Petrus Martir Vermigli

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Petrus Martir Vermigli
Pietro Vermigli by Hans Asper.jpg
Pietro Vermigli, karya Hans Asper, 1560[a]
Nama asalPietro Martire Vermigli
LahirPiero Mariano Vermigli
(1499-09-08)8 September 1499
Firenze, Republik Firenze
Meninggal12 November 1562
(pada usia 63 tahun)
Zürich, Kanton Zürich, Konfederasi Swiss
KebangsaanItalia
AlmamaterUniversitas Padova
Ditahbiskan1525
Kiprah di bidang teologi
EraReformasi Protestan
Tradisi atau gerakanTradisi Kalvinis
Gagasan terkenalPembelaan doktrin Ekaristi Kalvinis

Petrus Martir Vermigli[b] (8 September 1499 – 12 November 1562) adalah teolog Kalvinis asal Italia. Kiprah perdananya selaku pegiat reformasi Gereja di negara Katolik Italia dan keputusannya untuk hengkang ke kawasan Protestan Eropa Utara mampu memengaruhi banyak warga Italia untuk berpindah agama dan hijrah ke luar negeri. Di Inggris, pandangan-pandangannya memengaruhi usaha reformasi gereja rezim Edward VI, termasuk perubahan tata kebaktian Perjamuan Kudus di dalam Buku Doa Umum tahun 1552. Ia disegani sebagai pakar Ekaristi di gereja-gereja Kalvinis, dan menceburkan diri ke dalam kontroversi Ekaristi melalui makalah-makalah yang ditulisnya. Loci Communes, kumpulan petikan dari ulasan-ulasan Alkitabnya yang ditata mengikuti kerangka topik teologi sistematis, menjadi buku teks standar di bidang studi teologi Kalvinis.

Tokoh kelahiran Firenze ini pernah menjadi anggota kongregasi religius, bahkan pernah diangkat menjadi prior maupun abas. Kemudian hari ia berkenalan dengan para pemimpin Spirituali (kaum rohani), pegiat reformasi Gereja di Italia, serta membaca karya-karya tulis para teolog Protestan seperti Martinus Bucer dan Hulderikus Zwingli. Sesudah mengkaji karya-karya tulis tersebut dan menelaah Alkitab maupun tulisan para Bapa Gereja, ia menerima ajaran Protestan mengenai keselamatan dan Ekaristi. Demi memenuhi panggilan hati sekaligus menghindari persekusi Inkuisisi Roma, ia pindah ke Eropa Utara, kemudian menetap di Strasbourg dan menjadi pengajar kajian Alkitab Perjanjian Lama di bawah bimbingan Martinus Bucer. Atas undangan Thomas Cranmer, ia pindah ke Inggris untuk mengisi sebuah jabatan penting di Universitas Oxford, tempat ia terus berkiprah selaku pengajar kajian Alkitab. Dalam sebuah acara disputasi (debat resmi) yang digelar secara terbuka di Oxford, ia mampu mempertahankan pandangan-pandangannya mengenai Ekaristi dari sanggahan para sarjana Katolik penganjur doktrin transubstansiasi. Sesudah Mary Tudor naik takhta, ia terpaksa angkat kaki dari Inggris. Ia pulang ke Strasbourg dan kembali menekuni profesi lamanya. Karena pandangan-pandangannya mengenai Ekaristi dan predestinasi berbenturan dengan pandangan-pandangan para sarjana Lutheran di Strasbourg, ia dipindahtugaskan ke Zürich, tempat ia mengajar sampai tutup usia pada tahun 1562.

Kontribusi teologisnya yang paling terkenal adalah pembelaan doktrin Ekaristi Kalvinis dari sanggahan sarjana-sarjana Katolik maupun Lutheran. Ia tidak percaya bahwa roti dan anggur berubah menjadi tubuh dan darah Kristus sebagaimana yang diajarkan doktrin transubstansiasi Katolik. Ia juga tidak menerima pandangan Lutheran bahwa tubuh Kristus bersifat mahahadir, dan oleh karena itu hadir secara jasmani di dalam Ekaristi. Sebaliknya ia mengajarkan bahwa Kristus tetap berada di Surga meskipun disajikan kepada para peserta Perjamuan Kudus dan disambut oleh orang-orang yang percaya.

Vermigli merumuskan sendiri doktrin predestinasi ganda yang kuat, di luar dari doktrin predestinasi ganda yang dirumuskan Yohanes Kalvin. Menurut penafsirannya, kehendak Allah adalah penentu laknat maupun keselamatan. Pandangannya memang mirip tetapi tidak persis sama dengan pandangan Kalvin. Teologi politiknya dijadikan acuan dalam penyusunan Regulasi Agama rezim Elizabeth I karena menyediakan pembenaran teologis bagi Supremasi Raja, yakni doktrin bahwa raja adalah kepala gereja di wilayah kekuasaannya, bukan petinggi gereja.

Riwayat hidup[sunting | sunting sumber]

Masa muda (1499–1525)[sunting | sunting sumber]

Badia Fiesolana, tempat Vermigli menjalani masa novisiat

Vermigli lahir pada tanggal 8 September 1499 di Firenze, ibu kota negara Republik Firenze, sebagai anak sulung pasangan Stefano di Antonio Vermigli, seorang hartawan pengusaha sepatu, dan Maria Fumantina.[3] Sehari sesudah dilahirkan, ia dibaptis dengan nama Piero Mariano.[5] Ia diajari bahasa Latin oleh ibunya sebelum menjalani pendidikan formal di sekolah anak-anak menak Firenze.[c] Ibunya wafat pada tahun 1511, saat Vermigli berumur 12 tahun.[6] Demi mewujudkan cita-citanya sedari kecil untuk menjadi seorang imam Katolik,[7] Vermigli menjadi novis di Badia Fiesolana, biara Kongregasi Kanunik Regulir Lateran, pada tahun 1514.[8] Kongregasi religius yang lahir dari gerakan reformasi kerohanian pada abad ke-15 ini sangat mementingkan kedisiplinan, hidup berpindah-pindah rumah alih-alih menetap di satu tempat, dan berusaha menghadirkan kepemimpinan di kawasan-kawasan perkotaan.[9] Adik perempuan Vermigli, Felicita Antonia, mengikuti jejaknya dan menjadi biarawati pada tahun yang sama.[10]

Sesudah menuntaskan masa novisiatnya pada tahun 1518, Vermigli memakai nama Petrus Martir, diambil dari nama Santo Petrus dari Verona, orang kudus asal tarekat Dominikan yang hidup pada abad ke-13.[3] Karena kongregasinya baru saja menetapkan kebijakan memberangkatkan para calon imam yang muda-muda ke biara San Giovanni di Verdara di Padova untuk menimba ilmu filsafat Aristoteles, Vermigli pun dikirim ke sana.[11] Universitas Padova, yang memiliki hubungan afiliasi longgar dengan biara San Giovanni di Verdara, adalah lembaga pendidikan tinggi yang sangat prestisius pasa masa itu.[12] Di Padova, Vermigli mendalami ilmu filfasat skolastika Tomas Aquinas secara menyeluruh, dan mulai mengapresiasi pandangan-pandangan Santo Agustinus maupun gagasan-gagasan Humanisme Kristen.[13] Vermigli berikhtiar membaca karya-karya tulis Aristoteles di dalam bahasa aslinya. Karena tidak ada guru bahasa Yunani, ia berusaha sendiri.[14] Selain itu, ia juga berkenalan dengan Pietro Bembo, Reginald Pole, dan Marcantonio Flaminio, teolog-teolog terkemuka yang mencita-citakan pembaharuan Gereja.[3]

Kiprah perdana di Italia (1525–1536)[sunting | sunting sumber]

Vermigli ditahbiskan pada tahun 1525, dan mungkin sekali meraih gelar Doctor Divinitatis (doktor ilmu agama) sekitar waktu yang sama.[3] Kapitel umum (rapat umum) Kongregasi Kanunik Regulir Lateran tahun 1526 memilih Vermigli menjadi penceramah umum.[15] Ia menyampaikan serangkai khotbah perdana di Brescia setahun kemudian. Sepanjang tiga tahun berikutnya, ia bersafari ceramah di kawasan utara dan tengah Italia.[3] Tidak seperti para penceramah dari tarekat lain yang hanya berceramah pada masa Prapaskah dan masa Adven, padri-padri Agustinian berceramah sepanjang tahun.[16] Ia juga memberikan kuliah kajian Alkitab dan susastra pujangga Homeros di rumah-rumah religius Kanunik Reguler Lateran.[3]

Pada tahun 1530, Vermigli diangkat menjadi vikaris (deputi pemimpin umum) untuk biara San Giovanni in Monte di Bologna.[3] Ia belajar bahasa Ibrani pada seorang dokter Yahudi di kota Bologna sehingga mampu membaca kitab-kitab Perjanjian Lama dalam bahasa aslinya.[17] Pada masa itu, belajar bahasa Ibrani bukan kegiatan yang lumrah bagi kaum rohaniwan, bahkan bagi para rohaniwan yang mendalami kajian Alkitab, kendati bukan berarti belum pernah terdengar sebelumnya.[18] Kapitel umum tahun 1533 memilih Vermigli menjadi abas dua biara Kongregasi Kanunik Regulir Lateran di Spoleto,[d] sekaligus membawahi dua rumah religius.[e] Taraf kedisiplinan di rumah-rumah religius yang dibawahi Vermigli sudah menurun sebelum masa jabatannya, bahkan menjadi sumber skandal di Spoleto. Ada pula cerita tentang sengketa kewenangan antara Uskup Spoleto, Francesco Eroli, dan Abas Spoleto, sampai-sampai sang uskup mengekskomunikasi abas sebelum Vermigli, meskipun akhirnya dibatalkan Roma. Vermigli menertibkan rumah-rumah religius yang dibawahinya dan membina hubungan baik dengan Uskup Spoleto.[21]

