Fatimah az-Zahra

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

FATIMAH AZ-ZAHRA BINTI RASULULLAH SAW[sunting | sunting sumber]

Lahirnya Fatimah ra[sunting | sunting sumber]

Fatimah ra ini adalah putri ke 4 dari seorang ayah yg adalah manusia terbaik yaitu Rasulullah SAW dan ibunya adalah Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid yg juga adalah wanita terbaik.Fatimah ra lahir di Ummul Qura (Makkah) pada hari Jum'at,20 Jumadi al-Tsani(jamadil akhir). Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala menghendaki kelahiran Fatimah yang mendekati tahun ke 5 sebelum Muhammad diangkat menjadi Rasul, bertepatan dengan peristiwa besar yaitu ditunjuknya Rasulullah sebagai penengah ketika terjadi perselisihan antara suku Quraisy tentang siapa yang berhak meletakan kembali Hajar Aswad setelah Ka’bah diperbaharui.Kelahiran Fatimah disambut gembira oleh Rasulullahu SAW dengan memberikan nama Fatimah dng gelar:Az-Zahra (wajah yg berseri-seri), Julukannya : Ummu al-Aimah,Sayyidatu Nisa',al-alamin,Ummu Abiha (Ibu dari bapaknya).diantara anak wanita Rasullullah saw Fatimah ra merupakan wanita paling utama kedudukannya.Kemuliaannya itu iperoleh sejak menjelang kelahirannya,yg didampingi wanita2 suci yaitu Maryam ibunda Isa,Asiah, Putri Muzahim,Ummu Kultsum saudara perempuan Musa yg telah diperintahkan oleh ALLAH untuk mengajarkan ilmu perawatan kebidanan sampai kelahiran Fatimah.

Fatimah putri yg mirip dng ayahnya.Meningkat usia 5 thn,cobaan yg paling berat dengan meninggalnya Khadidjah ibunya.Tidak secara langsung beliau menggantikan tempat ibunya dlm melayani,membantu,dan membela Rasulullah saw,sehingga beliau mendapat gelar Ummu Abiha(ibu dr ayahnya) Dalam usia masih kanak-kanak beliau jg telah dihadapkan kpd berbagai macam uji coba ,karena pd saat itu terjadi peristiwa besar terhadap ayahnya yaitu turunnya wahyu dan tugas berat yg diemban ayahnya.Beliau menyaksikan perlakuan keji kaum kafir Quraish kpd ayahnya,sehingga sering kali pipi beliau basah oleh linangan air mata krn melihat penderitaan yg dialami ayahnya. Ketika Rasulullah hijrah ke madinah, Fatimah dan kakaknya ummu Kulsum tetap tinggal di Makkah sampai Nabi mengutus orang untuk menjemputnya. Setelah Rasulullah saw menikah dengan Aisyah binti Abu Bakar,para sahabat berusaha meminang Fatimah. Abu Bakar dan Umar maju lebih dahulu untuk meminang tapi Nabi menolak dengan lemah lembut. Lalu Ali bin Abi Thalib datang kepada Rasulullah untuk melamar, lalu ketika Nabi bertanya, “Apakah engkau mempunyai sesuatu ?”, Tidak ada ya Rasulullah,” jawabku. “ Dimana pakaian perangmu yang hitam, yang saya berikan kepadamu,” Tanya beliau. “ Masih ada padaku wahai Rasulullah,” jawabku. “Berikan itu kepadanya (Fatimah) sebagai mahar,”.kata beliau.

Lalu ali bergegas pulang dan membawa baju besinya, lalu Nabi menyuruh menjualnya dan baju besi itu dijual kepada Utsman bin Affan seharga 470 dirham, kemudian diberikan kepada Rasulullah dan diserahkan kepada Bilal untuk membeli perlengkapan pengantin.

Satu hal yg tidak dapat dilupakan oleh Fatimah ar akan Ali ra adalah saat Rasullah hendak hijrah,beliau menugaskan Ali ra tidur ditempat tidur beliau,untuk selanjutnya menyampaikan barang titipan kaum Quraisy yg dititipkan ditempat Rasulullah,suatu pekerjaan yg beresiko bshksn bisa jadi nyawalah taruhannya. Kaum muslim merasa gembira atas perkawinan Fatimah dan Ali bin Abi Thalib,perkawinan Fatimah selang 2thn hijrah tepatnya pd tanggal 1 dzulhijah hari Jumat.setelah perang Badar.Setahun menikah mereka lalu dikaruniai anak bernama Al-Hasan dan saat Hasan genap berusia 1 tahun lahirlah Husein pada bulan Sya’ban tahun ke 4 H. pada tahun ke 5 H ia melahirkan anak perempuan bernama Zainab dan yang terakhir bernama Ummu Kultsum.Mereka semua terkenal sebagai orang sholeh sholehah baik dn pemurah hati.

