Arab Saudi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Kerajaan Arab Saudi)
Kerajaan Arab Saudi

المملكة العربية السعودية
Al-Mamlakah al-'Arabiyah as-Sa'ūdiyah (Arab)
Semboyanلا إله إلا الله محمد رسول الله
Lā ʾilāha ʾillā-llāh, Muḥammadur rasūlu-llāh
(Arab: "Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah")
Lagu kebangsaan
ٱلنَّشِيْد ٱلْوَطَنِي ٱلسُّعُوْدِي
An-Našīd al-Waṭaniyy as-Sa'ūdiyah
(Indonesia: "Himne Nasional Arab Saudi")
Saudi Arabia (orthographic projection).svg
Flag-map of Saudi Arabia.svg
Lokasi Arab Saudi
Ibu kota
Riyadh
24°39′N 46°46′E / 24.650°N 46.767°E / 24.650; 46.767
Bahasa resmi
dan bahasa nasional
Arab
PemerintahanKesatuan absolut monarki konstitusional
• Raja
Salman bin Abdul-Aziz al-Saud
Muhammad bin Salman bin Abdul-Aziz al-Saud
Legislatifمجلس الشورى
Majlis asy-Syura
Pendirian
1744
1818
1902
1902 – 1925
8 Januari 1926
• Pembentukan Kerajaan
23 September 1932
• Diakui dengan PBB
24 Oktober 1945
• Konstitusi saat ini
31 Januari 1992
Luas
 - Total
2.149.690[1] km2 (ke-12)
 - Perairan (%)
0,7
Populasi
 - Perkiraan 2022
Kenaikan38.401.000[2] (40)
15/km2 (174)
PDB (KKB)2022
 - Total
Kenaikan $2,00 trilliun[3] (17)
Kenaikan $55.368[3] (25)
PDB (nominal)2022
 - Total
Kenaikan $1,04 trilliun[3] (18)
Kenaikan $28.759[3] (35)
Gini (2013)45,9[4]
sedang
IPM (2021)Kenaikan 0,875[5]
sangat tinggi · 35
Mata uangRiyal Saudi (ر.س)
(SAR)
Zona waktuWaktu Standar Arab (AST)
(UTC+3)
Lajur kemudikanan
Kode telepon+966
Kode ISO 3166SA
Ranah Internet.sa
السعودية.


Wilayah Arab Saudi modern terdiri dari empat wilayah bersejarah yang berbeda: Hejaz, Najd, sebagian Arabia Timur (Al-Ahsa) dan Arabia Selatan ('Asir).[6] Kerajaan Arab Saudi didirikan pada 1932 oleh Ibnu Saud. Dia mempersatukan empat wilayah dalam serangkaian penaklukan yang dimulai pada 1902 dengan ibu kotanya di Riyadh, rumah asal keluarganya, Wangsa Saud. Arab Saudi sejak itu menjadi monarki absolut, di mana keputusan politik dibuat atas dasar konsultasi antara Raja, Dewan Menteri, dan elit tradisional negara yang mengawasi pemerintahan.[7][8][9] Gerakan keagamaan ultrakonservatif Wahhabi dalam digambarkan sebagai "fitur utama budaya Saudi",[8][10] meskipun kekuatan pendirian agama telah terkikis secara signifikan pada tahun 2010-an hingga-sekarang [11] Dalam Hukum Dasarnya, Arab Saudi terus mendefinisikan dirinya sebagai negara Islam Arab yang berdaulat dengan Islam sebagai agama resminya, bahasa Arab sebagai bahasa resminya,[1][12] dan Riyadh sebagai ibu kotanya.

