dengan cara membawa pengesahan tertulis yang telah dibuat oleh pemerintah di sana jika akan ke luar rumah.[13]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ BBC News (11 Februari 2020). "Coronavirus Disease Named COVID-19". BBC News. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  2. ^ Hadi, Fadjar (13 Maret 2020). "Virus Corona Diduga Muncul Pertama Kali pada 17 November 2019 di Hubei". Kumparan. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  3. ^ Mangihot, Johannes (19 Maret 2020). "Pasien Pertama di China Ditemukan, Seorang Berumur 55 Tahun dari Hubei". Kompas. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  4. ^ Centers for Disease Control and Prevention (tanpa tanggal). "Coronavirus Disease 2019 (COVID-19)". U.S. Department of Health and Human Services. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  5. ^ Hessen, Margaret Trexler (27 Januari 2020). "Novel Coronavirus Information Center". Elsevier. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  6. ^ World Health Organization (9 Maret 2020). "Question and Answer on Coronaviruses (COVID-19)". World Health Organization. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  7. ^ Damaledo, Yandri Daniel (12 Maret 2020). "Corona COVID-19 Jadi Pandemi, Apa Bedanya dengan Wabah dan Endemi?". Kumparan. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  8. ^ Aida, Nur Rohma (12 Maret 2020). "Update Virus Corona di Dunia: Jadi Pandemi Global, 125.851 Terinfeksi, 67.003 Sembuh". Kompas. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  9. ^ BBC News (13 Maret 2020). "Virus Corona: Status Pandemi Global, Pemerintah 'Harus Lebih Keras' Telusuri Pasien COVID-19". BBC News. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  10. ^ World meter (tanpa tanggal). "COVID-19 Coronavirus Pandemic". World meter. Diakses tanggal 31 Maret 2020. 
  11. ^ Nouvelle caledonie (21 Maret 2020). "Deux Nouveaux Cas de Coronavirus en Nouvelle-Calédonie". Nouvelle caledonie. Diakses tanggal 31 Maret 2020. 
  12. ^ Radio New Zealand (24 Maret 2020). "COVID-19: Ninth Case in New Caledonia Confirmed". Radio New Zealand. Diakses tanggal 31 Maret 2020. 
  13. ^ a b c Radio New Zealand (27 Maret 2020). "New Caledonia's COVID-19 Tally Rises to 15". Radio New Zealand. Diakses tanggal 1 April 2020. 
  14. ^ Radio New Zealand (18 Maret 2020). "Coronavirus: Pembatasan Sweeping Diperkenalkan di Seluruh Pasifik". Radio New Zealand. Diakses tanggal 26 Maret 2020. 
  15. ^ Galuwo, Kristianto (25 Maret 2020). "Sembilan kasus positif Covid-19 di Kaledonia Baru dan empat di Fiji". Tabloidjubi.com. Diakses tanggal 31 Maret 2020. 
  16. ^ Aditya, Nicholas Ryan (19 Maret 2020). "Cegah Corona, 19 Negara Terapkan Persyaratan Surat Keterangan Sehat Bagi Pendatang di Pintu Kedatangan". Line today. Diakses tanggal 31 Maret 2020. 
  17. ^ NC Departement of Health and Human Services (tanpa tanggal). "Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Response in North Carolina". NC Departement of Health and Human Services. Diakses tanggal 29 Maret 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]