Kapitel umum memilih kembali Vermigli menjadi Abas Spoleto pada tahun 1534, dan sekali lagi pada tahun 1535, tetapi ia tidak dipilih untuk memimpin satu rumah religius pun pada tahun berikutnya. Mungkin ia sudah dinilai sebagai orang yang berpotensi menjadi tokoh pembaharu, sehingga perlu diberdayakan untuk membantu usaha-usaha reformasi Gereja pada tataran yang lebih tinggi.[22] Vermigli berhubungan baik dengan para pemuka Katolik yang menyusun Consilium de emendanda ecclesia (Rencana Pembaharuan Gereja), laporan internal mengenai usaha-usaha reformasi potensial yang diminta Paus Paulus III. Ia bahkan mungkin berangkat ke Roma untuk membantu penyusunannya.[23]

Ceramah kontroversial pertama dan karya pelayanan di Lucca (1537–1541)[sunting | sunting sumber]

Kongregasi Kanunik Regulir Lateran memilih Vermigli menjadi abas biara San Pietro ad Aram di Napoli pada tahun 1537.[23] Di kota Napoli, ia berkenalan dengan Juan de Valdés, salah seorang pemimpin Spirituali.[24] Dari Valdéslah Vermigli mengenal karya-karya tulis para pegiat Reformasi Protestan.[3] Menjelang akhir masa jabatannya di Napoli, ia membaca ulasan kitab-kitab Injil dan Mazmur yang ditulis Martinus Bucer, serta De vera et falsa religione (Ihwal Agama yang Benar dan yang Palsu) karya Hulderikus Zwingli.[25] Membaca karya-karya tulis tersebut merupakan tindakan pembangkangan terhadap Gereja, tetapi jamak dilakukan para pegiat reformasi Gereja. Vermigli tampaknya menerima ajaran Protestan secara perlahan-lahan melalui penelaahan Alkitab dan tulisan-tulisan para Bapa Gereja, teristimewa Agustinus. Mungkin sekali Vermigli membaca karya-karya tulis Protestan secara kritis, sebagaimana yang lazim dilakukan orang-orang yang mencita-citakan pembaharuan Gereja tanpa harus meninggalkan Gereja Katolik.[26] Ketika itulah Vermigli menerima ajaran Protestan tentang pembenaran oleh iman semata-mata dan mungkin sekali menolak pandangan tradisional Katolik tentang sakramen-sakramen.[27] Tampaknya pemikiran Vermigli juga memengaruhi pandangan-pandangan Juan de Valdés. Para sarjana yakin bahwa doktrin Valdés tentang predestinasi ganda, bahwa sejak semula Allah sudah menentukan siapa saja yang akan selamat dan siapa saja yang akan dilaknat, sebenarnya ia dapatkan dari Vermigli, sementara Vermigli sendiri mendapatkannya lewat kajian mendalam atas karya-karya tulis Gregorius de Arimino atau Tomas Aquinas di Padua.[28]

Penyimpangan Vermigli dari ajaran Kristen Katolik yang ortodoks mulai terlihat pada tahun 1539, ketika ia berceramah tentang 1 Korintus 3:9–17, yakni ayat-ayat yang jamak digunakan sebagai dalil bagi doktrin purgatorium.[29] Vermigli tidak menggunakan cara pandang semacam itu di dalam isi ceramahnya, kendati tidak menafikan keberadaan purgatorium secara terang-terangan.[30] Gaetano da Thiene, salah seorang penentang Spirituali, melaporkan kecurigaannya terhadap Vermigli kepada Raja Muda Spanyol di Napoli, Don Pedro de Toledo. Akibatnya, Vermigli dilarang berceramah oleh Raja Muda.[31] Larangan ini akhirnya dibatalkan sesudah Vermigli naik banding ke Roma dengan bantuan beberapa petinggi Gereja yang ia kenal baik sejak masih berkuliah di Padova, misalnya Kardinal Pole dan Kardinal Bembo.[32] Meskipun tersangkut kasus, nama Vermigli justru semakin tenar di dalam kongregasinya. Kapitel umum tahun 1540 mengangkat Vermigli menjadi salah seorang dari empat penilik[3] yang bertugas membantu rektor jenderal (pemimpin umum) menginspeksi rumah-rumah religius milik kongregasi.[33]

Basilika San Frediano, tempat tugas Vermigli selaku prior sejak tahun 1541

Pada tahun 1541, Kongregasi Kanunik Regulir Lateran memilih Vermigli menjadi prior Basilika San Frediano di Lucca.[32][f] Selain membawahi rumah-rumah religius milik Kongregasi Kanunik Regulir Lateran, Prior Basilika San Frediano juga menjalankan sejumlah kewenangan uskup atas separuh wilayah kota Lucca.[34] Sama seperti para rahib di tempat tugasnya yang lama, rahib-rahib biara San Frediano maupun kaum rohaniwan di Lucca diketahui bermoral longgar, sehingga membuka diri bagi ajaran Lutheran yang belum lama masuk ke kota itu.[35] Bagi Vermigli, sudah menjadi kewajibannya selaku prior untuk mendidik maupun memperbaiki akhlak bawahannya.[36] Ia mendirikan sebuah kolese berlandaskan prinsip-prinsip pendidikan yang humanistis, meniru Kolese Santo Yohanes di Cambridge dan Kolese Corpus Christi di Oxford yang belum lama berdiri. Bahasa pengantar perkuliahan adalah bahasa Yunani, bahasa Latin, dan bahasa Ibrani.[24] Para pengajar di kolese ini adalah Immanuel Tremellius, Paolo Lacizi, Celio Secondo Curione,[3] dan Girolamo Zanchi, para humanis yang kemudian hari memeluk agama Kristen Protestan.[37] Sebagai tanda penghargaan atas segala jerih payahnya, Kongregasi Kanunik Regulir Lateran mengangkat Vermigli menjadi salah seorang dari tujuh padri yang duduk dalam komisi penegakan disiplin pada bulan Mei 1542.[3]

Hengkang dari Italia dan menjadi pengajar di Strasbourg (1542–1547)[sunting | sunting sumber]

Meskipun disegani banyak orang, Vermigli sangat berhati-hati. Ia dapat melanjutkan usaha-usaha reformasi di Lucca tanpa dicurigai para penganut ajaran Kristen yang ortodoks, bahkan ketika temu wicara antara Sri Paus dan Kaisar Karel V digelar di kota itu pada tahun 1541.[38] Kiprahnya selaku pegiat reformasi justru ketahuan akibat ulah dua orang pengikutnya. Yang satu secara terang-terangan mempertanyakan kewenangan Sri Paus, sementara yang satu lagi menggelar kebaktian Perjamuan Kudus ala Protestan.[3] Pembentukan kembali Inkuisisi Roma pada tahun 1542 mungkin turut dipicu oleh kekhawatiran bahwa Lucca dan kota-kota lain akan berpaling dari Gereja Katolik.[39] Pemerintah Republik Lucca mulai khawatir kemerdekaan politik mereka dari Kekaisaran Romawi Suci akan hilang jika kota Lucca masih dipandang sebagai suaka bagi umat Protestan. Pemerintah memberangus peredaran buku-buku Protestan yang sebelumnya tidak mereka hiraukan, menyelenggarakan kembali perayaan hari-hari besar keagamaan yang sudah ditinggalkan, dan menyusun jadwal penyelenggaraan pawai-pawai keagamaan untuk menunjukkan kesetiaan Lucca kepada Roma.[40]

Vermigli dipanggil untuk menjalani pemeriksaan dalam sidang kapitel luar biasa Kongregasi Kanunik Regulir Lateran. Sahabat-sahabatnya mewanti-wanti bahwa lawan-lawannya adalah orang-orang yang sangat berkuasa. Kejadian demi kejadian yang kian mengkhawatirkan ini memang turut andil mendorong Vermigli utuk mengabaikan panggilan pemeriksaan kapitel luar biasa dan hengkang dari Italia, tetapi faktor utama yang membuatnya untuk mengambil langkah tersebut adalah pertentangan hati nuraninya dengan kewajibannya selaku seorang imam Katolik untuk merayakan Misa.[41] Vermigli kabur dari Lucca ke Pisa dengan menunggang kuda pada tanggal 12 Agustus 1542 bersama-sama tiga orang padri Kongregasi Kanunik Regulir Lateran.[g] Di Pisa, ia melangsungkan kebaktian Perjamuan Ekaristi ala Protestan untuk pertama kalinya.[43] Saat singgah di Firenze dan menginap di Badia Fiesolana, tempat ia dulu menjalani masa novisiat, Vermigli mendengar kabar bahwa Bernardino Ochino, penceramah populer dengan pendirian yang condong ke arah Protestan, sudah tiba di biara itu.[44] Vermigli meyakinkan Ochino untuk ikut hengkang meninggalkan Italia.[45] Pada tanggal 25 Agustus, Vermigli berangkat ke Zürich lewat Ferrara dan Verona.[46]

