Sumber Group (perusahaan otobus)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sumber Group
Slogan"Tetap Setia Melayani"
"Melayani Setulus Hati"
SingkatanSS, SR
Didirikan1981; 40 tahun lalu (1981)
PendiriSetyaki Sasongko
Mulai beroperasi1981, sebagai Sumber Kencono
2011, sebagai Sumber Selamat dan Sugeng Rahayu
Kantor pusatSidoarjo, Jawa Timur
Area layananJawa
Jenis layananBus AKAP, Bus Pariwisata
Rute terpendekSurabaya-Wonogiri
Rute terpanjangSurabaya-Tasikmalaya-Bandung
Jenis bahan bakarSolar
OperatorPT Selamat Sugeng Rahayu
CEOSetyaki Sasongko
Websitewww.sumbergroupbus.com

Sumber Group, dulu bernama PO Sumber Kencono adalah salah satu perusahaan Bus yang berasal dari Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Kantor pusat dan garasi Sumber Group berada di Jalan By Pass Krian, Sidoarjo. Pada era 1980-an hingga 2010-an bus ini terkenal dengan kecepatannya, tetapi setelah berganti nama, bus ini lebih menekankan pada kenyamanan penumpang.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1981, Setyaki Sasongko mendirikan sebuah perusahaan otobus, yang bernama "Sumber Kencono". Pada masa itu, Sumber Kencono beroperasi dengan hanya berbekal 6 unit bus Mercedes-Benz seri OF. Rute awal bus ini adalah Surabaya–Yogyakarta dengan kelas Ekonomi.

Pada masa kejayaannya, Sumber Kencono pernah dijuluki sebagai “raja jalanan” di Jawa Timur. Julukan tersebut disematkan karena ciri khas bus ini yang selalu melaju cepat untuk sampai di tujuan. Hal inilah yang kemudian menjadi nilai jual dan menarik minat masyarakat untuk menggunakan jasa Sumber Kencono. Nilai jual tersebut juga membuat Sugeng Rahayu terus berkembang, sampai bisa membuka banyak rute pada masa itu, seperti Surabaya-Semarang dan Surabaya-Wonogiri. Tingginya minat penumpang membuat pihak Sumber Kencono juga menghilangkan kelas Ekonomi Non AC dan menggantinya dengan kelas Ekonomi AC, atau yang lebih familiar dengan AC Tarif Biasa.

Namun sayangnya kecepatan tinggi tersebut tidak diimbangi dengan kepatuhan berkendara para pengemudi, sehingga cukup sering terjadi kecelakaan yang mengakibatkan bus ini pada masa itu, bahkan sempat ada yang menyindir dengan memplesetkan nama bus ini menjadi “Sumber Bencono”. Puncaknya ketika bus mengalami kecelakaan di Mojokerto yang menjadi sorotan Gubernur Jawa Timur hingga mengirimkan rekomendasi kepada Dishub untuk mencabut Izin Trayek karena menewaskan hingga 20 orang. Plus kecelakaan bus di Ngawi yang berhasil merenggut nyawa pengendara motor sampai bus dibakar oleh warga setempat. Akhirnya Sumber Kencono dikenai sanksi pengurangan armada sebanyak 40% dalam seminggu.

Selain karena perilaku pengemudi yang ugal-ugalan, Setyaki juga menyadari bahwa ada kesalahan dalam manajemen perusahaannya. Ia memutuskan untuk merombak manajemen perusahaan dan meregenerasi Sumber Kencono yang dinilai memiliki stigma-stigma negatif di masyarakat. Ia meluncurkan "PO Sumber Selamat" pada tahun 2011. Pemberian nama "Sumber Selamat" diharapkan bisa membawa nasib baik serta keselamatan.

Semenjak regenerasi ini, Setyaki mulai bertindak tegas dalam hal keselamatan. tidak main-main, jika ada pengemudi yang kedapatan ugal-ugalan di jalan, maka perusahaan tak akan segan untuk memberikan SP3 langsung, yang bisa berujung pada pemberhentian pengemudi tersebut. Beberapa unit armada bus juga dipasang GPS guna memantau laju kecepatan bus.

Nama baru tersebut bertahan selama setahun hingga akhirnya muncul nama Sugeng Rahayu sebagai pendamping dari Sumber Selamat. Dalam bahasa Jawa, Sugeng Rahayu bermakna selamat, sejahtera, dan jauh dari musibah. Selain nama, perubahan juga terjadi pada penggunaan warna menjadi merah dan kuning. Sugeng Rahayu dan Sumber Selamat pun berdiri bersama dibawah naungan PT Selamat Sugeng Rahayu, atau yang lebih dikenal dengan Sumber Group

Pada tahun 2014, Sugeng Rahayu memulai perjalanan kelas Patas pertamanya di rute Surabaya-Yogyakarta. Hadirnya kelas Patas ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi para penumpang, terlihat dari fasilitas yang ditawarkan lebih unggul daripada kelas AC Tarif Biasa. Kelas Patas Sugeng Rahayu ini juga melayani trayek-trayek yang lebih jauh, seperti Surabaya-Yogyakarta-Bandung, Jember-Cilacap, Surabaya-Purwokerto-Bobotsari, dan Surabaya-Solo-Semarang-Indramayu. [1]

Trayek[sunting | sunting sumber]

  • Surabaya-Madiun-Solo-Yogyakarta (ATB, Patas)
  • Surabaya-Madiun-Solo-Wonogiri (ATB)
  • Surabaya-Madiun-Solo-Semarang (ATB, Patas)
  • Surabaya-Madiun-Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Bobotsari/Bumiayu (Patas)
  • Surabaya-Madiun-Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Tasikmalaya-Bandung (Patas)
  • Surabaya-Madiun-Solo-Yogyakarta-Magelang-Temanggung-Wonosobo-Banjarnegara-Purbalingga-Purwokerto (Patas)
  • Jember-Probolinggo-Surabaya-Madiun-Solo-Yogyakarta-Cilacap (Patas)
  • Surabaya-Madiun-Solo-Semarang-Cirebon-Kuningan (Patas)
  • Surabaya-Madiun-Solo-Semarang-Cirebon-Indramayu (Patas)

Armada[sunting | sunting sumber]

AC Tarif Biasa[sunting | sunting sumber]

Kelas ini sama halnya dengan Ekonomi AC di beberapa bus. Memiliki fasilitas seperti AC, TV, seat 2-3, Lampu interior LED, Alat Pemadam Api dan Palu Pemecah Kaca darurat. Bus berkelas AC Tarif Biasa mudah dikenali dari livery nya, abu-abu strip merah dan biru tua (untuk Sumber Selamat) dan abu-abu kombinasi biru dan merah dengan gambar lumba-lumba (untuk Sugeng Rahayu). Umumnya bus AC Tarif Biasa ini ditopang oleh chassis Hino AK8 A215.

Patas[sunting | sunting sumber]

Kelas Patas memiliki fasilitas yang lebih dari kelas AC Tarif Biasa, seperti AC, TV, Seat 2-2, Gratis Air Mineral kemasan botol, Toilet, dan Servis makan. Kelas ini hanya dilayani oleh Sugeng Rahayu dengan livery khasnya berwarna merah dengan corak pegunungan dan bintang, didukung oleh armada berchassis Hino R260 dan RN285.

Referensi[sunting | sunting sumber]