Pembangunan Perumahan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
BUMN / Publik
Simbol sahamIDX: PTPP
IndustriKonstruksi
Didirikan26 Agustus 1953 (1953-08-26) di Jakarta, Indonesia
Kantor
pusat
,
Indonesia
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh
kunci
Andi Gani Nena Wea, SH (Komisaris Utama) Ir. Tumiyana, MBA (Direktur Utama)
ProdukKonstruksi, EPC, Investasi, Properti, Precast, Peralatan
Pendapatan Rp 25.119 triliun (2018)
Rp 2.628 triliun (2018)
Rp 1.502 triliun (2018)
Total aset Rp 52.549 triliun (2018)
Total ekuitas Rp 16.315 triliun (2018)
Karyawan
1.896 orang (2016)
Anak
usaha
PP Properti (IDX: PPRO)
PT Pembangunan Perumahan Energi
PP Infrastruktur
PT PP Presisi (IDX: PPRE)
PT Gitanusa Sarana Niaga
PT PP Urban
PT PP Pracetak
Situs webwww.pt-pp.com

PT Pembangunan Perumahan (Persero), Tbk, disingkat PT PP (Persero), Tbk, namun lebih populer disebut PT PP atau PP saja, adalah salah satu BUMN yang bergerak di bidang perencanaan dan konstruksi bangunan. PT PP berdiri pada tanggal 26 Agustus 1953 dengan nama NV Pembangunan Perumahan. Namanya lalu diganti menjadi PN Pembangunan Perumahan melalui PP no. 63 tahun 1960. Terakhir, berdasarkan PP no. 39 tahun 1971, statusnya berubah kembali menjadi PT Pembangunan Perumahan (Persero).[butuh rujukan]

Sebagai BUMN, mayoritas (51%) kepemilikan saham PT PP dipegang oleh Pemerintah Republik Indonesia dan sisanya (49%) dipegang karyawan dan manajemen PT PP. Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia, mayoritas (51%) saham dipegang pemerintah, 45,36% saham publik dan 3,64% saham dipegang karyawan dan manajemen PT PP.[butuh rujukan]

Bidang usaha utama PT PP adalah pelaksana konstruksi bangunan gedung dan sipil. PT PP juga mengerjakan bidang usaha terkait lainnya, seperti manajemen gedung, pengembangan properti dan realti.

Garapan PT PP (Persero) Tbk[sunting | sunting sumber]

PT PP semenjak berdiri telah terlibat dalam pembuatan sejumlah bangunan penting. Berikut adalah beberapa bangunan yang pengerjaannya melibatkan perusahaan ini.

Bangunan/Hotel[sunting | sunting sumber]

  • Ambarrukmo Palace Hotel Yogyakarta
  • Bali Beach Hotel Sanur
  • Gedung BCA Wahid Hasyim Jakarta
  • Gedung Giant Superstore Serpong
  • Poliklinik RS Pelni Petamburan Jakarta
  • Gedung Departemen Agama RI Jakarta
  • Gedung Mahkamah Konstitusi RI Jakarta
  • Gedung Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah UIN Jakarta
  • Gedung Badan Meteorologi dan Geofisika Jakarta
  • Gedung Jakarta City Center Jakarta
  • Gedung Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung
  • Gedung Sampoerna Strategic Square Jakarta
  • Gedung Indosat Semarang
  • Gedung Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
  • Gedung Universitas Negeri Yogyakarta
  • Gedung Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
  • Gedung Universitas Airlangga Surabaya
  • Gedung Universitas Diponegoro Semarang
  • Gedung Universitas Petra Surabaya
  • Gedung Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya
  • Gedung ITC Cempaka Mas Jakarta
  • Gedung Menara Kuningan Jakarta
  • Gedung Departemen Dalam Negeri Jakarta
  • Gedung Apartemen Gading Nias Kelapa GadingJakarta
  • Gedung Apartemen Eminence Jakarta
  • Gedung Departemen Pertahanan Jakarta
  • Gedung Departemen Perpajakan Jakarta
  • Gedung Departemen Perdagangan Jakarta
  • Gedung Departemen Pertanian Jakarta
  • Gedung Kedutaan Singapura Jakarta
  • Gedung Apartemen Beleza Jakarta
  • Gedung Universitas Pancasila Jakarta
  • Gedung Universitas Indonesia Jakarta
  • Gedung Universitas Negri Jakarta
  • Gedung Menara BNI Pejompongan Jakarta[1]
  • Gedung Menara 165 Jakarta
  • Gedung MPR RI Jakarta
  • Gedung Istana Negara Jakarta
  • Gedung Departemen Komunikasi dan Informatika Jakarta
  • Gedung Universitas NegerI Jakarta Jakarta
  • Gedung Garuda Indonesia Jakarta
  • Gedung Apartemen Kelapa Gading Jakarta
  • Gedung Departemen Pekerjaan Umum Jakarta
  • Gedung Menara BTN Jakarta
  • Gedung Sekolah Ilmu Statistik STIS Jakarta
  • Gedung Badan Pusat Statistik Jakarta
  • Apartemen Pertamina RU.IV Cilacap