Sesampainya di Zürich, Vermigli langsung diberondong berbagai pertanyaan seputar pandangan-pandangan teologinya oleh sejumlah pemuka Protestan, antara lain Heinrich Bullinger, Konrad Pellikan, dan Rudolph Gualther. Mereka akhirnya sepakat bahwa Vermigli dapat diizinkan mengajar teologi Protestan,[47] hanya saja tidak ada lowongan kerja bagi pengajar teologi di Zürich. Kenyataan yang sama ia dapati di Basel, kota yang ia datangi sesudah Zürich. Dalam sepucuk surat kepada paguyuban Kanunik Regulir Lateran di Lucca, ia membeberkan alasan-alasan yang melatarbelakangi keputusannya untuk hengkang, dan mengungkapkan kegundahannya karena belum juga mendapatkan pekerjaan.[48] Humanis Basler, Bonifasius Amerbach, membantunya dengan sokongan dana, sementara Oswaldus Myconius, salah seorang pegiat Reformasi Protestan di kota itu, merekomendasikannya kepada Martinus Bucer, pegiat Reformasi Protestan di Strasbourg yang karya-karya tulisnya sudah tidak asing lagi bagi Vermigli.[49] Ia pindah ke Strasbourg dan menjadi sahabat karib sekaligus rekan seperjuangan Martinus Bucer.[50] Dari Martinus Bucer pula ia mendapatkan pekerjaan sebagai pengajar kajian Alkitab Perjanjian Lama di Perguruan Strasbourg, menggantikan Wolfgang Capito.[51] Bahan kuliahnya ia awali dengan kajian kitab-kitab para nabi kecil, disusul kajian kitab Ratapan, kitab Kejadian, kitab Keluaran, dan kitab Imamat.[52][h] Vermigli germbira mendapatkan kesempatan untuk mengajar dengan menggunakan teks Perjanjian Lama dalam bahasa aslinya, karena kebanyakan siswanya mampu membaca aksara Ibrani.[54] Ia disukai para siswa maupun rekan-rekannya sesama pengajar.[55] Vermigli dikenal sebagai pengajar yang menggunakan kata-kata secara cermat, sederhana, dan jelas, berbeda dengan gaya mengajar Bucer yang suka melantur ke berbagai topik lain sehingga kadang-kadang membuat para siswanya putus runut.[56]

Lacizi dan Tremellius, kedua mantan rekan sejawat Vermigli di Lucca, kelak bergabung dengannya di Strasbourg.[57] Pada tahun 1544, ia terpilih menjadi kanunik gereja Santo Tomas di Strasbourg.[58] Pada tahun 1545, Vermigli mempersunting istri pertamanya, Katerina Dammartin, mantan biarawati asal Metz.[3] Katerina tidak menguasai bahasa Italia, sementara Petrus hanya bisa sedikit-sedikit berbahasa Jerman, sehingga diduga kuat pasangan ini sehari-hari berkomunikasi dalam bahasa Latin.[59]

Di Inggris (1547–1553)[sunting | sunting sumber]

Petrus Martir Vermigli, gambar gravir yang dibuat mengikuti gambar cukil kayu karya Yodokus Murer

Ketika Raja Edward VI naik takhta pada tahun 1547, para pegiat Reformasi Protestan di Inggris berharap dapat memanfaatkan masa pemerintahannya sebagai kesempatan untuk mereformasi Gereja Inggris secara lebih menyeluruh. Uskup Agung Thomas Cranmer mengundang Vermigli dan Ochino untuk berperan serta mewujudkan maksud tersebut.[60] Selain itu, kemenangan Kaisar Karel V yang beragama Katolik dalam Perang Schmalkalden dan Interim Augsburg yang menyusul kemudian telah mengubah negeri Jerman menjadi lingkungan yang tidak bersahabat bagi umat Protestan.[61] Vermigli menerima undangan Cranmer pada bulan November dan berangkat bersama-sama Ochino ke Inggris.[60] Pada tahun 1548, ia menggantikan Richard Smyth sebagai guru besar ilmu agama kerajaan yang kedua di Universitas Oxford.[61] Di sebuah universitas yang lamban menerima perubahan, jabatan ini sangat berpengaruh.[62]

Setibanya di Oxford, Vermigli mulai memberikan kuliah mengenai kajian surat 1 Korintus,[62] dengan memungkiri doktrin Katolik mengenai purgatorium, kewajiban selibat bagi rohaniwan, dan amalan puasa prapaskah. Ia selanjutnya memungkiri pula doktrin Katolik mengenai Ekaristi, pokok perbantahan paling sensitif di antara umat Protestan dan umat Katolik di Inggris ketika itu.[63] Sarjana-sarjana konservatif, di bawah pimpinan Smyth, menantang Vermigli untuk mempertahankan pandangan-pandangannya di dalam sebuah disputasi. Sebelum disputasi dapat terlaksana, Smyth keburu hengkang ke St Andrews dan akhirnya ke Leuven,[3] sehingga tiga sarjana ilmu agama Katolik, yakni William Tresham, William Chedsey, dan Morgan Phillips, maju mengantikannya.[64] Disputasi digelar pada tahun 1549 di hadapan Richard Cox, Kanselir Universitas Oxford, seorang Protestan tulen.[65] Pokok disputasi adalah doktrin transubstansiasi, dengan lawan-lawan Vermigli selaku pihak yang mendukung dan Vermigli selaku pihak yang menentang.[66] Kanselir Cox terang-terangan mengungkapkan pandangannya bahwa argumen Vermigli lebih unggul, tetapi tidak secara resmi menyatakan salah satu pihak sebagai pemenang.[66] Disputasi ini menempatkan Vermigli pada barisan terdepan di ranah perdebatan seputar hakikat Ekaristi.[64]

Pada tahun 1549, serangkaian pemberontakan yang disebut Pemberontakan Buku Doa membuat Vermigli terpaksa meninggalkan Oxford dan menumpang di Istana Lambeth, kediaman Thomas Cranmer. Pemberontakan ini dilatarbelakangi penolakan terhadap liturgi dalam bahasa sehari-hari, yang diwajibkan pemerintah dengan memberlakukan pemakaian Buku Doa Umum pada hari raya Pentakosta tahun 1549.[67] Para perusuh berkeliaran di jalan-jalan kota Oxford sambil berkoar-koar hendak mencabut nyawa Vermigli.[68] Di Lambeth, Vermigli membantu Cranmer menyusun khotbah-khotbah menentang pemberontakan.[69] Beberapa lama kemudian, ia kembali ke Oxford dan diangkat menjadi kanunik pertama Gereja Katedral Jemaat Kristus pada bulan Januari 1551.[70] Selaku rohaniwan beristri yang pertama di Oxford, Vermigli menyulut kontroversi dengan memboyong istri ke tempat tinggalnya yang menghadap ke Jalan Ikan di Pelataran Besar.[71] Jendela-jendela tempat tinggalnya berulang kali rusak dilempari orang, sehingga Vermigli akhirnya pindah ke dalam lingkungan Pelataran Besar, tempat ia membangun sebuah ruang kerja berdinding batu yang aman dari gangguan.[72]

Vermigli semakin jauh terlibat dalam politik gereja Inggris. Pada tahun 1550, ia dan Martinus Bucer menyampaikan saran-saran perubahan tambahan atas tata ibadat Perjamuan Kudus di dalam Buku Doa Umum kepada Cranmer.[3] Vermigli mendukung kebijakan gereja Inggris dalam kontroversi vestimentum, yakni kontroversi mengenai perlu tidaknya Uskup John Hooper dipaksa mengenakan superpli. Vermigli setuju dengan keinginan Hooper untuk menyingkirkan aneka ragam vestimentum dengan segala macam aturan pakainya yang rumit dari gereja, tetapi bukan berarti pakaian ibadat harus diharamkan. Ia menasihati Hooper untuk menghormati kewenangan para atasannya.[73] Mungkin sekali Vermiglilah yang berjasa meyakinkan Hooper untuk menghentikan penolakannya terhadap pemakaian vestimentum pada bulan Februari 1551. Pada bulan Oktober 1551, ia berpartisipasi dalam sebuah komisi yang dibentuk untuk menyusun ulang hukum kanon gereja Inggris. Pada musim dingin tahun itu, ia membantu penyusunan sebuah rancangan perangkat hukum kanon, yang diterbitkan John Foxe dengan judul Reformatio legum ecclesiasticarum (Pembaharuan Hukum-Hukum Gereja) pada tahun 1552.[3]

Raja Edward IV mangkat pada tahun 1553. Penggantinya adalah Ratu Mary I, yang tidak sehaluan dengan para pegiat Reformasi Protestan. Vermigli dijadikan tahanan rumah selama enam bulan,[3] dan agaknya para seteru Vermigli dari kubu Katolik di Oxford ingin agar ia dijatuhi hukuman mati, seperti yang akhirnya menimpa Cranmer pada tahun 1556. Meskipun dibayang-bayangi kemungkinan dihukum mati, ia menerima tantangan debat bersama Cranmer dalam sebuah disputasi terbuka melawan sarjana-sarjana rezim Katolik yang baru saja terbentuk. Disputasi ini tidak kunjung terlaksana karena Cranmer dipenjarakan.[74] Vermigli berhasil mendapatkan izin dari Dewan Penasihat Kerajaan Inggris untuk meninggalkan Inggris. Thomas Cranmer juga menasihatinya untuk berbuat demikian.[3]

