Kabupaten Rejang Lebong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Rejang Lebong)
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Rejang Lebong
Rejang Lebong.png
Lambang Kabupaten Rejang Lebong
Moto: Pat Sepakat Lemo Seperno


Peta Rejang Lebong.png
Peta lokasi Kabupaten Rejang Lebong
Koordinat: 3°27′45″LS 102°31′43″BT / 3,462446°LS 102,528545°BT / -3.462446; 102.528545
Provinsi Bengkulu
Hari jadi 29 Mei 1880
Dasar hukum Undang-undang No. 28 Tahun 1959
Ibu kota Curup
Pemerintahan
 - Bupati Suherman, S.E., M.M.
 - DAU Rp. 498.073.138.000.-(2013)[1]
Luas 1.515,76 km2
Populasi
 - Total 246.787 jiwa
 - Kepadatan 162,81 jiwa/km2
Demografi
 - Suku bangsa Rejang
Lembak
Minang
Jawa
Sunda
dan lain-lain
 - Bahasa Rejang
Col
Jawa
Melayu Bengkulu
 - Zona waktu UTS+ 7 (WIB)
 - Bandar udara Lapangan Udara Budiarjo
Pembagian administratif
 - Kecamatan 15
 - Kelurahan 157
 - Flora resmi Bunga Rafflesia Arnoldi
 - Fauna resmi Siamang Hitam
 - Situs web www.rejanglebongkab.go.id

Kabupaten Rejang Lebong adalah sebuah kabupaten di provinsi Bengkulu, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.515,76 km² dan populasi sekitar 246.787 jiwa. Ibu kotanya ialah Curup. Kabupaten ini terletak di lereng pegunungan Bukit Barisan dan berjarak 85 km dari kota Bengkulu yang merupakan ibukota provinsi.

Penduduk asli terdiri dari 2 suku utama yaitu suku Rejang dan suku Lembak. Suku Rejang mendiami tanah atas yaitu kecamatan Curup, Curup Utara, Curup Timur, Curup Selatan, Curup Tengah, Bermani Ulu, Bermani Ulu Raya, dan sebagian Selupu Rejang. Suku Lembak mendiami tanah bawah yaitu kecamatan Kota Padang, Padang Ulak Tanding, Binduriang, Sindang Dataran, Sindang Beliti Ulu, Sindang Beliti Ilir, dan Sindang Kelingi.

Letak Koordinat[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Rejang Lebong dengan terletak pada posisi 10219’-10257’ Bujur Timur dan 222’07’’- 331’ Lintang Selatan. [2]

Ibukota[sunting | sunting sumber]

Ibukota Kabupaten Rejang Lebong terletak di Kota Curup. Jarak Kota Curup dari beberapa kota di sekitar, antara lain:

  • Kepahiang: 25 km
  • Bengkulu: 85 km
  • Lubuk Linggau: 55 km
  • Palembang: 484 km
  • Tanjung Karang: 774 km
  • Padang: 890 km
  • Jambi: 702 km

Topografi[sunting | sunting sumber]

Secara topografi, Kabupaten Rejang Lebong merupakan daerah yang berbukit-bukit, terletak pada dataran tinggi pegunungan Bukit Barisan dengan ketinggian 100 hingga 1000 m dpl. Secara umum kondisi fisik Kabupaten Rejang Lebong sebagai berikut: Kelerengan: datar sampai bergelombang, Jenis Tanah: Andosol, Regosol, Podsolik, Latasol dan Alluvial, Tekstur Tanah: sedang, lempung dan sedikit berpasir dengan pH tanah 4,5 –7,5 , Kedalaman efektif Tanah : sebagian besar terdiri atas kedalaman 60 cm hingga lebih dari 90 cm, sebagian terdapat erosi ringan dengan tingkat pengikisan 0 – 10 %. Curah hujan rata-rata 233,75 mm/bulan, dengan jumlah hari hujan rata rata 14,6 hari/bulan pada musim kemarau dan 23,2 hari/bulan pada musim penghujan. Sementara suhu normal rata-rata 17,73 0C – 30,940C dengan kelembaban nisbi rata-rata 85,5 %. Suhu udara maksimum pada tahun 2003 terjadi pada bulan Juni dan Oktober yaitu 32 derajad Celcius dan suhu udara minimum terjadi pada bulan Juli yaitu 16,2 derajat Celcius.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk kabupaten Rejang Lebong merupakan suku Rejang yang jumlahnya mencapai 43%, disusul suku Jawa yang merupakan pendatang dengan jumlah sekitar 35,2%. Suku pribumi selain suku Rejang adalah suku Lembak yang terkenal berwatak temperamental namun baik dan ramah terhadap para pendatang. Walaupun didominasi oleh suku Rejang dan suku Jawa, penduduk di Rejang Lebong sangatlah majemuk baik dari segi kesukuan, ras maupun keagamaan. Hal itu terjadi karena sejak zaman Belanda tepatnya pada tahun 1904, Provinsi Bengkulu dibuka bagi daerah transmigrasi. Suku-suku yang ada dan telah menetap secara turun-temurun di Rejang Lebong yaitu sebagai berikut:

