Rudy Eka Priyambada

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Rudy Eka Priyambada
Informasi pribadi
Nama lengkapRudy Eka Priyambada
Tanggal lahir5 Desember 1982 (umur 37)
Tempat lahirIndonesia
Posisi bermainPelatih
Informasi klub
Klub saat iniPersebaya Surabaya
Kepelatihan
TahunTim
2012Monbulk Rangers
2013Bali Devata FC
2013-2014Timnas U-19 (tactical analysis)
2014Mitra Kukar (assisten)
2014Mitra Kukar
2015Al-Najma (assisten)
2016Celebest FC Palu
2017PS TIRA
Persebaya (pelatih fisik)

Rudy Eka Priyambada (lahir di Indonesia, 5 Desember 1982; umur 37 tahun) merupakan seorang pelatih sepak bola asal Indonesia yang tidak mempunyai basic sebagai pemain sepak bola. Rudy saat ini bergabung dengan Persebaya Surabaya sebagai pelatih fisik, sebelum ini beliau pernah menjabat sebagai pelatih kepala dibeberapa klub seperti Monbulk Rangers, Mitra Kukar dan Celebest FC Palu bahkan juga pernah menjadi pelatih kepala di klub PS TIRA pada Liga 1 musim 201i

Lisensi[sunting | sunting sumber]

  • lisensi A AFC;
  • lisensi B AFC melalui program Kursus Kepelatihan Future Asia;
  • lisensi C AFC di Malaysia.

Karier[sunting | sunting sumber]

Monbulk Rangers[sunting | sunting sumber]

Sempat kurang mendapat kepercayaan di Indonesia, di awal karier kepelatihannya Rudy Eka memberanikan diri berkarier di Australia, Rudy melatih sebuah klub semi pro di Negara Bagian Victoria, Monbulk Rangers dan membawa tim tersebut juara Energy Cup 2012 FFV East Victorian Regional.[1] Saat itu Rudy mendapat bayaran yang kecil, sehingga selain melatih, untuk memenuhi kebutuhan hidup di Australia, Rudy juga bekerja di toko roti dan restoran. "Saya bekerja pagi, dari pukul 3 pagi sampai 12 siang, bikin roti," kenang Rudi Eka[2].

Mitra Kukar[sunting | sunting sumber]

Setelah sempat menangani Bali Devata FC, pada tahun 2014 Rudy menerima jabatan sebagai asisten pelatih Mitra Kukar di musim 2014. Di musim 2015 Rudy sempat "dipromosikan" sebagai pelatih kepala, namun Rudy dihadapkan oleh permasalahan di persepak bolaan Indonesia yang membuat kompetisi di tanah air berhenti. Ketidakjelasan adanya kompetisi pada tahun 2015 mendorongnya untuk meninggalkan Mitra Kukar

Al Najma[sunting | sunting sumber]

Selepas meninggalkan Mitra Kukar, Rudy resmi memulai kiprah barunya di kompetisi Liga Bahrain bersama klub yang berbasis di kota Al-Manamah, Al Najma yang bernaung di Level 2 Liga Bahrain. Rudy menerima kontrak satu musim sebagai asisten pelatih tim senior dan direktur pembinaan usia dini.[3] Rudy sempat "naik pangkat" lantaran pelatih kepala Al Najma yang sesungguhnya, Ali Asoor, terkena sanksi mendampingi tim di awal kompetisi musim 2015-2016. Pelatih kepala, Ali Asoor dikenai sanksi tiga kali tak boleh mendampingi tim di tiga pertandingan awal di kompetisi reguler karena melontarkan protes keras pada Asosiasi Sepak Bola Bahrain (BFA).[4] Saat melatih Al-Najma, tak lupa Rudy Eka Priyambada membuka jalan bagi pemain Indonesia untuk bermain di Liga Bahrain. Pemain yang dibawa oleh Rudy di klub Al-Najma adalah Ryuji Utomo. Rudy memilih untuk tidak memperpanjang masa baktinya di Al-Najma yang sebenarnya berhasil promosi ke Level 1 kompetisi Liga Bahrain. Rudy memilih untuk kembali ke Indonesia untuk melatih klub Liga Indonesia.[5]

Celebest FC Palu[sunting | sunting sumber]

Setelah sempat dikaitkan dengan Persija Jakarta, Rudy akhirnya berlabuh di klub Indonesia Soccer Championship B, Celebest FC Palu di pertengahan Tahun 2016. Di klub yang sebelumnya bernama Villa 2000 FC dan berubah menjadi Celebest FC Palu setelah dibeli musisi Abdee negara ini, Rudy tak hanya bertindak sebagai pelatih, tetapi juga berperan jadi manajer. Rudy Eka membangun klub ini dari 0 (nol) dan diberi wewenang pengelola untuk membuat sebuah klub, menyusun pondasi lalu kerangkanya.[6] Di akhir musim, Rudy gagal membawa Celebest FC Palu lolos ke babak 8 Besar, namun membawa Celebest FC Palu ke babak kedua (16 Besar) Indonesia Soccer Championship B adalah suatu prestasi yang pantas untuk di apresiasi untuk sebuah klub baru. Bahkan di akhir tahun 2016, Rudy sempat masuk kandidat Pelatih Timnas U-16 Indonesia[7].

PS TIRA[sunting | sunting sumber]

Setelah mengundurkan diri dari Pelatih Kepala Celebest FC Palu, Rudy ditunjuk untuk menggantikan Ivan Kolev[8] setelah 7 hasil minor yang di dapat oleh PS TNI. Saat menggantikan Ivan Kolev, PS TNI berada di posisi 15 dengan 26 Point. Sedangkan kini PS TNI berada di posisi ke 13 dengan 39 Poin dari 32 laga.[9]

Referensi[sunting | sunting sumber]