Linkin Park

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Hybrid Theory (band))
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Linkin Park
Konser Linkin Park. Dari kiri ke kanan: Brad Delson, Chester Bennington, Mike Shinoda, dan Dave Farrell (sedikit terlihat)
Konser Linkin Park. Dari kiri ke kanan: Brad Delson, Chester Bennington, Mike Shinoda, dan Dave Farrell (sedikit terlihat)
Informasi latar belakang
Julukan
  • Xero (1996–1999)
  • Hybrid Theory (1999)
AsalAgoura Hills, California, Amerika Serikat
Genre
Tahun aktif
  • 1996–2017
  • 2020–sekarang
Label
Artis terkait
Situs weblinkinpark.com
Anggota
Mantan anggota

Linkin Park adalah grup musik rock yang berasal dari Agoura Hills, California, Amerika Serikat. Saat ini band ini digawangi Mike Shinoda selaku vokalis/multi-instrumentalis, Brad Delson sebagai gitaris, Dave Farrell sebagai bassis, Joe Hahn sebagai DJ/pemrogram, dan Rob Bourdon sebagai drummer, yang merupakan pendiri band tersebut. Mantan anggota band ini adalah Chester Bennington dan Mark Wakefield sebagai vokalis utama serta bassis Kyle Christner. Sebagai grup musik rock alternatif, Linkin Park telah bereksperimen dalam musiknya serta memasukkan genre heavy metal, hard rock, hip hop, pop, dan electronica.[1][2]

Berdiri sejak 1996, grup musik ini mencapai ketenaran internasionalnya dengan album studio debutnya, Hybrid Theory (2000), yang memperoleh sertifikasi Diamond oleh RIAA.[3] Album kedua Meteora (2003), meneruskan kesukesan band ini, memuncaki Billboard 200, dan diikuti tur konser yang meluas serta konser amal.[4] Setelah menempatkan nu metal dan rap metal yang makin ramah radio,[3][5] band ini bereksperimen dengan genre lain di album ketiga mereka, Minutes to Midnight (2007), yang juga memuncaki Billboard 200.[6]

Linkin Park juga telah mengeksplorasi genre yang lebih luas melalui rilisnya album studio keempatnya, A Thousand Suns (2010), yang banyak memasukkan musik elektronik. Album kelimanya, Living Things (2012), menggabungkan seluruh elemen dari rekaman sebelumnya. Album keenam mereka, The Hunting Party (2014), kembali ke suara rock yang lebih keras, dan album ketujuh mereka, One More Light (2017), rekamannya kembali elektronik dan banyak mengusung unsur pop.[7][8]

Linkin Park adalah salah satu band dengan penjualan terlaris pada abad ke-21 dan artis musik terlaris di dunia, setelah menjual lebih dari 70 juta keping album di seluruh dunia. Band ini memenangkan dua Grammy Awards, enam American Music Awards, empat MTV Video Music Awards dan tiga World Music Awards. Pada tahun 2003, MTV2 mencatat Linkin Park sebagai band terbesar keenam dalam video musik era itu dan terbaik ketiga sepanjang milenium baru. Billboard menobatkan Linkin Park pada posisi ke-19 pada daftar Artis Terbaik Dekade Ini. Pada 2012, band ini terpilih sebagai artis terbesar tahun 2000-an dalam jajak pendapat Bracket Madness di VH1. Pada tahun 2014, band ini dinyatakan sebagai "Band Rock Terbesar di Dunia Saat Ini" oleh Kerrang!.

Band ini vakum setelah Bennington gantung diri pada bulan Juli 2017. Pada 28 April 2020, bassis Dave Farrell mengungkapkan bahwa Linkin Park mulai mengerjakan musik baru.[9]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

1996–2000: Tahun-tahun pertama[sunting | sunting sumber]

Grup musik ini dibentuk oleh Mike Shinoda, Rob Bourdon, dan Brad Delson saat duduk di bangku SMA.[10][11] Mereka bersekolah di Agoura Hills School, di Agoura Hills, negara bagian California, sebuah wilayah pinggiran Los Angeles,[10][11] Setelah lulus, mereka berkarier serius di musik, merekrut Joe Hahn, Dave "Phoenix" Farrell, dan Mark Wakefield untuk membentuk band yang kemudian bernama Xero. Meskipun sumber dayanya terbatas, band ini merekam dan memproduksi lagu-lagu di studio pribadi Shinoda pada tahun 1996, dan merilis kaset demo yang diberi judul Xero.[10][12] Frustrasi dan stres muncul di antara mereka kala mereka tidak mendapat kontrak rekaman.[10] Kegagalan ini menyebabkan Wakefield, selaku vokalis band, keluar untuk mencari proyek lain.[10][12] Farrell juga meninggalkan band untuk tur bersama Tasty Snax, band beraliran punk dan ska rohani.[1][13]

Setelah lama mencari pengganti Wakefield, mereka merekrut Chester Bennington atas rekomendasi Jeff Blue, wakil direktur Zomba Music pada Maret 1999.[14][15] Bennington, mantan anggota band post-grunge Grey Daze, yang diunggulkan karena dinamika gaya bernyanyinya yang bagus.[10] Band ini sepakat mengganti namanya menjadi Hybrid Theory; hubungan yang baik antara Shinoda dan Bennington mampu menghidupkan kembali band, dan memotivasi mereka untuk mengerjakan materi baru.[10][16] Pada tahun 1999 band ini merilis sebuah EP swajudulnya, yang diedarkan di forum-forum internet.[17]

Tetapi sekali lagi, mereka harus berjuang untuk mendapatkan kontrak rekaman. Bahkan mereka meminta Jeff Blue setelah ditolak oleh label-label rekaman besar.[14] Setelah tiga kali gagal kontrak dengan Warner Bros. Records, Blue, yang kelak menjadi wakil direktur Warner Bros. Records, akhirnya bersedia membantu memuluskan jalan mereka.[18] Akan tetapi, pihak label meminta penggantian nama band untuk menghindari ambigu dengan band bernama Hybrid.[19][20] Band ini mengganti namanya menjadi Linkin Park, plesetan dari Lincoln Park di Santa Monica,[10] kini bernama Christine Emerson Reed Park.[21] Untuk memperoleh domain internet "linkinpark.com", mereka mengganti kata "Lincoln" menjadi "Linkin".[20][22] Akhirnya Farrell kembali ke band pada tahun 2000, dan band ini menggebrak dunia dengan albumnya, Hybrid Theory, pada tahun yang sama.[14]

2000–2002: Hybrid Theory dan Reanimation[sunting | sunting sumber]

Mr. Joe Hahn di Rock am Ring, 2001.

Linkin Park merilis album berjudul Hybrid Theory pada 24 Oktober 2000.[23][24] Album, yang telah mewakili perjalanan hidup band ini selama setengah dekade, diproduseri oleh Don Gilmore.[10] Album ini sukses, terjual 4,8 juta kopi sepanjang tahun debutnya, serta ditetapkan sebagai album terlaris tahun 2001, dan singel seperti "Crawling" dan "One Step Closer" menjadi lagu wajib dalam dalam daftar putar radio rock alternatif selama tahun itu.[1] Selain itu, singel-singel lainnya juga diperdengarkan dalam film seperti Dracula 2000, Little Nicky, dan Valentine.[1] Hybrid Theory memperoleh Penampilan Hard Rock Terbaik Grammy Award untuk "Crawling" dan menjadi nominasi dalam dua penghargaan Grammy Awards lainnya: Artis Pendatang Baru Terbaik dan Album Rock Terbaik.[25] MTV menganugerahkan Video Rock Terbaik dan Penyutradaraan Terbaik untuk lagu "In the End".[10] Dengan memenangkan Penampilan Hard Rock Terbaik Grammy, Hybrid Theory telah melambungkan band ini menuju kesuksesan arus utama.