Katerina, istri Vermigli, sudah dikenal luas di Oxford, baik sebagai seorang wanita yang saleh maupun karena karya pelayanannya bagi ibu-ibu hamil. Ia juga gemar mengukir wajah manusia pada biji buah prem.[75] Katerina wafat tanpa anak pada bulan Februari, sebelum Vermigli berangkat meninggalkan Inggris. Segera sesudah keberangkatan Vermigli, Kardinal Pole menyuruh orang menggali kubur Katerina dan mebuang jenazahnya ke tempat penimbunan pupuk kandang. Sesudah Ratu Elizabeth I yang beragama Protestan naik takhta pada tahun 1558, jenazah Katerina dimakamkan kembali bersama relikui Santa Fridesvida di Gereja Katedral Jemaat Kristus.[68]

Di Strasbourg dan Zürich (1553–1562)[sunting | sunting sumber]

Vermigli tiba di Strasbourg pada bulan Oktober 1553. Ia kembali mengajar di Perguruan Strasbourg seperti sediakala, kuliahnya dimulai dengan kajian kitab Hakim-Hakim dan kitab Etika Nikomakia karangan Aristoteles.[76] Vermigli kerap mengadakan kegiatan kumpul-kumpul di rumahnya bagi rekan-rekannya sesama orang buangan rezim Mary untuk belajar dan berdoa bersama.[77] Kuliah-kuliahnya mengenai kitab Hakim-Hakim sering kali menyinggung isu-isu politik yang relevan bagi orang-orang buangan, misalnya hak untuk membangkang tiran.[3] Sesudah Vermigli berangkat ke Inggris dan Martinus Bucer wafat pada tahun 1551, golongan Lutheran tampil mengemuka di Strasbourg di bawah pimpinan Johann Marbach. Vermigli sempat diminta menandatangani Pengakuan Iman Augsburg dan Konkordat Wittenberg sebagai syarat pengangkatan kembali menjadi pengajar.[78] Ia bersedia menandatangani Pengakuan Iman Augsburg, tetapi menolak melakukan hal yang sama untuk Konkordat Wittenberg yang berisi penegasan bahwa Kristus hadir secara jasmani di dalam Ekaristi.[3] Meskipun demikian, ia tetap saja diangkat kembali menjadi pengajar, tetapi kontroversi dengan golongan Lutheran seputar Ekaristi maupun doktrin predestinasinya terus berlanjut. Girolamo Zanchi, pengajar lain di Perguruan Strasbourg yang menganut ajaran Protestan saat masih dipimpin Vermigli di Lucca, sepaham dengan Vermigli seputar Ekaristi dan predestinasi. Zanchi dan Vermigli bersahabat karib dan bekerja sama bahu-membahu.[79] Kesenjangan yang kian melebar dengan golongan Lutheran mendorongnya untuk menerima tawaran Heinrich Bullinger pada tahun 1556 untuk mengajar di Perguruan Carolinum di Zürich. John Jewel, salah seorang rekan Vermigli, sesama orang buangan rezim Mary, berangkat bersama-sama dengannya ke Zürich.[79]

Lukisan Vermigli (kiri) bersama Teodorus Bibliander (kanan), rekan sejawatnya sendiri yang sangat menentang doktrin predestinasi gandanya

Di Zürich, Vermigli menggantikan Konradus Pellikan sebagai pengajar bahasa Ibrani. Jabatan ini ia sandang sampai akhir hayatnya.[80] Pada tahun 1559, ia mempersunting istri keduanya, Katerina Merenda asal Brescia, Italia.[81] Vermigli dapat membagi tugas-tugasnya selaku pengajar bahasa Ibrani dengan rekannya sesama pakar bahasa Ibrani, Teodorus Bibliander, sehingga memungkinkannya meluangkan waktu untuk menelaah dan menyiapkan catatan-catatan bahan kuliah yang pernah disampaikannya agar dapat diterbitkan. Ia mulai memberikan kuliah kajian kitab Samuel dan kitab Raja-Raja.[82] Sesudah menetap di Zürich, Vermigli menolak tawaran-tawaran jabatan yang menggiurkan di Jenewa, Heidelberg, dan Inggris.[81]

Pandangan-pandangan Vermigli tentang Ekaristi disambut baik di Zürich, tetapi doktrin predestinasi gandanya menimbulkan kontroversi. Sama seperti Yohanes Kalvin, Vermigli percaya bahwa sampai taraf tertentu Allah menghendaki terlaknatnya orang-orang yang tidak terpilih untuk diselamatkan. Vermigli berusaha menghindari konfrontasi terkait isu ini, tetapi Bibliander mulai menyerangnya secara terbuka pada tahun 1557, konon sampai-sampai menantang Vermigli untuk berduel dengan kapak ganda.[83][i] Bibliander menganut pandangan Erasmus yang mengatakan bahwa Allah hanya mempratakdirkan agar orang-orang yang percaya kepada-Nya akan diselamatkan, bukan mempratakdirkan keselamatan siapa saja.[85] Para teolog Kalvinis ketika itu menganut beragam keyakinan predestinasi, dan pendirian Bullinger sesungguhnya ambigu, tetapi mereka sepakat bahwa Allah sepenuhnya dan tanpa syarat memilih orang yang hendak diselamatkan-Nya. Mereka percaya bahwa keselamatan tidak didasarkan atas sifat apapun yang dimiliki seseorang, termasuk iman mereka.[86] Bullinger dan jemaat Zürich tidak menerima pandangan predestinasi ganda Vermigli, tetapi pandangan Bibliander sendiri dinilai tidak dapat dibenarkan. Ia dipecat pada tahun 1560. Salah satu maksud pemecatannya adalah untuk menjaga kemurnian ajaran yang dianut jemaat-jemaat Kalvinis lainnya di Zürich.[87] Vermigli sekali lagi terlibat dalam kontroversi predestinasi ketika Zanchi, yang bertahan tinggal di Strasbourg ketika Vermigli pindah ke Zürich, didakwa menyebarluaskan ajaran sesat mengenai Ekaristi dan predestinasi oleh Johann Marbach dari kubu Lutheran. Vermigli dipilih untuk menulis keputusan resmi jemaat Zürich atas perkara tersebut dalam selembar surat pernyataan yang ditandatangani Bullinger dan para pemimpin jemaat Zürich lainnya pada bulan Desember 1561. Ketegasannya membenarkan doktrin predestinasi mencerminkan opini segenap jemaat Zürich.[88]

Bersama Teodorus Beza, Vermigli menghadiri kolokium yang diselenggarakan di Poissy pada musim panas 1561. Kolokium ini adalah konferensi yang digelar di Prancis dengan maksud merukunkan kembali umat Katolik dan umat Protestan. Ia berkesempatan bertatap muka dengan Katerina de'Medici, Ibu Suri Kerajaan Prancis, dan berbincang-bincang dengannya dalam bahasa Italia, bahasa negeri asal mereka.[81] Ia turut menyumbangkan pendapatnya dengan berpidato mengenai Ekaristi. Ia menegaskan bahwa kalimat "inilah tubuhku" yang diucapkan Yesus dalam Perjamuan Terakhir lebih bersifat kias ketimbang harfiah.[89] Kesehatan Vermigli sudah tidak lagi prima sejak terjangkit wabah demam pada tahun 1562. Vermigli tutup usia pada tanggal 12 November 1562d di rumahnya di Zürich, disaksikan tabib Konradus Gesner. Jenazahnya dikebumikan di dalam Gereja Katedral Grossmünster. Penggantinya, Yosias Simler, menyampaikan pidato duka yang kemudian hari diterbitkan dan menjadi sumber rujukan penting bagi penulisan buku-buku biografi Vermigli. Perkawinan Vermigli dengan Katerina Merenda dikaruniai dua orang anak yang wafat selagi bayi ketika ia masih hidup. Empat bulan sesudah Vermigli berpulang, Katerina melahirkan seorang anak perempuan yang diberi nama Maria.[90][j]

Karya tulis[sunting | sunting sumber]

Halaman judul Loci Communes terbitan 1576

Sumber ketenaran Vermigli adalah Loci Communes (Titik Tolak Umum), kumpulan diskusi mengenai berbagai topik yang tersebar di dalam sekian banyak ulasan Alkitab yang ia tulis.[91] Loci Communes dikumpulkan pendeta Huguenot, Robert Masson, dan diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1576, empat belas tahun sesudah Vermigli wafat.[92] Loci Communes disusun karena Vermigli agaknya pernah mengungkapkan keinginannya untuk menerbitkan buku semacam itu,[93] dan juga atas desakan Teodorus Beza.[94] Robert Masson menyusun Loci Communes mengikuti kerangka penulisan Institutio Christianae Religionis (Petunjuk Agama Kristen) yang ditulis Yohanes Kalvin.[93] Lima belas edisi Loci Communes yang diterbitkan dari tahun 1576 sampai 1656 telah meluaskan pengaruh Vermigli di kalangan umat Protestan Kalvinis.[95] Anthony Marten menerjemahkan Loci Communes ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1583, yang ia tambahi dengan beberapa petikan dari karya-karya tulis Vermigli.[96]