Petroleum ditemukan di Arab Saudi bekerja sama dengan perusahaan asal Amerika serikat pada 3 Maret 1938 dan diikuti ladang-ladang minyak lain di Provinsi Timur.[13][14] Arab Saudi merupakan negara produsen dan pengekspor minyak terbesar di dunia, mengontrol cadangan minyak terbesar kedua di dunia, dan memiliki cadangan gas terbesar keenam di dunia.[15] Kerajaan dikategorikan oleh Bank Dunia dengan sebuah Indeks Pembangunan Manusia yang sangat tinggi,[16] dan merupakan satu-satunya negara Arab yang menjadi anggota dari Ekonomi Utama G-20.[17][18] Arab Saudi menjadi negara monarki absolut dengan jumlah pengeluaran keuangan militer tertinggi keempat di dunia,[19][20] dan pada 2010–14, SIPRI menemukan bahwa Arab Saudi merupakan importir senjata terbesar kedua di dunia.[21]

Arab Saudi dianggap sebagai kekuatan regional dan menengah.[22][23] Ekonomi Saudi adalah yang terbesar di Timur Tengah; ekonomi terbesar kedelapan belas di dunia berdasarkan PDB nominal dan ketujuh belas terbesar menurut PPP. Sebagai negara dengan Indeks Pembangunan Manusia yang sangat tinggi,[16] ia menawarkan pendidikan universitas gratis, tanpa pajak penghasilan pribadi,[24] dan sistem perawatan kesehatan umum gratis. Arab Saudi adalah rumah bagi populasi imigran terbesar ketiga di dunia. Ia juga memiliki salah satu populasi termuda di dunia, dengan sekitar 50 persen dari 34,2 juta penduduknya berusia di bawah 25 tahun.[25] Selain menjadi anggota Dewan Kerjasama Teluk, Arab Saudi adalah anggota aktif dan pendiri Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi Kerjasama Islam, Liga Arab, Organisasi Pengangkut Udara Arab, dan OPEC.

"kelak negara Arab Saudi beserta dengan seluruh wangsa saud,akan musnah ditangan seorang pemuda arab dari dzuriat nabi Muhammad Saw sendiri yang bernama "imam Mahdi", akan menuntut atas semua kedzaliman rezim mereka selama ini terhadap banyak penghancuran peninggalan-peninggalan nabi Muhammad dan penangkapan para ulama ulama yang tak bersalah "

Terkait kasus pembunuhan jamal khashoggi[sunting | sunting sumber]

Pembunuhan Jamal Khashoggi

Geografi[sunting | sunting sumber]

Arab Saudi terletak di antara 15°LU - 32°LU dan antara 34°BT - 57°BT. Luas kawasannya adalah 2.240.000 km². Arab Saudi merangkumi empat per lima kawasan di Semenanjung Arab dan merupakan negara terbesar di Asia Timur Tengah. Permukaan terendah di sini ialah di Teluk Persia pada 0 m dan Jabal Sauda' pada 3.133 m. Arab Saudi terkenal sebagai sebuah negara yang datar dan mempunyai banyak kawasan gurun. Gurun yang terkenal ialah di sebelah selatan Arab Saudi yang dijuluki "Daerah Kosong" (dalam bahasa Arab, Rub al Khali), kawasan gurun terluas di dunia. Namun di bagian barat dayanya, terdapat kawasan pegunungan yang berumput dan hijau. Hampir tidak ada sungai atau danau permanen di negeri ini, tetapi terdapat sangat banyak wadi. Beberapa daerah subur dapat ditemukan dalam endapan aluvial di wadi, basin dan oasis.

Politik[sunting | sunting sumber]

Arab Saudi menggunakan sistem Kerajaan atau Monarki. Hukum yang digunakan adalah hukum Syariat Islam dengan berdasar pada pengamalan ajaran Islam konservatif wahhabisme yang berlandaskan pada Al-Qur'an dan hadits

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Peta Arab Saudi dengan pencantuman angka-angka.

Wilayah Arab Saudi terbagi atas 13 provinsi atau manatiq (jamak dari mantiqah), yakni:

  1. Bahah
  2. Hududusy Syamaliyah
  3. Jauf
  4. Madinah
  5. Qasim
  6. Riyadh
  7. Syarqiyah (Provinsi Timur)
  8. 'Asir
  9. Ha'il
  10. Jizan
  11. Makkah
  12. Najran
  13. Tabuk

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Kekayaan yang sangat besar yang didapat dari minyak, sangat membantu permainan dan pembentukan kekuatan peran dari keluarga Kerajaan Saudi baik di dalam maupun luar negeri. Wilayah ini dahulu merupakan wilayah perdagangan terutama di kawasan Hijaz antara Yaman-Mekkah-Madinah-Damaskus dan Palestina. Pertanian dikenal saat itu dengan perkebunan kurma dan gandum serta peternakan yang menghasilkan daging serta susu dan olahannya. Pada saat sekarang digalakkan sistem pertanian terpadu untuk meningkatkan hasil-hasil pertanian.

