Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Cibubur)
Lompat ke: navigasi, cari
Cibubur
Kelurahan
Negara  Indonesia
Provinsi Jakarta
Kota Jakarta Timur
Kecamatan Ciracas
Kodepos 13720
Luas -km2

Cibubur adalah salah satu kelurahan di kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Indonesia. Di Cibubur terdapat SOS Children's Village.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Desa Cibubur merupakan pemekaran dari Desa Sukatani pada tanggal 18 Maret 1982 dengan kepala desa pertama kali, bernama Adim Sudibyo, yang menjabat antara tanggal 18 Maret 1982 sampai dengan 17 Maret 1984 serta pemilihan kepala desa (PILKADES) pada tahun 1982, 1984, 1989 dan 1990.

Dulunya Desa Cibubur masuk ke wilayah Kecamatan Cimanggis, Kabupaten Daerah Tk. II Bogor (sekarang wilayah Kota Depok, sampai akhir tahun 1999 Depok masih berstatus kota administratif (Kotif), Kecamatan Cimanggis masih berselimutan dengan Kabupaten Bogor). Namun sejak tanggal 2 Februari 1991 sesuai Peraturan pemerintah nomor 60 tahun 1990 tentang pembentukan kecamatan Kelapa Gading dan Pademangan di Kotamadya Jakarta Utara, kecamatan Palmerah, Kembangan dan Kalideres di Kotamadya Jakarta Barat, kecamatan Johar Baru di Kotamadya Jakarta Pusat, kecamatan Duren Sawit, Makasar, Ciracas dan Cipayung di Kotamadya Jakarta Timur, kecamatan Pancoran, Jagakarsa dan Pesanggrahan di Kotamadya Jakarta Selatan dalam wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Peraturan pemerintah nomor 75 tahun 1990 tentang Perubahan batas wilayah Kota Jakarta Timur, Desa ini masuk ke dalam wilayah Kecamatan Ciracas, Kota Jakarta Timur dengan kodepos 16920. Pendirian kecamatan Ciracas, Jakarta Timur seiring dengan pembangunan Jalan alternatif Cibubur-Cileungsi.

Sejak tanggal 20 Maret 1991, Desa ditingkatkan status menjadi Kelurahan dan berubah nama Kelurahan Cibubur dengan kodepos 13720 sampai dengan sekarang dengan lurah Cibubur pertama bernama Afid Mujalin, yang menjabat antara tanggal 21 Maret 1991 sampai dengan 20 Maret 1992, lalu lurah Cibubur kedua bernama Nur Mahmudi Ismail, yang menjabat antara tanggal 21 Maret 1992 sampai dengan 20 Maret 1994, lalu lurah Cibubur ketiga bernama Junaidi, yang menjabat antara tanggal 21 Maret 1994 sampai dengan 20 Maret 1997, lalu lurah Cibubur keempat bernama Peggy Melati Sukma, yang menjabat antara tanggal 21 Maret 1997 sampai dengan 20 Maret 2000.

Pemilihan lurah Cibubur 15 Maret 2000[sunting | sunting sumber]

Pada hari rabu tanggal 15 Maret 2000, saat adanya Hari ulang tahun Kelurahan Cibubur ke-9, terjadi pemilihan lurah Cibubur dan Peggy Melati Sukma mengundurkan diri dan menjadi pembawa acara Smile di TPI (sekarang MNCTV) serta Kota Depok dibentuk, yakni:

  • Badrul Kamal-Sukadi 44,25 %
  • Ismanah-Anil 48,2 %
  • Surihim-Ahmad Jaenudin 22,5 %

Maka setelah pemilihan, Badrul Kamal naik ke Jabatan pada hari rabu tanggal 22 Maret 2000 jam 00.00 WIB dan menjabat lurah Cibubur sementara periode 22 Maret - 15 Juni 2000 serta pada hari kamis tanggal 15 Juni 2000 M / 12 Rabiul Awal 1421 H jam 23.59 WIB seiringan dengan hari raya Maulid Nabi Muhammad SAW 1421 H, Badrul Kamal turun dari jabatan dan setelah mengalami pemilihan putaran kedua, pada hari jum'at tanggal 16 Juni 2000 jam 00.00 WIB, lurah Cibubur ini dilantik oleh Ahmad Jaenudin, yang menjabat periode 16 Juni 2000 - 20 Maret 2005 dan 21 Maret 2005 - 20 Maret 2010.

