Ummu Kultsum binti Muhammad

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Ummu Kultsum
Bismillahirahmanirahim
Nabi Muhammad S.A.W
Ummu Kultsum
أم كلثوم بنت محمدؓ.png
Kaligrafi nama
Ummu Kultsum binti Muhammad
Nama dan Gelar
Nama
Nama Ummu Kultsum
Kelahirannya
Nama lahir
Ummu Kultsum binti Muhammad
Tanggal lahir
6 tahun sebelum diutusnya kenabian, 19 tahun sebelum H / tahun 604
Tempat lahir
Mekkah
Orang tua
Muhammad
Khadijah binti Khuwailid
Agama, Identitas, Kebangsaan
Agama Islam
Etnis (Suku bangsa)
Etnis
(Suku bangsa)
Arab, suku Quraisy, bani Hasyimiyah
Kebangsaan Islam (sebagai kerajaan Teokrasi).
Bantuan kotak info

Ummu Kultsum binti Muhammad Arab: أم كلثوم بنت محمد‎ adalah putri Nabi Muhammad S.A.W dan istrinya Khadijah binti Khuwailid, putri ketiga setelah Zainab dan Ruqayyah binti Muhammad. Lahir sebelum diutusnya kenabian Muhammad sekitar 6 tahun, kemudian ia masuk Islam, dan menikah dengan Utaibah bin Abu Lahab, sedangkan Ruqayyah binti Muhammad menikah dengan 'Utbah bin Abu Lahab, keduanya kemudian bercerai dari kedua anak Abu Lahab setelah turun Surat Al-Lahab. Kemudian, pada tahun ke-4 H, Ummu Kultsum binti Muhammad Saw dinikahi Utsman bin Affan setelah Ruqayyah binti Muhammad meninggal sehingga Utsman digelari Dzun-Nurain (pemilik dua cahaya). [2]

Biografi[sunting | sunting sumber]

Ummu Kultsum lahir di Makkah pada tahun 19 Sebelum Hijriah atau tahun 604 sebelum diutusnya kenabian Muhammad sekitar 6 tahun, pada wakyu itu umur Nabi Muhammad 34 tahun. Ummu Kultsum menikah dengan sepupunya Utaibah bin Abi Lahab, adik Utbah bin Abu Lahab, ketika diutusnya kenabian Muhammad, Ummu Kultsum masuk islam sedangkan suaminya tetap pada agamanya, ketika diturunkan surat al-Masad atau al-Lahab yang terdapat celaan bagi Abu Lahab dan istrinya, Abu Lahab memaksa anaknya Utaibah untuk menceraikan Ummu Kultsum dan Utaibah belum menyentuhnya.[3] Kemudian ia hijrah bersama adiknya, Fatimah az-Zahra ke Madinah dan Utsman bin Affan menikahinya pada tahun 4 H.[4]

Kematian[sunting | sunting sumber]

Ummu Kultsum wafat ketika Nabi Muhammad Saw masih hidup, tepatnya pada bulan Sya'ban tahun ke-9 H/ 630 Masehi dimandikan oleh Asma binti Umays dan Shafiyyah binti Abdil Muthallib dan disaksikan pula Ummu 'Athiyyah al-Anshariyah, Nabi Muhammad S.A.W sendiri yang mensalati dan duduk di atas kuburannya sementara air matanya berlinang. Turun ke liang lahat kuburnya, Ali bin Abi Thalib, Fadhl bin 'Abbas bin Abdil Muthalib dan Usamah bin Zaid. Diriwayatkan pula Abu Thalhah al-Anshari diizinkan untuk adzan di dalam kuburnya dan menguburkannya.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Siyar Alamin Nubala karya Adz-Dzahabi, Al-Bidayah wa Nihayah karya Ibnu Katsir, Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, Zad al-Ma'ad karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah; Quraisy adalah julukan bagi salah satu di antara Fihr atau an-Nadhr (Raudhatul Anwar karya Shafiyyurahman al-Mubarakfuri).
  2. ^ ^^https://ar.wikipedia.org/wiki/%D8%A3%D9%85_%D9%83%D9%84%D8%AB%D9%88%D9%85_%D8%A8%D9%86%D8%AA_%D9%85%D8%AD%D9%85%D8%AF
  3. ^ Al-Mawahib al-Laduniyah bil Minah al-Muhammadiyah, Syihabuddin al-Qasthallani
  4. ^ Al-Isti'ab fi Ma'rifati Ashab, Ibnu Abdil Bar
  5. ^ ^^^ Ibnu Hajar al-Asqalani, al_Ishabah fi Tamyiz as-Shahabah, juz 8, Darul Kutub al-Ilmiyyah, Beirut.