Daftar kardinal yang diangkat oleh Fransiskus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Paus Fransiskus (menjabat 2013–sekarang) mengadakan konsistori pertama dari kepausannya pada 22 Februari 2014, di mana ia mengangkat 19 orang menjadi kardinal. Untuk pertama kalinya, seorang paus emeritus, Benediktus XVI, menghadiri sebuah konsistori. Sebuah konsistori kedua diadakan pada 14 Februari 2015. Konsistori ketiga diadakan pada 19 November 2016. Dalam tiga konsistori tersebut, Paus Fransiskus mengangkat 56 kardinal dari 39 negara, 11 diantaranya sebelumnya tak pernah memiliki seorang kardinal.

22 Februari 2014[sunting | sunting sumber]

Pada 31 Oktober 2013, Paus Fransiskus mengumumkan rencana untuk melantik kardinal-kardinal baru di sebuah konsistori pada 22 Februari 2014.[1] Pada Desember 2013, ia berkata bahwa rumor ia melantik seorang kardinal wanita adalah tidak benar.[2] Ia mengumumkan pengangkatan 19 kardinal baru pada 12 Januari 2014.[3] Enam belas orang diantaranya berada di bawah usia 80 tahun, yang layak untuk memberikan suara dalam konklaf kepausan.[4]

Orang-orang yang diangkat menjadi kardinal di konsistori tersebut adalah:[5]

Nama Jabatan saat diangkat menjadi kardinal
Pietro Parolin Sekretaris Negara
Lorenzo Baldisseri Sekretaris Jenderal Sinode Uskup-Uskup
Gerhard Ludwig Müller Prefek Kongregasi Doktrin Kepercayaan
Beniamino Stella Prefek Kongregasi Rohaniwan
Vincent Gerard Nichols Uskup Agung Westminster, Inggris, Britania Raya
Leopoldo José Brenes Solórzano Uskup Agung Managua, Nicaragua
Gérald Cyprien Lacroix, ISPX Uskup Agung Quebec, Kanada
Jean-Pierre Kutwa Uskup Agung Abidjan, Pantai Gading
Orani João Tempesta, OCist Uskup Agung São Sebastião do Rio de Janeiro, Brasil
Gualtiero Bassetti Uskup Agung Perugia-Città della Pieve, Italia
Mario Aurelio Poli Uskup Agung Buenos Aires, Argentina
Andrew Yeom Soo-jung Uskup Agung Seoul, Korea Selatan
Ricardo Ezzati Andrello, SDB Uskup Agung Santiago de Chile, Chili
Philippe Nakellentuba Ouédraogo Uskup Agung Ouagadougou, Burkina Faso
Orlando Beltrán Quevedo, OMI Uskup Agung Cotabato, Filipina
Chibly Langlois Uskup Les Cayes, Haiti
Loris Francesco Capovilla Prelatus emeritus Loreto, Italia
Fernando Sebastián Aguilar, CMF Uskup Agung emeritus Pamplona y Tudela, Spanyol
Kelvin Edward Felix Uskup Agung emeritus Castries, St. Lucia

14 Februari 2015[sunting | sunting sumber]

Nama Jabatan saat diangkat menjadi kardinal
Dominique Mamberti Prefek Pengadilan Tertinggi Signatura Apostolik
Manuel José Macário do Nascimento Clemente Patriarkh Lisbon, Portugal
Berhaneyesus Demerew Souraphiel, CM Uskup Agung Addis Abeba, Ethiopia
John Atcherley Dew Uskup Agung Wellington, Selandia Baru
Edoardo Menichelli Uskup Agung Ancona-Osimo, Italia
Pierre Nguyễn Văn Nhơn Uskup Agung Hanoi, Vietnam
Alberto Suárez Inda Uskup Agung Morelia, Meksiko
Charles Maung Bo, SDB Uskup Agung Yangon, Myanmar
Francis Xavier Kriengsak Kovitvanit Uskup Agung Bangkok, Thailand
Francesco Montenegro Uskup Agung Agrigento, Italia
Daniel Fernando Sturla Berhouet, SDB Uskup Agung Montevideo, Uruguay
Ricardo Blázquez Pérez Uskup Agung Valladolid, Spanyol
José Luis Lacunza Maestrojuán, OAR Uskup David, Panama
Arlindo Gomes Furtado Uskup Santiago de Cabo Verde, Tanjung Verde
Soane Patita Paini Mafi Uskup Tonga, Tonga
José de Jesús Pimiento Rodríguez Uskup Agung emeritus Manizales, Kolombia
Luigi de Magistris Penitentiari Pro-Mayor emeritus, Italia
Karl-Josef Rauber Nuncio Apostolik (pensiun), Jerman
Luis Héctor Villalba Uskup Agung emeritus Tucumán, Argentina
Júlio Duarte Langa Uskup emeritus Xai-Xai, Mozambik