Rasulullah sangat menyayangi Fatimah, setelah Rasulullah bepergian ia lebih dulu menemui Fatimah sebelum menemui istri istrinya. Aisyah berkata ,” Aku tidak melihat seseorang yang perkataannya dan pembicaraannya yang menyerupai Rasulullah selain Fatimah, jika ia datang mengunjungi Rasulullah, Rasulullah berdiri lalu menciumnya dan menyambut dengan hangat, begitu juga sebaliknya yang diperbuat Fatimah bila Rasulullah datang mengunjunginya.”.

Suatu hari Ali meminang putri Abu Jahal,ketika Fatimah bercerita kpd Rasulullah,beliau marah besar.Rasulullah mengungkapkan rasa cintanya kepada putrinya tatkala diatas mimbar:” Sungguh Fatimah bagian dariku , Siapa yang membuatnya marah berarti membuat aku marah”. Dan dalam riwayat lain disebutkan,” Fatimah bagian dariku, aku merasa terganggu bila ia diganggu dan aku merasa sakit jika ia disakiti.”Demi Allah tidak akan berkumpul putri utusan Allah dengan putri musuh Allah pd seorang laki laki dan berkumpul dlm satu tempat,tidak akan kuizinkan, kecuali Ali menceraikan putriku dan menikahi putri mereka,maka Ali menggagalkan pinangannya kpd putri Abu Jahal Fatimah termasuk wanita2 yg zuhud dia menyadari bahwa ridha Allah dan RasulNya jauh lebih bernilai dr pd perhiasan dunia,semboyannya adalah firman Allah,'Katakanlah,perhiasan dunia itu sedikit,dan akhirat lebih baik bagi orang bertakwa(aN-Nisa 77) dan jg firman Allah "Dan barangsiapa yg menghendaki kehidupan akhirat berusaha bersungguh-sungguh kearah itu dan dia orang mukmin,maka mereka itu orang2 itu yg usahanya dibalasi dng baik (Al-Isra:19) Setelah Rasulullah saw menjalankan haji wada’ dan ketika ia melihat Fatimah, beliau menemuinya dengan ramah saSelamat datang wahai putriku”. Lalu Beliau menyuruh duduk disamping kanannya dan membisikkan sesuatu, sehingga Fatimah menangis dengan tangisan yang keras, tatkala Fatimah sedih lalu Beliau membisikkan sesuatu kepadanya yang menyebabkan Fatimah tersenyum.

Tatkala Aisyah bertanya tentang apa yang dibisikannya lalu Fatimah menjawab,” Saya tak ingin membuka rahasia”. Setelah Rasulullah wafat, Aisyah bertanya lagi kepada Fatimah tentang apa yang dibisikan Rasulullah kepadanya sehingga membuat Fatimah menangis dan tersenyum. Lalu Fatimah menjawab, ”Adapun yang Beliau katakan kepada saya pertama kali adalah beliau memberitahu bahwa sesungguhnya Jibril telah membacakan al-Qur’an dengan hafalan kepada beliau setiap tahun sekali, sekarang dia membacakannya setahun 2 kali, lalu Beliau berkata, “Sungguh saya melihat ajalku telah dekat, maka bertakwalah dan bersabarlah, sebaik-baiknya Salaf (pendahulu) untukmu adalah Aku”. Maka akupun menangis yang engkau lihat saat kesedihanku. Dan saat Beliau membisikan yang kedua kali, Beliau berkata, ”Wahai Fatimah apakah engkau tidak suka menjadi penghulu wanita-wanita penghuni surga dan engkau adalah orang pertama dari keluargaku yang akan menyusulku”. Kemudian saya tertawa.

Tidak heran setelah kepergian baginda Rasulullah,beliau sangat sedih dan berduka cita,hatinya menangis dan menjerit sepanjang waktu.Namun kesedihan beliau bukan semata-mata kehilangan Rasulullah saw tapi juga beliau melihat kelakuan umat sesudahnya yg sudah banyak menyimpang dari ajaran ayahnya,yg mana akan membawa kesengsaraan bagi kehidupan mereka.Fatimah wafat hanya berselang 6 bln sejak wafatnya Rasullallah saw, Fatimah jatuh sakit, namun ia merasa gembira karena kabar gembira yang diterima dari ayahnya. Tak lama kemudian iapun beralih ke sisi Tuhannya pada malam Selasa tanggal 3 Ramadhan(14 Jumadil Ula)tahun 11 H dalam usia 18 tahun .Umat Islam berbondong ke Masjid Nabawi ,Shalat jama'ah dipimpin oleh Ali ra.(sesuai wasiat beliaLalu shalat janazah gelombang kedua dipimpin pamannya Abbas bin Abdul Muthalib ra,dikeheningan malam jenazah dibawa ke Makam Baqi,dimakamkan bersebelahan dng saudaranya,Zainab ra,Ruqayyah ra dan Ummu Kultsum ra. Allah ridho terhadap Fatimah ra dan menempatkannya di surga Firdaus.

[sunting | sunting sumber]