Saat itu Linkin Park menerima banyak sekali undangan untuk mengisi konser seperti Ozzfest, Family Values Tour, dan KROQ Almost Acoustic Christmas.[1][26] Band ini bekerja sama dengan Jessica Sklar mendirikan kelompok penggemar resmi mereka, "Linkin Park Underground", pada November 2001.[27][28] Linkin Park juga menyelenggarakan tur sendiri, Projekt Revolution, yang menampilkan artis terkenal lainnya seperti Cypress Hill, Adema, dan Snoop Dogg.[14] Selama kurun waktu setahun, Linkin Park telah tampil di lebih dari 320 konser.[10] Pengalaman-pengalaman mereka saat konser pun didokumentasikan dalam DVD pertama mereka, Frat Party at the Pankake Festival, yang debut November 2001. Dengan kembalinya Phoenix ke band, Linkin Park mulai menggarap remix, diberi judul Reanimation, yang memuat karya-karya dari Hybrid Theory dan trek non-album.[1] Reanimation mengawali debutnya pada 30 Juli 2002, menampilkan Black Thought, Jonathan Davis, Aaron Lewis, dan masih banyak lagi.[29] Reanimation mencapai posisi kedua di Billboard 200, serta terjual hampir 270.000 kopi selama minggu-minggu debutnya.[30] Hybrid Theory juga masuk dalam Top 100 Album RIAA.[31]

2002–2004: Meteora[sunting | sunting sumber]

Setelah rilisnya Hybrid Theory dan Reanimation, grup musik ini menghabiskan waktunya untuk tur keliling Amerika Serikat. Di tengah-tengah kejenuhan, anggotanya memutuskan menggarap materi baru dengan menghabiskan sebagian besar waktu luang mereka di studio dalam bus pariwisata pribadi mereka.[32] Band ini resmi mengumumkan produksi album studio baru pada bulan Desember 2002, yang namanya terinspirasi pegunungan batu Meteora di Yunani yang dibangun di atasnya kuil-kuil.[33] Meteora mencampur nu metal dan rap metal dengan inovasi baru, seperti penggunaan shakuhachi (suling bambu Jepang) dan alat musik lainnya.[10] Album studio kedua Linkin Park mencapai debutnya tanggal 25 Maret 2003 dan langsung menduduki posisi puncak di seluruh dunia,[10] mencapai posisi pertama di AS dan Britania Raya, dan ke-2 di Australia.[12]

Meteora telah terjual 800.000 kopi selama minggu pertama, dan masuk dalam album dengan penjualan terbaik di tangga lagu Billboard pada saat itu.[34] Singel dari album ini, seperti "Somewhere I Belong", "Breaking the Habit", "Faint", dan "Numb", mendapat perhatian di radio yang signifikan.[35] Pada Oktober 2003, Meteora terjual hampir tiga juta kopi.[36] Keberhasilan album ini membuat Linkin Park menggelar Projekt Revolution lagi, yang menampilkan band dan artis lain termasuk Mudvayne, Blindside, dan Xzibit.[10] Bahkan, Metallica mengundang Linkin Park untuk bermain di Summer Sanitarium Tour 2003, yang mencakup berbagai band-band nu metal lain seperti Limp Bizkit, Mudvayne dan Deftones.[37] Band ini merilis album dan DVD, berjudul Live in Texas, yang menampilkan sejumlah trek audio dan video dari penampilan band di Texas.[10] Pada awal 2004, Linkin Park memulai tur dunia berjudul Meteora World Tour. Band-band pendukungnya antara lain Hoobastank, POD, Story of the Year, dan Pia.[38]

Meteora telah memperoleh banyak penghargaan dan tanda kehormatan. Band ini meraih penghargaan Video Rock Terbaik MTV untuk "Somewhere I Belong" serta Pilihan Pemirsa untuk "Breaking the Habit".[39] Linkin Park juga menerima pengakuan yang penting dalam Radio Music Awards 2004, karena memperoleh penghargaan Artis Tahun Ini dan Lagu Tahun Ini ("Numb").[39] Meskipun Meteora tidak sesukses Hybrid Theory, album ini menjadi album terlaris ketiga di Amerika Serikat selama tahun 2003.[1] Band ini telah menghabiskan bulan-bulan awal 2004 untuk menggelar tur di seluruh dunia, pertama adalah Projekt Revolution ketiga, dan kemudian sejumlah konser di Eropa.[1] Selama masa-masa ini, hubungan band dengan Warner Bros. Records terus memburuk karena beberapa masalah keuangan dan kepercayaan.[40] Setelah berbulan-bulan berseteru, band ini akhirnya menciptakan kesepakatan baru pada Desember 2005.[41]

2004–2006: Proyek sampingan[sunting | sunting sumber]

Mike Shinoda saat diwawancarai oleh MTV Thailand di Bangkok, Thailand.

Setelah sukses dengan Meteora, anggota band ini mulai berkarya di proyek sampingan.[42] Bennington muncul di lagu DJ Lethal, "State of the Art" serta menjadi vokalis supergrup Dead by Sunrise, sementara Shinoda berkolaborasi dengan Depeche Mode.[1] Pada tahun 2004, band ini berkolaborasi dengan Jay-Z untuk memproduksi album remix berjudul Collision Course. Album, yang mencampurkan unsur-unsur lirik dan musik dari album sebelumnya dari kedua artis itu, mencapai debut pada November 2004. Shinoda juga membentuk Fort Minor sebagai proyek sampingan. Atas bantuan Jay-Z, Fort Minor merilis album debut mereka, The Rising Tied, mencapai pujian kritis.[43][44]

Linkin Park turut menggalang dana berupa uang tunai untuk korban bencana Badai Charley pada 2004 dan Badai Katrina pada 2005.[1] Band ini menggalang dana sebesar $75.000 kepada Special Operations Warrior Foundation pada Maret 2004.[45] Band ini juga turut memberikan bantuan dan santunan bagi korban tsunami Samudra Hindia 2004 dengan mengadakan konser amal serta penggalangan dana yang disebut Music for Relief.[46] Yang lebih penting lagi, band ini juga tampil Live 8, serangkaian konser amal yang diadakan untuk meningkatkan kesadaran global.[47] Bersama Jay-Z, band ini tampil sepanggung di Live 8 di Philadelphia, Pennsylvania, disaksikan oleh penonton seluruh dunia.[47] Band ini juga sepanggung dengan Jay-Z pada Acara Penganugerahan Grammy 2006, kala mereka menampilkan lagu berjudul "Numb/Encore", saat lagu ini memanangkan Kolaborasi Rap/Nyanyi Terbaik,[48] Mereka bergabung bersama dengan Paul McCartney yang menambahkan verse lagu "Yesterday". Mereka juga konser di Summer Sonic 2006, yang dipandu oleh Metallica di Jepang.[49]

2006–2008: Minutes to Midnight[sunting | sunting sumber]