Pemilihan lurah Cibubur 15 Maret 2010[sunting | sunting sumber]

Pada hari senin tanggal 15 Maret 2010, saat adanya Hari ulang tahun Kelurahan Cibubur ke-19, terjadi pemilihan lurah Cibubur dan Ahmad Jaenudin mengundurkan diri, yakni:

  • Joko Widodo-Aminah 20,0 %
  • Unil-Muhammad Afid 41,5 %
  • Asim Janatin-Muhammad Jailudin 10,25 %

Maka setelah pemilihan, Joko Widodo naik ke Jabatan pada hari senin tanggal 22 Maret 2010 jam 00.00 WIB dan menjabat lurah Cibubur sementara periode 22 Maret - 19 Juni 2010 serta hari sabtu tanggal 19 Juni 2010 jam 23.59 WIB, Joko Widodo turun dari jabatan dan setelah mengalami pemilihan putaran kedua, pada hari minggu tanggal 20 Juni 2010 jam 00.00 WIB, lurah Cibubur ini dilantik oleh Muhammad Afid, yang menjabat selama tiga perempat tahun (9 bulan), periode 20 Juni 2010 sampai dengan 19 Maret 2011.

Pada hari sabtu tanggal 19 Maret 2011 jam 23.59 WIB, Muhammad Afid turun dari jabatan dan setelah mengalami pemilihan putaran ketiga, pada hari minggu tanggal 20 Maret 2011 jam 00.00 WIB, lurah Cibubur ini dilantik oleh Muhammad Jailudin, yang menjabat periode 20 Maret 2011 sampai dengan sekarang.

Letak Cibubur[sunting | sunting sumber]

  • Ujung Timur; Cibubur Junction
  • Ujung Utara; Kelapa Dua Wetan
  • Ujung Selatan; Depok
  • Ujung Barat; Jalan Raya Bogor

Kampung[sunting | sunting sumber]

Awal pembentukan[sunting | sunting sumber]

Awalnya atau sampai dengan tahun 1999, kelurahan Cibubur terdiri dari 5 kampung saja, yakni: Kampung Cibubur, Kampung Jeletreng, Kampung Sawah, Kampung Rambutan dan Kampung Jeruk (terlampir dalam peta wilayah Kabupaten Bogor/Provinsi Jawa Barat pada tahun 1982-1991 dan Kota Jakarta Timur/Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta pada tahun 1991-1999).

Tahun 1999 sampai 2003[sunting | sunting sumber]

Namun sejak diberlakukan Undang-undang nomor 22 tahun 1999 tentang pokok pemerintahan di daerah, jumlah kampung di Kelurahan Cibubur bertambah dari 5 menjadi 9 kampung (terlampir dalam peta wilayah Kota Jakarta Timur tahun 1999/2000 dan peta wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta tahun 1999/2000), yakni:

  • Kampung Cibubur Barat
  • Kampung Cibubur Timur (pemekaran dari Kampung Cibubur)
  • Kampung Jeletreng
  • Kampung Praja (pemekaran dari Kampung Jeletreng)
  • Kampung Sawah
  • Kampung Kujumsari (pemekaran dari Kampung Sawah)
  • Kampung Rambutan Lama
  • Kampung Rambutan Baru (pemekaran dari Kampung Rambutan)
  • Kampung Jeruk

Tahun 2003 sampai 2004[sunting | sunting sumber]

Namun sejak tanggal 22 September 2003, sesuai Peraturan daerah Khusus Ibukota Jakarta nomor 10 tahun 2003 tentang pembentukan 20 kampung dalam wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, jumlah kampung di Kelurahan Cibubur bertambah dari 9 menjadi 10 kampung serta dibagi menjadi 103 rukun warga (RW) (terlampir dalam peta wilayah Kota Jakarta Timur bulan September 2003 dan peta wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta bulan September 2003), yakni:

