Kabupaten Trenggalek

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Trenggalek)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Trenggalek
Kabupaten di Jawa Timur, Indonesia
Trenggalek coat of arms.png
Lambang
Julukan: 
Kota Keripik Tempe
Motto: 
Jwalita Praja Karana
ꦗ꧀ꦮꦭꦶꦠꦥꦿꦗꦴꦏꦴꦫꦟ
(Cemerlang Karena Rakyat)
Locator kabupaten trenggalek.png
Kabupaten Trenggalek is located in Jawa
Kabupaten Trenggalek
Kabupaten Trenggalek
Kabupaten Trenggalek is located in Indonesia
Kabupaten Trenggalek
Kabupaten Trenggalek
Koordinat: 8°03′S 111°43′E / 8.05°S 111.72°E / -8.05; 111.72
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
Tanggal peresmian-
Dasar hukum-
Ibu kotaTrenggalek
Pemerintahan
 • BupatiMochammad Nur Arifin
 • Wakil BupatiSyah Muhammad Natanegara
Luas
 • Total1,261,40 km2 (487,03 sq mi)
Populasi
 ((2009))
 • Total796,966 jiwa
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode pos
Kode telepon0355
Kode Kemendagri35.03 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan14
Jumlah kelurahan5
Jumlah desa152
DAURp. 737.814.627.000.-(2013)[1]
Situs webhttp://www.trenggalekkab.go.id

Kabupaten Trenggalek, (Hanacaraka: ꦏꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀​ꦠꦽꦁꦒꦭꦺꦏ꧀, Kabupatèn Trenggalèk) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Pusat pemerintahannya berada di Kecamatan Trenggalek yang berjarak 180 km dari Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur. Kabupaten ini menempati wilayah seluas 1.205,22 km² yang dihuni oleh ±700.000 jiwa.[2] Letaknya di pesisir pantai selatan dan mempunyai batas wilayah sebelah utara dengan Kabupaten Ponorogo; sebelah timur dengan Kabupaten Tulungagung; sebelah selatan dengan Samudera Hindia ; dan sebelah barat dengan Kabupaten Pacitan.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu kabupaten yang ada di pesisir pantai selatan dan mempunyai batas wilayah:

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Asal Nama

Nama Trenggalek berasal dari akronim Trenggono dan Rara Golek, kemudian disingkat menjadi Trenggalek.

Menak Sopal

Salah satu tokoh terkenal di Trenggalek adalah Dyan Arya Menak Sopal lebih dikenal dengan nama Menak Sopal, salah seorang bupati atau penguasa Trenggalek. keterangan resmi mengenai Menak Sopal belum banyak ditulis, akan tetapi situs berupa makam dapat dijumpai di dusun Bagong, kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek. Menak Sopal dikenal sebagai pahlawan bagi kaum tani di Trenggalek, usahanya untuk membangun sebuah dam atau waduk beserta saluran irigasi yang menyertainya berkembang menjadi sebuah legenda yang mengiringi tradisi sedekah bumi yang sampai saat ini dilaksanakan oleh kaum tani di kelurahan Ngantru pada bulan Sela. Konon, saat membangun waduk tersebut, Menak Sopal dan pengikutnya mengalami kesulitan karena selalu saja bangunan yang membendung kali Bagong itu jebol. setelah bertapa beberapa hari akhirnya, Menak Sopal mengetahui jika penyebab jebolnya bangunan waduk tersebut karena ulah siluman bajul putih yang menguasai sungai tersebut. Setelah bertemu dengan siluman bajul putih, akhirnya sang siluman bersedia untuk tidak mengganggu pekerjaan besar Menak Sopal dengan meminta tumbal seekor gajah yang berkulit putih pula. Singkat cerita dengan sedikit tipu muslihat, Menak Sopal berhasil menyediakan tumbal Gajah Putih kepada Bajul Putih. Untuk diketahui pemilik Gajah Putih di daerah Wengker hanya ada satu orang yaitu seorang janda di daerah Ponorogo.


Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Berikut merupakan Daftar Bupati Trenggalek dari masa ke masa.

No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket.
1 Noto Soegito 1950 8 Agustus 1950 1 [3]
2 R. Latif 8 Agustus 1950 27 Desember 1950 2
3 Muprapto 27 Desember 1950 23 Januari 1958 3
4 Abdul Karim Dipo Sastro 23 Januari 1958 1960 4
5 Soetomo Boedi K 1960 1 Oktober 1965 5
6 M. Hardjito 1 Oktober 1965 31 Januari 1967
7 Muladi 1 Februari 1967 3 Oktober 1968 7
8 Soetran, Buku Pelengkap IV Pemilihan Umum 1977 (1978), p764.jpg Soetran 3 Oktober 1968 25 Maret 1975 8
Much. Poernanto 25 Maret 1975 4 September 1975 9
9 Soedarso, Regent of Trenggalek.jpg Soedarso 4 September 1975 2 Oktober 1980 10
2 Oktober 1980 2 Oktober 1985 11
10 Haroen Al Rasyid 2 Oktober 1985 2 Oktober 1990 12
11 Slamet 2 Oktober 1990 2 Oktober 1995 13
12 Ernomo 2 Oktober 1995 2 Oktober 2000 14
13 Mulyadi WR 2 Oktober 2000 2 Oktober 2005 15
14 Soeharto 2 Oktober 2005 4 Oktober 2010 16
(13) Mulyadi WR 4 Oktober 2010 4 Oktober 2015 17
Djarianto 22 Oktober 2015 17 Februari 2016
15 Emil Dardak 17 Februari 2016 14 Februari 2019 18 [4]
Mochamad Nur Arifin
(Pelaksana Tugas)
14 Februari 2019 28 Mei 2019 [5]
16 Mochamad Nur Arifin 28 Mei 2019 Petahana


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Komposisi anggota DPRD Kabupaten Trenggalek selama 2 periode adalah sebagai berikut:[6]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 9 Kenaikan 11
  Gerindra 4 Penurunan 3
  PDI-P 9 Steady 9
  Golkar 5 Kenaikan 6
  PKS 5 Kenaikan 6
  PPP 1 Steady 1
  PAN 3 Penurunan 2
  Hanura 3 Penurunan 2
  Demokrat 5 Steady 5
  PKPI 1 Penurunan 0
Jumlah Anggota 45 Steady 45
Jumlah Partai 10 Penurunan 9

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Trenggalek terdiri dari 14 kecamatan, 5 kelurahan, dan 152 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 736.629 jiwa dengan luas wilayah 1.147,22 km² dan sebaran penduduk 642 jiwa/km².[7][8][9]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Trenggalek, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
35.03.01 Panggul 17 Desa
35.03.02 Munjungan 11 Desa
35.03.03 Pule 10 Desa
35.03.04 Dongko 10 Desa
35.03.05 Tugu 15 Desa
35.03.06 Karangan 12 Desa
35.03.07 Kampak 7 Desa
35.03.08 Watulimo 12 Desa
35.03.09 Bendungan 8 Desa
35.03.10 Gandusari 11 Desa
35.03.11 Trenggalek 5 8 Desa
Kelurahan
35.03.12 Pogalan 10 Desa
35.03.13 Durenan 14 Desa
35.03.14 Suruh 7 Desa
TOTAL 5 152

Lambang Daerah[sunting | sunting sumber]

  • Sudut Lima Perisai, mengingatkan kita pada kelima unsur-unsur yang tercantum pada Pancasila, maksudnya rakyat Trenggalek menerima Pancasila sebagai Dasar Negara.

Warna Dasar Hijau berarti ketentraman, maksudnya rakyat Trenggalek seperti yang dilambangkan ialah berada dalam ketentraman.