Semasa hidupnya, Vermigli menerbitkan ulasan-ulasannya atas kitab 1 Korintus (terbit tahun 1551), Roma (terbit tahun 1558), dan Hakim-Hakim (terbit tahun 1561).[97] Ia dikritik rekan-rekan sejawatnya di Strasbourg karena menyimpan bahan-bahan kuliah kajian Alkitabnya selama bertahun-tahun alih-alih mengirimkannya untuk diterbitkan. Dengan menyebut bahan-bahan kuliahnya mengenai kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, dan nabi-nabi kecil sebagai "catatan-catatan yang ringkas dan dibuat secara terburu-buru", Vermigli berdalih sulit meluangkan waktu untuk menyiapkan tulisan-tulisan tersebut bagi keperluan penerbitan. Rekan-rekan sejawatnya menyunting dan menerbitkan beberapa karya tulisnya yang tersisa mengenai Alkitab sesudah ia wafat, yakni doa-doa berasas kitab Mazmur (1564) serta ulasan kitab Raja-Raja (1566), Kejadian (1569), dan Ratapan (1629).[98] Vermigli menganut pendirian humanis yang menitikberatkan pencarian makna asli ayat-ayat Kitab Suci, kebalikan dari pemaknaan kias sesuka hati yang acap kali terkesan mengada-ada terhadap ayat-ayat Kitab Suci di dalam tradisi eksegesis Abad Pertengahan.[99] Adakalanya ia mengadopsi pemaknaan kias untuk menafsirkan ayat-ayat Perjanjian Lama sebagai ayat-ayat yang berkaitan dengan Kristus secara tipologis,[100] tetapi ia tidak memakai metode quadriga ala tafsir Alkitab Abad Pertengahan, di mana tiap-tiap ayat Alkitab mengandung empat tingkatan makna. Taraf penguasaan bahasa Ibrani maupun pengetahuannya akan kesusastraan Yahudi Rabani lebih tinggi daripada kebanyakan rekan sezamannya, termasuk Yohanes Kalvin, Martin Luther, dan Hulderikus Zwingli.[101]

Vermigli menerbitkan catatan mengenai disputasinya dengan para sarjana Katolik Oxford mengenai Ekaristi pada tahun 1549, bersama-sama dengan sebuah makalah yang memuat penjelasan lebih lanjut tentang pendiriannya.[102] Disputasi tersebut lebih banyak berkutat dengan doktrin transubstansiasi yang sangat ditentang Vermigli, tetapi makalahnya mampu mengedepankan teologi Ekaristi Vermigli sendiri.[103] Pandangan Vermigli mengenai Ekaristi, sebagaimana yang ia ungkapkan di dalam catatan disputasi maupun makalahnya, memengaruhi perubahan Buku Doa Umum tahun 1552.[104] Pandangan Vermigli kembali memengaruhi kontroversi Ekaristi di Inggris pada tahun 1559. Sanggahan terhadap Stefanus Gardinerus ia tulis untuk membalas Confutatio Cavillationum tahun 1552 dan 1554 yang ditulis Stephen Gardiner sebagai sanggahan terhadap karya tulis mendiang Thomas Cranmer. Dengan 821 halaman folio, Sanggahan terhadap Stefanus Gardinerus menjadi karya tulis terpanjang mengenai Ekaristi yang diterbitkan pada zaman Reformasi Protestan.[105]

Mulanya Vermigli menghasilkan tulisan polemik Ekaristi untuk menyanggah kubu Katolik, tetapi sejak tahun 1557 ia mulai menceburkan diri ke dalam debat dengan kubu Lutheran. Banyak sarjana Lutheran ketika itu berpandangan bahwa tubuh dan darah Kristus hadir secara jasmani di dalam Ekaristi karena bersifat mahahadir. Yohanes Brenz menerbitkan sebuah karya tulis untuk mempertahankan pandangan semacam ini pada tahun 1561, sehingga rekan-rekan Vermigli mendesaknya untuk menulis sebuah sanggahan.[106] Vermigli akhirnya menulis Dialog tentang Dua Kodrat di dalam Kristus dalam bentuk dialog antara Orotetes (Penentu Batas) selaku pihak yang mempertahankan doktrin Kalvinis bahwa tubuh Kristus secara jasmani berada di surga, dan Pantakus (Di Mana-Mana) selaku corong Lutheran yang banyak kata-katanya merupakan petikan langsung dari karya tulis Brenz.[107] Brenz menerbitkan sanggahannya terhadap Dialog tentang Dua Kodrat di dalam Kristus pada tahun 1562. Vermigli pun menyiapkan sanggahan baliknya, tetapi keburu wafat sebelum merampungkannya.[108]

Teologi[sunting | sunting sumber]

Vermigli lebih merupakan seorang pengajar kajian Kitab Suci ketimbang seorang ahli teologi sistematis, tetapi pengaruhnya yang tak kunjung lekang oleh waktu lebih kerap dihubung-hubungkan dengan doktrin Ekaristinya. Kenyataan ini kiranya dapat dijelaskan oleh kaitan erat yang ia lihat antara eksegesis Kitab Suci dan perenungan teologis.[109] Metode Vermigli dalam mengulas ayat-ayat Alkitab, yang mirip dengan metode Martinus Bucer, mencakup pembahasan topik-topik doktrinal secara panjang lebar dengan berdalilkan ayat-ayat Kitab Suci.[110] Sama seperti tokoh-tokoh Protestan lainnya, ia yakin bahwa hanya Kitab Suci yang memiliki kewenangan tertinggi dalam menetapkan kebenaran.[111] Meskipun demikian, pengetahuannya akan karya-karya tulis para Bapa Gereja jauh lebih mendalam dibanding banyak rekan sezamannya, dan karya-karya tulis tersebut secara tetap ia jadikan rujukan.[112] Ia menghargai para Bapa Gereja karena sudah menemukan kedalaman makna ayat-ayat Kitab Suci yang boleh jadi belum ia temukan,[113] dan karena banyak dari lawan-lawan Katoliknya menjunjung tinggi argumen-argumen yang bersumber dari para Bapa Gereja.[114] Meskipun demikian, ia kerap menggunakan karya-karya tulis para Bapa Gereja untuk menopang tafsir-tafsir hasil pemikirannya sendiri dan tidak peduli jika tafsirnya tidak memiliki preseden di ranah patristika.[115]

Gambar gravir dari tahun 1599, karya Hendrikus Hondius I

Vermigli lebih dikenal karena sanggahan-sanggahannya terhadap doktrin transubstansiasi Katolik dan karena doktrin "kehadiran sakramental" Kalvinis.[116] Ia berpendapat bahwa transubstansiasi, keyakinan bahwa substansi roti dan anggur berubah menjadi tubuh dan darah Kristus, tak berdasarkan pada argumen manapun dari kitab suci. Ia juga berpendapat tentang dasar Kristologi Kalsedonia, bahwa karena Kristus mempertahankan alam ilahinya saat menjadi manusia (alam ilahi ditambahkan ke alam manusia ketimbang alam manusia-Nya menjadi ilahi), substansi roti dan anggur masih sama ketimbang berubah menjadi substansi tubuh dan darah Kristus.[117] Pada akhirnya, ia memakai analogi penyatuan dengan Kristus oleh orang percaya melawan gagasan transubstansiasi. Unsur-unsur Ekaristi tak dibutuhkan untuk bertransformasi menjadi tubuh Kristus.[118] Sebagai ganti substansi elemen yang berubah menjadi daging Kristus, Vermigli memajukan tindakan sakramen sebagai alat agar Kristus ditawarkan pada pengambil bagian.[119] Ia juga tak sepakat dengan keyakinan Anabaptis bahwa Ekaristi hanyalah simbolik atau figuratif, sebuah pandangan yang disebut memorialisme atau tropisme.[120]

Vermigli tak memandang predestinasi sebagai pusat sistem teologinya, namun menjadi diasosiasikan dengannya karena kontroversi yang ia alami.[121] Vermigli mengembangkan doktrinnya secara independen dari Yohanes Kalvin, dan sebelum Kalvin menerbitkannya dalam Institutes of the Christian Religion pada tahun 1559.[122] Vermigli menandang Allah sebagai penguasa atas seluruh peristiwa, dan meyakini bahwa seluruh hal, termasuk kejahatan, dipakai oleh-Nya untuk mewujudkan kehendak-Nya.[123] Meskipun demikian, Vermigli tak menganggap bahwa manusia diperintahkan untuk bertindak baik atau jahat.[124] Vermigli menyatakan bahwa Allah memilih beberapa orang untuk keselamatan atas dasar hanya anugerah atau jasa tanpa pamrih, dengan tak memandang sifat baik atau jahat, sebuah pandangan yang disebut sebagai "pemilihan tak kondisional".[125] Vermigli juga meyakini bahwa Allah menentukan reprobat, orang-orang yang tak dipilih untuk keselamatan. Ia memandangnya masuk dalam kehendak Allah, namun berbeda dalam karakter dari keputusan untuk pemilihan orang yang terpilih untuk keselamatan. Karena semua orang jatuh dalam dosa, kehendak Allah atas reprobasi memperlakukan mereka jatuh dan menghadapi kehancuran.[126] Perumusan reprobasi Vermigli sebagai ketentuan Allah sesambil membedakannya dari pemilihan keselamatan-Nya sangat berbeda dari Kalvin. Kalvin memandang predestinasi untuk keselamatan dan reprobasi sebagai dua sisi dari sebuah dekrit tunggal. Doktrin Vermigli lebih berpengaruh dalam pengakuan-pengakuan iman Gereja Reformasi.[127]

