Greenland

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Tanah Hijau)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tanah Hijau

  • Kalaallit Nunaat  (Greenlandic)
    ᑲᓛᓪᓕᑦ ᓄᓈᑦ
  • Grønland  (Denmark)
{{{coat_alt}}}
Lambang
Lagu kebangsaan
Nunarput utoqqarsuanngoravit
ᓄᓇᕐᐳᑦ ᐅᑦoᖅᖃᕐᓱᐊᖖoᕋᕕᑦ
Engkaulah Tanah Kuno Kami

Nuna asiilasooq
ᓄᓇ ᐊᓰᓚᔅooᖅ[e]
Tanah yang Sangat Panjang
Lokasi Greenland
Lokasi Greenland
Lokasi Kerajaan Denmark terdiri atas Greenland, Kepulauan Faroe (dilingkari) dan Denmark
Lokasi Kerajaan Denmark terdiri atas Greenland, Kepulauan Faroe (dilingkari) dan Denmark
Ibu kota
Nuuk
ᓅᒃ
64°10′N 51°44′W / 64.167°N 51.733°W / 64.167; -51.733
Bahasa resmiGreenland[a]
Bahasa lainnyaDenmark, Faroe, Islandia, Norwegia dan Inggris[a]
Kelompok etnik
Agama
Gereja Denmark
Negara berdaulatBendera Denmark Kerajaan Denmark
PemerintahanPemerintah yang didelegasikan dalam parlementer monarki konstitusional
• Monarki
Margrethe II
Mikaela Engell
• Premier
Kim Kielsen
Hans Enoksen
LegislatifInatsisartut
ᐃᓇᑦᓯᓴᕐᑐᑦ
Daerah Otonom dalam Kerajaan Denmark
Abad ke-26 SM
Abad ke-24 SM
Abad ke-8 SM
Abad ke-10
abad ke-13
1262
1721
14 Januari 1814
• Status Amt
5 Juni 1953
• Pemerintahan mandiri
1 Mei 1979
• Otonomi lebih lanjut dan pemerintahan sendiri
21 Juni 2009[2][3]
Luas
 - Total
2166086 km2 (836330 sq mi)
 - Perairan (%)
83.1[d]
Population
 - Perkiraan
55,877 (1 Januari 2018)[4]
0,028/km2 (0,1/sq mi) (terakhir)
PDB (KKB)2011
 - Total
$1.8 miliar[5] (n/a)
$37,000 (n/a)
IPM (2010) 0.786[6]
tinggi · 61
Mata uangKrona Denmark
(DKK)
Zona waktu
(UTC+0 hingga UTC-4)
Format tanggaldd-mm-yyyy
Lajur kemudikanan
Kode telepon+299
Kode ISO 3166GL
Ranah Internet.gl
  1. ^ bahasa Greenland telah menjadi satu-satunya bahasa resmi Greenland sejak 2009.[2][7]
  2. ^ Pengaruh Denmark mencapai Greenland pada tahun 1380 dengan pemerintahan Olav IV di Norwegia, putra Haakon VI dari Norwegia dan Margaret I dari Denmark.
  3. ^ Meskipun sebelumnya di bawah monarki Denmark selama empat ratus tahun, Greenland, Kepulauan Faroe, dan Islandia secara resmi adalah milik Norwegia sampai 1814.
  4. ^Mulai tahun 2000:
    410449 km2 (158475 sq mi) merupakan kawasan bebas es dan
    1755637 km2 (677855 sq mi) merupakan kawasan tertutup es.
    Kepadatan: 0.14/km2 (0.36 /sq. mi) untuk kawasan bebas es.
  5. ^Nuna asiilasooq memiliki status yang sama dengan lagu kebangsaan tetapi umumnya hanya digunakan pada pemerintahan sendiri di Greenland.[8]

Greenland (Greenlandic: Kalaallit Nunaat, diucapkan [kalaːɬit nunaːt]; bahasa Denmark: Grønland, diucapkan [ˈkʁɶnˌlænˀ]) adalah negara otonom Kerajaan Denmark[9][10] yang terletak di antara Samudra Arktik dan Atlantik, sebelah timur Kepulauan Arktik Kanada. Meski secara fisiogeografis merupakan bagian dari benua Amerika Utara, Greenland sangat erat secara politik dan budaya dengan Eropa (khususnya Norwegia dan Denmark, negara-negara kolonial, dan pulau Islandia) selama lebih dari seribu tahun.[11] Mayoritas penduduknya suku Inuit. Leluhur mereka pindah dari daratan Kanada pada abad ke-13 dan perlahan menyebar ke seluruh pulau ini.

