Kabupaten Bengkulu Utara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Bengkulu Utara
Administrasi Bengkulu Utara.jpg
Peta lokasi Kabupaten Bengkulu Utara
Koordinat: 2º 15' - 4º 0' LS
102º 32' - 102º 8' BT
Provinsi Bengkulu
Ibu kota Kota Arga Makmur
Pemerintahan
 - Bupati Imron Rosyadi
 - DAU Rp483.142.211.000(2013)[1]
Luas 4.424,60 km2
Populasi
 - Total 257.675 jiwa (2010)
 - Kepadatan 58,24 jiwa/km2
Demografi
Pembagian administratif
 - Kecamatan 17
 - Kelurahan 215
 - Situs web www.bengkuluutarakab.go.id

Bengkulu Utara adalah sebuah kabupaten di provinsi Bengkulu, Indonesia. Kabupaten yang terletak di kawasan pesisir Pantai Barat Sumatera dengan ibukotanya Arga Makmur. Kota Arga Makmur berjarak sekitar 60 km dari Kota Bengkulu. Kabupaten Bengkulu Utara memiliki luas 9.585,24 km² saat wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Mukomuko masih menjadi wilayah kabupaten ini. Setelah dimekarkannya Bengkulu tengah, luasnya menjadi 4.424,60 km² dengan populasi 471.302 jiwa (2000).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bengkulu Utara dibentuk berdasarkan Undang– Undang Darurat Nomor 4 Tahun 1965 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-kabupaten dalam wilayah provinsi Sumatera Selatan (lembaran Negara Tahun 1956 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1091). Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1976 Tentang Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkulu Utara (Lembaran Negara Tahun 1976 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3091).

Sebelum Kedatangan bangsa asing ke Bengkulu sekitar abad ke-14, di Bengkulu sudah berdiri kerajaan-kerajaan seperti Kerajaan Sungai Serut yang diganti dengan Kerajaan Sungai Lemau di Sungai Hitam, Kerajaan Balai Buntar di Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah dengan beberapa bagiannya seperti Kerajaan Bagian Parit Lawang Seketeng di Dusun Raja. Begitu juga di Lebong, berdiri Kerajaan Pat Petulai. Baik kerajaan sungai lemau, kerajaan Balai Buntar, dan kerajaan Pat Petulai mayoritas penduduknya adalah suku Rejang.[2]. Selain itu terdapat juga kerajaan lainnya, seperti di Bengkulu Selatan dan Mukomuko.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Koordinat geografis Bengkulu Utara di posisi 2015 – 4o LS dan 1020 32 -1020 8 BT dengan luas wilayah 4.424,60 km2. Garis pantai yang dimiliki Kabupaten Bengkulu Utara dengan panjang 262,63 km yang mempunyai potensi sumber daya pesisir, pantai, dan laut baik hayati maupun nonhayati yang cukup besar berpeluang untuk dapat dikembangkan dan dikelola sebagai sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Kondisi tanah di Kabupaten Bengkulu Utara terdiri dari Latasol: 29.01 %, Asosiasi Latosol dan PMK: 1,42%, Asosiasi MPK dan Lotosol: 25,36%, Pedsolik Merah Kuning: 1,16%, aluvial :3,15%, Organosol dan lain-lain: 39,90%. Dari sisi hidrologis, Kabupaten Bengkulu Utara memiliki Banyak sungai yang verhulu di sisi timur bukit barisan dan mengalir ke Samudra Indonesia. Diantara sungai-sungai yang ada beberapa sungai yang dapat di layari oleh kapal dengan bobot mati 25 ton.

Kondisi geografisnya sebagian besar merupakan dataran dengan ketinggian dibawah 150 m dpl terdapat dibagian barat membujur searah pantai dari selatan ke utara, sedangkan dibagian timur topografinya berbukit - bukit dengan ketinggian 541 m dpl.
Kabupaten Bengkulu Utara, berbatasan dengan:[3]

Utara Kabupaten Mukomuko
Selatan Kabupaten Seluma dan Kota Bengkulu
Barat Provinsi Jambi, Kabupaten Lebong, dan Kabupaten Kepahiang
Timur Samudra Hindia

Demografi[sunting | sunting sumber]

Seperti halnya masyarakat Indonesia di daerah lainnya yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang setiap suku memiliki kebudayaan yang berbeda pula, begitu juga halnya dengan masyarakat Bengkulu Utara. Masyarakat Bengkulu Utara dari segi bahasanya dibedakan atas beberapa golongan yaitu suku Rejang, suku Enggano, suku Pekal, suku Lembak, dan suku pendatang (Jawa, Sunda, Bali, Batak dan Minang).

