Aisyah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Aisyah binti Abu Bakar)
Jump to navigation Jump to search
Aisyah
ibu orang beriman
Bismillahirahmanirahim
Aisyah
ibu orang beriman

عائشة
Aisha.png
Nama dan Gelar
Nama
Nama Aisyah
ibu orang beriman
Nama (arabic) عائشة
Kelahirannya
Tempat lahir Makkah
Nama ayah Abu Bakar Ash-Shiddiq
Nama ibu Ummi Ruman
Nama lahir
Aisyah binti Abu Bakar
Tanggal lahir
Salah satu riwayat menerangkan sebelum zaman jahiliyah, riwayat lainnya menerangkan setelah zaman jahiliyah
Tempat lahir
Agama Islam
Karier militer
Perang/pertempuran
Bantuan kotak info

Aisyah binti Abu Bakar (bahasa Arab: عائشة, transliterasi: `ā'isha, Turki Ayşe, Turki Utsmani Âişe) (sekitar 613/614-678 Masehi)[1] adalah istri dari Nabi Islam Muhammad.

Dalam penulisan Islam, sering ditambahkan pula gelar "Ibu orang-orang Mukmin" (Arab: أمّ المؤمنين ummul-mu'minīn), sebagai gambaran bagi para istri Muhammad sebagai "Ibu dari orang-orang Mukmin" dalam Qur'an.[2] Ia dikutip sebagai sumber dari banyak hadits, di mana kehidupan pribadi Muhammad menjadi topik yang sering dibicarakan.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

‘Aisyah dalam bahasa Arab yang memiliki arti "Hidup dan Sehat".[3] Variasi nama dari ‘Aisyah adalah 'Aisha, A'ishah, Ayesha, A'isha, Aishat, atau Aisya yang memiliki makna yang sama pula.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Genealogi[sunting | sunting sumber]

‘Aisyah adalah putri dari Abu Bakar (khalifah pertama), hasil dari pernikahan dengan isteri keduanya yaitu Ummi Ruman yang telah melahirkan Abd al Rahman dan Aisyah.

Pernikahan dengan Muhammad[sunting | sunting sumber]

Ayah Aisyah, Abu Bakar merasa Aisyah sudah cukup umur untuk menikah, karena hal itu, Aisyah akan dinikahkan dengan Jubayr bin Mut'im, tetapi pernikahan tersebut tidak terjadi disebabkan Ayah Jubair, Mut‘im bin ‘Adi menolak aisyah dikarenakan Abu Bakar telah masuk Islam pada saat itu. Istri Mut'im bin Adi mengatakan tidak mau keluarganya mempunyai hubungan dengan para muslim, yang dapat menyebabkan Jubair menjadi seorang Muslim.[4] Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang 2-3 tahun sebelum berumah tangga dengan Rasulullah,[5] di mana Aisyah menjadi istri ketiga Muhammad setelah Khadijah dan Saudah binti Zam'ah.

Terdapat berbagai pendapat mengenai pada umur berapa sebenarnya Rasulullah menikahi Aisyah. Sebagian besar referensi (termasuk sahih Bukhari dan sahih Muslim) menyatakan bahwa upacara perkawinan tersebut terjadi di usia enam tahun, dan Aisyah diantarkan memasuki rumah tangga Muhammad sejak umur sembilan tahun.[6][7][8]

Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan Ghulam Nabi Muslim Sahib, dengan berdasarkan referensi dari Kitab Ahmal fi Asma’ al-Rijjal karangan al-Khatib al-Tibrizi di mana dalam kitab tersebut disebutkan Setidaknya Aisyah berumur 19 tahun saat menikah dengan Rasulullah.[9].