19 November 2016[sunting | sunting sumber]

Nama Jabatan saat menjadi kardinal
Mario Zenari Nuncio Apostolik untuk Suriah
Dieudonné Nzapalainga, C.S.Sp. Uskup Agung Bangui, Republik Afrika Tengah
Carlos Osoro Sierra Uskup Agung Madrid, Spanyol
Sérgio da Rocha Uskup Agung Brasília, Brasil
Blase Joseph Cupich Uskup Agung Chicago, Amerika Serikat
Patrick D'Rozario, C.S.C. Uskup Agung Dhaka, Bangladesh
Baltazar Enrique Porras Cardozo Uskup Agung Mérida, Venezuela
Jozef De Kesel Uskup Agung Mechelen-Brussels, Belgia
Maurice Piat, C.S.Sp. Uskup Port-Louis, Mauritius
Kevin Joseph Farrell Prefek Dikasteri bagi Awam, Keluarga, dan Kehidupan
Carlos Aguiar Retes Uskup Agung Tlalnepantla, Meksiko
John Ribat, M.S.C. Uskup Agung Port Moresby, Papua Nugini
Joseph William Tobin, C.Ss.R. Uskup Agung Indianapolis, Amerika Serikat
Anthony Soter Fernandez Uskup Agung Emeritus Kuala Lumpur, Malaysia
Renato Corti Uskup Emeritus Novara, Italia
Sebastian Koto Khoarai, O.M.I. Uskup Emeritus Mohale's Hoek, Lesotho
Ernest Simoni Imam diosesan Keuskupan Agung Shkodër-Pult, Albania

28 Juni 2017[sunting | sunting sumber]

Pada 21 Mei 2017, Paus Fransiskus mengumumkan sebuah konsistori untuk mengangkat lima kardinal baru pada 28 Juni. Ia berniat untuk mendirikan susunan kardinal yang ia lantik dari periferi, yang meliputi kardinal pertama dari El Salvador, Laos, Mali, dan Swedia. Kardinal yang dari Swedia juga akan menjadi kardinal pertama dari Skandinavia. Seluruh lima kardinal tersebut berusia di bawah 80 tahun.[6][7] Rosa Chávez dari San Salvador adalah uskup auksilier pertama dan pastor paroki pertama yang diangkat menjadi kardinal selama berdekade-dekade.[8]

Nama Gelar saat diangkat menjadi kardinal
Jean Zerbo Uskup Agung Bamako, Mali
Juan José Omella i Omella Uskup Agung Barcelona, Spanyol
Anders Arborelius, O.C.D. Uskup Stockholm, Swedia
Louis-Marie Ling Mangkhanekhoun Vikaris Apostolik Paksé, Laos
Gregorio Rosa Chávez Uskup Auksilier San Salvador, El Salvador

28 Juni 2018[sunting | sunting sumber]

Pada 20 Mei 2018, Paus Fransiskus mengumumkan sebuah konsistori untuk pengangkatan empat belas kardinal baru pada 29 Juni–kemudian diubah menjadi 28 Juni–,[9] termasuk 11 kardinal muda yang layak ikut serta dalam sebuah pemilihan kepausan.[10] Orang-orang yang disebutkan berasal dari mancanegara, seperti kebiasaan Fransiskus, yang meliputi para prelatus dari Pakistan, Jepang, dan Madagaskar, negara-negara yang tak terwakili di Dewan Kardinal masing-masing sejak 1994, 2007, dan 2010.[11] Ia juga mengangkat dua anggota Kuri Roma, sebuah jawatan rumah tangga kepausan dan satu orang lainnya dari Keuskupan Roma. Dengan konsistori tersebut, Fransiskus kembali menambah jumlah kardinal elektor menjadi 125.[12][13] Jumlah elektor berkurang menjadi 120 pada 27 April 2019.[14]