Linkin Park tampil di Nova Rock Festival pada 17 Juni 2007

Linkin Park akhirnya kembali ke studio rekaman pada tahun 2006 untuk mengerjakan materi baru. Band ini menunjuk Rick Rubin sebagai produser. Meski rencananya album ini debut 2006, album ini ditunda rilisannya hingga 2007.[50] Bahkan mereka telah merekam 30 hingga 50 lagu pada Agustus 2006, kala Shinoda menyatakan bahwa albumnya setengah selesai.[51] Bennington menambahkan bahwa album ini akan menyimpang dari dua album sebelumnya[52] Pihak Warner Bros. Records mengumumkan bahwa album baru ini akan berjudul Minutes to Midnight dan dirilis pada 15 Mei 2007 di Amerika Serikat.[53] Setelah menghabiskan 14 bulan menggarap album, anggota band memilih memangkas 5 lagu dari 17 lagu asli. Judul album yang merujuk kepada Jam Kiamat, turut meramalkan tema lirik lagu yang baru.[54] Minutes to Midnight terjual lebih dari 625.000 kopi dalam minggu pertama, menjadikannya salah satu debut mingguan tersukses dalam beberapa tahun terakhir. Album ini juga menempati posisi teratas di tangga lagu Billboard.[55]

Rob Bourdon dengan Linkin Park pada 25 Mei 2007 selama Minutes to Midnight World Tour mereka

Singel pertamanya, "What I've Done", dirilis pada 2 April, dan tayang perdana di MTV dan Fuse dalam minggu yang sama.[56] Single ini memperoleh pujian dari para pendengar, menjadi lagu dengan peringkat teratas di tangga musik Modern Rock Tracks dan Mainstream Rock Tracks oleh Billboard.[57] Lagu ini juga digunakan sebagai jalur suara untuk film 2007, Transformers. Mike Shinoda juga tampil di lagu Styles of Beyond, "Second to None", yang juga merupakan jalur suara film tersebut. Kemudian pada tahun itu, band ini memenangkan "Artis Alternatif Terfavorit" di American Music Awards.[58] Sisa singel album ini, "Bleed It Out", "Shadow of the Day", "Given Up", dan "Leave Out All the Rest", turut sukses dan dirilis sepanjang 2007 dan awal 2008. Band ini juga berkolaborasi dengan Busta Rhymes dalam singelnya "We Made It", yang dirilis pada tanggal 29 April.[59]

Mike Shinoda tampil dengan Linkin Park pada Projekt Revolution 2008

Band ini menghelat tur besar berjudul "Minutes to Midnight World Tour". Band ini mempromosikan album ini dengan menggelar Projekt Revolution keempat mereka di Amerika Serikat yang menghadirkan artis lain seperti My Chemical Romance, Taking Back Sunday, HIM, Placebo, dan masih banyak lagi. Mereka juga tampil di Eropa, Asia, dan Australia termasuk gelaran Live Earth Japan pada 7 Juli 2007,[60] serta menjadi headliner di Donington Park, Inggris dan Edgefest di Downsview Park, Toronto, Ontario, Kanada. Band ini menyelesaikan sisa tur Projekt Revolution keempat sebelum menggelar tur stadion di sekitar Inggris, mengunjungi Nottingham, Sheffield dan Manchester, sebelum menggelar konser selama dua malam di O2 Arena di London. Bennington menyatakan bahwa Linkin Park akan merilis album lagi setelah Minutes to Midnight.[61] Namun, ia menyatakan band ini akan memulai tur di Amerika Serikat untuk mengumpulkan inspirasi album.[61] Linkin Park memulai tur Projekt Revolution lainnya pada tahun 2008. Ini adalah pertama kalinya tur Projekt Revolution diadakan di Eropa dengan tiga pertunjukan di Jerman dan satu di Inggris. Tur Projekt Revolution juga diadakan di Amerika Serikat yang menampilkan Chris Cornell, The Bravery, Ashes Divide, Street Drum Corps, dan masih banyak lagi. Linkin Park merampungkan tur dengan konser terakhir di Texas. Mike Shinoda mengumumkan bahwa album live mereka, Road to Revolution: Live at Milton Keynes, yang merupakan rekaman video langsung dari pertunjukan Projekt Revolution di Milton Keynes Bowl pada 29 Juni 2008, resmi dirilis pada 24 November 2008.[62]

2008–2011: A Thousand Suns[sunting | sunting sumber]

Linkin Park tampil di Sonisphere Festival di Finlandia pada 25 Juli 2009

Pada Mei 2009, Linkin Park mengumumkan bahwa band ini akan mengerjakan album studio keempat, yang rencananya akan dirilis pada tahun 2010. Shinoda mengatakan kepada IGN bahwa genre album baru itu akan 'bercampur-campur', saat dirinya membedah elemen album Minutes to Midnight.[63] Ia juga menyebut bahwa album ini lebih eksperimental dan berharap "lebih mutakhir".[64] Bennington juga mengonfirmasi kepada media massa bahwa Rick Rubin turut memproduseri album baru ini. Band ini mengumumkan bahwa album ini berjudul A Thousand Suns.[65] Saat mengerjakan album baru, Linkin Park bekerja dengan komponis film Hans Zimmer dalam memproduksi musik film untuk Transformers: Revenge of the Fallen.[66] Band ini merilis singel film berjudul "New Divide". Joe Hahn membuat video musik untuk lagu tersebut, yang menampilkan cuplikan film.[67] Pada 22 Juni, Linkin Park menampilkan set konser pendek di Westwood Village setelah penayangan perdana film.[68] Setelah merampungkan pekerjaan di film Transformers: Revenge of the Fallen, band ini kembali ke studio untuk mengerjakan album.[69]

Brad Delson tampil dengan Linkin Park di A Thousand Suns World Tour pada tahun 2010

Pada tanggal 26 April, band ini merilis permainan video 8-Bit Rebbelion!, untuk iPhone, iPod Touch, dan iPad, Permainan video ini menampilkan anggota band sebagai tokoh utama, dan lagu baru berjudul "BlackBirds" dapat dibuka dengan menyelesaikan permainan. Lagu ini juga kemudian dirilis sebagai bonus A Thousand Suns di iTunes [70]

A Thousand Suns dirilis pada 14 September. Singel perdananya, "The Catalyst", dirilis pada 2 Agustus. Band ini mempromosikan album dengan menggelar tur, yang dimulai di Los Angeles pada 7 September.[71][72][73] Linkin Park juga menggunakan media sosial MySpace untuk mempromosikan album mereka, merilis dua lagu tambahan, "Waiting for the End" dan "Blackout" pada 8 September.[74][75][76][77] Selanjutnya, film dokumenter tentang penggarapan album, yang berjudul Meeting of A Thousand Suns, tersedia di halaman MySpace milik band. Pada tanggal 31 Agustus 2010, band ini mengumumkan akan menggelar konser perdananya di MTV Video Music Awards 2010 pada tanggal 12 September 2010.[78] Singel debut ini digelar di Observatorium Griffith, lokasi ikonik yang digunakan dalam film-film Hollywood.[79][80][81] "Waiting for the End" dirilis sebagai singel kedua dari A Thousand Suns.[82][83]

Linkin Park menduduki posisi ke-8 dalam Billboard Social 50, tangga keaktifan artis musik di situs jejaring sosial terkemuka dunia.[84] Dalam tangga lagu akhir tahun Billboard lainnya, band ini menduduki posisi ke-92 pada "Top Artists",[85] sedangkan A Thousand Suns menduduki posisi ke-53 pada tangga akhir tahun Billboard Top 200[86] serta ke-7 di Album Rock Akhir Tahun 2010. "The Catalyst" mencapai posisi ke-40 pada Lagu Rock Akhir Tahun.[87]