Tulisan-tulisan biblikal Vermigli kemudian ditujukan kepada materi-materi politik.[128] Ia mengikuti pandangan Aristotelian bahwa otoritas politik dilembagakan untuk mempromosikan kebajikan, dan bahwa ini meliputi agama sebagai kebajikan utama.[129] Vermigli membela doktrin Protestan Inggris standar dari Supremasi Kerajaan, bahwa raja, sepanjang mereka mengikuti Allah, memiliki hak untuk memerintah gereja di wilayah mereka, sementara Kristus menjadi satu-satunya kepala gereja universal.[130] Ia menolak gagasan bahwa Sri Paus atau otoritas gerejawi lainnya dapat memegang otoritas atas seorang penguasa sipil seperti raja, sebuah masalah penting pada masa itu yang menimbulkan konflik antara Paus Klemens VII dan Henry VIII pada permulaan Reformasi Inggris.[131] Meskipun Vermigli menempatkan magistrat sipil dengan pemberlakuan tugas-tugas keagamaan, ia mengikuti pernyataan Agustinus dalam Kota Allah antara lingkup spiritual (dalam kata-kata Vermigli "pergerakan bagian dalam pada pikiran") dan "disiplin luar" masyarakat. Otoritas magistrat sipil hanyalah materi eksternal ketimbang pencurahan relijius spiritual dan bagian dalam.[132] Pembenaran teologi Vermigli untuk Supremasi Kerajaan dipakai oleh para pencetus Elizabethan Settlement tahun 1559, penempatan ibadah Protestan berdasarkan pada Buku Doa Umum sebagai agama negara.[133]

Warisan sejarah[sunting | sunting sumber]

Kepemimpinan Vermigli di Lucca menjadikannya kota yang paling dianggap Protestan di Italia. Inkuisisi membuat beberapa umat Protestan kabur, menciptakan populasi pengungsi Protestan signifikan di Jenewa. Beberapa pemimpin penting dalam Reformasi juga menjalin hubungan dengan karya Vermigli di Lucca, termasuk Girolamo Zanchi dan Bernardino Ochino.[134]

Para cendekiawan makin mengakui pengaruh figur-figur selain Yohanes Kalvin dan Huldrych Zwingli pada formasi awal tradisi Reformasi. Richard Muller, seorang kepala otoritas pengembangan dari gerakan tersebut, berpendapat bahwa Vermigli, Wolfgang Musculus, dan Heinrich Bullinger berpengaruh jika tak melebihi pengaruh Kalvin pada pengembangan teologi Reformasi pada abad keenam belas.[135] Vermigli adalah figur transisional antara periode Reformasi dan periode yang dikenal sebagai ortodoksi Reformasi. Pada periode ortodoks Reformasi, teologi mula-mula fiartikulasikan oleh figur-fugyr Reformasi secara terkodifikasi dan tersistematis. Para teolog makin memakai metode teologi skolastik dan tradisi Aristotelianisme.[136] Vermigli adalah teolog skolastik Reformasi pertama, dan memengaruhi para skolastik pada masa berikutnya scholastics Theodore Beza dan Girolamo Zanchi.[137]

Vermigli memiliki pengaruh menonjol pada Reformasi Inggris melalui hubungannya dengan Thomas Cranmer. Sebelum kontak dengan Vermigli, Cranmer memegang pandangan Ekaristi Lutheran. Vermigli tampaknya membujuk Cranmer untuk mengadopsi pandangan Gereja Reformasi, yang mengubah tatanan Reformasi Inggris sejak Cranmer utamanya bertanggung jawab atas revisi Buku Doa Umum dan menulis Empat Puluh Dua Pasal.[138] Vermigli memiliki peran langsung dalam modifikasi Buku Doa Umum pada tahun 1552.[139] Ia juga diyakini berkontribusi pada, jika tak menuliskan, artikel tentang predestinasi yang ditemukan dalam Empat Puluh Dua Pasal Agama pada tahun 1553.[140] Di Oxford dan Cambridge pada zaman Elizabethan, teologi Vermigli lebih berpengaruh ketimbang Kalvin.[141] Teologi politiknya membentuk penetapan agama Elizabethan dan otoritasnya secara konstan merasuk dalam kontroversi-kontroversi pada periode ini.[141]

Berbagai tulisan Vermigli dicetak sekitar 110 kali antara 1550 dan 1650.[142] Loci Communes dari tahun 1562 menjadi buku pelajaran standar dalam pendidikan teologi Reformasi.[143] Ia dikenal secara khusus di kalangan pembaca teologi Inggris pada abad ketujuh belas. John Milton mungkin mengkonsultasikan komentarnya tentang Kitab Kejadian saat menulis Paradise Lost.[144] Edisi Inggris dari Loci Communes dibawa ke Koloni Teluk Massachusetts di mana karya tersebut menjadi buku pelajaran penting di Harvard College.[95] Karya-karya Vermigli banyak ditemukan di perpustakaan Harvard Divinity School dari abad ketujuh belas ketimbang Kalvin. Karya-karya Vermigli sangat dihargai oleh para teologi Puritan New England seperti John Cotton dan Cotton Mather.[144]

Keterangan dan rujukan[sunting | sunting sumber]

Keterangan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Penisbahan lukisan ini kepada Hans Asper sempat diragukan kebenarannya oleh Roy Strong, tetapi dunia kesarjanaan yang lebih mutakhir justru memastikan kebenarannya.[1] Syair Latin yang tertulis di bagian atas lukisan mungkin digubah oleh Rudolph Gualther. Arti syair tersebut adalah sebagai berikut:[2]

    Dari Firenze ia kembara, umpama perantau dan peziarah,
    Agar kekallah kiranya dia menjadi ahli alam suarga.
    Sebeginilah rupa wajahnya, sastra tersurat mengungkap benaknya,
    Namun wibawa dan sifat warak tak terwantahkan seni rupa.