Greenland adalah pulau terbesar di dunia (Australia dan Antarktika, sama-sama lebih besar daripada Greenland, umumnya dianggap sebagai benua).[12] Tiga per empat Greenland ditutupi oleh satu-satunya lempeng es abadi selain Antarktika. Dengan jumlah penduduk 56.480 jiwa (2013),[5] Greenland adalah wilayah berpenduduk terjarang di dunia.[13] Kurang lebih sepertiga penduduknya tinggal di Nuuk, ibu kota sekaligus kota terbesar. Kapal feri Arctic Umiaq Line menghubungkan berbagai kota dan permukiman dan menjadi transportasi utama di Greenland barat.

Greenland dihuni secara musiman selama kurang lebih 4.500 tahun terakhir oleh suku-suku Arktik yang leluhurnya berasal dari Kanada.[14][15] Bangsa Viking mulai menetap di bagian selatan Greenland pada abad ke-10 setelah sebelumnya menghuni Islandia untuk menghindari persekusi Raja Norwegia dan pemerintahannya. Mereka kelak berlayar dari Greenland dan Islandia ke benua Amerika. Leif Erikson menjadi orang Eropa yang tercatat menjejakkan kaki pertama kali di Amerika Utara, hampir 500 tahun sebelum Columbus mendarat di kepulauan Karibia. Rumpun suku Inuit tiba pada abad ke-13. Meski sudah lama dipengaruhi oleh kehadiran bangsa Norwegia, Greenland baru ditetapkan secara resmi sebagai wilayah Norwegia pada tahun 1262. Koloni bangsa Nordik di Greenland lenyap pada akhir abad ke-15 sejak Wabah Hitam melanda dan melemahkan Norwegia. Tidak lama kemudian, pada tahun 1499, bangsa Portugal sempat menjelajah dan mengklaim pulau ini dan memberi nama Terra do Lavrador (nama ini nantinya diberikan untuk wilayah Labrador di Kanada).[16]

Pada awal abad ke-18, para penjelajah dari Denmark kembali mendarat di Greenland. Untuk mempererat hubungan perdagangan dan kekuasaannya, Denmark–Norwegia mengklaim kedaulatan atas pulau tersebut. Karena statusnya lemah, Norwegia kehilangan kedaulatan atas Greenland pada tahun 1814 ketika perserikatan kerajaan ini dibubarkan. Greenland menjadi milik Denmark pada tahun 1814 dan ditetapkan sebagai wilayah integral Denmark oleh Konstitusi Denmark pada tahun 1953.

Tahun 1973, Greenland dan Denmark bergabung dengan Masyarakat Ekonomi Eropa. Namun, dalam referendum tahun 1982, sebagian besar penduduknya menghendaki Greenland keluar dari MEE. Keputusan ini dilaksanakan tahun 1985. Greenland memiliki taman nasional terbesar dan paling utara di dunia, Taman Nasional Greenland Timur Laut (Kalaallit Nunaanni nuna eqqissisimatitaq). Taman ini dibentuk tahun 1974 dan diperluas tahun 1988. Taman nasional ini meliputi 972001 kilometer persegi (375292 sq mi) daratan dan pesisir timur laut Greenland dan ukurannya lebih besar daripada beberapa negara di dunia. Secara administratif, Greenland terbagi menjadi lima kotamadya: Sermersooq, Kujalleq, Qeqertalik, Qeqqata, dan Avannaata.[17] Greenland bukan anggota permanen Perserikatan Bangsa-Bangsa.[18]