  • Kampung Cibubur Barat, terbagi atas 25 RW
  • Kampung Cibubur Timur, terbagi atas 10 RW
  • Kampung Cibubur Seberang (pemekaran dari Kampung Cibubur Timur), terbagi atas 6 RW
  • Kampung Jeletreng, terbagi atas 8 RW
  • Kampung Pramuka, terbagi atas 6 RW
  • Kampung Sawah, terbagi atas 9 RW
  • Kampung Kujumsari, terbagi atas 6 RW
  • Kampung Rambutan Lama, terbagi atas 10 RW
  • Kampung Rambutan Baru, terbagi atas 7 RW
  • Kampung Jeruk, terbagi atas 16 RW

Tahun 2004 sampai saat ini[sunting | sunting sumber]

Namun sejak diberlakukan Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang pokok pemerintahan di daerah, daerah Kelurahan Cibubur mengalami perubahan batas wilayah dan beberapa kampung mengalami pemekaran, yakni:

Batas wilayah Kelurahan Cibubur (sesuai UU nomor 32 tahun 2004 tentang pokok pemerintahan di daerah):

Luas wilayah Kelurahan Cibubur (sesuai UU nomor 32 tahun 2004 tentang pokok pemerintahan di daerah): 44,72 km2 (4.472 ha)

Jumlah penduduk wilayah Kelurahan Cibubur (sesuai Sensus tahun 2004) : 10.600 jiwa

Kepadatan penduduk wilayah Kelurahan Cibubur (sesuai Sensus tahun 2004) : 237 jiwa/km2

Terdiri dari 14 kampung dan 72 RW (sesuai UU nomor 32 tahun 2004 tentang pokok pemerintahan di daerah dan terlampir dalam peta wilayah Kelurahan Cibubur bulan Januari 2004 berskala 1 : 5.500, serta peta wilayah Kota Jakarta Timur bulan Januari 2004 berskala 1 : 400.000 dan peta wilayah provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta bulan Desember 2003 berskala 1 : 280.000), yakni:

  • Kampung Cibubur Barat, terbagi atas 18 RW dan luas 4,20 km2 (420 ha) dengan jumlah penduduk 1.000 jiwa
  • Kampung Melati (pemekaran dari Kampung Cibubur Barat), terbagi atas 8 RW dan luas 2,58 km2 (258 ha) dengan jumlah penduduk 1.000 jiwa
  • Kampung Cibubur Timur, terbagi atas 10 RW dan luas 1,50 km2 (150 ha) dengan jumlah penduduk 300 jiwa
  • Kampung Cibubur Seberang, terbagi atas 6 RW dan luas 1,01 km2 (101 ha) dengan jumlah penduduk 200 jiwa
  • Kampung Jeletreng, terbagi atas 8 RW dan luas 6,89 km2 (689 ha) dengan jumlah penduduk 2.000 jiwa
  • Kampung Pramuka Selatan, terbagi atas 4 RW dan luas 2,50 km2 (250 ha) dengan jumlah penduduk 500 jiwa
  • Kampung Pramuka Utara (pemekaran dari Kampung Pramuka), terbagi atas 2 RW dan luas 2,25 km2 (225 ha) dengan jumlah penduduk 500 jiwa
  • Kampung Sawah, terbagi atas 6 RW dan luas 2,00 km2 (200 ha) dengan jumlah penduduk 400 jiwa
  • Kampung Kujumsari, terbagi atas 6 RW dan luas 1,55 km2 (155 ha) dengan dengan jumlah penduduk 150 jiwa
  • Kampung Kujumsari Pasar (pemekaran dari Kampung Sawah), terbagi atas 3 RW dan luas 0,25 km2 (25 ha) dengan jumlah penduduk 50 jiwa
  • Kampung Rambutan Lama, terbagi atas 10 RW dan luas 6 km2 (600 ha) dengan jumlah penduduk 1.000 jiwa
  • Kampung Rambutan Baru, terbagi atas 4 RW dan luas 1,25 km2 (125 ha) dengan jumlah penduduk 200 jiwa
  • Kampung Jatianom (pemekaran dari Kampung Rambutan Baru), terbagi atas 3 RW dan luas 0,25 km2 (25 ha) dengan jumlah penduduk 50 jiwa
  • Kampung Jeruk, terbagi atas 10 RW dan luas 4,50 km2 (450 ha) dengan jumlah penduduk 400 jiwa
  • Kampung Mekarsari, terbagi atas 6 RW dan luas 8,08 km2 (808 ha) dengan jumlah penduduk 400 jiwa
  • Kampung Kajong (limpahan dari Desa Sukatani Kecamatan Cimanggis Kabupaten Bogor), terbagi atas 18 RW dan luas 6,80 km2 (680 ha) dengan jumlah penduduk 1.800 jiwa
  • Kampung Cikenger (limpahan dari Desa Sukatani Kecamatan Cimanggis Kabupaten Bogor), terbagi atas 10 RW dan luas 2,00 km2 (200 ha) dengan jumlah penduduk 800 jiwa
  • Kampung Tandap (limpahan dari Desa Sukatani Kecamatan Cimanggis Kabupaten Bogor), terbagi atas 6 RW dan luas 0,99 km2 (99 ha) dengan jumlah penduduk 600 jiwa
  • Kampung Cipicung (limpahan dari Desa Sukatani Kecamatan Cimanggis Kabupaten Bogor), terbagi atas 20 RW dan luas 10,25 km2 (1.025 ha) dengan jumlah penduduk 1.200 jiwa