  • Selendang Warna Dasar Merah, berhuruf Putih, mengingatkan kita kepada Sang Dwiwarna ialah keberanian yang berdasarkan kepada kesucian untuk mencapai apa yang termaksud dalam semboyan lambang Jwalita Praja Karana (ialah cemerlang karena rakyat)
  • Padi dan Kapas, yang berarti lambang kemakmuran sandang dan pangan maksudnya rakyat Trenggalek bercita-cita untuk tidak kurang sandang pangan.
  • Lingkaran Artinya Kebulatan, Warna merah artinya berani, Rantai artinya persatuan, Warna Putih artinya Suci, Rantai dan Lingkaran maksudnya rakyat Trenggalek cinta kepada persatuan yang bulat/utuh.

Warna Merah dan Putih menunjukkan sifat rakyat Trenggalek yang berani karena benar.

  • Padi 17 Butir, Kapas 8 Buah Rantai 45 Buah, mengingatkan kepada hari lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.
  • Kantil Tegak Artinya Bangunan, Warna Hitam artinya kukuh/kuat, Warna Putih artinya cinta, Tonjolan tiga adalah trilogi artinya rakyat Trenggalek tetap berpegang teguh kepada: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat
  • Bintang, ialah lambang Ketuhanan Yang Maha Esa, maksudnya rakyat Trenggalek mempunyai kepercayaan kuat kepada Agama yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, berwarna kuning emas, berati Kebesaran/Keagungan Tuhan.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Komoditi[sunting | sunting sumber]

  • Pertanian : padi, jagung, singkong, kedelai, kacang.
  • Perkebunan: tebu, cengkih, tembakau, durian, salak, manggis, rambutan, duku.
  • Industri: kecap, sirup, tapioka, pengeringan ikan, batik, makanan ringan, terpentin, rokok, sawmill, bahan bangunan, genteng, tahu dll.

Potensi Tambang Emas[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan website dari ARC Exploration (perusahaan pertambangan Australia yang berfokus explorasi kekayaan alam di Indonesia)[10] terdapat kandungan mineral emas dan perak berkualitas tinggi di daerah Sentul, Kojan, Buluroto. Perusahaan ini telah melakukan test untuk mengkonfirmasi potensial ekonomi dari kandungan emas. Mereka akan membangun tambang emas yang merupakan kerja sama dengan P.T. Sumber Mineral Nusantara (SMN), dengan hasil bagi 95% untuk ARC Exploration.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Trenggalek mempunyai banyak tempat peristirahatan dan tempat wisata yang mempunyai keindahan yang masih asli belum terubah oleh keadaan zaman, misalnya goa, pantai, dan pegunungan yang asri.

  1. Gua Lowo. Merupakan salah satu gua yang terletak di Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, sekitar 30 km Tenggara kota Trenggalek. Berdasarkan ahli gua, Mr Gilbert Manthovani dan Dr Robert K Kho tahun 1984, Gua Lowo adalah gua alam yang besar di Asia Tenggara dengan panjang 800 meter, sembilan ruang utama dan beberapa ruang kecil.
  2. Pantai Prigi. Pusat pariwisata dan perekonomian warga Kecamatan Watulimo. Terdapat tempat pelelangan ikan dan merupakan Pelabuhan Nusantara.
  3. Pantai Pasir Putih. Kurang lebih 2 km dari Pantai Prigi. Terkenal karena pasirnya yang putih bersih.
  4. Pantai Pelang. Pantai yang terletak di Kecamatan Panggul ini mempunyai keindahan yang luar biasa. Memiliki air terjun dan pulau kecil-kecil yang indah.
  5. Larung Sembonyo. Upacara adat pesisir yang selalu menarik perhatian wisatawan asing maupun domestik. Diadakan setahun sekali di Pantai Prigi.
  6. Pantai Blado. Terletak di Kecamatan Munjungan, merupakan tempat wisata alami yang berada di arah Selatan dari Kota Trenggalek, Yang terkenal dengan pusatnya tanaman Cengkih dan Durian.
  7. Pantai Ngampiran. Lokasi berada di Munjungan dan terkenal dengan air jernih dan pasirnya yang putih bersih.
  8. Upacara Dam Bagong. Diadakan setiap tahun sekali dengan mempersembahkan kepala kerbau untuk di larung di Kali Bagong.
  9. Candi Brongkah. Merupakan candi yang berisi sejarah asal usul Trenggalek.
  10. Alun-alun Kota. Sarana rekreasi keluarga yang selalu ramai dikunjungi warga Trenggalek, terutama pada malam minggu, serta pada hari hari menjelang proklamasi kemerdekaan RI dimana di alun alun kota trenggalek diadakan bazaar dan taman hiburan rakyat yang dapat menghibur anak anak maupun orang dewasa
  11. Tari Turangga Yaksa. Merupakan tarian khas Kabupaten Trenggalek.
  12. Hutan Kota. Tempat wisata alternatif di Gunung Jaas, Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek.
  13. Trenggalek Green Park. Taman bermain dan wisata keluarga di Jalan Brigjend Soetran.