Peta Arab Saudi

Perindustrian umumnya bertumpu pada sektor Minyak bumi dan Petrokimia terutama setelah ditemukannya sumber sumber minyak pada tanggal 3 Maret 1938. Selain itu juga untuk mengatasi kesulitan sumber air selain bertumpu pada sumber air alam (oase) juga didirikan industri desalinasi Air Laut di kota Jubail. Sejalan dengan tumbuhnya perekonomian maka kota-kota menjadi tumbuh dan berkembang. Kota-kota yang terkenal di wilayah ini selain kota suci Mekkah dan Madinah adalah Kota Riyadh sebagai ibu kota kerajaan, Dammam, Dhahran, Khafji, Jubail, Tabuk dan Jeddah.

Suplai Air dan Sanitasi[sunting | sunting sumber]

Suplai Air dan Sanitasi menjadi bidang yang menantang bagi Pemerintah Arab Saudi. Salah satu tantangannya adalah Kelangkaan Air. Dalam hal penanganan kelangkaan air, Pemerintah Arab Saudi melakukan beberapa langkah investasi seperti Desalinasi Air Laut, Jaringan Pipa distribusi air bersih, dan Pengolahan Air Limbah. Secara proporsi sebesar 50% dari air minum berasal dari proses desalinisasi, 40 % dari air tanah dan sisanya 10 % berasal dari air permukaan yang mayoritas berasal dari wilayah Pegunungan di Barat Daya Arab Saudi. Ibukota Riyadh berada di jantung wilayah Saudi, sumber suplai air bersih dipasok dari proses desalinasasi air laut yang berasal dari Teluk Persia. Air bersih di Arab Saudi hampir dikenakan gratis bagi para warga di Arab Saudi. Permasalahan Pelayanan atas Akses air bersih masih menjadi refleksi secara umum terkait kapasitas institusi dan pelayanan publik di Arab Saudi.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Keluarga suku Quraisy yang dikenal sebagai bangsawan dan pemimpin bangsa arab sebenarnya, turunan pendiri dan pemelihara bangunan suci Ka'bah, dari keturunan Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail, di mana Nabi Muhammad saw adalah salah satu dari Bani Hasyim Quraisy, di wilayah Hijaz, sekarang merupakan bagian dari suku di Saudi Arabia. Penduduk Arab Saudi sekarang mayoritas berasal dari kalangan Arab Badui sekalipun juga terdapat keturunan dari bangsa-bangsa lain serta mayoritas beragama Islam. Di daerah daerah industri dijumpai penduduk dari negara-negara lain sebagai kontraktor dan pekerja asing atau ekspatriat

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pendidikan di Arab Saudi terbagi menjadi dua bagian:

  • Pendidikan Umum yang terbagi menjadi tiga tahap
  1. Sekolah Dasar ( Madrasah Ibtida'iyah) dengan lama studi 6 tahun
  2. Sekolah Menengah Pertama ( Madrasah Mutawasithah) dengan lama studi 3 tahun
  3. Sekolah Menengah Atas ( Madrasah Tsanawiyyah) dengan lama studi 3 tahun
  • Pendidikan Tinggi yang terbagi menjadi:
  1. Studi Sarjana (Bachelor)
  2. Studi Magister
  3. Studi Doktoral

Dan juga tersedia pendidikan khusus menghafal al-Qur'an di jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, dan juga Pendidikan Industri, Perdagangan dan Pertanian. Pendidikan Umum diawasi oleh Kementerian Pendidikan dan Pengajaran Arab Saudi sementara Pendidikan Tinggi diawasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Arab Saudi.