4 kampung yang berasal dari wilayah Kelurahan Cibubur dilimpahkan ke wilayah Kelurahan Kalisari (Kecamatan Pasar Rebo), yakni:

  • Kampung Jeruk, terbagi atas 10 RW dan luas 4,50 km2 (450 ha) dengan jumlah penduduk 400 jiwa
  • Kampung Mekarsari, terbagi atas 6 RW dan luas 8,08 km2 (808 ha) dengan jumlah penduduk 400 jiwa
  • Kampung Kujumsari, terbagi atas 6 RW dan luas 1,55 km2 (155 ha) dengan jumlah penduduk 150 jiwa
  • Kampung Rambutan, terbagi atas 10 RW dan luas 6 km2 (600 ha) dengan jumlah penduduk 1.000 jiwa

Anggaran daerah Kelurahan Cibubur[sunting | sunting sumber]

Lihat saja Daftar Anggaran daerah di Kelurahan Cibubur

Pemekaran daerah yang diwacanakan pada tanggal 21 November 2012[sunting | sunting sumber]

Kelurahan Tandap[sunting | sunting sumber]

Setelah adanya rapat usulan pemekaran Kelurahan Cibubur dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta di Hotel Ibis di kawasan Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, pada tanggal 29 Juli 2008, telah diusulkan untuk membentuk kelurahan baru di wilayah Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, yakni Kelurahan Tandap, terbagi atas 7 kampung dan 86 RW dengan luas wilayah sebesar 30,35 km2 (3.035 ha), jumlah penduduk sebanyak 6.180 jiwa dan kepadatan penduduk sebesar 203 jiwa/km2, yang meliputi:

  • Kampung Melati, terbagi atas 9 RW dan luas 2,58 km2 (258 ha) dengan jumlah penduduk 1.050 jiwa
  • Kampung Rambutan Baru, terbagi atas 6 RW dan luas 1,30 km2 (130 ha) dengan jumlah penduduk 250 jiwa
  • Kampung Jatianom, terbagi atas 4 RW dan luas 0,25 km2 (25 ha) dengan jumlah penduduk 60 jiwa
  • Kampung Kajong, terbagi atas 20 RW dan luas 6,80 km2 (680 ha) dengan jumlah penduduk 1.820 jiwa
  • Kampung Cikenger, terbagi atas 13 RW dan luas 5,82 km2 (582 ha) dengan jumlah penduduk 900 jiwa
  • Kampung Tandap, terbagi atas 10 RW dan luas 1,10 km2 (110 ha) dengan jumlah penduduk 750 jiwa
  • Kampung Cipicung, terbagi atas 24 RW dan luas 12,50 km2 (1.250 ha) dengan jumlah penduduk 1.350 jiwa

Nantinya, pusat pemerintahan Kelurahan Tandap berada di wilayah Kampung Tandap dan dibangun di tanah seluas 1.000 m2, tepatnya di dekat pemukiman penduduk dan di pinggir sungai Kali Cipinang.