Nama Jabatan saat diangkat menjadi kardinal
1. Louis Raphael I Sako (l. 1948) Patriark Babilon dari Umat Kaldea, Irak
2. Luis Francisco Ladaria Ferrer, S.J. (l. 1944) Prefek Kongregasi bagi Doktrin Iman
3. Angelo De Donatis (l. 1954) Vikar Jenderal Roma
4. Giovanni Angelo Becciu (l. 1948) Anggota Sekretariat Negara
5. Konrad Krajewski (l. 1963) Almoner Jawatan Amal Kepausan
6. Joseph Coutts (l. 1945) Uskup Agung Karachi, Pakistan
7. António Augusto dos Santos Marto (l. 1947) Uskup Leiria-Fátima, Portugal
8. Pedro Barreto, S.J. (l. 1944) Uskup Agung Huancayo, Peru
9. Désiré Tsarahazana (l. 1954) Uskup Agung Toamasina, Madagaskar
10. Giuseppe Petrocchi (l. 1948) Uskup Agung L'Aquila, Italia
11. Thomas Aquino Manyo Maeda (l. 1949) Uskup Agung Osaka, Jepang
12. Sergio Obeso Rivera (1931–2019) Uskup Agung Emeritus Xalapa, Meksiko
13. Toribio Ticona Porco (l. 1937) Prelatus Emeritus Corocoro, Bolivia
14. Aquilino Bocos Merino, C.M.F. (l. 1938) Petinggi Umum Klaretian Emeritus,[a] Spanyol

5 Oktober 2019[sunting | sunting sumber]

Pada 1 September 2019, Paus Fransiskus mengumumkan bahwa ia akan mengadakan sebuah konsistori untuk mengangkat tiga belas kardinal baru pada 5 Oktober, termasuk sepuluh yang berusia muda yang dibutuhkan untuk ikut serta dalam konklaf kepausan. Ini akan membuat jumlah kardinal saat ini menjadi dari 118 menjadi 128, terpaut delapan ketimbang batas yang ditentukan oleh Paus Paulus VI, namun seringkali dihiraukan. Hari ulang tahun ke-80 dari empat kardinal akan mengurangkan jumlahnya menjadi 124 pada 15 Oktober. Orang-orang yang disebutkan mewakili karakter internasional dari Gereja, termasuk prelatus-prelatus dari Guatemala dan Indonesia, dan orang-orang dengan keahlian terhadap perlakuan terhadap para migran dan hubungan dengan Islam; orang-orang dari Luksemburg dan Maroko adalah kardinal pertama dari negara-negara tersebut. Tiga orang yang disebutkan adalah pejabat Kuria, termasuk satu-satunya orang yang bukan seorang uskup.[16][17][18]

Nama Jabatan saat diangkat menjadi kardinal
1. Miguel Ángel Ayuso Guixot M.C.C.J. (l. 1952) President of the Pontifical Council for Interreligious Dialogue
2. José Tolentino Calaça de Mendonça (l. 1965) Pustakawan & Pengarsip Gereja Roma
3. Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo (l. 1950) Uskup Agung Jakarta, Indonesia
4. Juan de la Caridad García Rodríguez (l. 1948) Uskup Agung San Cristóbal de la Habana, Kuba
5. Fridolin Ambongo Besungu O.F.M. Cap. (l. 1960) Uskup Agung Kinshasa, Republik Demokratik Kongo
6. Jean-Claude Hollerich S.J. (l. 1958) Uskup Agung Luksemburg, Luksemburg
7. Álvaro Leonel Ramazzini Imeri (l. 1947) Uskup Huehuetenango, Guatemala
8. Matteo Maria Zuppi (l. 1955) Uskup Agung Bologna, Italia
9. Cristóbal López Romero S.D.B. (l. 1952) Uskup Agung Rabat, Maroko
10. Michael Czerny S.J. (l. 1946) Sekretaris Tingkat Rendah Seksi Migran dan Pengungsi dan Dikasteri untuk Mempromosikan Pemberdayaan Manusia Integral
11. Michael Louis Fitzgerald M.Afr. (l. 1937) Nunsius Apostolik (emeritus) dan Presiden Emeritus Dewan Kepausan bagi Dialog Antar-Agama
12. Sigitas Tamkevicius S.J. (l. 1938) Uskup Agung Emeritus Kaunas, Lituania
13. Eugenio Dal Corso P.S.D.P. (l. 1939) Uskup Emeritus Benguela, Angola

