Bintang Emon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Gusti Bintang)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bintang Emon
Bintang Emon Mata Najwa 2020.png
LahirGusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra
5 Mei 1996 (umur 25)
Bendera Indonesia Kalideres, Jakarta Barat, DKI Jakarta
Nama lainBintang Emon
AlmamaterUniversitas Tanri Abeng
Pekerjaanaktor
pelawak tunggal
selebriti internet
Tahun aktif2013—sekarang
KerabatDinar Gusti Hadistia (kakak)
Shafira Gusti (kakak)
Dea Gusti Azka (kakak)


Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra yang dikenal sebagai Bintang Emon (lahir 5 Mei 1996) adalah pelawak tunggal, aktor dan selebriti internet berkebangsaan Indonesia. Ia pernah menjadi santri di salah satu pesantren yang terletak di Jombang, Jawa Timur.

Karier[sunting | sunting sumber]

Bintang merupakan didikan komunitas Stand Up Indo Bandung sejak awal 2014 dan mulai dikenal secara nasional setelah berhasil menjuarai Stand Up Comedy Academy 3 yang diadakan oleh Indosiar pada 2017.

Ia pertama kali terjun ke dunia perfilman dengan mendapatkan peran sebagai Somat dalam sebuah film komedi yang disutradarai oleh Ernest Prakasa, yaitu Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga pada 2017.

Pada 2020, ia meluncurkan sebuah segmen baru, yakni Dewan Perwakilan Omel-Omel (DPO) yang berbentuk video dan dibalut dengan komedi di akun Instagram miliknya, dengan durasi antara satu hingga tiga menit. Tema dari konten tersebut dapat berupa keluh kesah, omelan, peringatan dan keresahan dari orang-orang di sekitarnya yang jarang dibahas ataupun disampaikan secara gamblang. Tidak hanya sukses melambungkan namanya, video-video tersebut juga berhasil menjadi bahan perbincangan yang kemudian viral di dunia maya.[1]

Segmen tersebut terbagi ke dalam beberapa episode, yang dapat digolongkan seperti berikut ini:[2]

Daftar Episode Dewan Perwakilan Omel-Omel (DPO)
Episode Judul video Jadwal pengunggahan
1 (satu) #DPO1: Merokok Sambil Berkendara 27 Desember 2019
2 (dua) #DPO2: Video-Video Jahanam 8 Januari 2020
3 (tiga) #DPO3: Memulai Chat Pakai 'P' 26 Januari 2020
4 (empat) #DPO4: Nilai Gua Kecil Banget 5 Februari 2020
5 (lima) #DPO5: Gandengan Adalah Salaman Versi Lebih Nyaman 14 Februari 2020
6 (enam) #DPO6: Baju Mini 17 Februari 2020
7 (tujuh) #DPO7: Pemecah Belah NKRI 26 Februari 2020
8 (delapan) #DPO8: Problematika Parkiran 4 Maret 2020
9 (sembilan) #DPODarurat: Tukang Sedot Kuota 13 Maret 2020
10 (sepuluh) #DPOCorona: Corona 22 Maret 2020
11 (sebelas) #DPO9: Sepakbola
12 (dua belas) #DPOCorona2: Corona 2 30 Maret 2020
13 (tiga belas) #DPO10: Pelajar Menolak Dibandingkan 10 April 2020
14 (empat belas) #DPODarurat: Korban Unsent 18 April 2020
15 (lima belas) #DPORamadhan: Aromaterapi 25 April 2020
16 (enam belas) #DPO11: Kolom Komentar Artis Luar 2 Mei 2020
17 (tujuh belas) #DPO12: Dibilang Sombong 16 Mei 2020
18 (delapan belas) #DPO13: Basa-Basi Lebaran 24 Mei 2020
19 (sembilan belas) #DPO14: Rusuh Antri Toilet 10 Juni 2020
20 (dua puluh) #DPO15: Tukang Bikin Hoax 29 Juli 2020
21 (dua puluh satu) #DPO16: Power Bank 16 September 2020
22 (dua puluh dua) #DPO17: Among Us 1 Oktober 2020
23 (dua puluh tiga) #DPO18: Parkir Kunci Stang 13 Oktober 2020
24 (dua puluh empat) #DPO19: Penghambat Belajar 2 Desember 2020
25 (dua puluh lima) #DPO21: Pesan untuk Adik 5 April 2021
26 (dua puluh enam) #DPO22: Pesan untuk Kaka 9 April 2021