Kelurahan Cibubur Satelit[sunting | sunting sumber]

Setelah adanya rapat usulan pemekaran Kelurahan Cibubur dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta di Hotel Ibis di kawasan Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, pada tanggal 29 Juli 2008, telah diusulkan untuk membentuk kelurahan baru di wilayah, yakni Kelurahan Cibubur Satelit, terbagi atas 12 kampung (karena ditambah 5 kampung dari wilayah Kelurahan Cibubur, 3 kampung dari wilayah Kelurahan Pondok Ranggon, 2 kampung dari wilayah Kelurahan Harjamukti dan 2 kampung dari wilayah Kelurahan Cisalak Pasar).

Nantinya, pusat pemerintahan Kelurahan Cibubur Satelit berada di wilayah Kampung Cibubur Timur dan dibangun di tanah seluas 500 m2, tepatnya di dekat pemukiman penduduk dan di dekat Buperta.

Wacana pemekaran kecamatan Cibubur Raya pada tanggal 2 Desember 2012[sunting | sunting sumber]

Setelah adanya rapat usulan pemekaran Kecamatan Ciracas dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta di Hotel Indonesia di Bundaran HI, Jakarta, pada tanggal 1 Desember 2008, telah diusulkan untuk membentuk kecamatan baru di wilayah, yakni Kecamatan Cibubur Raya, terbagi dari 12 kampung dan 346 RW, dengan jumlah penduduk 18.430 jiwa, luas wilayah 467,75 km2 (46.775 ha) dan kepadatan penduduk 39 jiwa/km2, yang meliputi:

  • Kelurahan Cibubur (pusat pemerintahan), yang terbagi atas 2 kampung dan 20 RW, dengan luas wilayah 74,90 km2 (7.490 ha) dan jumlah penduduk 2.000 jiwa
  • Kelurahan Tandap, yang terbagi atas 7 kampung dan 86 RW, dengan luas wilayah 30,35 km2 (3.035 ha) dan jumlah penduduk 6.180 jiwa
  • Kelurahan Cibubur Satelit, yang terbagi atas 12 kampung dan 240 RW, dengan luas wilayah 360,25 km2 (36.250 ha) dan jumlah penduduk 10.250 jiwa

Pariwisata dan tempat menarik[sunting | sunting sumber]

Wisata Belanja[sunting | sunting sumber]

Wisata Alam dan Edukasi[sunting | sunting sumber]

  • Buperta; kependekan dari Bumi Perkemahan Pramuka dan Graha Wisata Cibubur merupakan tempat wisata terbesar di Cibubur. Di Buperta terdapat tempat untuk berkemah, outbound, paintball, kolam renang, dan lain-lain. Selain itu, juga sebagai tempat untuk melindungi flora.
  • Taman Bunga Wiladatika
  • Gedung Olahraga POPKI Cibubur
  • Hutan Kota Cibubur
  • Kebun Bibit Agro Cibubur

Perumahan[sunting | sunting sumber]

  • Cibubur Indah I
  • Cibubur Indah II
  • Cibubur Indah III
  • Bukit Permai
  • Cibubur Indah IV
  • Komplek KPAD Cibubur

Sarana Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sarana pendidikan yang tersedia di lingkungan Cibubur cukup memadai mulai dari tingkat Sekolah Dasar, Menengah, dan Atas. Berikut diantaranya:

Sekolah negeri[sunting | sunting sumber]

  • SDN Cibubur 01 Pagi
  • SDN Cibubur 02 Pagi
  • SDN Cibubur 03 Pagi
  • SDN Cibubur 04 Pagi
  • SDN Cibubur 05 Pagi
  • SDN Cibubur 06 Petang
  • SDN Cibubur 07 Petang
  • SDN Cibubur 08 Petang
  • SDN Cibubur 09 Pagi
  • SDN Cibubur 10 Pagi
  • SDN Cibubur 11 Pagi (SSN)
  • SDN Cibubur 12 Petang
  • SDN Cibubur 13 Petang
  • SMPN 147 Jakarta
  • SMPN 233 Jakarta
  • SMPN 258 Jakarta
  • SMAN 99 Jakarta
  • SMKN 52 Jakarta

