PS TIRA

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari PS TNI)
Jump to navigation Jump to search
PS TIRA
PS TIRA logo.png
Nama lengkap Persatuan Sepak Bola Tentara Indonesia dan Rakyat
Julukan The Young Warriors
The Army[1]
Didirikan 2015
2016; 23 bulan lalu (2016) sebagai PS TNI
(merger dengan Persiram)
2018; 0 hari lalu (2018) sebagai PS TIRA[2]
Stadion Stadion Sultan Agung, Bantul[2]
(Kapasitas: 35.000)
Pelatih Nil Maizar
Liga Liga 1[3]
2018 Liga 1, peringkat 15
Kostum kandang
Kostum tandang

PS TIRA (singkatan dari Persatuan Sepak Bola Tentara Indonesia dan Rakyat; sebelumnya bernama PS TNI) adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Bantul, Yogyakarta, Indonesia yang berkompetisi di Liga 1. Didirikan pada tahun 2015 selama Piala Jenderal Sudirman 2015. Klub ini didirikan sebagai penggabungan antara PSMS Medan dan Tentara Nasional Indonesia (sering disingkat sebagai TNI) untuk berkompetisi di Piala Jenderal Sudirman,[4] tetapi sekarang PS TIRA dan PSMS Medan telah berpisah pada 13 Maret 2016. Setelah itu, pada 30 Maret 2016, klub ini secara resmi mengakuisisi Persiram Raja Ampat. Proses akuisisi dilakukan melalui PT. Arka Gega Magna dan total biaya yang dikeluarkan untuk mengambil alih sekitar 17 miliar rupiah.[5]

Pada 19 Januari 2018, diumumkan bahwa PS TNI mengubah nama menjadi PS TIRA setelah memindahkan basis mereka ke Bantul.[2]

Pembentukan dan formasi Jenderal Sudirman Cup[sunting | sunting sumber]

Sebagai hasil dari konflik antara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia dan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, FIFA kemudian membekukan keanggotaan PSSI. Beberapa turnamen dibuat untuk menggantikan Liga Super Indonesia. Piala Jenderal Sudirman 2015 (juga dikenal sebagai Jenderal Sudirman Cup Indonesia Championship Torabika 2015 untuk alasan sponsor) dibuat untuk memperingati ulang tahun ke-seratus dari Panglima Besar Jenderal Sudirman, dan akan diadakan pada bulan November 2015 hingga Januari 2016 dengan lima belas klub yang berpartisipasi. PSMS Medan sepakat untuk mewakili nama PS TNI untuk turnamen ini, serta merekrut pemain yang juga di tentara seperti Manahati Lestusen dan Abduh Lestaluhu. PS TNI adalah satu-satunya klub non-ISL untuk berpartisipasi dalam Piala Jenderal Sudirman.

PS TNI diunggulkan di Grup C yang dipertandingkan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Bersama dengan empat klub lainnya adalah Surabaya United, Pusamania Borneo F.C., Persib Bandung, dan Persela Lamongan. PS TNI keluar sebagai underdog di babak penyisihan grup, memenangi seluruh empat pertandingan dan meraih 11 poin. Mereka mengalahkan Surabaya United 2-1, menang 6-5 adu penalti melawan Pusamania Borneo setelah bermain imbang 2-2, menang 4-2 melawan Persela Lamongan termasuk hat-trick dari Dimas Drajad, dan menang 2-0 melawan Persib Bandung. PS TNI kemudian lolos ke Perempat Final, di mana mereka bergabung dengan Semen Padang FC, Mitra Kukar FC, dan Persija Jakarta. Di babak perempat final, mereka mengalami hat-trick kekalahan dari tiga pertandingan dan tersingkir dari turnamen itu.

Piala Bhayangkara[sunting | sunting sumber]

Setelah Piala Jenderal Sudirman, PS TNI dan PSMS Medan telah mengumumkan perpisahan mereka, dengan beberapa pemain PSMS Medan ini bergabung dengan klub Angkatan Bersenjata sebagai gantinya. Mereka kemudian lolos ke turnamen lain, Piala Bhayangkara 2016 (dikenal juga sebagai Torabika Bhayangkara Cup 2016 karena alasan sponsor) dengan sembilan tim lain untuk memperingati "Hari Bhayangkara". Turnamen ini diselenggarakan dari tanggal 17 Maret hingga 3 April 2016. Terbagi menjadi dua grup (1 grup 5 tim), PS TNI ditempatkan di Grup A dengan Sriwijaya FC, Mitra Kukar FC, Pusamania Borneo FC, dan Persib Bandung. Mereka kalah dalam pertandingan pertama mereka, kalah 1-2 melawan Sriwijaya FC, tetapi kemudian diikuti dengan kemenangan 3-1 melawan Pusamania Borneo. PS TNI juga kalah dari Persib Bandung 2-0 dan imbang lawan Mitra Kukar 1-1. Hasil itu membuat PS TNI menempati urutan ketiga di Grup A dengan lima poin, tetapi tidak memenuhi syarat untuk Semifinal.

Indonesia Soccer Championship A[sunting | sunting sumber]

Pada bulan April 2016, Indonesia Soccer Championship resmi diluncurkan. Kompetisi ini diselenggarakan untuk menggantikan Liga Super Indonesia dan Divisi Utama Liga Indonesia. PS TNI dan 17 klub lainnya dari ISL akan bergabung dengan divisi teratas, yakni Indonesia Soccer Championship A, 59 tim yang lain termasuk mantan merger PS TNI, PSMS Medan akan berpartisipasi dalam Indonesia Soccer Championship B. Stadion Siliwangi, Bandung menjadi kandang bagi mereka[6]. Walaupun di pertengahan Mei, manajemen memutuskan untuk pindah Kandang ke Stadion Pakansari[7]. Pertandingan perdana di Indonesia Soccer Championship A 2016 kalah 2-1 di kandang Madura United FC.

Rekor musim ke musim[sunting | sunting sumber]

Musim Liga Piala Indonesia Kompetisi Kontinental Topskor tim
Komp. Main M S K GM GK Poin Pos Nama Gol
2016 ISC A 34 7 5 22 37 75 26 18 Tidak Diadakan Tidak ikut
2017 Liga 1 34 12 6 16 46 58 42 12 Tidak Diadakan Tidak ikut
2018 Liga 1
Juara Peringkat kedua Promosi Degradasi

Skuat[sunting | sunting sumber]

Daftar Pemain[sunting | sunting sumber]

Per 5 April 2018.[8]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Pemain
3 Bendera Indonesia DF Abduh Lestaluhu (Wakil kapten)
4 Bendera Indonesia DF Mahdi Albaar
5 Bendera Indonesia DF Andy Setyo
7 Bendera Indonesia MF Ahmad Nufiandani
8 Bendera Argentina MF Gustavo López
9 Bendera Serbia FW Aleksandar Rakić
10 Bendera Indonesia MF Wawan Febrianto
11 Bendera Indonesia MF Pandi Lestaluhu
12 Bendera Indonesia MF Irfandy Zein
13 Bendera Indonesia MF Manahati Lestusen (Kapten)
14 Bendera Indonesia DF Izmy Hatuwe
15 Bendera Indonesia GK Teguh Amiruddin
16 Bendera Indonesia DF Derry Herlangga
20 Bendera Indonesia DF Herwin Tri Saputra
21 Bendera Indonesia MF Firmansyah
No. Pos. Pemain
22 Bendera Indonesia DF Ganjar Mukti
23 Bendera Indonesia FW Willyando
24 Bendera Indonesia MF Ryan Wiradinata
27 Bendera Argentina MF Mariano Berriex
29 Bendera Korea Selatan DF Kim Sang-min
32 Bendera Indonesia GK Ramadhan
39 Bendera Indonesia GK Syahrul Fadil
68 Bendera Indonesia DF Roni Sugeng
72 Bendera Indonesia DF Didik Wahyu
88 Bendera Indonesia DF Safrial Irfandi
89 Bendera Indonesia FW Sansan Husaeni
94 Bendera Indonesia MF Iman Fathurohman
97 Bendera Indonesia FW Dimas Drajad
99 Bendera Indonesia FW Angga Febryanto

Dipinjamkan[sunting | sunting sumber]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Pemain
95 Bendera Indonesia GK Ravi Murdianto (at Mitra Kukar hingga 31 Desember 2018)

Daftar pelatih[sunting | sunting sumber]

Nama Negara Tahun
Suharto AD Bendera Indonesia 2015
Judan Ali[9] Bendera Inggris 2016
Eduard Tjong[10] Bendera Indonesia 2016
Suharto AD[11] Bendera Indonesia 2016
Laurent Hatton Bendera Perancis 2017
Ivan Kolev Bendera Bulgaria 2017

Referensi[sunting | sunting sumber]