  • Kaur

Suku Kaur datang dari sudut tenggara provinsi Bengkulu. Suku Kaur datang ke Rejang Lebong untuk mengadu nasib.

  • Musi

Suku Musi yang datang dari Sumatera Selatan kebanyakan datang atas kemauan menuntut ilmu dan belajar.

  • Palembang

Orang Palembang dikota Curup sudah sangat banyak dan mereka bersama suku Jawa sudah menjadi kaum pendatang terbesar di Rejang Lebong.

Suku Madura datang atas alasan keinginan kuat untuk bertani dan berdagang

Suku Sunda banyak mendiami perkotaan dan wilayah transmigrasi Talang Benih.

  • Serawai

Suku Serawai banyak menjadi petani di dataran tinggi dan pedalaman. Suku Serawai datang dari bagian lain di selatan provinsi Bengkulu.

  • Pasemah

Suku Pasemah adalah penduduk asli provinsi Sumatera Selatan. Saat ini, suku Pasemah kebanyak berdiam di Curup Tengah.

Suku Melayu di Rejang Lebong berasal dari keturunan yang berbeda-beda. Ada yang asalnya dari Bangka, Deli, Kepri, Riau, Jambi bahkan Pontianak, Malaysia, dan Sambas.

Suku Minang mayoritas berdagang dan hidup di daerah perkotaan.

  • Ambon

Ada beberapa keluarga Ambon yang tinggal di Rejang Lebong atas dasar tugas sebagai misionaris ke pedalaman.

Suku Batak yang ada saat ini sudah cukup banyak populasinya dan telah bermukim tiga atau dua generasi. Banyak orang Batak yang menikah dengan suku Rejang dan suku Lembak. Suku Batak juga banyak yang bermukim di daerah pedalaman di kabupaten Rajang Lebong.

  • Lampung

Suku Lampung datang kebanyakan sebagai pengusaha.

banyak mendiami perkotaan dan wilayah Kampung Jawa, Curup. Kebanyakan orang-orang India disini adalah orang-orang generasi ke lima atau ke empat. Orang India Curup memeluk agama Islam Sunni.

Tionghoa pada umumnya berprofesi di bidang perdagangan dan berdiam wilayah Pasar Tengah. Kebanyakan beragama Katolik, Protestan, dan Buddha.

Sama halnya dengan suku Ambon, orang Minahasa/Manado datang ke Rejang Lebong atas alasan tugas sebagai misionaris ke daerah-daerah.

Orang Bali tinggal di kampung-kampung Bali, mayoritas beragama Hindu namun banyak pula yang beragama Islam. Pura agama Hindu ada di kecamatan Sindang Kelingi.

  • Kerinci

Banyak pejabat di tanah Rejang mewarisi darah campuran Rejang-Kerinci.

Agama[sunting | sunting sumber]

Agama utama yang dianut masyarakat di Rejang Lebong adalah agama Islam Sunni dengan persentase 96%. Kemudian agama-agama lain dalam komposisi yang lebih kecil (Islam Syiah, Islam Tradisional, Kristen Protestan, Katolik, Kong Hu Chu, Buddha, dan Hindu). Rumah ibadah yang ada di Rejang Lebong yaitu:

  • Masjid berjumlah 1096 buah.
  • Gereja Protestan berjumlah 12 buah (di antaranya adalah GPdI, HKI, HKBP, Gereja Kristen Rejang, GPIB, GKSBS, GKII, GKI, dan GBI).
  • Gereja Katholik berjumlah 3 buah.
  • Vihara Berjumlah 2 buah dan 1 dalam pembangunan.
  • Pura dalam tahap pembangunan.
  • Klenteng, baru di bangun di Mojorejo.
  • Sinagoga, dahulu ada sebuah sinagoga Sindang Jati.