Masyarakat suku Rejang merupakan suku dengan populasi terbesar di Kabupaten Bengkulu Utara. Masyarakat suku Rejang terdiri atas dua dialek, yaitu Rejang daratan yang bahasannya sama dengan masyarakat suku Rejang di Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Bengkulu Tengah, dan Kabupaten Lebong. Mereka pada umumnya mendiami wilayah kecamatan yang berbatasan dengan ketiga daerah tersebut. Dialek lainnya adalah suku Rejang pesisir yang mendiami daerah di pesisir, yaitu Kecamatan Kerkap, Kecamatan Lais, Kecamatan Batik Nau, Kecamatan Air Napal, Kecamatan Air Besi, dan sekitarnya. Suku terbesar kedua adalah suku Jawa, mereka mendiami daerah bekas transmigrasi yang banyak tersebar di setiap kecamatan. Sedangkan .

Selain itu, ada suku Enggano yang mendiami di pulau Enggano. Suku Pekal adalah masyarakat yang mendiami di Kecamatan Ketahun, Kecamatan Putri Hijau, dan Kecamatan Napal Putih.

Potensi[sunting | sunting sumber]

Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Perkebunan kelapa sawit merupakan areal perkebunan yang sangat luas di Kabupaten Bengkulu Utara dan sangat diminati oleh para investor dan masyarakat pada umunya. Pola pembinaan perkebunan di Kabupaten Bengkulu Utara yang menjadikan kemitraan sebagai basis utamanya adalah:

  • Pola PIR (perkebunan inti rakyat), dikenal dengan adanya plasma (milik masyarakat) dan inti (milik perusahaan).
  • Pola PBS (perkebunan besar swasta), dilakukan oleh PBSN maupun PMA.
  • Pola UPT (unit pelaksana teknis), dilakukan pembinaan secara menyeluruh hingga kelembagaan petani.
  • Pola parsial/swadaya.

Sebelum pemekaran daerah Mukomuko dan Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara adalah penghasil minyak sawit terbessar di provinsi Bengkulu dengan pabrik pengolahan kelapa sawit terbanyak. Setelah pemekaran, pabrik pengolah kelapa sawit di kabupaten ini ada empat, yaitu:

Perkebunan karet merupakan unggulan kedua yang diminati oleh para investor dan masyarakat. Di Kabupaten Bengkulu Utara hanya ada satu pabrik pengolahan Karet, yaitu PT Pamorganda di Kecamatan Putri Hijau.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bengkulu Utara secara administratif terdiri atas Kabupaten ini terdiri 12 kecamatan pada awal mulanya, kemudian bertambah 5 kecamatan sehingga menjadi 17 kecamatan dan terbagi menjadi 206 desa atau kelurahan.

Berikut adalah daftar kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkulu Utara :

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan sensus penduduk 2010, Kabupaten Bengkulu Utara berpenduduk 257.675 jiwa yang terdiri atas 132.583 laki-laki dan 125.092 perempuan. Dengan luas wilayah 4.424,60 km², maka rata-rata kepadatan penduduk Kabupaten Bengkulu Utara sekitar 58,23 per km². Pertumbuhan penduduk dari tahun 2000-2010 sekitar 3,54 persen per tahun. Itu merupakan pertumbuhan penduduk terbesar di kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Kepadatan penduduk terbesar berada di Kecamatan Arga Makmur dengan jumlah sekitar 474,57 jiwa/km². Kepadatan penduduk terkecil berada di Kecamatan Enggano dengan populasi 6,71 jiwa/km².[4][5]

Kecamatan Jumlah penduduk Luas Kepadatan (jiwa/km²)
Arga Makmur 47.457 100,00 474,57
Enggano 2.691 400,6 6,71
Kerkap 22.874 162,41 140,84
Giri Mulya 13.135 89,03 147,53
Putri Hijau 36.067 1.113,42 32,39
Ketahun 39.704 496,59 79,95
Batik Nau 11.727 326,11 35,96
Air Besi 10.323 139,17 74,17
Lais 17.195 335,51 51,25
Padang Jaya 27.397 178,35 153,61
Air Napal 11.523 123,32 93,43
Napal Putih 17.582 960,09 18,31
Total 257.675 4.424,60 58,23

Catatan: Kecamatan Tanjung Agung Palik, Armajaya, Hulu Palik, Ulok Kupai, dan Air Padang belum ada pada saat sensus dilakukan.