Kuliner Khas[sunting | sunting sumber]

  • Alen-Alen
  • Kue Mancho
  • Sale Pisang
  • Lontong Sompil
  • Rujak Uyup
  • Lodho Ayam Kampung
  • Soto Ayam
  • Sego Gegog
  • Pindang Sapi

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Klub/Tim Olahraga[sunting | sunting sumber]

Persiga (singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Trenggalek) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Trenggalek. Persiga Trenggalek saat ini berlaga di Liga 3 Indonesia dan sedang berjuang menuju Liga 2. Persiga Trenggalek juga mempunyai julukan Laskar Gajah Putih, adalah hewan yang ada di cerita Menak Sopal sebagai tokoh ternama di Trenggalek sekaligus untuk nama Stadion Menak Sopal. Oleh karena itu diberi julukan kepada Persiga Trenggalek. GALAK MANIA adalah supporter setia dari Persiga Trenggalek.

Media Massa[sunting | sunting sumber]

  1. Kabar Trenggalek
  2. Nggalek.co | Njajah Desa Milang Kori
  3. Jawa Pos Radar Trenggalek, Ruko Sudirman B10 Jalan Panglima Sudirman Nomor 125.
  4. Koran Memo Biro Trenggalek, Roko Pojok Jalan Panglima Sudirman
  5. Memorandum Arema.
  6. JTV Biro Trenggalek, Jalan KH Ahmad Dahlan.
  7. HKTV
  8. Radio Praja Angkasa FM/AM (Kelurahan Ngantru)
  9. Radio Yasmaga FM (Kelurahan Ngantru)
  10. Radio Kamajaya FM (Kelurahan Kelutan)
  11. Radio Arena Duta Swara (ADS FM) (Kelurahan Sumbergedong)
  12. Radio Boss FM (Kelurahan Kelutan)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-14. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ Potensi Pariwisata dan Produk Unggulan Jawa Timur, hal 72
  3. ^ Rahayu, Endah (27 Juli 2005). "Trenggalek "Wiwitan lan Wibawa""Perlu langganan berbayar. Kompas. hlm. 9. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-12-15. Diakses tanggal 13 Desember 2020. 
  4. ^ Baiduri, MC Nieke Indrietta (2016-02-18). "Suami Bupati Trenggalek, Arumi: Awalnya Susah, lalu Kangen." Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-02-15. 
  5. ^ Muttaqin, Adhar. "Wabup Arifin Jalankan Tugas Bupati Trenggalek Usai Emil Mundur". detiknews. Diakses tanggal 2019-02-15. 
  6. ^ Hasil Hitung Ulang Perolehan Suara di Trenggalek, PDIP Gagal Tambah Kursi
  7. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  8. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  9. ^ "Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri No.56-2015)". www.kemendagri.go.id (dalam bahasa Indonésia). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-04-29. Diakses tanggal 22 Desember 2018. 
  10. ^ ARC Exploration: Trenggalek Project

Pranala luar[sunting | sunting sumber]