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "New Cardinals to be created in February 2014". 31 October 2013. Diakses tanggal 27 December 2013. 
  2. ^ Allen Jr., John L. (15 December 2013). "Francis shoots down women cardinals". National Catholic Reporter. Diakses tanggal 28 December 2013. 
  3. ^ "Pope Francis announces names of new Cardinals". Vatican Radio. 12 January 2014. Diakses tanggal 13 January 2014. 
  4. ^ D'Emilio, Frances (12 January 2014). "Pope Names 19 New Cardinals, Focusing on the Poor". ABC News. Diakses tanggal 12 January 2014. 
  5. ^ Galeazzi, Giacomo (22 February 2014). "19 new cardinals created in Consistory in the presence of two Popes". Vatican Insider. Diakses tanggal 24 February 2014. 
  6. ^ Holy See (21 May 2017). Annuncio di Concistoro il 28 giugno per la creazione di nuovi Cardinali (dalam it). Siaran pers. Diakses pada 21 May 2017.
  7. ^ "Pope Francis Calls Consistory to Create 5 New Cardinals". National Catholic Register. 21 May 2017. Diakses tanggal 21 May 2017. 
  8. ^ Palmo, Rocco (21 May 2017). "Another Scarlet Jolt – With Firsts All Around, Pope Adds 5 More Red Hats". Whispers in the Loggia. Diakses tanggal 22 May 2017. 
  9. ^ Holy See Press Office (29 May 2018). Calendar of the Celebrations presided at by the Holy Father Francis (June – August 2018), 29.05.2018. Siaran pers. Diakses pada 29 May 2018.
  10. ^ Tornielli, Andrea (20 May 2018). "Concistoro a giugno, ecco i nuovi cardinali di Francesco" (dalam bahasa Italia). La Stampa. Diakses tanggal 20 May 2018. 
  11. ^ McElwee, Joshua J. (20 May 2018). "Francis names 14 cardinals, surpassing numbers appointed by Benedict and John Paul". National Catholic Reporter. Diakses tanggal 24 June 2018. 
  12. ^ San Martín, Inés (20 May 2018). "Pope Francis to create 14 new cardinals on June 29". Crux. Diakses tanggal 20 May 2018. 
  13. ^ Senèze, Nicholas (20 May 2018). "Nouveaux cardinaux: le pape confirme ses équilibres". La Croix (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 21 May 2018. 
  14. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama rr20190426
  15. ^ "Aquilino Bocos, un nuevo arzobispo "padre, hermano y amigo de todos"". Vida Nueva (dalam bahasa Spanyol). 16 June 2018. Diakses tanggal 11 June 2018. 
  16. ^ Holy See Press Office (1 September 2019). Annuncio di Concistoro il 5 ottobre per la creazione di nuovi Cardinali. Siaran pers. Diakses pada 1 September 2019.
  17. ^ Harris, Elise (1 September 2019). "Pope announces surprise consistory, handing red hats to key allies". Crux. Diakses tanggal 1 September 2019. 
  18. ^ McElwee, Joshua J. (1 September 2019). "Francis names 13 new cardinals, including Vatican's point-person on helping refugees". National Catholic Reporter. Diakses tanggal 1 September 2019. 


Kesalahan pengutipan: Ditemukan tag <ref> untuk kelompok bernama "lower-alpha", tapi tidak ditemukan tag <references group="lower-alpha"/> yang berkaitan, atau </ref> penutup tidak ada