Band ini masuk dalam enam nominasi Billboard Awards pada 2011 untuk Top Duet atau Group, Album Rock Terbaik untuk A Thousand Suns, Artis Rock Top, Artis Alternatif Top, Lagu Alternatif Top untuk "Waiting for the End", dan Album Alternatif Teratas untuk A Thousand Suns, tetapi tidak ada satu pun yang berhasil memenanginya.[88] Band ini juga masuk dalam tangga lagu akhir tahun Billboard pada tahun 2011. Band ini masuk dalam posisi ke-39 dalam tangga Artis Top[89] ke-84 dalam Billboard 200,[90] ke-11 dalam Social 50,[91] ke-6 dalam Top Rock Artists,[92] ke-9 dalam Rock Songs Artists,[93] ke-16 dalam Rock Albums,[94] ke-4 dalam Hard Rock Albums,[95] dan ke-7 dalam Alternative Songs.[96]

2011–2013: Living Things dan Recharged[sunting | sunting sumber]

Pada Juli 2011, Bennington mengatakan kepada Rolling Stone bahwa Linkin Park menargetkan untuk merilis album baru setiap 18 bulan, dan ia akan syok jika album baru tidak kelar pada 2012. Ia kemudian mengungkapkan dalam wawancara lain pada bulan September 2011 bahwa band ini masih memulai album berikutnya, mengatakan "Kami baru memulai. Kami ingin menjaga kreativitas tetap mengalir, sehingga kami berusaha terus melakukannya... kami menyukai arah pencapaian itu".[97] Kemudian, pada 28 Maret 2012, Shinoda mengonfirmasi bahwa band ini menjalani syuting video musik untuk lagu "Burn It Down".[98][99] Joe Hahn menjadi sutradara di video musiknya.[100] Shinoda berbicara kepada Co.Create tentang sampul album, mengatakan bahwa album itu akan "menggemparkan mereka [para penggemar]... rata-rata orang akan penasaran. Aku tahu itu benar-benar baru, ini bukan sekadar gambar melainkan bagaimana cara membuat gambar benar-benar tampil baru. Begitu".[101]

Pada 15 April 2012, Shinoda mengumumkan bahwa Living Things akan menjadi judul baru dari album kelima Linkin Park.[102] Frasa Living Things dipilih karena album ini bertemakan manusia, hubungan antarsesama pribadi, dan jauh lebih pribadi daripada album sebelumnya.[103] Band ini mempromosikan album ini pada perhelatan Honda Civic Tour 2012, dengan co-headliner-nya Incubus. Band ini menampilkan lagu "Burn It Down" dalam 2012 Billboard Music Awards. Pada 24 Mei, band ini merilis video musik untuk "Burn It Down" serta menampilkan debut "Lies Greed Misery", lagu lain dari Living Things, di BBC Radio 1."Powerless", lagu ke-12 album serta penutup album ini, diperdengarkan dalam kredit film Abraham Lincoln: Vampire Hunter.[104]

Living Things terjual lebih dari 223.000 kopi selama minggu debutnya, menduduki posisi pertama di US Album Chart.[105] Singel "Castle of Glass", dinominasikan sebagai 'Lagu Terbaik dalam Permainan' di Spike Video Game Awards 2012. Band ini tampil di acara penganugerahan pada 7 Desember, tetapi kalah dari lagu "Cities" oleh Beck.[106] Linkin Park juga konser di Festival Soundwave Australia, serta membagi panggung mereka dengan Metallica, Paramore, Slayer, dan Sum 41.[107]

Pada 10 Agustus 2013, band ini berkolaborasi dengan musisi Amerika Steve Aoki untuk merekam lagu "A Light That Never Comes" untuk permainan teka-teki aksi daring Linkin Park, LP Recharge (kependekan dari Linkin Park Recharge), yang diluncurkan di Facebook dan situs web resmi LP Recharge pada 12 September 2013. Pada hari peluncuran game, Linkin Park membuat kiriman di Facebook, menjelaskan bahwa lagu yang digunakan untuk mempromosikan permainan akan dimasukkan dalam album remix baru, berjudul Recharged, yang dirilis pada 29 Oktober 2013 di CD, vinil, dan unduhan digital. Mirip dengan Reanimation, album ini menampilkan remix dari sepuluh lagu dari Living Things, dengan kontribusi dari artis lain, seperti Ryu of Styles of Beyond, Pusha T, Datsik, KillSonik, Bun B, Money Mark, dan Rick Rubin.[108][109] Band ini juga mengerjakan jalur suara untuk film Mall, yang disutradarai oleh Joe Hahn.[110]

2013–2015: The Hunting Party[sunting | sunting sumber]

Shinoda mengonfirmasi dalam wawancara dengan Fuse bahwa Linkin Park sudah mulai merekam album studio keenam mereka pada Mei 2013.[111] Band ini merilis singel pertama dari album berikutnya, berjudul, "Guilty All the Same " pada 6 Maret 2014 melalui Shazam.[112] Singel ini kelak dirilis pada hari berikutnya oleh Warner Bros. Records dan mencapai debutnya pada posisi ke-28 di tangga lagu Billboard Rock Airplay sebelum memuncaki posisi pertama di tangga lagu Mainstream Rock pada minggu-minggu berikutnya.[113][114] Tak lama setelah merilis lagu ini, band ini mengumumkan album keenam mereka akan berjudul The Hunting Party. Album ini diproduksi oleh Shinoda dan Delson, yang ingin mengeksplorasi unsur-unsur musik dari Hybrid Theory dan materi band sebelumnya.[115] Shinoda berkomentar bahwa album ini adalah "rekaman rock tahun '90-an". Ia berkata, "Ini rekaman rock. Sangat keras dan rock, tapi bukan dalam artian yang kamu dengar sebelumnya, yang lebih seperti hardcore-punk-thrash '90-an.'[116] Album ini juga menyertakan kontribusi rapper Rakim, Page Hamilton dari Helmet, Tom Morello dari Rage Against the Machine, dan Daron Malakian dari System of a Down.[117][118] The Hunting Party dirilis pada 13 Juni 2014, di sebagian besar negara, dan kemudian di Amerika Serikat pada 17 Juni.[119]

Linkin Park menggelar konser di Download Festival pada 14 Juni 2014, tempat memainkan album debut mereka, Hybrid Theory, secara keseluruhan.[120][121][122] Linkin Park menjadi headliner Rock am Ring dan Rock im Park pada 2014, bersama Metallica, Kings of Leon, dan Iron Maiden.[123][124] Mereka juga tampil lagi bersama Iron Maiden di Greenfield Festival pada bulan Juli.[125] Pada 22 Juni, Linkin Park menggelar konser tak terjadwalkan sebagai headliner di Vans Warped Tour; mereka bermain bersama Issues, The Devil Wears Prada, A Day To Remember, Yellowcard, Breathe Carolina, Finch, dan Machine Gun Kelly.[126] Pada Januari 2015, band ini menggelar tur untuk merilis album The Hunting Party, yang terdiri dari 17 konser di seluruh Amerika Serikat dan Kanada. Tur dibatalkan setelah hanya tiga konser ketika Bennington cedera pergelangan kakinya.[127][128] Pada 9 Mei, Linkin Park tampil di edisi pertama Rock in Rio Amerika Serikat, sebagai band pendukung Metallica.[129]

Dave Farrell tampil bersama Linkin Park pada 2014

Pada 9 November 2014, MTV Europe menobatkan Linkin Park sebagai "Artis Rock Terbaik" tahun 2014 pada acara penganugerahan tahunan mereka.[130] Band ini juga dinobatkan sebagai 'Band Rock Terbaik' dan 'Artis Live Terbaik' tahun 2014 di Penghargaan Loudwire.[131] Revolver menobatkan The Hunting Party sebagai album terbaik keempat tahun 2014.[132] Dalam sebuah wawancara dengan AltWire pada 4 Mei, Shinoda membedah album The Hunting Party serta berkomentar tentang masa depan Linkin Park, dengan berkata, "Aku sangat senang dengan tanggapan The Hunting Party, dan aku pikir kami siap untuk pindah ke suatu tempat baru di album berikutnya, yang akan datang [tahun 2016]".[133]