Pada tahun 1424 H (2003-2004) telah keluar peraturan baru yakni mengadakan ujian kemampuan untuk seluruh siswa kelas akhir di tingkat Sekolah Menengah Atas (Tsanawiyah) yang diadakan di Universitas-universitas oleh Pusat Standardisasi dan Pengembangan Arab Saudi, tes tersebut mengukur bidang kebahasaan dan keolahragaan. Selain itu, bagi para siswa yang akan melanjutkan studinya di bidang kedokteran atau teknik diwajibkan untuk mengikuti ujian prestasi dengan 5 mata pelajaran (Matematika, Kimia, Fisika, Bahasa Inggris dan Biologi). Pada tahun 1434 H (2012-2013), mata pelajaran Bahasa Inggris dihapus dari ujian prestasi tersebut.

Sejak beberapa tahun yang lalu, Pemerintah Arab Saudi juga membuat Program Pelayan Dua Tanah Suci untuk Beasiswa ke luar negeri, yakni program besar dan ambisius yang bertujuan untuk mengembangkan bakat Warga Negara Arab Saudi dengan mengirimkan warga Saudi ke universitas-universitas di berbagai belahan dunia, program ini sudah diikuti oleh 10 ribu penerima beasiswa.

Agama[sunting | sunting sumber]

Agama di Arab Saudi (2020)
Islam
  
93.0%
Kristen
  
4.4%
Hindu
  
1.1%
Tak Menjawab
  
0.7%
Budha
  
0.3%

Budaya[sunting | sunting sumber]

Penangkapan beberapa ulama yang tidak sepaham dengan pemerintah[sunting | sunting sumber]

Sheikh Abdullah Basfar[sunting | sunting sumber]

Ia adalah qari (pembaca Alquran) yang ditangkap pada Agustus 2020 lalu. Basfar ditahan di Prisoners of Conscience (PoC), namun tidak disebutkan alasan penahanannya,Sebagian orang menganggap penahanan itu sebagai tindakan keras atas dugaan ekstrimisme di kerajaan. Upaya tersebut, sejalan dengan rencana Putra Mahkota Saudi, Mohammed Bin Salman yang akan menghapus identitas agama di Arab Saudi,Dilansir Middle East Monitor, Basfar merupakan seorang profesor di Departemen Syariah dan Kajian Islam di King Abdul Aziz University di Jeddah. Dia juga mantan Sekretaris Jenderal Organisasi Kitab dan Sunnah Dunia.

Sheikh Saud Al Funaisan[sunting | sunting sumber]

Al Funaisan juga ditangkap pada bulan Maret 2020. Tak berbeda dengan Basfar, penangkapan Al Funaisan diduga sebagai bagian tindakan ekstrimisme di kerajan Saudi,Ia merupakan seorang profesor universitas dan mantan Dekan Fakultas Syariah di Universitas Al Imam di Riyadh.

Sheikh aleh Al Tabib[sunting | sunting sumber]

Pada Agustus 2018, Arab Saudi dikabarkan menangkap Saleh Al Tabib lantaran khtobahnya yang dinilai mengkritik kebijakan kerajaan,PoC menyebut Talib menyampaikan ceramah yang menyebut Islam harus melawan godaan-godaan setan dalam lingkup masyarakat, termasuk godaan berkumpul antara kaum laki-laki dan perempuan di tempat publik,berdasarkan laporan Khaleej Online, dalam khotbahnya, Talib mengkritik kebijakan yang mulai mengizinkan kaum perempuan dan laki-laki berkumpul di acara-acara publik seperti festival musik hingga pertandingan olahraga, Sheikh al Thalib bersama kuasa hukumnya sempat mengajukan banding di pengadilan. Pengadilan Kriminal Khusus juga sempat memutuskan membebaskan dia dari dakwaan. Namun, Pengadilan Banding membatalkan putusan itu dan menjatuhkan hukuman terhadap sang imam dengan 10 tahun penjara

Sulaiman Dweesh[sunting | sunting sumber]

Pada 2016 lalu, salah satu cendekiawan terkemuka, Sulaiman Dweesh juga ditangkap setelah mengkritik Pangeran Mohammed. Seminggu sebelum penangkapan Talib, Dweesh dikabarkan tewas akibat disiksa selama berada dalam penahanan otoritas Saudi.

