Gabriel

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Malaikat Gabriel)
Langsung ke: navigasi, cari

Gabriel (bahasa Ibrani: גַּבְרִיאֵל, Standar Gavri'el Tiberias Gaḇrîʼēl; bahasa Arab: جبريل, Jibrīl atau جبرائيل, Jibrāʾīl; bahasa Inggris: Gabriel) adalah seorang malaikat atau "utusan" untuk menerangkan atau menyampaikan Firman dari Tuhan Allah kepada manusia, yang muncul dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen kepada Daniel; serta dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen kepada imam Zakharia, ayah Yohanes Pembaptis, dan kepada Maria, yang melahirkan Yesus Kristus. Dalam agama Islam dikenal sebagai Jibril.

Catatan dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen[sunting | sunting sumber]

Kepada Daniel[sunting | sunting sumber]

  • Daniel 8:15-19: Sedang aku, Daniel, melihat penglihatan itu dan berusaha memahaminya, maka tampaklah seorang berdiri di depanku, yang rupanya seperti seorang laki-laki; dan aku mendengar dari tengah sungai Ulai itu suara manusia yang berseru: "Gabriel, buatlah orang ini memahami penglihatan itu!" Lalu datanglah ia ke tempat aku berdiri, dan ketika ia datang, terkejutlah aku dan jatuh tertelungkup, lalu ia berkata kepadaku: "Pahamilah, anak manusia, bahwa penglihatan itu mengenai akhir masa!" Sementara ia berbicara dengan aku, jatuh pingsanlah aku tertelungkup ke tanah; tetapi ia menyentuh aku dan membuat aku berdiri kembali. Lalu berkatalah ia: "Kuberitahukan kepadamu apa yang akan terjadi pada akhir murka ini, sebab hal itu mengenai akhir zaman..."
  • Daniel 9:21-23: sementara aku berbicara dalam doa, terbanglah dengan cepat ke arahku Gabriel, dia yang telah kulihat dalam penglihatan yang dahulu itu pada waktu persembahan korban petang hari. Lalu ia mengajari aku dan berbicara dengan aku: "Daniel, sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk mengerti. Ketika engkau mulai menyampaikan permohonan keluarlah suatu firman, maka aku datang untuk memberitahukannya kepadamu, sebab engkau sangat dikasihi. Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu!..."

Menurut Daniel, Gabriel menampakkan diri "seperti seorang laki-laki" dan dapat "terbang dengan cepat" (dalam bahasa Ibrani: dibuat terbang dengan mulus, jadi bukan atas kuasanya sendiri). Dia menerima perintah dari "suara manusia dari tengah sungai Ulai" untuk menerangkan penglihatan kepada Daniel, membuat Daniel paham dengan memberi akal budi untuk mengerti.[1]

Catatan dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen[sunting | sunting sumber]

Gabriel disebutkan sebagai malaikat (bahasa Yunani: ἄγγελος, angelos) yang diutus Tuhan Allah untuk berbicara kepada Zakharia perihal kelahiran putranya, Yohanes Pembaptis,[2] dan kepada Maria untuk menyampaikan bahwa ia akan melahirkan Yesus Kristus.[3]

Kepada Zakharia[sunting | sunting sumber]

  • Pada suatu waktu ketika imam Zakharia mendapatkan giliran untuk membakar ukupan di dalam Bait Allah, tampaklah kepadanya seorang malaikat Tuhan (bahasa Yunani: ἄγγελος κυρίου, a(n)ggelos Kuriou) berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu Zakharia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya:
"Jangan takut, hai Zakharia, (bahasa Yunani: Μὴ φοβοῦ Ζαχαρία, Mē fobou Zakharia) sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."

Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu:

"Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya."

Jawab malaikat itu kepadanya:

"Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya."

Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu. (Lukas 1:5-25)

Frasa "melayani Allah" dalam bahasa Yunani adalah "παρεστηκὼς ἐνώπιον τοῦ θεοῦ" (parestēkōs enōpion tou Theou) yang secara harfiah berarti "berdiri di hadapan Allah", berarti mampu berada sangat dekat dengan Allah. Malahan perkataan yang disampaikannya, yang berasal dari Allah, begitu berkuasanya, sehingga ketika Zakharia meragukan perkataan Gabriel (yang merupakan penyampaian Firman Allah), Zakharia dihukum menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai perkataan Gabriel itu terwujud, yaitu dengan kelahiran Yohanes Pembaptis.[4]

Kepada Maria[sunting | sunting sumber]

  • Dalam bulan yang keenam kehamilan Elisabet, istri imam Zakharia, Allah menyuruh malaikat Gabriel (bahasa Yunani: ἄγγελος Γαβριὴλ, a(n)ggelos Gabriēl) pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata:
"Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."

Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: :"Jangan takut, hai Maria, (bahasa Yunani: Μὴ φοβοῦ Μαριάμ, Mē fobou Mariam) sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu:

"Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"

Jawab malaikat itu kepadanya:

"Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

Kata Maria:

"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."

Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Lukas 1:26-38)

Analisis[sunting | sunting sumber]

Kata "malaikat" (ἄγγελος, aggelos, dibaca "ä'n-ge-los") artinya "pembawa berita" atau "utusan" atau "suruhan". Dalam Perjanjian Baru, Gabriel hanya muncul dalam Injil Lukas. Dalam pertemuan dengan Zakharia, malaikat itu memperkenalkan diri sebagai "Gabriel", tetapi dalam pertemuan dengan Maria, Injil Lukas menyebutkannya sebagai "malaikat Gabriel". Nama malaikat lain yang disebutkan dalam Perjanjian Baru adalah "penghulu malaikat, Mikhael" (Yudas 1:9). Gabriel tidak disebut sebagai "penghulu malaikat" di dalam Alkitab.

Orang-orang percaya secara tegas dilarang menyembah malaikat dalam Kolose 2:18-19 dan Wahyu 19:10.[5]

"Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat."[6]
Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia (malaikat itu), tetapi ia berkata kepadaku: "Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat."[7]

Nama[sunting | sunting sumber]

Di dalam budaya Semitik nama selalu punya arti sebagai tanda untuk menyatakan sesuatu atau penanda-ingat. Dalam bahasa Ibrani dan bahasa Aram, kata Gabriel dibentuk dari dua kata dan disampaikan oleh sang malaikat itu sendiri dengan bahasa yang dimengerti oleh Bangsa Israel, demikian penguraiannya:

  • Gabriel (Gamal-Beth-Resh-Aleph-Lamad) berasal dari
    • Gabra = pelindung, perkasa, benteng.
    • El = Allah, Tuhan, Eloah.

Secara harafiah bisa berarti:

  • pelindung-Tuhan
  • perkasa-Tuhan
  • benteng-Tuhan

dan jika diartikan secara interpretatif berarti Benteng perkasa perlindungan dari Tuhan Jika "Gabriel" diterjemahkan dalam bahasa Arab mungkin dibaca:
"Jabararaab" yang dikontraksikan menjadi "Jabraab" yang berasal dari dua kata:

  • Jabar: Benteng, Pelindung.
  • Raab: Tuhan (dalam arti "ilahi" atau "deitic")

atau
"Jabarullah" yang berasal dari kata:

  • Jabar: Benteng, Pelindung.
  • Al Ilah: Tuhan (dalam arti "sembahan sejati")

Pandangan Islam[sunting | sunting sumber]

Dalam Islam, dikenal malaikat bernama "Jibril" yang merupakan ejaan bahasa Arab untuk "Gabriel". Malaikat Jibril adalah satu dari tiga malaikat yang namanya disebut dalam Al Quran. Adalah malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu. Nama Malaikat Jibril disebut dua kali dalam Al Quran yaitu pada surat Al Baqarah ayat 97-98 dan At Tahrim ayat 4. Di dalam Al Qur'an, Jibril memiliki beberapa julukan, seperti Ruh al Amin dan Ruh al Qudus (Roh Kudus), Ar-Ruh Al-Amin dan lainnya.

Salah satu perbedaan dengan malaikat Jibril dalam agama Islam adalah bahwa Gabriel dalam Alkitab Kristen menyatakan diri "melayani Allah dari dekat" dan menerima perintah secara langsung dari Allah, dengan kuasa penuh diutus mewakili Allah untuk menemui Zakharia dan Maria. Sedangkan "Jibril" dalam agama Islam "sama sekali tidak mampu mendekati Allah, perlu 60.000 tahun lagi aku harus terbang. Itulah jarak antara aku dan Allah yang dapat aku capai. Jika aku terus juga ke atas, aku pasti hancur luluh."[8]

Pendapat skeptis[sunting | sunting sumber]

Pendapat lain mengatakan asal usul Gabriel bisa dilacak dalam tradisi zaman Babilonia, dimana dia dikenal sebagai Gubrenor, satu dari malaikat penguasa dalam agama Majusi. Ketika orang-orang Ibrani mengalami pembuangan Babel, mereka berkenalan dengan ide ini dan mengadopsinya sebagai salah satu malaikat Tuhan. Mikhael dan Kerub juga mempunyai asal usul yang senada. Belakangan, perkembangan ini memengaruhi dua agama monotheis selanjutnya: Kristen dan Islam.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Daniel 8:16; Daniel 9:21
  2. ^ Lukas 1:5-25
  3. ^ Lukas 1:26-38
  4. ^ Lukas 1:64
  5. ^ lihat Easton's Bible Dictionary: angels
  6. ^ Kolose 2:18
  7. ^ Wahyu 19:10
  8. ^ Dikutip dari kisah Isra dan Mikraj

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Portal:Yahudi

Portal:Kristen