Linkin Park berkolaborasi lagi dengan Steve Aoki dalam lagu "Darker Than Blood" untuk album Aoki Neon Future II, yang dirilis pada Mei 2015.[134] Pratayangnya diputar selama penampilan Aoki pada 28 Februari 2015 di Aragon Ballroom di Chicago, Illinois.[135] Lagu ini mencapai debut di Twitch pada 13 April dan dirilis pada 14 April.[136]

Linkin Park tampil pada upacara penutupan BlizzCon 2015, sebuah acara pameran permainan video Blizzard.[137]

2015–2017: One More Light dan kematian Bennington[sunting | sunting sumber]

Logo Linkin Park pasca-kematian Bennington

Pada November 2015, Linkin Park mulai mengerjakan materi baru untuk album studio ketujuh.[138] Chester Bennington mengomentari arahannya, "Kami punya banyak materi luar biasa yang kuharap menantang bagi penggemar kami dan mau mengilhami mereka seperti halnya kami."[139] Pada bulan Februari 2017, Linkin Park merilis video promosi di akun jejaring sosial mereka, yang menampilkan Shinoda dan Bennington sedang mempersiapkan materi baru untuk album tersebut.[140] Mike Shinoda menyatakan band sedang menjalani suatu proses kala produksi. Brad Delson menjelaskan: "Kami sudah membuat banyak rekaman dan kami tahu cara membuat rekaman namun tidak mengambil jalan keluar semudah itu."[141]

Salah satu konser terakhir Bennington bersama Linkin Park pada 4 Juli 2017 di O2 Brixton Academy di London

Singel pertama album tersebut adalah "Heavy" dan menampilkan penyanyi pop Kiiara, dan untuk pertama kalinya Linkin Park berduet dengan penyanyi wanita. Liriknya diciptakan Linkin Park bersama Julia Michaels dan Justin Tranter.[142] Singel ini dirilis sebagai unduhan digital pada 16 Februari.[143][144][145] Sebagaimana yang juga dilakukan sebelumnya, Linkin Park mengirim pesan rahasia secara daring untuk album baru. Sampul album diungkapkan melalui teka-teki digital di seantero media sosial; sampulnya menampilkan enam bocah bermain di pantai.[146] Album ini berjudul One More Light, dirilis pada 19 Mei 2017.[7][147]

Bennington diketahui meninggal karena gantung diri pada 20 Juli 2017.[148] Shinoda mengkonfirmasi kematian Bennington di Twitter, menulis bahwa dirinya, "terkejut dan turut berduka, tapi itu benar terjadi. Pernyataan resmi akan segera muncul nanti."[149] Band ini merilis lagu "Talking to Myself" sebelumnya hari itu.[150] Sehari setelah kematian Bennington, band ini resmi membatalkan One More Light World Tour leg Amerika Utara.[151] Pada pagi hari, kira-kira empat hari setelah kematian, Linkin Park merilis pernyataan resmi di situs web mereka sebagai penghormatan kepada Bennington.[152] Pada 28 Juli, Shinoda mengumumkan bahwa sumbangan amal di Music for Relief akan dialihkan ke One More Light Fund, yang didirikan untuk mengenang Bennington.[153] Pada tanggal 4 Agustus, kala band ini awalnya dijadwalkan untuk tampil di acara Good Morning America, putri Chris Cornell yang berusia dua belas tahun Toni (yang juga anak baptis Bennington) muncul bersamaOneRepublic untuk menyanyikan lagu Leonard Cohen "Hallelujah" sebagai penghargaan untuk Bennington dan ayahnya.[154] Bennington sebelumnya menyanyikan lagu itu di acara pemakaman Cornell, yang juga meninggal karena gantung diri dua bulan sebelumnya.[154]

Pada tanggal 22 Agustus, Linkin Park mengumumkan rencana menggelar konser di Los Angeles untuk menghormati jasa-jasa Bennington. Band ini berterima kasih kepada para penggemar atas dukungan mereka, dengan menyatakan, "Kami berlima sungguh berterima kasih atas semua dukungan kalian semua dalam rangka menyembuhkan duka lara dan membangun masa depan Linkin Park".[155] Konser yang berjudul Linkin Park and Friends: Celebrate Life in Honor of Chester Bennington, digelar pada 27 Oktober di Hollywood Bowl. Acara ini merupakan konser pertama pasca-kematian Bennington.[156][157] Acara ini mengundang penampilan tamu yang membawakan lagu-lagu Linkin Park diiringi band.[158] Acara ini digelar lebih dari tiga jam dan disiarkan langsung melalui YouTube.[159]

Pada November 2017, band ini mengumumkan bahwa album live yang dibuat dari tur terakhir mereka dengan Bennington, berjudul One More Light Live, akan dirilis pada 15 Desember.[160] Pada 19 November, Linkin Park menerima penghargaan Artis Alternatif Terfavorit dalam perhelatan American Music Awards dan didedikasikan kepada Bennington.[161]

2017–sekarang: Vakum dan masa depan[sunting | sunting sumber]

Saat mengadakan siaran langsung di Instagram pada 17 Desember 2017, Shinoda ditanya akankah Linkin Park akan menggelar konser dengan tiruan atau rekaman suara Bennington di masa depan. Ia membalas, "Bisakah kami meniru Chester? Aku bahkan tidak mau berpikir tentang tiruan Chester. Aku sebenarnya pernah mendengar ada orang lain di luar band menyarankan itu, tetapi bagiku tidak mungkin. Aku tidak bisa melakukannya." [162]

Pada 28 Januari 2018, Shinoda membalas kicauan Twitter dari seorang penggemar yang menanyakan masa depan Linkin Park, menulis, "Aku masih berniat melanjutkan LP, dan orang juga menginginkan itu. Kami butuh banyak perbaikan kembali, dan pertanyaan yang siap dijawab, sehingga butuh banyak waktu."[163] Namun, pada 29 Maret 2018, Shinoda menyatakan bahwa dia kurang yakin dengan masa depan Linkin Park ketika diwawancarai oleh Vulture.[164]

Bahkan pada 17 April 2018, band ini dinominasikan dalam tiga penghargaan di Billboard Music Awards tahun 2018, tetapi tidak memenangkan satu pun.[165]

Band ini meraih Prestasi Musik Seumur Hidup dalam acara The George and Ira Gershwin Award di UCLA pada 18 Mei 2018.[166]

Pada 18 Februari 2019, Mike Shinoda berkata dalam wawancarara bahwa band itu telah membuka kesempatan ide apa yang hendak diputuskan untuk masa depan Linkin Park. Shinoda menyatakan, "Aku tahu orang-orang, mereka suka berada di panggung, di studio, dan andaikan saja tidak, aku tidak tahu, sepertinya jadi kurang waras." Ketika ditanya tentang masa depan tanpa Bennington, Shinoda menyatakan, “Bukan saatnya aku mencari penyanyi baru. Jika itu terjadi, harusnya muncul secara alami. Jika sudah menemukan seseorang yang hebat dan cocok dengan gayanya, aku bisa mencoba melakukannya dengan siapa pun juga. Aku tidak akan berpikir kalau kami bersedia mengganti Chester.”[167] Sejak meninggalnya Bennington hingga 2020, band ini menjadi vakum.[168]

Pada 28 April 2020, bassis Dave Farrell memberi tanda bahwa mereka akan mengerjakan musik baru.[9]

Sebagai filantropi[sunting | sunting sumber]

Pada 19 Januari 2010, Linkin Park merilis lagu berjudul "Not Alone" yang dimasukkan dalam kompilasi Music for Relief berjudul Download to Donate for Haiti sebagai wujud peduli Gempa Haiti. Pada 10 Februari 2010, Linkin Park merilis video musik resmi di beranda situs mereka. Singel itu dirilis 21 Oktober 2011.