Sheikh Salman Al-Awdaa[sunting | sunting sumber]

Awda merupakan salah satu orang yang ditangkap otoritas Saudi dalam penggerebekan terhadap penentang pemerintah, pada September 2017, Kelompok pemerhati HAM, Amnesty Internasional menyatakan Awda ditangkap tak lama setelah mengunggah pendapatnya di Twitter, mendukung laporan yang memuat kemungkinan rekonsiliasi antara Saudi dan Qatar, Sejak Juni 2017, Saudi menutup huungan diplomatik, ekonomi dan segala akses yang berhubungan dengan Qatar.

Awda sempat dibawa ke rumah sakit setelah hampir lima bulan ditahan di penjara isolasi. Oleh otoritas Saudi, pihak keluarganya tidak diperkenankan berkomunikasi dengan Awda sejak ditahan.

Catatan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Saudi Arabia. The World Factbook. Central Intelligence Agency.
  2. ^ "The total population – General Authority for Statistics". stats.gov.sa. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 April 2019. Diakses tanggal 31 Oktober 2019. 
  3. ^ a b c d "Saudi Arabia". International Monetary Fund. 
  4. ^ "The World Factbook". CIA.gov. Central Intelligence Agency. Diakses tanggal 28 Mei 2019. 
  5. ^ "Human Development Report 2021/2022" (PDF) (dalam bahasa Inggris). United Nations Development Programme. 8 September 2022. Diakses tanggal 8 September 2022. 
  6. ^ Madawi Al-Rasheed (2013). A Most Masculine State: Gender, Politics and Religion in Saudi Arabia. hlm. 65. 
  7. ^ "Council of Ministers System | The Embassy of The Kingdom of Saudi Arabia". www.saudiembassy.net. Diakses tanggal 2022-08-27. 
  8. ^ a b Tripp, Culture Shock, 2003: p. 14
  9. ^ "The Authoritarian Resurgence: Saudi Arabia's Anxious Autocrats". Carnegie Endowment. Diakses tanggal 5 October 2015. 
  10. ^ Malbouisson, p. 23
  11. ^ Dadouch, Sarah (3 August 2021). "Saudi Crown Prince Mohammed seeks to reduce influential clerics' power". The Washington Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 August 2021. 
  12. ^ "Basic Law of Governance". Ministry of Education. Ministry of Education – Kingdom of Saudi Arabia. Diakses tanggal 1 September 2020. 
  13. ^ Caryl, Sue. "1938: Oil Discovered in Saudi Arabia". National Geographic. National Geographic Society. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-12-12. Diakses tanggal 27 November 2016. 
  14. ^ Learsy, Raymond (2011). Oil and Finance: The Epic Corruption. hlm. 89. 
  15. ^ "International – U.S. Energy Information Administration (EIA)". eia.gov. 
  16. ^ a b Human Development Report 2014 (PDF). United Nations. 2013. hlm. 159. 
  17. ^ Wynbrandt, James (2004). A Brief History of Saudi Arabia. Infobase Publishing. hlm. 242. ISBN 978-1-4381-0830-8. 
  18. ^ Soldatkin, Vladimir; Astrasheuskaya, Nastassia (9 November 2011). "Saudi Arabia to overtake Russia as top oil producer-IEA". Reuters. 
  19. ^ The Military Balance 2014: Top 15 Defence Budgets 2013 (IISS)
  20. ^ "The 15 countries with the highest military expenditure in 2013 (table)" (PDF). Stockholm International Peace Research Institute. 
  21. ^ "Trends in International Arms Transfer, 2014". www.sipri.org. Stockholm International Peace Research Institute. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-03-19. Diakses tanggal 18 March 2015. 
  22. ^ Buzan, Barry (2004). The United States and the Great Powers. Cambridge: Polity Press. hlm. 71. ISBN 978-0-7456-3375-6. 
  23. ^ "The erosion of Saudi Arabia's image among its neighbours". Middle East Monitor. 7 November 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 November 2013. 
  24. ^ "Tax in Saudi Arabia | Saudi Arabia Tax Guide – HSBC Expat". www.expat.hsbc.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-06-26. 
  25. ^ "Why Saudi Arabia". Invest Saudi. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 February 2020. Diakses tanggal 17 February 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]