  2. ^ Dalam bahasa Italia namanya adalah Pietro Martire Vermigli. Nama lahirnya adalah Piero Mariano Vermigli, tetapi memakai nama Petrus Martir (Pietro Martire) saat menjadi anggota Kongregasi Religius Kanunik Reguler Lateran.[3] Dalam kesusastraan terdahulu, ia lazim disebut dengan nama Petrus Martir, tetapi sarjana-sarjana modern biasa memakai nama Vermigli.[4]
  3. ^ Sekolah tersebut dijalankan oleh Marcello Virgilio Adriano [it].[3]
  4. ^ Biara-biara tersebut adalah biara keabasan San Giuliano [it] dan biara Sant'Ansano (menyatu dengan bangunan gereja Sant'Ansano [it]).[19] Biara San Guiliano mungkin sekali terbengkalai sebelum Vermigli menjadi abas.[20]
  5. ^ Rumah-rumah religius tersebut adalah San Matteo dan La Stella.[19]
  6. ^ Ia menjadi prior menggantikan Tommaso da Piacenza.[34]
  7. ^ Ketiga padri tersebut adalah Paolo Lacizi, Teodosio Trebelli, dan Giulio Santerenziano.[3] Padri yang menggantikan Vermigli selaku Prior adalah Francesco da Pavia.[42]
  8. ^ Bahan-bahan kuliah mengenai kitab Ratapan[52] dan kitab Kejadian diterbitkan menjadi buku ulasan Alkitab, tetapi bahan-bahan kuliah mengenai kitab-kitab para nabi kecil[52] dan kitab Keluaran sudah hilang atau musnah.[53]
  9. ^ Dalam tulisannya, Frank A. James, III, mengutip pernyataan Joachim Staedke bahwasanya cerita duel dengan kapak ini "tampaknya tidak memiliki dasar sejarah yang kuat".[84]
  10. ^ Maria mula-mula menjadi istri Paolo Zanin, dan kemudian hari menjadi istri Gorg Ulrich, seorang pendeta di Thalwil.[90]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kirby 2007, hlm. 235.
  2. ^ Kirby 2007, hlm. 240.
  3. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w Taplin 2004.
  4. ^ Zuidema 2008, hlm. 14.
  5. ^ McNair 1967, hlm. 53.
  6. ^ McNair 1967, hlm. 60.
  7. ^ McNair 1967, hlm. 62.
  8. ^ Steinmetz 2001, hlm. 106.
  9. ^ Zuidema 2011, hlm. 376.
  10. ^ McNair 1967, hlm. 63.
  11. ^ McNair 1967, hlm. 84–85.
  12. ^ James 1998, hlm. 106.
  13. ^ James 1998, hlm. 108.
  14. ^ McLelland 1957, hlm. 3.
  15. ^ McNair 1967, hlm. 118.
  16. ^ McLelland 2009a, hlm. 28.
  17. ^ McLelland 2009a, hlm. 28; James 1998, hlm. 195.
  18. ^ McNair 1967, hlm. 125.
  19. ^ a b McNair 1967, hlm. 127.
  20. ^ McNair 1967, hlm. 128.
  21. ^ McNair 1967, hlm. 128–129.
  22. ^ McNair 1967, hlm. 130–131.
  23. ^ a b McLelland 2009a, hlm. 30.
  24. ^ a b Kirby 2009, hlm. 136.
  25. ^ Steinmetz 2001, hlm. 107; James 1998, hlm. 194–195, 197, 200.
  26. ^ James 1998, hlm. 195, 197, 199.
  27. ^ James 1998, hlm. 40.
  28. ^ James 1998, hlm. 163; Sytsma 2018, hlm. 155–156.
  29. ^ McNair 1967, hlm. 161.
  30. ^ McLelland 2009a, hlm. 32.
  31. ^ McNair 1967, hlm. 165.
  32. ^ a b Steinmetz 2001, hlm. 107.
  33. ^ McNair 1967, hlm. 193.
  34. ^ a b McNair 1967, hlm. 206.
  35. ^ McNair 1967, hlm. 213.
  36. ^ McNair 1967, hlm. 221.
  37. ^ McNair 1994, hlm. 7.
  38. ^ McNair 1967, hlm. 239.
  39. ^ McNair 1967, hlm. 249.
  40. ^ McNair 1967, hlm. 254–255.
  41. ^ McNair 1967, hlm. 265–268.
  42. ^ McNair 1967, hlm. 271.
  43. ^ James 1998, hlm. 39.
  44. ^ McNair 1967, hlm. 276–277.
  45. ^ McNair 1967, hlm. 282.
  46. ^ Taplin 2004; McNair 1967, hlm. 290.
  47. ^ James 1998, hlm. 3.
  48. ^ McLelland 1957, hlm. 10; Hobbs 2009, hlm. 38.
  49. ^ Hobbs 2009, hlm. 38.
  50. ^ James 1998, hlm. 4.
  51. ^ Campi 2009, hlm. 97.
  52. ^ a b c Hobbs 2009, hlm. 50.
  53. ^ Hobbs 2009, hlm. 60.
  54. ^ Hobbs 2009, hlm. 49.
  55. ^ Hobbs 2009, hlm. 53.
  56. ^ Anderson 1975, hlm. 80; Hobbs 2009, hlm. 53.
  57. ^ Hobbs 2009, hlm. 54.
  58. ^ McNair 1994, hlm. 8.
  59. ^ Kirby 2009, hlm. 137.
  60. ^ a b McLelland 1957, hlm. 16.
  61. ^ a b Methuen 2009, hlm. 71; Taplin 2004.
  62. ^ a b Methuen 2009, hlm. 71.
  63. ^ Overell 1984, hlm. 89.
  64. ^ a b Steinmetz 2001, hlm. 108; James 1998, hlm. 4, 8.
  65. ^ Overell 1984, hlm. 90.
  66. ^ a b McLelland 2000, hlm. xxx.
  67. ^ Kirby 2009, hlm. 139; Taplin 2004.
  68. ^ a b McNair 1994, hlm. 10.
  69. ^ Overell 1984, hlm. 92.
  70. ^ Overell 1984, hlm. 93.
  71. ^ McNair 1994, hlm. 10; Anderson 1996.
  72. ^ Overell 1984, hlm. 93; Taplin 2004.
  73. ^ McLelland 1957, hlm. 26–27.
  74. ^ Kirby 2009, hlm. 140.
  75. ^ McNair 1994, hlm. 9.
  76. ^ McLelland 1957, hlm. 44–46.
  77. ^ Anderson 1996.
  78. ^ James 1998, hlm. 4, 31; Steinmetz 2001, hlm. 112–113.
  79. ^ a b James 1998, hlm. 4, 32; Steinmetz 2001, hlm. 112–113.
  80. ^ McNair 1994, hlm. 11–12.
  81. ^ a b c McNair 1994, hlm. 12.
  82. ^ Campi 2009, hlm. 99–100.
  83. ^ James 1998, hlm. 4, 33–34; Steinmetz 2001, hlm. 112–113.
  84. ^ James 2007, hlm. 170.
  85. ^ Venema 2002, hlm. 76–77.
  86. ^ Venema 2002, hlm. 87.
  87. ^ Venema 2002, hlm. 78–79.
  88. ^ James 1998, hlm. 4, 35; Steinmetz 2001, hlm. 112–113.
  89. ^ McLelland 1957, hlm. 63.
  90. ^ a b McNair 1994, hlm. 12–13.
  91. ^ McLelland 2009b, hlm. 480.
  92. ^ Donnelly & Kingdon 1990, hlm. 98.
  93. ^ a b McLelland 2009b, hlm. 487.
  94. ^ Donnelly 1976, hlm. 172.
  95. ^ a b McLelland 2009b, hlm. 488.
  96. ^ McLelland 2009b, hlm. 493–494.
  97. ^ Balserak 2009, hlm. 284.
  98. ^ Hobbs 2009, hlm. 52.
  99. ^ Kirby, Campi & James 2009, hlm. 2–3.
  100. ^ Campi 2009, hlm. 102–103.
  101. ^ Campi 2014, hlm. 134–135.
  102. ^ McLelland 2009a, hlm. xv.
  103. ^ McLelland 2009a, hlm. xxiii–xxiv.
  104. ^ McLelland 2009a, hlm. xlii.
  105. ^ McLelland 2009a, hlm. xxxv–xxxvi.
  106. ^ Donnelly 1995, hlm. xvi.
  107. ^ Donnelly 1995, hlm. xvii.
  108. ^ Donnelly 1995, hlm. xix.
  109. ^ McLelland 2009c, hlm. 496.
  110. ^ Amos 2009, hlm. 189.
  111. ^ Rester 2013, hlm. 11–12.
  112. ^ Wright 2009, hlm. 129.
  113. ^ Wright 2009, hlm. 123.
  114. ^ McLelland 1957, hlm. 267.
  115. ^ Schantz 2004, hlm. 131.
  116. ^ Donnelly, James & McLelland 1999, hlm. 151.
  117. ^ Boutin 2009, hlm. 199.
  118. ^ Boutin 2009, hlm. 202–203.
  119. ^ McLelland 1957, hlm. 185.
  120. ^ McLelland 1957, hlm. 221.
  121. ^ James 1998, hlm. 33.
  122. ^ Muller 2008, hlm. 62.
  123. ^ Muller 2008, hlm. 64.
  124. ^ Neelands 2009, hlm. 360.
  125. ^ Neelands 2009, hlm. 358.
  126. ^ Muller 2008, hlm. 65.
  127. ^ Muller 2008, hlm. 70.
  128. ^ Kirby 2009, hlm. 401.
  129. ^ Kirby 2004, hlm. 291.
  130. ^ Kirby 2010, hlm. 96.
  131. ^ Kirby 2004, hlm. 295.
  132. ^ Kirby 2004, hlm. 294.
  133. ^ Kirby 2010, hlm. 105.
  134. ^ Donnelly 1976, hlm. 173.
  135. ^ Benedict 2002, hlm. 50.
  136. ^ Baschera 2007, hlm. 325–326.
  137. ^ Donnelly 1976, hlm. 207.
  138. ^ Donnelly 1976, hlm. 174–175.
  139. ^ Steinmetz 2001, hlm. 112; James 1998, hlm. 4.
  140. ^ Neelands 2009, hlm. 374.
  141. ^ a b Kirby 2009, hlm. 143–144.
  142. ^ Donnelly 1976, hlm. 3.
  143. ^ Benedict 2002, hlm. 62.
  144. ^ a b Donnelly 1976, hlm. 180.

Sumber rujukan[sunting | sunting sumber]

