Pangkalan Udara Iswahyudi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bandar Udara Iswahyudi)
Lompat ke: navigasi, cari
Pangkalan Udara TNI AU Iswahyudi
Lanud.png
Lambang Lanud
Dibentuk 1940
Negara Bendera Indonesia Indonesia
Cabang Lambang TNI AU.png TNI Angkatan Udara
Tipe unit Pangkalan Udara Militer
Bagian dari Komando Operasi Angkatan Udara II
Moto "Prayatna Kerta Gegana"
Situs web www.tni-au.mil.id
Pangkalan Udara Iswahyudi
Papan Pangkal udara Iswahyudi.JPG
Papan nama Pangkalan udara Iswahyudi
IATA: none · ICAO: WARI
Informasi
Jenis bandara militer
Lokasi Maospati, Magetan, Jawa Timur, Indonesia
Zona waktu UTC+7
Landas pacu
Arah Panjang Permukaan
ft m
17R/35L 10.030 3.050 Aspal
17L/35R 8.448 2.575 Aspal
Ketinggian MDPL 110 m (361 f)

Pangkalan Udara Iswahyudi (atau Lanud Iswahyudi) adalah Pangkalan Udara Militer yang terletak di kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Meskipun demikian, Pangkalan Udara Iswahyudi dikenal masyarakat Indonesia sebagai bandara di Madiun, karena semua aset dikelola oleh Pemerintah Kota Madiun. Lanud ini digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU). Secara nasional, ini adalah lapangan terbang paling penting bagi TNI Angkatan Udara selain Lanud Halim Perdanakusumah. Saat ini Lanud Iswahyudi diperkuat dengan personel organik sebanyak 3000 personel. Nama pangkalan udara ini diambil dari salah seorang pahlawan TNI-AU, Marsekal Muda (Anumerta) Iswahjoedi.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Pangkalan TNI AU Iswahjudi (Lanud Iswahyudi) terletak pada koordinat 111. 26'.8" BT dan 07.38'.0" LS. Tepatnya di Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Maospati berada di pertigaan Jalan Raya yang menghubungkan Kota Madiun, Kabupaten Magetan dan Kabupaten Ngawi. Sebelah Barat terdapat Gunung Lawu dengan ketinggian 10.712 kaki, sebelah Timur terdapat Pegunungan Wilis dengan puncak 8.400 kaki, sebelah Selatan membentang tanah Pegunungan sampai Laut Selatan dan sebelah Utara merupakan dataran rendah.[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1940, Hindia Belanda mulai membangun "Pangkalan Udara Maospati". Pembangunan pangkalan udara inipun tentu memerlukan berhektar-hektar tanah, sehingga diadakan pemindahan penduduk Magetan di desa-desa ini :

  1. Desa Pabrik Ngujung, dipindah seluruhnya
  2. Desa Setren, sebagian sawah dipindah
  3. Desa Kleco, sebagian sawah dipindah
  4. Desa Ronowijayan, dipindah seluruhnya
  5. Desa Kinandang, dipindah seluruhnya
  6. Desa Kincang Kulon, dipindah seluruhnya
  7. Desa Pandeyan, penduduk desa di bagian selatan dipindah , dan pindah ke wilayah yang sekarang menjadi desa Bogorejo, Barat, Magetan
  8. Desa Mranggen, penduduk desa di bagian selatan dipindah[2]

Ketika pecah perang pasifik tahun 1941, pangkalan udara ini dijadikan basis kekuatan tentara Sekutu di Pulau Jawa. Ketika Belanda menyerah kepada Jepang tahun 1942, Angkatan Laut Jepang (Kaigun Kokusho) menguasai pangkalan udara ini. Pangkalan ini juga digunakan untuk menyimpan berbagai jenis motor pesawat buatan Jepang.

Pasca kemerdekaan Indonesia, Pangkalan Udara Maospati dikuasai oleh laskar-laskar perjuangan saat itu. Berdasarkan Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Udara Nomor 564 tanggal 4 November 1960, "Pangkalan Udara Maospati" berubah nama menjadi "Pangkalan TNI AU Iswahyudi". Dengan berkembangnya peran Lanud Iswahjudi dalam perebutan Irian Jaya, lanud ini menjadi Pangkalan Udara Utama (Lanuma). Saat ini, Pangkalan TNI AU lswahyudi merupakan Lanud tipe A dan berada dibawah Komando Operasi Angkatan Udara II.

Satuan dibawah Kendali Lanud Iswahyudi[sunting | sunting sumber]

Komandan[sunting | sunting sumber]

Saat ini Komandan Pangkalan TNI AU lswahyudi adalah Marsma TNI Andyawan Martono Putra mengantikan Marsma TNI Fachri Adamy yang mengemban amanat sebagai Kadisadau.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]