Jalur kereta api Kalisat–Banyuwangi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jalur kereta api Kalisat–Banyuwangi
COLLECTIE TROPENMUSEUM Arbeiders bij een in aanbouw zijnde spoorwegtunnel in de bergen TMnr 60047645.jpg
Rel di sekitar Terowongan Mrawan, saat proses pembangunan.
Ikhtisar
JenisJalur lintas utama
SistemJalur kereta api rel berat
StatusBeroperasi
TerminusKalisat
Banyuwangi
Operasi
Dibangun oleh
Dibuka
  • 1902-1903
  • 1985 (jalur baru Kabat–Ketapang)
PemilikDitjen KA, Kemenhub RI
OperatorPT Kereta Api Indonesia
Daerah Operasi IX Jember
Data teknis
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Kecepatan operasi60 s.d. 80 km/jam

Jalur kereta api Kalisat–Banyuwangi adalah jalur kereta api utama di Indonesia yang termasuk dalam Daerah Operasi IX Jember. Jalur ini terletak di Kabupaten Jember hingga Kabupaten Banyuwangi. Setiap harinya kereta api yang melintasi jalur ini tergolong frekuensi tidak padat (total ±16 kereta api yang melintas), yaitu Mutiara Timur, Sri Tanjung, Wijayakusuma, Tawang Alun, Probowangi, dan Pandanwangi. Ditambah, kereta angkutan Semen Tiga Roda jurusan Nambo-Ketapang, p.p. yang beroperasi tidak setiap hari.

Boleh dibilang, jalur ini adalah ciri khas wilayah timur Daop IX yang bertipikal pegunungan dan dataran tinggi. Belum lagi pada petak Kalisat-Ledokombo terdapat puluhan bukit yang ada di tepian rel. Semakin ke timur, mulai dari Kalibaru ruang jarak (spasial) antara jalur rel dan permukiman amatlah sempit, tetapi lanskap sepanjang jalur ini hingga titik minus (Stasiun Ketapang) bisa dikatakan sebagai pemandangan khas jalur timur Daop IX.

Di utara Stasiun Ketapang terdapat petak balon (balloon loop) yang menggantikan pemutar rel di jalur ujung lain. rute balon ini disebut demikian karena bentuknya yang seperti balon. Rute ini berawal dari Stasiun Ketapang masuk kembali ke jalan raya melintasi pabrik-pabrik seperti Pusri, Pelabuhan Meneng, dan Jakarta Lloyd.[1] Namun, rute balon tersebut kini sudah tidak dipergunakan karena pabrik-pabrik tersebut mengganti moda transportasi barang-barangnya. Kini rute balon tersebut diperkecil dan terletak di selatan jalan kecil yang menghubungkan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Lingkar Ketapang.

Trase sesungguhnya dari jalur kereta api ini adalah menuju Banyuwangi Lama, bukan Ketapang. Jalur menuju Ketapang baru dirintis pada tahun 1984–1985 seiring dengan beroperasinya Pelabuhan Ketapang yang baru.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sulitnya mengangkut hasil bumi dari wilayah Banyuwangi yang merupakan daerah yang terisolasi dan dikurung oleh bukit-bukit terjal yang tidak bisa dilalui jalan desa maupun jalur pedati mengakibatkan Staatsspoorwegen (SS) menawarkan kereta api sebagai solusi dalam mengangkut hasil-hasil bumi dari wilayah tersebut.[2] Tepat setelah pembangunan jalur kereta api Kalisat–Panarukan, maka pada tahun 1897, dibangunlah jalur menuju Banyuwangi ini. Jalur ini dibangun membelah gunung, melintasi dua terowongan, serta memiliki jembatan yang cukup dalam di petak Garahan–Mrawan.[3] Jalur ini dibuka penuh untuk layanan umum pada tanggal 2 Februari 1903 oleh SS.[4] Begitu jalur ini dibuka, 3.000 kepala keluarga memutuskan untuk bertempat tinggal di pinggir rel di jalur ini. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya jalur kereta api sebagai penggerak ekonomi kala itu.[5]

Penutupan jalur Kabat–Banyuwangi Lama[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1985, jalur kereta api baru telah selesai dibangun oleh PJKA dari Stasiun Kabat menuju Stasiun Ketapang yang mengakibatkan segmen ke Banyuwangi Lama resmi dinonaktifkan.

Segmen ke Banyuwangi Lama resmi ditutup pada 31 Maret 1988.[6] Sejak dekade 90-an, jalur ini sudah tidak dioperasikan lagi karena digantikan oleh jalur baru dari Stasiun Kabat menuju Ketapang yang memiliki akses cukup dekat menuju Pelabuhan Ketapang.