Pada tanggal 11 Januari 2011, versi terbaru Download to Donate for Haiti diluncurkan, berjudul Download to Donate for Haiti V2.0, tetapi lebih banyak lagu untuk diunduh. Versi album ini juga menyertakan remix Keaton Hashimoto untuk lagu "The Catalyst" dari ajang lomba "Linkin Park featuring You".[169]

Shinoda juga membuatkan dua desain kaus untuk disumbangkan kepada Music for Relief untuk membantu para korban bencana gempa bumi dan tsunami Tohoku 2011/[170][171] Music for Relief merilis kompilasi Download to Donate: Tsunami Relief Japan, yang kemudian disumbangkan kepada Save the Children.[172] Band ini merilis lagu berjudul "Issho Ni", yang berarti "Kita Bersama", pada 22 Maret 2011 melalui Download to Donate: Tsunami Relief Japan.

Setelah Topan Haiyan pada 2013, Linkin Park bermain di Club Nokia dalam gelaran "Music for Relief: Concert for the Philippines" di Los Angeles, dan menggalang dana untuk korban. Acara ini disiarkan di AXS TV pada 15 Februari. Artis lain yang juga ikut mengisi konser adalah The Offspring, Bad Religion, Heart, dan The Filharmonic.[173][174]

Gaya dan pengaruh musik[sunting | sunting sumber]

Linkin Park telah banyak menggabungkan unsur musik rock, hip hop, dan electronica, dan tergolong sebagai band rock alternatif,[1][2][175][176] nu metal,[1][2][177][178] metal alternatif,[179][180] rap rock,[1][179][181] rock elektronik,[175][180] hard rock,[182] hip hop,[2][182] rap metal,[1] pop,[2] industrial rock [175] dan pop rock.[183] Meski dikatakan nu metal, band itu tidak suka disebut "nu metal".[184]

Baik Hybrid Theory maupun Meteora memadukan suara-suara metal alternatif,[179][185][186] nu metal,[187][188][189] rap rock,[188][190] rap metal,[191] dan rock alternatif[192][193] yang dipengaruhi hip hop dan elektronica[194][195] dengan menggunakan pemrograman suara dan penyintesis. William Ruhlmann dari AllMusic menganggapnya "pendatang baru gaya bermusik yang sudah ada,"[196] sedangkan Rolling Stone mendeskripsikan lagu "Breaking the Habit" sebagai "seni yang indah".[197]

Pada album Minutes to Midnight, band ini bereksperimen dengan genre dan gaya yang lebih luas; Los Angeles Times telah membandingkannya dengan karya-karya U2.[198] Hanya ada dua lagu yang memiliki rap dan kebanyakan lagu-lagunya bersifat rock alternatif.[199][200] Vokal Chester Bennington dan Mike Shinoda dianggap sebagai bagian terpenting dari lagu-lagu Linkin Park, dengan Bennington selaku vokalis utama dan Shinoda sebagai rapper. Dalam album ketiga band, Minutes to Midnight, Shinoda menyanyikan vokal utama di "In Between", "Hands Held High", dan di sisi-B "No Roads Left". Pada kebanyakan lagu dari album A Thousand Suns, termasuk singelnya ("The Catalyst", "Burning in the Skies", "Iridescent"), keduanya justru bernyanyi. Album ini dianggap sebagai titik balik sepanjang karier band, serta banyak menekankan electronica.[201][202] James Montgomery dari MTV telah membandingkan rekaman itu dengan album Radiohead Kid A,[203] sementara Jordy Kasko dari Review, Rinse, Repeat membandingkan album tersebut dengan album Kid A dan album Pink Floyd, The Dark Side of the Moon.[204] Sementara itu, Shinoda justru menganggap musiknya dipengaruhi Chuck D dan Public Enemy. Ia menjelaskan, "Public Enemy tampil 'tiga dimensi' dengan rekaman mereka karena meski terasa politis, banyak hal lain yang juga ikut dibahas. Aku pun berpikir betapa tiga dimensinya aku merekam lagu, tentu tanpa meniru mereka, dan ingin menunjukkan seberapa kreativitas kita."[205] Bahkan mereka juga menyertakan rekaman pidato tokoh-tokoh politik Amerika.[206] A Thousand Suns dikategorikan sebagai trip hop,[207] rock elektronik,[208][209] ambien,[207] rock alternatif,[210] rock industrial,[211] rock eksperimental,[212] rap rock,[213] dan rock progresif.[214]

Album kelima Living Things juga tergolong elektronik, tetapi banyak memasukkan elemen lain sehingga makin keras.[215][216] Band ini kemudian kembali ke suara yang lebih keras melalui album The Hunting Party, yang digambarkan sebagai metal alternatif,[217][218][219] nu metal,[220] hard rock,[217][221] rap rock,[222] dan rap metal.[223] Album ketujuh mereka, One More Light, merupakan album pop,[224][225] pop rock,[226][227] dan electropop.[228]

Linkin Park banyak dipengaruhi band Soundgarden, Alice in Chains, Pearl Jam, Stone Temple Pilots, Jane's Addiction, Nine Inch Nails, Ministry, Skinny Puppy, Machines of Loving Grace, Metallica, Refused, Minor Threat, Fugazi, Descendents, Misfits, Beastie Boys, Run-DMC, A Tribe Called Quest, Rob Base and DJ EZ Rock, N.W.A., Public Enemy, KRS-One, Boogie Down Productions, Led Zeppelin, Rage Against the Machine, dan The Beatles.[229][230]

Pengaruh[sunting | sunting sumber]

Linkin Park telah menjual 70 juta kopi rekaman di seluruh dunia.[231][232] Album studio pertamanya, Hybrid Theory tercatat sebagai album terlaris di Amerika Serikat (11 juta kopi) dan seluruh dunia (30 juta kopi).[233] Billboard memperkirakan penghasilan Linkin Park sebesar US$5 juta antara Mei 2011 dan Mei 2012, menjadikannya sebagai artis musik dengan gaji terbesar ke-40.[234] Sebelas singel band juga memuncaki tangga lagu Billboard Alternative Songs, menjadikannya terbanyak nomor dua untuk semua artis.[235]

Pada tahun 2003, MTV2 menobatkan Linkin Park sebagai band terbesar keenam pada era video musik dan ketiga sepanjang milenium baru.[236] Billboard menempatkan Linkin Park pada posisi ke-19 Daftar Artis Terbaik Dekade Ini.[237] Band ini juga terpilih sebagai artis terbaik tahun 2000-an dalam jajak pendapat Bracket Madness di VH1.[238] Pada tahun 2014, band ini ditetapkan sebagai Band Rock Terbesar di Dunia Saat Ini oleh Kerrang!.[239][240] Pada 2015, Kerrang! memosisikan "In the End" dan "Final Masquerade" dua posisi teratas di Kerrang! Rock 100.[241]

