Bengkulu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

(Dialihkan dari Provinsi Bengkulu)
Langsung ke: navigasi, cari
Bengkulu
Lambang Provinci Bengkulu
Lambang Bengkulu
Lokasi Provinci Bengkulu
Peta lokasi Bengkulu
Koordinat {{{koordinat}}}
Dasar hukum {{{dasar hukum}}}
Tanggal penting
Ibu kota Bengkulu Kota
Gubernur Agusrin Maryono Najamuddin, S.T.
Luas 19.788,70 km²
Penduduk 2.000.000 (+/-)
Kepadatan
Kabupaten 8
Kodya/Kota 1
Kecamatan {{{kecamatan}}}
Kelurahan/Desa {{{kelurahan}}}
Suku Jawa, Rejang, Serawai, Lembak, Pasemah, Minangkabau, Melayu, Sunda, Batak
Agama Islam, Kristen, Animisme
Bahasa Rejang, Serawai, Pasemah, Melayu dialek Bengkulu, Kaur, Enggano, Indonesia
Zona waktu WIB
Lagu daerah {{{lagu}}}
Rumah tradisional Pusako Bubung Limo
Senjata tradisional Keris Bengkulu
Singkatan {{{singkatan}}}

Referensi: {{{ref}}}


Situs web resmi: www.bengkulu.go.id

(?)

Bengkulu (dulu dikenal sebagai Bencoolen, Benkoelen, atau Bengkulen, beberapa menyebutnya Bangkahulu) adalah sebuah provinsi yang terletak di Pulau Sumatera, Indonesia. Di sebelah utara berbatasan dengan Sumatra Barat, di sebelah timur dengan Jambi dan Sumatra Selatan sedangkan di sebelah selatan dengan Lampung.

Daftar isi

[sunting] Asal usul Nama

Nama "Bencoolen" diperkirakan diambil dari sebuah nama bukit di Cullen, Skotlandia, Bin of Cullen (atau variasinya, Ben Cullen). Penamaan ini kurang berdasar karena bukanlah tabiat bangsa Melayu untuk menamakan daerahnya dengan nama daerah yang tidak dikenal, apalagi asal nama itu dari Skotlandia yang jauh disana.

Sumber tradisional menyebutkan bahwa Bengkulu atau Bangkahulu berasal dari kata 'Bangkai' dan 'Hulu' yang maksudnya 'bangkai di hulu'. Konon menurut cerita, dulu pernah terjadi perang antara kerajaan-kerajaan kecil yang ada di Bengkulu. dan dari pertempuran itu banyak menimbulkan korban dari kedua belak pihak di hulu sungai Bengkulu. Korban-korban perang inilah yang menjadi bangkai tak terkuburkan di hulu sungai tersebut maka tersohorlah sebutan Bangkaihulu yang lama-kelamaan berubah pengucapan menjadi Bangkahulu atau Bengkulu. Penamaan seperti ini mirip dengan kisah perang antara pasukan Majapahit dengan pasukan Pagaruyung di Padang Sibusuk, daerah sekitar bekas wilayah kerajaan Dharmasraya, yang juga mengisahkan bahwa penamaan Padang Sibusuk itu dari korban-korban perang yang membusuk di medan perang.

[sunting] Sejarah

Di wilayah Bengkulu sekarang pernah berdiri kerajaan-kerajaan yang berdasarkan etnis seperti Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Selebar, Kerajaan Pat Petulai, Kerajaan Balai Buntar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Sekiris, Kerajaan Gedung Agung, dan Kerajaan Marau Riang. Di bawah Kesultanan Banten, mereka menjadi vazal.

Sebagian wilayah Bengkulu, juga pernah berada dibawah kekuasaan Kerajaan Inderapura semenjak abad ke-17.

British East India Company (EIC) sejak 1685 mendirikan pusat perdagangan lada Bencoolen dan kemudian gudang penyimpanan di tempat yang sekarang menjadi Kota Bengkulu. Saat itu, ekspedisi EIC dipimpin oleh Ralph Ord dan William Cowley untuk mencari pengganti pusat perdagangan lada setelah Pelabuhan Banten jatuh ke tangan VOC, dan EIC dilarang berdagang di sana. Traktat dengan Kerajaan Selebar pada tanggal 12 Juli 1685 mengizinkan Inggris untuk mendirikan benteng dan berbagai gedung perdagangan. Benteng York didirikan tahun 1685 di sekitar muara Sungai Serut.

Sejak 1713, dibangun benteng Marlborough (selesai 1719) yang hingga sekarang masih tegak berdiri. Namun demikian, perusahaan ini lama kelamaan menyadari tempat itu tidak menguntungkan karena tidak bisa menghasilkan lada dalam jumlah mencukupi.

Sejak dilaksanakannya Perjanjian London pada tahun 1824, Bengkulu diserahkan ke Belanda, dengan imbalan Malaka sekaligus penegasan atas kepemilikan Tumasik/Singapura dan Pulau Belitung). Sejak perjanjian itu Bengkulu menjadi bagian dari Hindia Belanda.

Penemuan deposit emas di daerah Rejang Lebong pada paruh kedua abad ke-19 menjadikan tempat itu sebagai pusat penambangan emas hingga abad ke-20. Saat ini, kegiatan penambangan komersial telah dihentikan semenjak habisnya deposit.

Pada tahun 1930-an, Bengkulu menjadi tempat pembuangan sejumlah aktivis pendukung kemerdekaan, termasuk Sukarno. Di masa inilah Sukarno berkenalan dengan Fatmawati yang kelak menjadi isterinya.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Bengkulu menjadi keresidenan dalam provinsi Sumatera Selatan. Baru sejak tanggal 18 November 1968 ditingkatkan statusnya menjadi provinsi ke-26 (termuda sebelum Timor Timur).

[sunting] Daerah Tingkat II

No. Kabupaten/Kota Ibu kota
1 Kabupaten Bengkulu Selatan Kota Manna
2 Kabupaten Bengkulu Tengah Karang Tinggi
3 Kabupaten Bengkulu Utara Arga Makmur
4 Kabupaten Kaur Bintuhan, Kaur Selatan
5 Kabupaten Kepahiang Kepahiang
6 Kabupaten Lebong Muara Aman
7 Kabupaten Mukomuko Mukomuko
8 Kabupaten Rejang Lebong Curup
9 Kabupaten Seluma Tais
10 Kota Bengkulu -

[sunting] Daftar gubernur

No. Nama Dari Sampai Keterangan
1. Ali Amin 1968 1974  
2. Abdul Chalik 1974 1979  
3. Suprapto 1979 1989  
4. H. A. Razie Yahya 1989 1994  
5. Adjis Ahmad 1994 1999  
6. Hasan Zein 1999 29 November 2005  
7. Agusrin Maryono Najamuddin 29 November 2005 sekarang  

[sunting] Lihat pula

[sunting] Referensi dan pranala luar

Peralatan pribadi
Buat buku