Kecamatan di kabupaten Rejang Lebong[sunting | sunting sumber]

Saat ini di Kabupaten Rejang Lebong terdapat 15 kecamatan, yaitu:

Nama Ibukota
Kecamatan Curup Pasar Baru
Kecamatan Curup Utara Simpang Empat
Kecamatan Curup Selatan Lubuk Ubar
Kecamatan Curup Timur Talang Ulu
Kecamatan Curup Tengah Batu Galing
Kecamatan Selupu Rejang Air Duku
Kecamatan Bermani Ulu Kampung Melayu
Kecamatan Bermani Ulu Raya Babakan Baru
Kecamatan Sindang Kelingi Beringin Tiga
Kecamatan Sindang Dataran Bengko
Kecamatan Sindang Beliti Ulu Apur
Kecamatan Sindang Beliti Ilir Lubuk Belimbing 1
Kecamatan Binduriang Kepala Curup
Kecamatan Padang Ulak Tanding Pasar Padang Ulak Tanding
Kecamatan Kota Padang Kota Padang

Catatan: ♦ adalah kecamatan-kecamatan yang mungkin membentuk kabupaten Lembak.


Geografis[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayah Kabupaten Rejang Lebong.[3] Berikut ini adalah perbatasannya dengan kabupaten lainnya:

Utara Kabupaten Lebong dan kabupaten Musi Rawas
Selatan Kabupaten Kepahiang dan kabupaten Empat Lawang
Barat Kabupaten Bengkulu Tengah dan kabupaten Bengkulu Utara
Timur Kota Lubuklinggau dan kabupaten Musi Rawas

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Mata pencarian penduduk didominasi oleh pertanian (80%), pedagangan, PNS, wiraswasta, dan lain-lain. Perkebunan rakyat yang terdapat di kabupaten ini adalah perkebunan kopi dan karet. Produktivitas kebun kopi di Rejang Lebong tergolong tinggi dan merupakan produsen kopi ke-6 terbesar di Sumatera. Palawija banyak ditanam di lereng Bukit Kaba, Rejang Lebong terkenal sebagai lumbung padi,sayur dan umbi-umbian di Bengkulu. Sebagian lagi merupakan petani penyadap aren sekaligus pembuat gula aren dan gula semut. Produksi gula aren dan gula semut Rejang Lebong sangat terkenal bahkan sampai ke manca negara. Sedangkan perkebunan perusahaan swasta skala besar yakni kebun teh di lereng Bukit Daun.

Barang tambang atau galian yang ada diwilayah ini didominasi galian C seperti:

  • batu kali
  • batu pasir
  • pasir
  • pasir merah
  • pasir emas
  • kaolin
  • tanah liat
  • lempung
  • pasir besi
  • granit
  • batu gunung

Potensi-potensi tambang yang lain ialah panas bumi bukit Kaba, batubara di Kota Padang, Emas di Bermani Ulu, Biji Besi di Kota Padang dan cadangan minyak (tentatif) di Curup Utara.

Objek wisata[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Curup[sunting | sunting sumber]

  • Suban Air Panas
  • Kolam Renang Muna Tirta
  • Danau Talang Kering
  • Air Terjun Talang Rimbo
  • Masjid Agung Curup
  • Rumah Adat Rejang Lebong
  • Bendungan Musi Kejalo
  • Obyek Wisata Alam “DIOBAGITE”

Kecamatan Bermani Ulu[sunting | sunting sumber]

  • Monumen Perjuangan Desa Taba Renah
  • Kebun Teh "Agro Teh"

Kecamatan Selupu Rejang[sunting | sunting sumber]

  • Telaga Tiga Warna
  • Air Terjun Bertingkat
  • Bukit Kaba
  • Danau Mas Harun Bastari
  • Obyek Wisata Agropolitan

Kecamatan Sindang Kelingi[sunting | sunting sumber]

  • Air Panas/Air Terjun/Sarang Walet
  • Air Terjun Desa Cahaya Negeri
  • Air Terjun Desa Beringin Tiga

Padang Ulak Tanding[sunting | sunting sumber]

  • Air Terjun Kepala Curup
  • Cek Dam (Danau Buatan)
  • Peninggalan Benda Sejarah Desa Apur
  • Air Terjun/Gua Curup Beraput Desa Apur
  • Air Terjun Sungai Napal

Kota Padang[sunting | sunting sumber]

  • Air Terjun Curup Embun Desa UPT Trans
  • Air Terjun Angin Desa Lubuk Mumpo
  • Air Terjun dan Gua La Desa Suka Merindu

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Indonesia) "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 
  2. ^ (Indonesia) "Sekilas Rejang Lebong" (html). Diakses 2012-12-20. 
  3. ^ (Indonesia) "Batas-Batas Rejang Lebong" (html). Diakses 2012-12-20. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Koordinat: 3°27′45″LS 102°31′43″BT / 3,462446°LS 102,528545°BT / -3.462446; 102.528545