Amos, N. Scott (2009). "Exegesis and Theological Method". Dalam Kirby, W. J. Torrance; Campi, Emidio; James, Frank A. A Companion to Peter Martyr Vermigli. Brill's Companions to the Christian Tradition. 16. Leiden, The Netherlands: Brill. hlm. 175–194. doi:10.1163/ej.9789004175549.i-542.45. ISBN 978-90-474-2898-5. 
Anderson, Marvin W. (1996). "Peter Martyr Vermigli". Dalam Hillebrand, Hans J. Oxford Encyclopedia of the Reformation. Oxford: Oxford University Press. doi:10.1093/acref/9780195064933.001.0001. ISBN 978-0-19-518757-1 – via Oxford Reference. ((Perlu berlangganan (help)). 
——— (1975). Peter Martyr: A Reformer in Exile (1542–1562). Bibliotheca Humanistica & Reformatorica. X. Nieuwkoop, The Netherlands: B. De Graaf. ISBN 978-90-6004-343-1. 
Balserak, Jon (2009). "I Corinthians Commentary: Exegetical Tradition". Dalam Kirby, W. J. Torrance; Campi, Emidio; James, Frank A. A Companion to Peter Martyr Vermigli. Brill's Companions to the Christian Tradition. 16. Leiden, The Netherlands: Brill. hlm. 283–304. doi:10.1163/ej.9789004175549.i-542.69. ISBN 978-90-474-2898-5. 
Baschera, Luca (2007). "Peter Martyr Vermigli on Free Will: the Aristotelian Heritage of Reformed Theology". Calvin Theological Journal. 42 (2): 325–340. 
Benedict, Philip (2002). Christ's Churches Purely Reformed. New Haven: Yale University Press. ISBN 978-0-300-10507-0. 
Boutin, Maurice (2009). "Ex Parte Videntium: Hermeneutics Of The Eucharist". Dalam Kirby, W. J. Torrance; Campi, Emidio; James, Frank A. A Companion to Peter Martyr Vermigli. Brill's Companions to the Christian Tradition. 16. Leiden, The Netherlands: Brill. hlm. 195–206. doi:10.1163/ej.9789004175549.i-542.50. ISBN 978-90-474-2898-5. 
Campi, Emidio (2014). Shifting Patterns of Reformed Tradition. Göttingen, Germany: Vandenhoeck & Ruprecht. ISBN 978-3-525-55065-6. 
——— (2009). "Zurich: Professor In The Schola Tigurina". Dalam Kirby, W. J. Torrance; Campi, Emidio; James, Frank A. A Companion to Peter Martyr Vermigli. Brill's Companions to the Christian Tradition. 16. Leiden, The Netherlands: Brill. hlm. 95–114. doi:10.1163/ej.9789004175549.i-542.28. ISBN 978-90-474-2898-5. 
Donnelly, John Patrick (1995). Dialogue on the Two Natures in Christ. Sixteenth Century Essays & Studies. XXXI. Kirksville, MO: Truman State University Press. ISBN 978-0-940474-33-8. 
——— (1976). Calvinism and Scholasticism in Vermigli's Doctrine of Man and Grace. Studies in Medieval and Reformation Thought. XVIII. Leiden, The Netherlands: Brill. ISBN 978-90-04-04482-1. 
Donnelly, John Patrick; James, Frank A.; McLelland, Joseph C., ed. (1999). The Peter Martyr Reader. Kirksville, MO: Truman State University Press. ISBN 978-0-943549-75-0. 
Donnelly, John Patrick, S. J.; Kingdon, Robert M. (1990). A Bibliography of the Works of Peter Martyr Vermigli. Sixteenth Century Essays & Studies. XIII. Kirksville, MO: Sixteenth Century Journal Publishers. ISBN 978-0-940474-14-7. 
Hobbs, R. Gerald (2009). "Strasbourg: Vermigli and the Senior School". Dalam Kirby, W. J. Torrance; Campi, Emidio; James, Frank A. A Companion to Peter Martyr Vermigli. Brill's Companions to the Christian Tradition. 16. Leiden, The Netherlands: Brill. hlm. 35–70. doi:10.1163/ej.9789004175549.i-542.11. ISBN 978-90-474-2898-5. 
James, Frank A., III (2007). "The Bullinger/Vermigli Axis: Collaborators in Toleration and Reformation". Dalam Campi, Emidio; Opitz, Peter. Heinrich Bullinger, Life — Thought — Influence. 1. Zurich: Theological Verlag. hlm. 165–176. ISBN 978-3-290-17387-6. 
——— (1998). Peter Martyr Vermigli and Predestination: The Augustinian Inheritance of an Italian Reformer. Oxford: Clarendon Press. ISBN 978-0-19-826969-4. Diakses tanggal 23 April 2016 – via Questia. ((Perlu berlangganan (help)). 
Kirby, W. J. Torrance; Campi, Emidio; James, Frank A. (2009). "Introduction". Dalam Kirby, W. J. Torrance; Campi, Emidio; James, Frank A. A Companion to Peter Martyr Vermigli. Brill's Companions to the Christian Tradition. 16. Leiden, The Netherlands: Brill. hlm. 1–18. doi:10.1163/ej.9789004175549.i-542.8. ISBN 978-90-474-2898-5. 
Kirby, Torrance (2010). "Peter Martyr Vermigli's Political Theology and the Elizabethan Church". Dalam Ha, Polly; Collinson, Patrick. The Reception of Continental Reformation in Britain (PDF). Oxford: British Academy. ISBN 978-0-19-726468-3. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2 June 2016. 
——— (2009). "From Florence to Zürich via Strasbourg and Oxford: The International Career of Peter Martyr Vermigli". Dalam Opitz, Peter; Moser, Christian. Bewegung und Beharrung: Aspekte des reformierten Protestantismus 1520–1650. Studies in the History of Christian Traditions. 144. Leiden, The Netherlands: Brill. hlm. 135–146. doi:10.1163/ej.9789004178069.i-470.36. ISBN 978-90-474-4042-0 – via Brill Online. ((Perlu berlangganan (help)). 
——— (2007). "'Vermilius Absconditus': the Zurich portrait". The Zurich Connection and Tudor Political Theology. Studies in the History of Christian Traditions. 131. Leiden, The Netherlands: Brill. hlm. 235–258. doi:10.1163/ej.9789004156180.i-288.18. ISBN 978-90-474-2038-5 – via Brill Online. ((Perlu berlangganan (help)). 
——— (2004). "Peter Martyr Vermigli and Pope Boniface VIII — The Difference between Civil and Ecclesiastical Power". Dalam James, Frank A. Peter Martyr Vermigli and the European Reformations: Semper Reformanda. Boston: Brill. hlm. 291–304. ISBN 978-90-04-13914-5 – via Questia. ((Perlu berlangganan (help)). 
McLelland, Joseph C. (2009a). "Italy: Religious and Intellectual Ferment". Dalam Kirby, W. J. Torrance; Campi, Emidio; James, Frank A. A Companion to Peter Martyr Vermigli. Brill's Companions to the Christian Tradition. 16. Leiden, The Netherlands: Brill. hlm. 23–34. doi:10.1163/ej.9789004175549.i-542.10. ISBN 978-90-474-2898-5. 
——— (2009b). "A Literary History of the Loci Communes". Dalam Kirby, W. J. Torrance; Campi, Emidio; James, Frank A. A Companion to Peter Martyr Vermigli. Brill's Companions to the Christian Tradition. 16. Leiden, The Netherlands: Brill. hlm. 479–494. doi:10.1163/ej.9789004175549.i-542.129. ISBN 978-90-474-2898-5. 
——— (2009c). "Conclusion: Vermigli's 'Stromatic' Theology". Dalam Kirby, W. J. Torrance; Campi, Emidio; James, Frank A. A Companion to Peter Martyr Vermigli. Brill's Companions to the Christian Tradition. 16. Leiden, The Netherlands: Brill. hlm. 495–498. doi:10.1163/ej.9789004175549.i-542.134. ISBN 978-90-474-2898-5. 
———, ed. (2000). The Oxford Treatise and Disputation on the Eucharist, 1549. Sixteenth Century Essays & Studies. LVI. Kirksville, MO: Sixteenth Century Journal Publishers. ISBN 978-0-943549-89-7. 
——— (1957). The Visible Words of God: An Exposition of the Sacramental Theology of Peter Martyr Vermigli, A.D. 1500–1562. Grand Rapids, MI: Eerdmans. OCLC 4337417. 
McNair, Philip M. J. (1994). "Biographical Introduction". Dalam McClelland, Joseph C. Early Writings: Creed, Scripture, Church. Sixteenth Century Essays & Studies. 30. Kirksville, MO: Sixteenth Century Journal Publishers. ISBN 978-0-940474-32-1. 
——— (1967). Peter Martyr in Italy: An Anatomy of Apostasy. Oxford: Clarendon. OCLC 849189667. 
Methuen, Charlotte (2009). "Oxford: Reading Scripture in the University". Dalam Kirby, W. J. Torrance; Campi, Emidio; James, Frank A. A Companion to Peter Martyr Vermigli. Brill's Companions to the Christian Tradition. 16. Leiden, The Netherlands: Brill. hlm. 71–94. doi:10.1163/ej.9789004175549.i-542.20. ISBN 978-90-474-2898-5. 
Muller, Richard A. (2008) [1986]. Christ and the Decree: Christology and Predestination in Reformed Theology from Calvin to Perkins. Grand Rapids, MI: Baker Academic. ISBN 978-0-8010-3610-1. 
Neelands, David (2009). "Predestination and the Thirty-Nine Articles". Dalam Kirby, W. J. Torrance; Campi, Emidio; James, Frank A. A Companion to Peter Martyr Vermigli. Brill's Companions to the Christian Tradition. 16. Leiden, The Netherlands: Brill. hlm. 335–374. doi:10.1163/ej.9789004175549.i-542.99. ISBN 978-90-474-2898-5. 
Overell, M. A. (1984). "Peter Martyr in England 1547–1553: An Alternative View". The Sixteenth Century Journal. 15 (1): 87–104. doi:10.2307/2540841. JSTOR 2540841 – via JSTOR. ((Perlu berlangganan (help)). 
Rester, Todd M. (2013). "'Dominus dixit': principles of exegetical theology applied in two loci of Peter Martyr Vermigli's I Corinthians commentary". Reformation and Renaissance Review. 15 (1): 9–19. 
Schantz, Douglas H. (2004). "Vermigli on Tradition and the Fathers: Patristic Perspectives from His Commentary on I Corinthians". Dalam James, Frank A. Peter Martyr Vermigli and the European Reformations: Semper Reformanda. Boston: Brill. hlm. 115–138. ISBN 978-90-04-13914-5 – via Questia. ((Perlu berlangganan (help)). 
Steinmetz, David C. (2001). Reformers in the Wings: From Geiler Von Kaysersberg to Theodore Beza (edisi ke-2nd). New York: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-513047-8. Diakses tanggal 8 April 2013 – via Questia. ((Perlu berlangganan (help)). 
Taplin, Mark (2004). "Vermigli, Pietro Martire [Peter Martyr] (1499–1562)". Oxford Dictionary of National Biography (edisi ke-online). Oxford University Press. doi:10.1093/ref:odnb/28225. Diakses tanggal 22 December 2015.  berlangganan atau keanggotan Perpustakaan Umum Britania Raya diperlukan
Venema, Cornelius P. (2002). Heinrich Bullinger and the Doctrine of Predestination: Author of "the Other Reformed Tradition"?. Texts and Studies in Post-Reformation Thought. Grand Rapids, MI: Baker Academic. ISBN 978-0-8010-2605-8. 
Wright, David (2009). "Exegesis and Patristic Authority". Dalam Kirby, W. J. Torrance; Campi, Emidio; James, Frank A. A Companion to Peter Martyr Vermigli. Brill's Companions to the Christian Tradition. 16. Leiden, The Netherlands: Brill. hlm. 115–132. doi:10.1163/ej.9789004175549.i-542.33. ISBN 978-90-474-2898-5. 
Zuidema, Jason (2011). "Peter Martyr: Protestant Monk?". Reformation and Renaissance Review. 13 (3): 373–386. 
——— (2008). Peter Martyr Vermigli (1499–1562) and the Outward Instruments of Divine Grace. Göttingen, Germany: Vandenhoeck & Ruprecht. ISBN 978-3-525-56916-0. 

Bahan bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Baumann, Michael (2016). Petrus Martyr Vermigli in Zürich (1556–1562) (dalam bahasa Jerman). Göttingen, Germany: Vandenhoeck & Ruprecht. 
  • Campi, Emidio, ed. (2002) Peter Martyr Vermigli: humanism, republicanism, reformation = Petrus Martyr Vermigli: Humanismus, Republikanismus, Reformation. Genève: Droz.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]