Sekolah swasta[sunting | sunting sumber]

  • Yayasan pendidikan Al-Mumin, sekolah swasta pertama kali di timur Cibubur, dibangun tahun 1982 (Play Group), 1985 (TK A) dan 1987 (TK B), luas sekolah (setelah diperluas tanggal 6 Februari 1995, luasnya mencapai 480,25 m2 (terlampir dalam Peta wilayah Kelurahan Cibubur tahun 1995) dan jumlah siswa = 1.000 siswa (sensus siswa sekolah 1995)
  • Yayasan pendidikan As-Salam, sekolah swasta kedua kali di timur Cibubur, dibangun tahun 1987 (Play Group), 1989 (TK A) dan 1992 (TK B)
  • TK Al Azhar 20 Cibubur
  • SDI Al Azhar 20 Cibubur
  • SMPI Al Azhar 19 Cibubur

Permasalahan[sunting | sunting sumber]

Banjir[sunting | sunting sumber]

di wilayah Kelurahan Cibubur, banjir itu kerap terjadi. wilayah Kelurahan Cibubur itu pernah tergenang banjir pertama kali sejak tahun 1982 akibat hujan turun yang cukup deras, kedua tahun 1985 dan ketiga tahun 1990. wilayah Kelurahan Cibubur tergenang banjir beberapa kali, yakni sejak tahun 1982, 1985, 1990, 1991, 1996, 1997, 2000, 2002, 2004, 2007, 2012, 2013 dan 2014.

Titik-titik banjir[sunting | sunting sumber]

Titik-titik banjir di wilayah Kelurahan Cibubur (menurut data tahun 2014), yakni:

Jalan raya[sunting | sunting sumber]

Sungai[sunting | sunting sumber]

Kemacetan[sunting | sunting sumber]

di wilayah Kelurahan Cibubur, sering terjadi kemacetan. Kemacetan ini terjadi di pasar, mall (seperti Cibubur Junction), dll

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Angkutan kota[sunting | sunting sumber]

  • KWK T16 jurusan Pasar Rebo - Cibubur
  • KWK T18 jurusan Pasar Rebo - Cibubur/Kampung Pramuka Utara (Blok Ringin dan Blok Dukuh via Jl. Cibubur II)
  • KOASI K44 jurusan Komsen Jatiasih - Kampung Rambutan (Turun di Cibubur)
  • T121 jurusan Kp.Rambutan - Cileungsi (Turun di Halte Cibubur Junction)
  • 56 jurusan UKI - Cileungsi (Turun di Halte Cibubur Junction)
  • APTB 10 jurusan Blok M - Cileungsi (Turun di Halte Cibubur Junction)
  • AC 42 jurusan Tanjung Priok - Cileungsi (Turun di Halte Cibubur Junction)
  • AC 42A jurusan Kalideres - Cileungsi (Turun di Halte Cibubur Junction)
  • T121A jurusan Kp. Rambutan - Ciangsana (Turun di Halte Cibubur Junction)
  • MYR jurusan Kalideres - Cileungsi (Turun di Halte Cibubur Junction)
  • AC 70A jurusan Tanah Abang - Cileungsi (Turun di Halte Cibubur Junction)
  • DAMRI Bandara Soekarno-Hatta - Citra Gran (Turun di Halte Cibubur Junction)
  • Sinar Jaya Bandara Bandara Soekarno-Hatta - Cileungsi (Turun di Halte Cibubur Junction)

Angkutan pedesaan/Angkudes[sunting | sunting sumber]

Taksi[sunting | sunting sumber]

Taksi Bluebird, adalah taksi yang melayani penumpang wilayah Kelurahan Cibubur.

Berikut adalah daftar taksi yang melayani wilayah Kelurahan Cibubur, kalau ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan tempat-tempat wisata di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, telepon saja:

  • Taksi Blue bird (021) 7781621700, (0251) 81627100
  • Taksi Putra (021) 778126100, (0251) 8612980
  • Taksi Taxiku (021) 778126200, (0251) 8271629
  • Taksi Ekspres (021) 77826100, (0251) 8167420
  • Taksi Koperasi (021) 778465712, (0251) 8226100
  • Taksi Sepakat (021) 778346281, (0251) 8617200

Transportasi umum lain[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah transportasi umum lain yang melayani wilayah Kelurahan Cibubur.

