Kabupaten Bengkulu Selatan
Lambang Kabupaten Bengkulu Selatan Moto: Sekundang Setungguan Semboyan: - |
|
| - Peta lokasi Kabupaten Bengkulu Selatan Koordinat: |
|
| Provinsi | Bengkulu |
| Hari jadi | 8 Maret |
| Dasar hukum | UU No. 4 Tahun 1956 |
| Tanggal | 8 Maret 1949 |
| Ibu kota | Kota Manna |
| Pemerintahan | |
| - Bupati | H. Reskan Effendi Awaluddin, SE (Bupati), dan Dr. DRH. Rohidin Mersyah, MMA (Wakil Bupati)[1] |
| - DAU | Rp. 444.045.665.000.-(2013)[2] |
| Luas | 1.185,70 km2 |
| Populasi | |
| - Total | 142.940 jiwa (2010) |
| - Kepadatan | 120,55 jiwa/km2 |
| Demografi | |
| - Suku bangsa | Serawai, Pasemah, Jawa, Minangkabau, Melayu, Sunda, Batak, dan lain-lain |
| - Bahasa | Serawai, Pasemah |
| - Zona waktu | GMT +7 |
| - Kode area telepon | 0739 |
| - Bandar udara | - |
| Pembagian administratif | |
| - Kecamatan | 11 (Manna, Kota Manna, Pasar Manna, Ulu Manna, Pino, Pino Raya, Seginim, Bunga Mas, Air Nipis, Kedurang, Kedurang Ilir) |
| - Kelurahan | 16 |
| - Situs web | www.bengkuluselatankab.go.id |
Bengkulu Selatan adalah sebuah kabupaten di provinsi Bengkulu, Indonesia.
Kabupaten Bengkulu Selatan berdiri berdasarkan Keputusan Gubernur Militer Daerah Militer Istimewa Sumatera Selatan pada tanggal 8 Maret 1949 Nomor GB/27/1949 tentang pengangkatan Baksir sebagai Bupati Bengkulu Selatan (sebelumnya bernama Kabupaten Manna Kaur 1945–1948 dan Kabupaten Seluma Manna Kaur 1948–1949). Pada perkembangan selanjutnya dikuatkan dengan Surat Keputusan Presiden RI tanggal 14 November 1956 dengan Undang- Undang Nomor 4 Tahun 1956 (Tambahan Lembaran Negara 109).
Berdasarkan Kesepakatan Masyarakat Rakyat tanggal 7 Juni 2005, dikuatkan oleh Perda No. 20 tanggal 31 Desember 2005 dan diundangkan dalam Lembaran Daerah No. 13 Tanggal 2 Januari 2006 Seri C maka tanggal 8 Maret ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Bengkulu Selatan. Berdasarkan Undang- undang Nomor: 03 Tahun 2003 Kabupaten Bengkulu Selatan mengalami pemekaran wilayah menjadi Kabupaten Kaur, Seluma dan Bengkulu Selatan.
Bahasa di Kabupaten Bengkulu Selatan terdiri dari dua bahasa asli yaitu bahasa Pasemah yang banyak dipakai dari muara sungai Kedurang sampai dengan perbatasan kabupaten Kaur sedangkan mayoritas menggunakan bahasa Serawai.
Daftar isi |
Penduduk [sunting]
Pada hasil sensus 2010, penduduk Kabupaten Bengkulu Selatan berjumlah 142.940 jiwa yang terdiri atas 72.078 jiwa laki-laki dan 70.862 jiwa perempuan dengan kepadatan penduduk sekitar 121 jiwa per km² dan laju pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun sekitar 1,69 persen/tahun. Penduduk terbanyak terdapat di Kecamatan Kota Manna dengan jumlah penduduk 26.880 jiwa (35,48% Dari Populasi Kabupaten Bengkulu Selatan), sedangkan penduduk terkecil terdapat di Kecamatan Bunga Mas yang berpenduduk 5.804 (0,32% Dari Populasi Kabupaten Bengkulu Selatan).
Pemekaran Daerah [sunting]
Kota Manna [sunting]
Kota Manna merupakan ibukota Kabupaten Bengkulu Selatan akan dinaikkan menjadi kotamadya. Kecamatan yang mungkin bergabung ke dalam kota ini :
Referensi [sunting]
- ^ Sejarah Kabupaten Bengkulu Selatan
- ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15.
|
|||||||
|
||||||||||||||||||
Sekolah yang berada di kabupaten ini di antaranya adalah SMAN 1 BS, SMAN 2 BS, SMAN 3 BS, SMAN 4 BS, SMAN 5 BS, SMAN 6 BS, SMAN 7 BS, SMAN 8 BS, SMAN 9 BS, SMKN 1 BS, SMKN 2 BS, SMA MUHAMMADIYAH, SMA PGRI, SMA PEMBANGUNAN, SMA YHD, SMA KARYA, MA NEGERI MANNA dan Madrasah Aliyah Al-Quraniyah (MA-Q). Juga ada pondok pesantren terbesar di Bengkulu Selatan,yaitu Pondok Pesantren Al-Quraniyah (AFFAN FOUNDATION/Marria Affan) yang mempunyai sekolah dari PAUD-Q,RA-Q,MI-Q,MTs-Q,SMK-Q,MA-Q,STIT-Q,STIMIK-Q.