Keadaan di jalur rel ini berbeda antara satu kawasan dengan kawasan lain. Stasiun Kabat sudah tidak difungsikan dan yang bisa dilihat adalah bangunan tanpa atap yang dijalari rumput liar. Stasiun Banyuwangi Lama juga sudah tidak difungsikan dan kini menjadi kompleks pertokoan, tetapi arsitektur asli dari stasiun ini masih dijaga. Jalur yang melewati Desa Kedayunan masih ada meskipun hanya besi rel nya saja dan bantalannya telah hilang. Di Perumahan Kalirejo Permai besi-besi rel ini sudah dilepas untuk dijual, bahkan ada beberapa rumah yang memiliki pagar dari bekas rel kereta api. Perlintasan kereta di Jalan S. Parman kini telah dibangun pos polisi di atasnya. Jalan Kepiting di Kelurahan Sobo adalah jalan raya baru yang dibangun sesaat setelah rel sudah tidak difungsikan, di sisi kanan dan kiri Jalan Kepiting terdapat besi tiang berkarat yang dulunya mungkin berwarna biru-putih, tanda sebuah rel kereta pernah ada disana. Perkampungan warga dan komplek pertokoan dibangun di atas rel yang telah mati ini dari Kertosari hingga Karangrejo. Beberapa palang perlintasan manual juga masih ada, seperti yang terdapat di rel yang melintasi Jalan Ikan Sadar, Karangrejo. Beberapa bekas gedung atau pabrik industri juga terdapat di lokasi-lokasi dekat jalur rel menandakan bahwa dulu terdapat kegiatan industri yang memanfaatkan kereta api. Beberapa pabrik yang terkenal adalah pabrik bernama Naga Bulan, sebuah perusahaan pengolahan minyak kopra. Dan sisa-sisa dari jalur rel ini masih bisa ditelusuri sampai ke Pantai Boom, tetapi turntable yang dulu ada di ujung jalur ini sudah hilang.

Pendirian bangunan permanen di atas jalur mati Kabat-Banyuwangi menyalahi aturan PT Kereta Api Indonesia yang menyatakan bahwa aset lahan milik KAI adalah milik negara dan tidak bisa dimiliki oleh warga. Hal ini dijelaskan lebih lanjut oleh Kepala Bagian PT KAI Daerah Operasi IX Jember, Gatut Setyatmoko. Hal ini menyebabkan bangunan permanen tersebut harus siap sewaktu-waktu ditertibkan tanpa pemberian ganti rugi.[7]

Profil jalur[sunting | sunting sumber]

Segmen Jenis rel Bantalan Laju maksimum
Kalisat–Kalibaru R54 Beton 60-70 km/jam (di terowongan dibatasi hingga 40 km/jam)
Kalibaru–Glenmore R54 80 km/jam
Glenmore–Temuguruh Campuran R54, R42, dan R33 Beton (untuk R54), kayu, dan besi 60-70 km/jam
Temuguruh–Ketapang R42 Beton 80 km/jam

Jalur terhubung[sunting | sunting sumber]

Lintas aktif[sunting | sunting sumber]

Bangil–Kalisat

Lintas nonaktif[sunting | sunting sumber]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi AC[sunting | sunting sumber]

Lokal ekonomi AC[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

Angkutan semen Indocement, tujuan Nambo dan tujuan Ketapang[8]

Daftar stasiun[sunting | sunting sumber]