Pada tahun 1979, Denmark memberikan hak pemerintahan mandiri kepada Greenland. Tahun 2008, masyarakat Greenland mendukung Undang-Undang Otonomi yang mendorong pemerintah Denmark mendelegasikan kekuasaan ke pemerintah daerah Greenland. Berdasarkan struktur baru yang berlaku pada 21 Juni 2009,[19] Greenland memegang kekuasaan atas polisi, sistem peradilan, hukum perusahaan, akuntansi, dan audit; aktivitas sumber daya mineral; penerbangan, hukum kapasitas hukum, hukum keluarga, dan hukum warisan; pemeriksaan imigran dan perbatasan; lingkungan kerja; dan pengawasan dan regulasi keuangan, sedangkan pemerintah Denmark mengatur hubungan luar negeri dan pertahanan Greenland. Denmark juga mengurus kebijakan moneter nasional dan menganggarkan subsidi tahunan sebesar DKK 3,4 miliar yang perlahan dikurangi seiring waktu. Greenland berencana mengembangkan ekonominya dari pendapatan eksploitasi sumber daya alam. Ibu kotanya, Nuuk, menjadi tuan rumah Pesta Olahraga Musim Dingin Arktik 2016. 70% konsumsi energi Greenland berasal dari sumber energi terbarukan, rata-rata bertenaga banyu.[20]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Greenland secara geografis merupakan bagian dari Amerika Utara. 80% dari seluruh wilayah tertutup es yang di beberapa tempat ketebalannya mencapai 3 kilometer. Hanya daerah pesisir selatan dan barat yang bisa didiami manusia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Perekonomian Greenland bergantung dari produksi bahari, peternakan domba, dan pertambangan. Produk yang dihasilkan dari sektor pertambangan antara lain kreolit, kwarts, tembaga, seng dan besi.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk Greenland adalah orang Inuit atau Eskimo. Sementara ada pula orang Denmark dan campuran antara orang Inuit dan Denmark yang disebut sebagai orang Tanah Hijau. Di Qaanaaq didirikan markas militer Amerika Serikat. Penduduk Tanah Hijau berjumlah kira-kira 58.000 jiwa yang terdiri atas 80% orang Tanah Hijau, 14,5% orang Denmark, sedangkan sisanya dari suku bangsa yang lain. Bahasa yang banyak digunakan di Greenland adalah bahasa Inuit sehingga menjadi bahasa resmi selain bahasa Denmark.

Agama yang paling banyak dianut penduduknya adalah Kristen Protestan aliran Luther, sama seperti di Denmark.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama cia-factbook
  2. ^ a b (Denmark) TV 2 Nyhederne – "Grønland går over til selvstyre" TV 2 Nyhederne (TV 2 News) – Ved overgangen til selvstyre, er grønlandsk nu det officielle sprog. Retrieved 22 January 2012.
  3. ^ "Self-rule introduced in Greenland". BBC News. 21 June 2009. Diakses tanggal 4 May 2010. 
  4. ^ "Grønlands Statistik". stat.gl.
  5. ^ a b Greenland in Figures 2013 (PDF). Statistics Greenland. ISBN 978-87-986787-7-9. ISSN 1602-5709. Diakses tanggal 2 September 2013. 
  6. ^ Avakov, Aleksandr Vladimirovich (2012). Quality of Life, Balance of Powers, and Nuclear Weapons (2012): A Statistical Yearbook for Statesmen and Citizens. Algora Publishing. hlm. 51. ISBN 978-0-87586-892-9. 
  7. ^ (Denmark) Law of Greenlandic Selfrule (see chapter 7)
  8. ^ "Not one but two national anthems". Government of Greenland. Diakses tanggal 7 October 2003. 
  9. ^ Markku Suksi (2011). Sub-State Governance through Territorial Autonomy: A Comparative Study in Constitutional Law of Powers, Procedures and Institutions. Springer Science & Business Media. hlm. 576. ISBN 978-3-642-20048-9. 
  10. ^ http://www.gfbv.it/3dossier/eu-min/autonomy.html#r2. Diakses tanggal 3 June 2019.  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  11. ^ The Fate of Greenland's Vikings, by Dale Mackenzie Brown, Archaeological Institute of America, 28 February 2000
  12. ^ "Joshua Calder's World Island Information". Worldislandinfo.com. Diakses tanggal 6 September 2010. 
  13. ^ "Population density (people per sq. km of land area)". The World Bank. Diakses tanggal 3 November 2012. 
  14. ^ "Saqqaq-kulturen kronologi". National Museum of Denmark. Diakses tanggal 2 August 2013. 
  15. ^ Saillard J, Forster P, Lynnerup N, Bandelt HJ, Nørby S (2000). "mtDNA variation among Greenland Eskimos: the edge of the Beringian expansion". American Journal of Human Genetics. 67 (3): 718–26. doi:10.1086/303038. PMC 1287530alt=Dapat diakses gratis. PMID 10924403. 
  16. ^ The Portuguese Explorers. Heritage.nf.ca. Retrieved on 21 June 2016.
  17. ^ "Qaasuitsup kommunia". 
  18. ^ "List of member states". www.un.org. United nations (official website). Diakses tanggal 6 November 2018. 
  19. ^ Greenland in Figures 2012 (PDF). stat.gl. ISBN 978-87-986787-6-2. ISSN 1602-5709. Diakses tanggal 10 February 2013. 
  20. ^ Nordic Investment Bank. "Hydropower creates clean energy and jobs in Greenland". NIB. Nordic Investment Bank. Diakses tanggal 2 October 2016. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Koordinat: 72°00′N 40°00′W / 72.000°N 40.000°W / 72.000; -40.000

Templat:Topik Greenland