Lompat ke isi

Pertempuran Nahrawan

Pertempuran Nahrawan
Bagian dari Perang saudara islam pertama

Lokasi Pertempuran Nahrawan
TanggalJuli 658 M
LokasiNahrawan, Irak
Hasil

Kemenangan Kekhalifahan Rasyidin

Pihak terlibat
Kekhalifahan Rasyidin Khawarij
Tokoh dan pemimpin
Ali bin Abi Thalib[1]
Hujr bin Adi[1]
Syabats bin Rib'i[1]
Abu Ayyub al-Anshari[1]
Abu Qatadah al-Anshari[1]
Qais bin Sa'ad bin Ubadah[2]
Asy'ats bin Qais al-Kindi[3]
Ma'qil bin Qais ar-Riyahi[4]
Abdullah bin Wahb ar-Rasibi[2]
Hurqush bin Zuhair as-Sa'di[2]
Syuraih bin Aufa al-Absi[2]
Syabib bin Bajarah al-Asyja'i[2]
Abu Bilal Mirdas[2]
Zaid bin Hishn ath-Tha'i[4]
Abdullah bin Syajarah as-Sulami[4]
Kekuatan
14,000 2,800
Korban
7−13 2,400
Reenactor memperagakan pasukan Khawarij pada fitnah pertama

Pertempuran Nahrawan (bahasa Arab: معركة النهروان, translit. Ma'rakat an-Nahrawān) adalah sebuah pertempuran antara Khalifah Ali melawan kelompok Khawarij pada Juli 658 M (Safar 38 H). Mereka tadinya adalah orang-orang shaleh sekutunya Ali selama Perang Saudara Islam Pertama.[5] Mereka berpisah darinya setelah Pertempuran Shiffin ketika Ali setuju untuk menyelesaikan perselisihan dengan Mu'awiyah, gubernur Suriah, melalui negosiasi dan arbitrase, sebuah langkah yang dicap oleh kelompok tersebut sebagai "melawan Al-Qur'an".[6]

Pasca hasil arbitrase diumumkan bahwa Utsman, yakni Khalifah sebelumnya dibunuh secara tidak adil oleh pasukan pemberontak yang mana sebagian besarnya merupakan pendukung kekhalifahan Ali, perjanjian damai pun kolaps.[7][8] Ketika Ali berupaya mengumpulkan kembali pasukannya untuk berperang melawan Mu'awiyah dan memanggil kelompok Khawarij tersebut untuk bertarung kembali untuknya, kelompok tersebut justru meminta agar Ali terlebih dahulu mengakui dirinya telah tersesat dan bertobat.[9] Ali pun berkeputusan untuk pergi berperang tanpa mereka.[10][11]

Namun ketika terdengar kabar bahwa kelompok ini mengintrogasi tiap-tiap muslim yang mereka temui akan pandangan mereka mengenai Ali dan Utsman, dan menghakimi siapa-siapa saja yang tidak sepandangan dengan mereka,[12][13] Ali pun mengirimkan seorang anak buahnya untuk menginvestigasi, tetapi anak buahnya itu pun kemudian juga dibunuh oleh mereka. Mendapatkan tekanan dari pasukannya yang takut kalau keluarga mereka juga akan dibunuh oleh kelompok tersebut, Ali dan pasukannya pun berbalik ke markas kelompok ini di Nahrawan untuk mengkonfrontasi mereka.[14]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 4 5 Ibnu Qutaibah. Politik dan Kekuasaan Dalam Sejarah Para Khalifah (Bukel). Pustaka Al-Kautsar. hlm. 233–234.
  2. 1 2 3 4 5 6 Khalifah bin Khayyath al-Laitsi al-Ushfuri Abu Umar (1397). Akram Diya' al-'Umari (ed.). Tarikh Khalifah bin Khayyath (Edisi 2). Damaskus, Beirut: Dar Al-Qalam, Mu'asasah ar-Risalah. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-08-04. Diakses tanggal 2024-01-01.
  3. Khairuddin Az-Zarkali. Al-A'lam Az-Zarkali – Asy'ats Al-Kindi (dalam bahasa Arab). Vol. 1. hlm. 332. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-13. Diakses tanggal 2023-03-13. ;
  4. 1 2 3 Ibnu Katsir (November 2022). Kitab Sejarah Lengkap Khulafaur Rasyidin (Bukel). Diva Press. hlm. 457–458. ISBN 9786232937185, 623293718X.
  5. Donner 2010, hlm. 164.
  6. Wellhausen 1901, hlm. 3–4.
  7. Madelung 1997, hlm. 257.
  8. Glassé 2001, hlm. 40.
  9. Madelung 1997, hlm. 258.
  10. Donner 2010, hlm. 163.
  11. Madelung 1997, hlm. 258, 259.
  12. Wellhausen 1901, hlm. 17–18.
  13. Madelung 1997, hlm. 254.
  14. Madelung 1997, hlm. 259, 260.

Daftar pustaka

[sunting | sunting sumber]

34°31′17″N 43°47′03″E / 34.5213889°N 43.7841667°E / 34.5213889; 43.7841667