Terminal[sunting | sunting sumber]

Setiap Angkutan dari dan ke arah kota Jakarta, terlebih dahulu berhenti dan berangkat di Halte Cibubur Junction

Kereta api[sunting | sunting sumber]

Nantinya, Kereta api Argo Parahyangan dan KRL Jabotabek akan melalui wilayah Kelurahan Cibubur pada tanggal 21 Maret 2018 serta dibuka jalur kereta api barang ke Bukaka mulai tanggal 17 Maret 2018.

Jalur kereta api[sunting | sunting sumber]

Di wilayah Kelurahan Cibubur, telah dibangun jalur kereta api baru, dengan rute Stasiun Jatinegara - Stasiun Cianjur pada tanggal 7 Juli 2013 dan akan diresmikan pada tanggal 20 Maret 2018 oleh presiden negara RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan dilalui oleh KRL dan Kereta api Argo Parahyangan pada tanggal 21 Maret 2018.

Kereta api barang[sunting | sunting sumber]

Di wilayah Kelurahan Cibubur, telah dibangun jalur kereta api barang, dengan rute Stasiun Jatinegara ke kawasan industri Bukaka di wilayah kecamatan Cileungsi, Bogor pada tanggal 7 Juli 2013 setelah mati suri selama 17 tahun, setelah Jalur kereta api mati akibat banjir melanda kecamatan Cileungsi, Bogor pada tahun 1996. Nantinya, jalur kereta api barang diresmikan pada tanggal 17 Maret 2018 oleh presiden negara RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan dilalui oleh kereta api barang dan ditarik oleh lokomotif CC206 pada tanggal 18 Maret 2018.

Stasiun kereta api[sunting | sunting sumber]

Di wilayah Kelurahan Cibubur, telah dibangun 1 stasiun kereta api dan 4 halte kereta api baru, yakni: Stasiun kereta api Cibubur, Halte kereta api Cibubur Junction, Halte kereta api Cibubur Square, Halte kereta api Buperta 1 dan Halte kereta api Buperta 2. Fasilitas dalam 1 stasiun kereta api adalah: Musholla, Toilet, Restoran, Ruang tunggu dan Ruang kepala stasiun.

Insiden[sunting | sunting sumber]

JAKARTA (Pos Kota) - Seorang pelajar kelas 1 sekolah menengah atas, Irmansyah (usia 16 tahun), asal Kabupaten Garut, warga Desa Setu Sari, Kecamatan Cileungsi, Bogor, Meninggal karena sepeda motor merek Honda C70 bernopol F-5280-YK yang dikendarainya terseret oleh bus kota Kowanbisata bernopol B-6100-BW jurusan Cileungsi-Terminal Pulo Gadung sejauh 1 kilometer akibat bersenggolan dengan mobil angkutan kota jurusan Terminal Kampung Rambutan-Cileungsi, mobil merek Toyota dan sepeda motor lain di Jalan alternatif Cibubur-Cileungsi, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur pada hari Selasa siang saat baru pulang belajar bersama 20 rekannya di SMA Ahmad Dahlan 10 Cibubur. Selain itu, sepeda motor merek sepeda motor merek Suzuki Shogun bernopol B-5582-AY, sepeda motor merek Honda Astrea Grand bernopol F-5290-NK, sepeda motor merek Honda C70 bernopol F-4420-BL, mobil sedan merek Toyota Corolla bernopol B-7820-Y, mobil minibus merek Toyota Kijang bernopol B-7250-HY, mobil pikap merek Toyota Kijang bermuatan ayam bernopol D-8240-A dan mobil angkutan kota dengan kode trayek D-121 jurusan Terminal Kampung Rambutan-Cileungsi bernopol F-3540-DK juga ikut tertabrak.

Selain itu, seorang rekan yang membonceng sepeda motor merek Honda Win bernopol F-6380-YK, Ajim Suhendar (usia 16 tahun), asal Kabupaten Garut, warga Desa Setu Sari, Kecamatan Cileungsi, Bogor, seorang pengendara motor yang, mengalami luka yang cukup parah