Bangunan sipil[sunting | sunting sumber]

  • Jembatan Batam-Tonton, ialah jembatan gantung yang menghubungkan dua pulau dengan bentang total 641,8m, selesai dibangun Januari 1997.
  • Jalan Lingkar Luar Jakarta ruas CakungCikunir, selesai 3 April 2005.
  • Proyek jembatan layang trans jakarta kroridor 13 akan selesai 2016

Stadion olahraga[sunting | sunting sumber]

  • Stadion Kridanggo Salatiga
  • Stadion Manahan Solo
  • Stadion Delta Sidoarjo Jawa timur
  • Stadion Bumi Sriwijaya Palembang (Renovasi)
  • Stadion Patrajaya Plaju Sumatra Selatan (Renovasi)
  • Stadion Madya Sempaja Samarinda Kaltim
  • Stadion Willis Madiun Jatim
  • Stadion Maguwoharjo Sleman Yogyakarta
  • Stadion Sultan Agung Bantul Yogyakarta
  • Stadion Bone Sulawesi selatan
  • Stadion Utama Samarinda Kaltim
  • Stadion Utama (UNRI) Pekanbaru
  • Stadion Cibinong Bogor
  • Stadion Bekasi Jawa Barat
  • Stadion Madya Tenggarong Kutai Kartanegara
  • Stadion Mimika Sport Complex Timika Papua
  • Stadion Jember Sport Garden Kabupaten Jember

Anak Perusahaan[sunting | sunting sumber]

PT PP Properti Tbk[sunting | sunting sumber]

PT PP Properti Tbk didirikan Tahun 2013 sesuai Akta Pendirian Perseroan Terbatas No.18 tanggal 12 Desember 2013 dibuat dihadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H. yang telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-04852.AH.01.01.Tahun 2014 tanggal 5 Februari 2014 ("PP Properti") yang merupakan pemisahan divisi properti dari PT PP (Persero) Tbk yang telah ada sejak tahun 1991.

Pada tahun 1991, PT PP (Persero) Tbk. melakukan diversifikasi kegiatan usaha dengan membentuk cabang UNK (Usaha Non Konstruksi) yang terdiri dari unit developer dan unit properti. Diantaranya penyewaan gedung Plaza PP, Perumahan Otorita Jatiluhur dan pengembangan kawasan di Cibubur (Perumahan Permata Puri 1). Kemudian pada tahun 1995, PT PP (Persero) mengubah cabang UNK menjadi Unit UNK. Proyek-proyek yang dikerjakan saat itu antara lain

  • Permata Puri Laguna
  • Bukit Permata Puri I Semarang
  • Laguna Sport Center
  • Permata Puri II

Pada tahun 2004, PT PP (Persero) mengalami restrukturisasi organisasi sehingga membuat unit UNK dibawah Divisi Pengembangan Usaha (DVB). Kemudian pada tahun 2010, Unit UNK dikembangkan divisi properti yang menjalankan kegiatan usaha pengembangan properti dan realti dengan fokus pada tiga segmen (Hospitality, Residential, dan Commercial). Pada tahun 2012, statusnya berubah menjadi Divisi Property dan pada 12 Desember 2013 kembali dilakukan perubahan status menjadi PT PP Properti sebagai anak perusahaan dari PT PP (Persero) Tbk. PP Properti resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada bulan Mei 2015.[2] PP Properti juga mengakuisisi Limasland Realty dan Grahaprima Realtindo pada bulan November 2018 untuk merealisasikan rencananya mengembangkan apartemen di Cilegon dan Yogyakarta.[3] PT PP Properti Tbk memiliki 3 (tiga) unit Bisnis, yaitu Komersial, Residensial dan Hotel.

Hospitality

PP Hospitality, salah satu unit bisnis PT PP Properti Tbk, adalah manajemen Hospitality dengan beragam keahlian yang menyediakan manajemen dan konsultasi dengan pengembalian berkelanjutan dan nilai tambah, serta menciptakan produk inovatif untuk hotel di indonesia. Didirikan pada tahun 2012, PP Hospitality saat ini mengelola 4 Hotel yaitu PRIME PARK Hotel Bandung, Hotel bintang 4 yang beroperasi pada tahun 2014, PRIME PARK Hotel Pekanbaru, Hotel bintang 4 yang resmi dibuka pada April 2019, PARK HOTEL Cawang - Jakarta, Hotel bintang 3 plus yang beroperasi pada tahun 2009, dan PALM PARK Hotel Surabaya, Hotel bintang 3 yang resmi dibuka pada April 2019. PP Hospitality juga merupakan owner representative untuk Swiss-Belhotel & Residences di Balikpapan Ocean Square.