Lintas aktif[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 25 JemberKetapang
Segmen KalisatMrawan
Diresmikan pada tanggal 10 September 1902 oleh Staatsspoorwegen Oosterlijnen
Termasuk dalam Daerah Operasi IX Jember
5503 Kalisat KLT Jalan HOS Cokroaminoto 1, Kalisat, Kalisat, Jember km 214+462 lintas Surabaya KotaProbolinggoKalisatPanarukan
km 0+000 lintas KalisatKabatBanyuwangi
+265 m Beroperasi Stasiun Kalisat 2019.jpg
5504 Ledokombo LDO Sumberlesung, Ledokombo, Jember km 8+320 +370 m Beroperasi Stasiun Ledokombo 2019.jpg
5505 Sumbersalak SBS Sumbersalak, Ledokombo, Jember km 11+529 +422 m Tidak beroperasi Halte Sumbersalak 2019.jpg
5506 Sempolan SPL Sumberjati, Silo, Jember km 16+020 +469 m Beroperasi Stasiun Sempolan 2019.jpg
5507 Garahan GRN Garahan, Silo, Jember km 20+271 +514 m Beroperasi Stasiun Garahan 2019.jpg
BH -
Terowongan Garahan
panjang: 113 m
letak: km 25
Dibangun pada tahun 1901–1902
5508 Mrawan MRW Sidomulyo, Silo, Jember km 29+880 +524 m Beroperasi Stasiun Mrawan 2019.jpg
Segmen MrawanBanyuwangi
Diresmikan pada tanggal 2 Februari 1903
BH -
Terowongan Mrawan
panjang: 690 m
letak: km 30
Dibangun pada tahun 1901–1902, disempurnakan pada tahun 1910
5509 Kalibaru KBR Kalibaruwetan, Kalibaru, Banyuwangi km 37+390 +428 m Beroperasi The front of kalibaru station, banyuwangi, indonesia.jpg
5511 Krikilan KKL Tegalharjo, Glenmore, Banyuwangi km 42+500 +361 m Tidak beroperasi Halte Krikilan 2019.jpg
5512 Glenmore GLM Sepanjang, Glenmore, Banyuwangi km 44+752 +342 m Beroperasi Stasiun Glenmore 2019.jpg
5513 Kempit KMP Sumbergondo, Glenmore, Banyuwangi km 47+742 +322 m Tidak beroperasi Stasiun Kempit 2019.jpg
5514 Sumberwadung SWD Tulungrejo, Glenmore, Banyuwangi km 50+954 +312 m Beroperasi Stasiun Sumberwadung 2019.jpg
5515 Kalisetail KSL Jambewangi, Sempu, Banyuwangi km 54+766 +272 m Beroperasi Stasiun Kalisetail 2019.jpg
5516 Temuguruh TGR Gendoh, Sempu, Banyuwangi km 62+090 +196 m Beroperasi Stasiun Temuguruh 2019.jpg
5517 Singojuruh SGJ Singojuruh, Singojuruh, Banyuwangi km 66+316 +160 m Beroperasi Stasiun Singojuruh 2019.jpg
5518 Rogojampi RGP Jalan Stasiun Rogojampi, Rogojampi, Rogojampi, Banyuwangi km 72+197 lintas Kalisat-Kabat-Banyuwangi
km 0+000 lintas Rogojampi-Benculuk
+89 m Beroperasi Stasiun Rogojampi 2018.jpg
5519 Kabat KBT Kabat, Kabat, Banyuwangi km 76+557 lintas Kalisat-Kabat-Banyuwangi
km 0+000 lintas Kabat-Ketapang
+47 m Tidak beroperasi Reruntuhan-sta-kabat-dari-rel.jpeg
Segmen KabatKetapang
Diresmikan pada tanggal 1985 oleh PJKA
5532 Banyuwangi Kota
d.h. Karangasem
BWI Jalan Stasiun Karangasem, Bakungan, Glagah, Banyuwangi km 6+855 +82 m Beroperasi Peron Karangasem.jpg
5533 Argopuro AGO Jalan Stasiun Argopuro, Klatak, Kalipuro, Banyuwangi km 12+630 +56 m Beroperasi Stasiun Argopuro(depan).jpg
5534 Ketapang
d.h. Banyuwangi Baru
KTG Nasional 1 Jalan Gatot Subroto 36, Ketapang, Kalipuro, Banyuwangi km 18+484 +7 m Beroperasi Banyuwangi Baru Train Station.jpg

Lintas nonaktif Kabat–Banyuwangi[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Segmen MrawanBanyuwangi
Diresmikan pada tanggal 2 Februari 1903
5519 Kabat KBT Kabat, Kabat, Banyuwangi km 76+557 lintas Kalisat-Kabat-Banyuwangi
km 0+000 lintas Kabat-Banyuwangi Baru
+47 m Tidak beroperasi Reruntuhan-sta-kabat-dari-rel.jpeg
5521 Dadapan DPA Dadapan, Kabat, Banyuwangi km 80+570 +37 m Tidak beroperasi Stasiun-dadapan-kini.jpeg
5530 Banyuwangi BW Karangrejo, Banyuwangi, Banyuwangi km 85+964 +6 m Tidak beroperasi Stbwilamapujasera.jpeg
- Banyuwangi Pelabuhan BWH km 88+xxx Tidak beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [9][10][11]


Galeri[sunting | sunting sumber]

Lintas nonaktif Kabat–Banyuwangi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Jalur mati di daerah Banyuwangi
  2. ^ Reitsma, S.A. (1920). Indische Spoorweg-Politik. Landsdrukkerij. 
  3. ^ "de Vooltooiing van Spoorweg Kalisat-Banjoewangi". de Indische Gids. 25 (1): 653–655. 1903. 
  4. ^ Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 1921–1932. 
  5. ^ Veth, P.J.; Snelleman, J.F.; Niermeyer, J.F. (1907). Java: geographisch, ethnologisch, historisch. De Erven F. Bohn. 
  6. ^ Jalur mati di daerah Banyuwangi
  7. ^ Baihaqi, Agus. Sabtu, 22 September 2012. Radar Banyuwangi.
  8. ^ Sudarsih, Amad (Agustus 2014). "Kamen Nambo 3: Rekor Jarak Tempuh Terpanjang di Indonesia". Majalah KA. 
  9. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  10. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  11. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia