Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala
IndonesianAirForceMuseum.jpg
Didirikan4 April 1969
LokasiKomplek TNI AU Lanud Adi Sutcipto, Jl Raya Solo – Yogyakarta, Yogyakarta.
JenisMuseum
Pesawat Nakajima Ki-43 Oscar milik AURI di Museum Dirgantara Mandala

Museum Pusat TNI AU "Dirgantara Mandala" adalah museum yang digagas oleh TNI Angkatan Udara yang berisikan benda-benda koleksi sejarah, dimana sebagian besarnya berupa pesawat terbang yang pernah mengabdikan diri di lingkungan TNI AU.[1] Museum ini berlokasi kurang lebih 6 kilometer arah Timur dari pusat kota Yogyakarta, di kompleks Pangkalan Udara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Museum ini sebelumnya berada berada di Jalan Tanah Abang Bukit, Jakarta dan diresmikan pada 4 April 1969 oleh Panglima AU Laksamana Roesmin Noerjadin lalu dipindahkan ke Yogyakarta pada 29 Juli 1978.[2]


Akses[sunting | sunting sumber]

Ada beberapa cara untuk menuju ke lokasi museum ini, yaitu sebagai berikut:

  1. Mempergunakan kendaraan pribadi. Untuk menuju ke museum ini bisa langsung ke Lanud Adisutjipto dengan cek point yaitu SD Angkasa Lanud Adisutjipto yang berada di tepi jalan raya Janti.[1]
  2. Mempergunakan kendaraan umum, bus atau kereta api. Untuk menuju ke museum ini bisa dengan menaiki bus Trans Jogya dan turun di halte "Jembatan Layang Janti".[1]
  3. Dengan pesawat udara. Mendarat di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta dan menuju ke arah Barat, kurang lebih 3 kilometer degan cek point SD Angkasa.[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Atas gagasan pimpinan TNI AU, didirikan Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala sebagai tempat untuk mengabadikan dan mendokumentasikan seluruh kegiatan dan peristiwa bersejarah di lingkungan TNI AU. Museum ini diresmikan pada tanggal 4 April 1969 oleh Panglima Angkatan Udara Laksamana Roesmin Noerjadin. Awalnya, museum berada di Jalan Tanah Abang Bukit, Jakarta. Akan tetapi, museum kemudian dipindahkan ke Yogyakarta karena dianggap sebagai tempat penting lahirnya TNI AU dan pusat kegiatan TNI AU. Dengan pertimbangan bahwa koleksi Museum Pusat TNI AU “Dirgantara Mandala”, terutama Alutsista Udara berupa pesawat terbang yang terus berkembang sehingga gedung museum di Kesatrian AKABRI Bagian Udara tidak dapat menampung dan pertimbangan lokasi museum yang sukar dijangkau pengunjung, maka Pimpinan TNI-AU memutuskan untuk memindahkan museum ini lagi.

Pimpinan TNI-AU kemudian menunjuk gedung bekas pabrik gula di Wonocatur Lanud Adisutjipto yang pada masa pendudukan Jepang digunakan sebagai gudang logisitik sebagai Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala. Pada tanggal 17 Desember 1982, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi menandatangani sebuah prasasti. Hal ini diperkuat dengan surat perintah Kepala Staf TNI-AU No.Sprin/05/IV/1984 tanggal 11 April 1984 tentang rehabilitasi gedung ini untuk dipersiapkan sebagai gedung permanen Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala. Dalam perkembangan selanjutnya pada tanggal 29 Juli 1984 Kepala Staf TNI-AU Marsekal TNI Sukardi meresmikan penggunaan gedung yang sudah direnovasi tersebut sebagai gedung Museum Pusat TNI AU “Dirgantara Mandala” dengan luas area museum seluruhnya kurang lebih 4,2 Ha. Luas bangunan seluruhnya yang digunakan 8.765 M2.[3]

Koleksi museum[sunting | sunting sumber]

Rudal SA 75 milik Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala
Kamera K-24 dibuat oleh Amerika tahun 1944. Kamera ini menjadi koleksi Museum Dirgantara Mandala sejak tahun 1978.

Museum ini menyimpan sejumlah foto tokoh-tokoh sejarah serta diorama peristiwa sejarah Angkatan Udara Indonesia. Sejumlah pesawat tempur dan replikanya juga terdapat di museum ini yang kebanyakan berasal dari masa Perang Dunia II dan perjuangan kemerdekaan, diantaranya:

Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala baru-baru ini mendapat tambahan koleksi berupa Prototype Bom sejumlah 9 buah buatan Dislitbangau yang bekerjasama dengan PT. Pindad dan PT. Sari Bahari. Bom-bom tersebut merupakan bom latih (BLA/BLP) dan bom tajam (BT) yang memiliki daya ledak tinggi (high explosive), sebagai senjata Pesawat Sukhoi Su-30, F-16, F-5, Sky Hawk, Super Tucano dll.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d Panduan Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala. Yogyakarta: Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala. 2015. hlm. 1. 
  2. ^ Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala
  3. ^ "Tentang Museum"
  4. ^ "Rudal SA 75 milik Museum Pusat TNI AU Dirgantara mandala" website lanud-adisutjipto.mil.id
  5. ^ "Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala Tambah Koleksi Alutsista 9 Buah Prototype Bom Buatan Dislitbangau" website tni-au.mil.id