Aisyah merupakan juga seorang figur kontroversial sebagaimana yang digambarkan oleh cerita versi Syi'ah terkait dengan peperangannya dengan Ali bin Abi Thalib dalam Perang Jamal.[10]

Bagian dari serial Islam
Muhammadwives.png
Ummahatul Mu'minin
Para istri Muhammad

Khadijah binti Khuwailid

Saudah binti Zum'ah

Aisyah binti Abu Bakar

Hafshah binti Umar

Zainab binti Khuzaimah

Hindun binti Abi Umayyah

Zainab binti Jahsy

Juwairiyah binti al-Harits

Ramlah binti Abu Sufyan

Shafiyah binti Huyay

Maimunah binti al-Harits

Maria binti Syama’un

Pandangan Sunni dan Syi'ah[sunting | sunting sumber]

Sunni[sunting | sunting sumber]

Sejarawan Sunni melihat Aisyah sebagai seorang wanita terpelajar, yang tanpa lelah meriwayatkan hadis tentang kehidupan Muhammad. Dia merupakan salah seorang dari cendekiawan Islam awal di mana para sejarawan menghitung sampai seperempat dari Hukum Islam berasal dari Aisyah. Aisyah adalah istri utama Muhammad dan menjadi contoh dari jutaan wanita.[10]

Adapun menurut sebagian riwayat Sunni, perang yang terjadi antara Khalifah pada saat itu, Ali bin Abi Thalib dan Aisyah dalam Perang Jamal adalah berita bohong, yang disebarkan oleh kaum yang membenci Islam. Menurut mereka, Aisyah meminta penjelasan kepada Ali kenapa pembunuh Utsman belum dihukum. Jawaban Ali adalah ingin menguasai dahulu kaum yang pada saat itu membela pembunuh Utsman, setelah itu baru hukuman dijalankan, karena bila hukum dilaksanakan sesegera mungkin bisa mengakibatkan terjadinya dendam. Namun pada malam hari setelah perundingan tersebut, para pembunuh Utsman & pengikut Ibnu Sauda (Abdullah bin Saba) yang takut terhadap qishah setelah perundingan tersebut, melakukan serangan kepada pasukan Ali dan pasukan pelindung Aisyah ketika mereka sedang istirahat malam. Sehingga masing-masing dari mereka mengira telah diserang dari belakang.[11]

Wafat[sunting | sunting sumber]

Aisyah wafat di rumahnya di Madinah pada tanggal 17 Ramadhan 58 H (16 Juli 678 M).[butuh rujukan] Beberapa periwayat seperti Sibt ibn al-Jawzi, Hakim Sanai, dan Khwaja Mahbub Qasim Khishti Muhsarafi Qadiri menyatakan bahwa ia dibunuh Muawiyah.[butuh rujukan] Sahabat nabi, Abu Hurairah memimpin penguburannya setelah salat tahajud dan ia dikuburkan di Jannat al-Baqi'.[butuh rujukan]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Tentang kisah 'Aisyah.
  2. ^ "Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka, dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmim dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Allah)." (Al-'Ahzab 33:6)
  3. ^ Makna Aysyah thinkbabynames.com
  4. ^ The wives of the Prophet Oleh Bint Al-Shati,D. Nicholas Ranson, Hal.58
  5. ^ Kapankah Aisyah dilahirkan?
  6. ^ Sahih Muslim, Book 8, Number 3310
  7. ^ Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 64
  8. ^ Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 88
  9. ^ Islamic Review, December 1980, U.S.A
  10. ^ a b Goodwin, Jan. Price of Honour: Muslim Women Lift the Veil of Silence on the Islamic World. UK: Little, Brown Book Group, 1994
  11. ^ Al-Bidayah Wan Hinayah, Ibnu Katsir.

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Guillaume, A. -- The Life of Muhammad, Oxford University Press, 1955
  • Rodinson, Maxime -- Muhammad, 1980 Random House reprint of English translation
  • Spellberg, D.A. -- Politics, Gender, and the Islamic Past: the Legacy of A'isha bint Abi Bakr, Columbia University Press, 1994
  • Aisha bint Abi Bakr, The Concise Oxford Dictionary of World Religions, Oxford University Press, 2000
  • Rizvi, Syed Saeed Akhtar. -- The Life of Muhammad The Prophet, Darul Tabligh North America, 1971.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]