Pada 12 Juni 2020, Emon mengunggah konten di akun Instagram pribadinya mengenai sindirannya atas ketidakadilan yang terjadi pada kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Ia heran karena pelaku, yang sempat dijadikan tersangka, mengaku "tak sengaja" ketika melakukan aksinya.[3] Kontennya tersebut sontak menjadi viral di jagat internet masyarakat Indonesia. Namun, secara tiba–tiba ada beberapa pengguna dari akun Twitter yang menuduhnya sebagai pengguna dan bahkan pecandu narkoba.[4] Untuk menjawab semua tudingan yang dilontarkan kepadanya tersebut, pada 15 Juni 2020, ia melakukan tes urin di Rumah Sakit Pondok Indah, Puri Indah, Kembangan Selatan, Kembangan, Jakarta Barat. Melalui salah satu unggahan di Instagram, diketahui bahwa rumah sakit tersebut mengeluarkan surat keterangan yang berisikan pernyataan bahwa dirinya negatif menggunakan amfetamin, opiates kokainmariyuana dan benzodiazepin dengan nomor 1662158-3/3087/PU/06/2020, serta ditandatangani oleh Dokter Alse Kepermunanda pada pukul 21.45 WIB.[5] Dukungan untuknya pun terus mengalir, ditandai dengan tagar #BINTANGEMONBESTBOY yang juga sempat menjadi tren di lini masa Twitter Indonesia.

Pada 21 Juni 2021, Bintang Emon mengumumkan bahwa dirinya positif terjangkit COVID-19 lewat sebuah video di Instagram pribadinya. Dalam video tersebut, dia bercanda menyebut seolah-olah dirinya dibayar untuk mengumumkan bahwa dirinya terjangkit penyakit tersebut. Syaratnya, tinggal napas terengah-engah, mual, batuk, dan sakit kepala berat, serta harus siap dituduh bagian dari konspirasi dan harus siap disumpah. Dikarenakan angkanya bagus, Bintang akhirnya 'mengambil' endorse-nya. Aksi ini dilakukan Bintang dengan maksud menyentil fenomena orang-orang yang tidak percaya dengan virus dan penyakit ini. Ia juga menambahkan bahwa begitu banyak orang yang di-endorse COVID-19, jumlahnya hingga 10 ribu lebih. Hal ini menuai reaksi dari Jerinx, penabuh drum grup band Superman Is Dead yang selama ini aktif menebar teori konspirasi COVID-19 dan menuduh para artis penyintas COVID-19 dibayar untuk mengumumkan penyakit tersebut di sosial media miliknya. Jerinx menggungah ulang video Bintang dan percaya bahwa Bintang adalah bagian dari artis yang di-endorse COVID-19. Padahal, Bintang justru menyentil siapa saja yang tidak percaya bahwa COVID-19 itu nyata. Sayangnya, unggahan ini sudah dihapus oleh Jerinx meski sempat dibuat tangkapan layar oleh Arie Kriting. Tak ingin memperpanjang urusan, Bintang segera mengonfirmasi bahwa apa yang diucapkannya hanya merupakan sarkasme. Perihal ia terkena COVID-19 memang betul, tapi endorse dan lainnya yang disebutkannya bohong belaka. Jerinx kemudian mengedit caption yang ia tulis sebelumnya. Ia mencantumkan tagar #BoikotSelebKacxngMasukBali dan link teori konspirasi COVID-19 lainnya. Dalam unggahan selanjutnya, Jerinx juga menuduh Bintang dan selebriti lainnya yang terkena COVID-19 dibayar untuk mengaku terkena COVID-19 dan menyebabkan pariwisata Bali terpuruk lagi.[6]

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Produksi
2018 Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga Somat Starvision Plus
2019 Orang Kaya Baru Ardi Screenplay Films
Legacy Pictures
Dua Garis Biru Sopir Ojek Online Starvision Plus
2021 Geez & Ann Stand-Up Komedian MVP Pictures

Serial Web[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Produksi Saluran
2019 Cek Toko Sebelah: The Series Season 2 Jali Starvision Plus HOOQ
2020 Cek Toko Sebelah: Babak Baru HOOQ
Netflix
2021 Imperfect The Series Doni Setiono/Doni Sutiono bin Aliudin (Doni/Dondon) WeTV Indonesia
Iflix

Iklan[sunting | sunting sumber]

  • Kopi ABC (2020)
  • Better Bites Pack (2021)
  • Better Sandwich Biskuit (2021)
  • Nu Green Tea (2021)

Penghargaan dan nominasi[sunting | sunting sumber]

Tahun Penghargaan Kategori Karya yang dinominasikan Hasil
2019 Indonesian Box Office Movie Awards Pemeran Pendukung Pria Terbaik Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga Nominasi

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ No filter: A social media star wakes Indonesia up to the harsh realities of Covid-19
  2. ^ Deretan Video DPO Bintang Emon yang Viral di Dunia Maya
  3. ^ "Bintang Emon diserang di Twitter usai bahas penyerang Novel Baswedan". Antara News. Diakses tanggal 2020-06-16. 
  4. ^ "Kronologi Kritik Bintang Emon Berujung Serangan di Medsos". nasional. Diakses tanggal 2020-06-16. 
  5. ^ Bintang Emon Jawab Fitnah Narkoba dengan Tes Urine Negatif
  6. ^ "Ribut-ribut soal Endorse Covid-19, Ini Kronologi Perdebatan Bintang Emon dan Jerinx". suara.com. 2021-06-22. Diakses tanggal 2021-06-25. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]