Perikanan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bengkulu Utara mempunyai wilayah laut dengan panjang pantai 262,63 km, 40 desa pesisir, dan 2.436 orang nelayan dengan potensi perikanan laut sekitar 13.060,30 ton. Kabupaten yang mempunyai satu pulau besar dan beberapa pulau kecil dengan sumberdaya hayati seperti ikan, udang, moluska, kepiting, rumput laut, hutan bakau, karang, padang lamun, penyu, dan biota lainnya.

Selain potensial di bidang perikanan hasil laut, Kabupaten Bengkulu Utara juga terkenal sebagai pengahasil perikanan air tawar terbesar di provinsi Bengkulu. 40 % total produksi ikan air tawar provinsi Bengkulu adalah dari Bengkulu Utara. Sentra perikanan air tawar di Bengkulu Utara adalah di Kecamatan Padang Jaya dan telah ditetapkan sebagi Mina Politan perikanan air tawar.

Usaha budidaya perikanan air tawar di Kabupaten Bengkulu Utara didukung oleh Balai Benih Ikan pemerintah daerah, Balai Pengembangan Budidaya Air Tawar (BPBAT) di Marga Sakti, dan Kolam Air Deras di desa Pagar Ruyung. Jumlah Balai Benih Ikan dan Balai Pengembangan Budidaya Air Tawar (BPBAT), dan Kolam Air Deras (KAD) di Kabupaten Bengkulu Utara adalah sebagai berikut:

No. Nama BBI Lokasi Luas areal (Ha) Tahun Pembangunan
1 BBI Lubuk Durian Lubuk Durian, Kecamatan Kerkap 1,0 1957
2 BBI Kemumu Talang Congok, Kecamatan Arga Makmur 0,5 1968
3 BBI Arga Makmur Gn. Alam, Kecamatan Arga Makmur 1,0 1976
4 BBI Marga Sakti I Kecamatan Padang Jaya 0,8 1977
5 BBI Marga Sakti II Kecamatan Padang Jaya 1,0 1986
6 BBI Marga Sakti III Kecamatan Padang Jaya 0,5 1986
7 BPBAT Kecamatan Padang Jaya 8,0 1995
8 BBI Sebelat Kota Bani, Kecamatan Putri Hijau 0,2 1985
9 BBI Pagar Mas Kuro Tidur, Kecamatan Arga Makmur 3,5 2004

Pertambangan[sunting | sunting sumber]

Pertambangan yang terdapat di Kabupaten Bengkulu Utara diantaranya adalah batu bara. Produksi batu bara pada tahun 2004 mencapai 205.541,56 ton. Kabupaten Bengkulu Utara merupakan daerah penghasil batu bara terbesar di pProvinsi Bengkulu. Beberapa perusahaan tambang batu bara yang masih melakukan eksploitasi di Kabupaten Bengkulu Utara adalah sebagai berikut:

Penambangan emas dan perak beroperasi sampai bulan April 1995, dan perusahan pertambangan tidak lagi berproduksi. Lokasi penambangan tersebut berlokasi di Lebong Tandai. Setelah ditinggal oleh CV Firman Ketahun, selanjutnya dikelola oleh masyarakat secara tradisional. Aset peninggalan perusahaan penambangan yang berupa jalan lori, masih ada dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai alat transportasi Lebong Tandai.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Bengkulu Utara memiliki banyak tempat wisata alam dan budaya, diantaranya Tapak Balai di Palik, Batu Layang, Pantai Kota Agung, Pantai Urai, Pantai Putri Hijau, Makam Panglima Ratu Samban, Sawah Kemumu, dan Palak Siring yang merupakan salah satu habitat bunga Rafflesia.

Objek wisata lainnya yang tak kalah menarik adalah Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebelat di Kecamatan Putri Hijau.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]