Linkin Park juga menjadi band rock pertama yang menerima lebih dari satu miliar hits YouTube.[242] Halaman Facebook Linkin Park bahkan menjadi halaman ke-15 paling disukai di Facebook, artis ke-10 yang paling disukai, dan grup paling disukai disusul oleh The Black Eyed Peas.[243] Di Spotify, "lagu abadi" dari layanan tersebut ditempati oleh "Numb " pada posisi ketiga dan "In the End" pada posisi keenam. Keduanya menjadikan Linkin Park satu-satunya artis yang memiliki dua lagu abadi dalam sepuluh besar.[244]

Hybrid Theory telah dimasukkan dalam buku 1001 Albums You Must Hear Before You Die, serta mendapatkan posisi ke-11 Billboard 's Hot 200 Album Dekade Ini.[245] Selain itu album ini masuk dalam Best of 2001 oleh Record Collector, 150 Album Terbaik Sepanjang Generasi oleh Rock Sound dan 50 Album Rock Terbaik tahun 2000-an oleh Kerrang!. Album Meteora dimasukkan dalam Top 200 Album Dekade Ini oleh Billboard di posisi ke-36. Album ini terjual 20 juta kopi di seluruh dunia. Collision Course, EP kolaborasi dengan Jay-Z, menjadi EP kedua yang memuncaki Billboard 200, terjual lebih dari 300.000 kopi dalam minggu pertama setelah album Alice in the Chains Jar of Flies pada tahun 1994. Di Amerika Serikat, album Minutes to Midnight menjadi album dengan penjualan minggu pertama terbanyak pada 200, dengan 625.000 kopi terjual.[246] Di Kanada, album ini terjual lebih dari 50.000 kopi di minggu pertama serta mencapai debutnya di posisi pertama pada Canadian Albums Chart. Di seluruh dunia, album ini telah dipasarkan sebanyak 3,3 juta kopi dalam empat minggu pertama rilis.[247]

Jon Caramanica dari The New York Times telah berkomentar bahwa Linkin Park "membawa percampuran hard rock dan hip-hop menuju puncak estetika dan komersial" pada awal tahun 2000-an.[248] Beberapa artis rock dan non-rock juga mengutip band ini sebagai pengaruh bermusiknya, seperti Proyecto Eskhata,[249] Of Mice & Men,[250] One Ok Rock,[251] Bishop Nehru,[252] Misono, From Ashes to New,[253] Bring Me the Horizon,[254] Red, Girl on Fire, Manafest, Silentó,[255] 3OH! 3,[256] The Prom Kings,[256] AJ Tracey,[257] Kiiara,[258] The Chainsmokers,[259] Kevin Rudolf,[256] Blackbear,[260] Amber Liu,[261] Tokio Hotel,[256] Stormzy,[262] dan Imagine Dragon.[263]

Anggota band[sunting | sunting sumber]

Garis waktu[sunting | sunting sumber]

Diskografi[sunting | sunting sumber]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Tur konser[sunting | sunting sumber]

Headliner

  • Hybrid Theory World Tour (2001)
  • Projekt Revolution (2002–2008, 2011)
  • LP Underground Tour (2003)
  • Meteora World Tour (2004)
  • Minutes to Midnight World Tour (2007–08)
  • International Tour (2009)
  • A Thousand Suns World Tour (2010–11)
  • Living Things World Tour (2012–13)
  • The Hunting Party Tour (2014–15)
  • One More Light Tour (2017)
  • Linkin Park and Friends: Celebrate Life in Honor of Chester Bennington (2017)