PP Hospitality terus mengembangkan bisnis untuk meningkatkan pendapatan berulang perusahaan dan berencana memperluas jaringan ke daerah lain di seluruh indonesia. Saat ini PP Hospitality sedang mengembangkan PRIME PARK Hotel & Convention Lombok, Hotel bintang 4 yang rencananya dibuka pada tahun 2020. Selanjutnya akan merambah ke Mandalika, Padang, Semarang, Medan dan Bengkulu. PP Hospitality didukung oleh tim profesional berpengalaman yang menyediakan berbagai layanan untuk investor atau pemilik Hotel lainnya, termasuk pengembangan dan pengawasan Hotel, e-commerce dan manajemen pendapatan.

Lokasi : PP Hospitality mengelola Hotel di sumatera,Jawa dan Lombok

Sumatera

  • PRIME PARK Hotel Pekanbaru

Jawa

  • PARK HOTEL Cawang - Jakarta
  • PRIME PARK Hotel Bandung
  • PALM PARK Hotel Surabaya

Lombok

  • PRIME PARK Hotel & Convention Lombok (dibuka pada tahun 2020)

PT PP Urban[sunting | sunting sumber]

PT PP Urban adalah anak perusahaan PT PP (Persero) Tbk yang bergerak di bidang urban development, konstruksi, dan pracetak. Pada tahun 1989 berdiri sebuah perseroan bernama PT Prakarsa Dirga Aneka yang dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Karyawan PT PP (Persero). Perseroan mula-mula bergerak di bidang perdagangan untuk mendukung perusahaan induknya. Seiring waktu, perseroan kemudian berhasil mengembangkan diri di industri pracetak dan konstruksi.

Pada tahun 2008, perseroan berganti nama menjadi PT PP Dirganeka. Fokus bisnis PT PP Dirganeka adalah di bidang konstruksi dan manajemen gedung. Setelah diakusisi oleh PT PP (Persero) pada 2013, perseroan berganti nama menjadi PT PP Pracetak dengan fokus bisnis di bidang konstruksi, manajemen gedung, dan beton precast. Untuk memenuhi visi bisnisnya, PT PP Pracetak melakukan transformasi menjadi PT PP Urban pada 2017. Dengan menjadi entitas baru, perseroan mulai merambah bisnis pengembangan kota, terutama pengembangan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).sulit dikoordinasikan

PT PP Presisi Tbk.[sunting | sunting sumber]

PT PP Presisi Tbk adalah perusahaan jasa konstruksi yang berbasis pada diferensiasi produk yaitu: jasa konstruksi sipil dan gedung sehingga terbentuk 6 lini bisnis utama yaitu pekerjaan sipil, ready mix, pekerjaan pondasi, erector, formwork, dan rental alat berat. Pada 2004 PT PP Presisi Tbk berdiri dengan nama PT Prima Jasa Aldodua (PT PJA) pada 6 Mei 2004 berdasarkan Akta Notaris Muhammad Chotib SH No.02 tanggal 26 Mei 2004 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Ham tanggal 1 Juli 2005. Selama 2004 hingga 2012, fokus bisnis utama PT PJA yaitu jasa sewa peralatan konstruksi skala kecil dengan berfokus pada pengembangan alat ringan, perancah, dan mengelola alat berat milik PT PP (Persero) Tbk.

Kemudian pada tahun 2014, PT Prima Jasa Aldodua diakuisisi oleh PT PP (Persero) Tbk dan berganti nama menjadi PT PP Alat Konstruksi (PP Alkon) pada Juni 2014, kemudian PT PP Alat Konstruksi berganti nama menjadi PT PP Peralatan Konstruksi pada Juli 2014. Pada Maret 2017, PT PP Peralatan Konstruksi berganti nama menjadi PT PP Presisi. Pada bulan Juli 2017, PP Presisi resmi mengakuisisi 51% saham Lancarjaya Mandiri Abadi, untuk memperkuat bisnis peralatan konstruksinya.[4] Pada bulan November 2017, PP Presisi resmi melantai di Bursa Efek Indonesia.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Gandeng PP, BNI Sukses Bangun Iconic Building Baru di Jakarta". BNI. Diakses tanggal 2019-07-04. 
  2. ^ "Perdana Melantai di Bursa, Saham PP Properti Naik 11 Persen". cnnindonesia.com. 19 Mei 2015. Diakses tanggal 16 Januari 2020. 
  3. ^ "Ekspansi Bisnis Apartemen, PP Properti Akuisisi 2 Perusahaan". katadata.co.id. 6 November 2018. Diakses tanggal 16 Januari 2020. 
  4. ^ "ANAK USAHA PTPP: PP Presisi Akuisisi Perusahaan Alat Konstruksi". bisnis.com. 17 Juli 2017. Diakses tanggal 16 Januari 2020. 
  5. ^ "Perdagangan perdana, saham PP Presisi turun 4,65%". kontan.co.id. 24 November 2017. Diakses tanggal 16 Januari 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]