Ko-headliner

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n MusicMight.com, Linkin Park – MusicMight Biography Diarsipkan 27 Mei 2010 di Wayback Machine. Diakses tanggal 20 Maret 2007
  2. ^ a b c d e Hyden, Steven (20 Juli 2017). "Linkin Park's Chester Bennington Was A Rock Star At A Time When Rock Stars Were Rare". Diakses tanggal 3 November 2018. 
  3. ^ a b Recording Industry Association of America, RIAA Record Sales Diarsipkan 25 Juli 2013 di Wayback Machine.. Diakses tanggal 13 Juni 2007
  4. ^ Zahlaway, Jon (2 April 2003). "Linkin Park's 'Meteora' shoots to the top". Soundspike: Album Chart. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 Mei 2009. Diakses tanggal 14 Juni 2013. 
  5. ^ Sinclair, Tom (28 Maret 2003). "Meteora (2003)". Entertainment Weekly. Diakses tanggal 19 Oktober 2007. 
  6. ^ Billboard.com, M2M holds the top slot for the current week. Diakses tanggal 28 Mei 2007
  7. ^ a b Blistein, Jon. "Linkin Park Preview New Album With Anthemic Song 'Heavy'". Rolling Stone. Diakses tanggal 5 Maret 2017. 
  8. ^ Grow, Cory. "Chester Bennington, Linkin Park Singer, Dead at 41". Rolling Stone. Diakses tanggal 20 Juli 2017. 
  9. ^ a b "Linkin Park Have Been Working On New Music". Kerrang!. 2020-04-28. Diakses tanggal 2020-04-28. 
  10. ^ a b c d e f g h i j k l m n o AskMen.com, Linkin Park – Biography Diarsipkan 1 November 2012 di Wayback Machine. Diakses tanggal 20 Maret 2007
  11. ^ a b "Everybody loves a success story". The LP Association. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 Agustus 2007. Diakses tanggal 25 Maret 2018. 
  12. ^ a b c "Linkin Park — band history and biography". Diakses tanggal 23 Desember 2007. 
  13. ^ Livedaily.com,"LiveDaily Interview: Linkin Park's Dave 'Phoenix' Farrell". Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 Januari 2007. Diakses tanggal 17 Juli 2008.  Diakses tanggal 20 Maret 2007
  14. ^ a b c d Lptimes.com, Band History Diarsipkan 23 Juli 2014 di Wayback Machine. Diakses tanggal 20 Maret 2007
  15. ^ Bryant, Tom (23 Januari 2008). "Linkin Park, Kerrang!". Kerrang!. Diakses tanggal 28 November 2012. 
  16. ^ Allen, Matt (2017-07-25). "'We made music to p--- our parents off': Linkin Park and Chester Bennington's career in pictures". The Telegraph. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-02-08. Diakses tanggal 2019-03-26. 
  17. ^ Saulmon, Greg (2006). Linkin Park; Contemporary musicians and their music. The Rosen Publishing Group. hlm. 19–20. ISBN 978-1-4042-0713-4. Diakses tanggal 28 Desember 2009. 
  18. ^ Turman, Katherine (2017-07-20). "Chester Bennington and Linkin Park: A Musical Legacy of Darkness and Hope". Variety. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-07-21. Diakses tanggal 2019-11-05. 
  19. ^ Hickie, James (2019-10-24). "LINKIN PARK: THE INSIDE STORY OF HYBRID THEORY". Kerrang. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-10-24. Diakses tanggal 2019-11-05. 
  20. ^ a b Shinoda, Mike (2010-01-02). "My Linkin Park "Decade List"". mikeshinoda.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-03-05. Diakses tanggal 2019-11-05. 
  21. ^ "Dedication Ceremony for Park to Be Held Sunday". Articles.latimes.com. 13 Juni 1998. Diakses tanggal 15 Desember 2017. 
  22. ^ Ragogna, Mike (25 Juli 2012). "A Conversation With Linkin Park's Mike Shinoda, Plus Chatting With VideofyMe's Oskar Glauser and The Villains and Ben Arthur Exclusives". The Huffington Post. AOL. Diakses tanggal 31 Januari 2013. 
  23. ^ "Linkin Park – Hybrid Theory released October 24, 2000". Diakses tanggal 23 Desember 2007. 
  24. ^ "Linkin Park fansite — Album release date". Diarsipkan dari versi asli tanggal 21 Desember 2007. Diakses tanggal 23 Desember 2007. 
  25. ^ Davis, Darren (7 Januari 2002). "Grammy Noms Are Icing On The Cake". Yahoo! Music. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 Agustus 2011. Diakses tanggal 14 Juni 2013. 
  26. ^ MTV.com, Linkin Park, P.O.D., Nickelback, More To Play LA's KROQ Fest Diakses tanggal 26 Maret 2007
  27. ^ "Interview with Adam Ruehmer". Wretches And Kings. 1 Februari 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Juni 2014. Diakses tanggal 28 Juni 2014. 
  28. ^ "LINKIN PARK UNDERGROUND – WHAT IS LPU?". Linkin Park. linkinpark.com. 2014. Diakses tanggal 28 Juni 2014. The LINKIN PARK Underground (LPU) was founded in 2001 as a way for LINKIN PARK to connect directly with the people who support the band, and cultivate a central meeting-place for the LINKIN PARK community. Each and every year LPU members are given access to members only exclusives including Meet & Greet opportunities with the band, access to pre-sale tickets, a brand new merchandise package, music, and much more. 
  29. ^ Johnson, Billy, Jr. (24 Juni 2002). "Linkin Park's 'Reanimation' Set For July 30". Yahoo! Music. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 Agustus 2011. Diakses tanggal 14 Juni 2013. 
  30. ^ Weiss, Neal; Johnson, Billy, Jr. (7 Agustus 2002). "Linkin Park Remixes Chart With Number Two Debut". Yahoo! Music. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 Agustus 2011. Diakses tanggal 14 Juni 2013. 
  31. ^ "RIAA – Gold & Platinum – April 3, 2011". Riaa.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 Juli 2013. Diakses tanggal 2 November 2011. 
  32. ^ Warner Bros. Records, "The Making of Meteora" (2003) DVD, Released on March 25, 2003.
  33. ^ MTV.com, Linkin Park Get Their Tempers Under Control To Complete New LP Diakses tanggal 10 Juni 2006
  34. ^ Davis, Darren (3 April 2003). "Linkin Park 'Meteora' Debuts At Number One, Sets Aside Tix For Military". Yahoo! Music. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 Agustus 2011. Diakses tanggal 14 Juni 2013. 
  35. ^ "Linkin Park Says 'Faint' Is Equal To Other Songs". Yahoo! Music. 19 Agustus 2003. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 Agustus 2011. Diakses tanggal 14 Juni 2013. 
  36. ^ "Linkin Park Album Certified Triple Platinum". Yahoo! Music. 6 Oktober 2003. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 Agustus 2011. Diakses tanggal 14 Juni 2013. 
  37. ^ VH1.com, Linkin Park: Biography Retrieved on April 8, 2007
  38. ^ "Life goes on after Linkin Park :: 네이버 뉴스" (dalam bahasa Korea). News.naver.com. 12 November 2003. Diakses tanggal 11 Juni 2012. 
  39. ^ a b "Linkin Park – Rap Music – Hot California Band". 13 Februari 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 Februari 2008. Diakses tanggal 14 Juni 2013. 
  40. ^ Werde, Bill (2 Juni 2005). "Linkin, Warner Feud Rages : Rolling Stone". Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 Mei 2009. Diakses tanggal 14 Juni 2013. 
  41. ^ Kaufman, Gil (28 December 2005). "Linkin Park Can Get Back To Making Music After Settling Label Dispute". MTV. Diakses tanggal 11 January 2018. 
  42. ^ Moss, Corey (1 September 2005). "Mike Shinoda Respects Jay-Z's Retirement, Says Linkin Park Not On Hiatus". MTV.com. Diakses tanggal 25 Oktober 2014. "I would have never done this record if I didn't have the blessing of the rest of the guys," Shinoda said. "We're not, like, on hiatus. We're working. We're very serious about our records, and I know the guys are at home right now writing. Hopefully we are looking at next year for a record". 
  43. ^ Semansky, Matt (13 Februari 2006). "Mike Shinoda's Fort Minor Rise To The Occasion". Chart. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 Desember 2008. Diakses tanggal 17 November 2008. 
  44. ^ "Machine Shop". n.d. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 Januari 2009. Diakses tanggal 14 Juni 2013. 
  45. ^ joe at specialops dot org (n.d.). "Special Operations Warrior Foundation: News and Events Archive". Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 Januari 2008. Diakses tanggal 14 Juni 2013. 
  46. ^ Morningstar, Mary (31 Desember 2004). "Linkin Park Launches Relief Fund for Tsunami Victims; Backstreet Boys to Release New Album". Voice of America. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 Juni 2009. 
  47. ^ a b The Linkin Park Times, Live 8 Philadelphia 2005 Diarsipkan 16 Oktober 2015 di Wayback Machine. Diakses tanggal 12 Mei 2007
  48. ^ About.com, Jay-Z and Linkin Park to Mash-Up Onstage at the Grammys Diarsipkan 29 Juni 2006 di Wayback Machine.. Diakses tanggal 9 Juni 2007
  49. ^ "Linkin Park". n.d. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 November 2007. Diakses tanggal 14 Juni 2013. 
  50. ^ MTV.com, Mike Shinoda Says 'No New Linkin Park Album In 2006 After All'. Diakses tanggal 9 Juni 2007
  51. ^ MTV.com, Mike Shinoda Says Linkin Park Halfway Done With New Album. Diakses tanggal 9 Juni 2007
  52. ^ MTV.com, Linkin Park Say Nu-Metal Sound Is 'Completely Gone' On Next LP. Diakses tanggal 9 Juni 2007
  53. ^ "Fans Counting the 'Minutes' as Linkin Park Reveal Album Name and Release Date". 6 Maret 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 Agustus 2009. Diakses tanggal 14 Juni 2013. 
  54. ^ MTV.com, Linkin Park Finish Apocalyptic Album, Revive Projekt Revolution Tour. Diakses tanggal 9 Juni 2007
  55. ^ Billboard.com, Linkin Park Scores Year's Best Debut With 'Midnight'. Diakses tanggal 28 Mei 2007
  56. ^ "Video Static: Music Video News: March 25, 2007 – March 31, 2007". March 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 Oktober 2012. Diakses tanggal 14 Juni 2013. 
  57. ^ "Linkin Park: Chart History". Billboard. 
  58. ^ ShowBuzz.com, American Music Awards – Winners List Diarsipkan 5 Juli 2008 di Wayback Machine.. Diakses tanggal 21 Maret 2008.
  59. ^ – "We Made It" Music Charts (Canada), aCharts. Diakses tanggal 12 Mei 2008
  60. ^ Billboard.com, Linkin Park, Local Stars Kickstart Live Earth Japan. Diakses tanggal 12 Juli 2007
  61. ^ a b Billboard.com, Linkin Park Plans Quick 'Midnight' Follow Up. Diakses tanggal 13 Februari 2008.
  62. ^ Christina Fuoco-Karasinski (12 Mei 2008). "Chester Bennington Talks New Band Dead by Sunrise, Next Linkin Park Album : Rolling Stone : Rock and Roll Daily". Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Mei 2009. Diakses tanggal 14 Juni 2013. 
  63. ^ Carle, Chris (22 Mei 2009). "Linkin Park's Mike Shinoda". IGN. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 Juni 2009. Diakses tanggal 12 Maret 2010. 
  64. ^ Harris, Chris (26 Mei 2009). "Linkin Park Cooking Up Genre-Busting Album for 2010 | Rolling Stone Music". Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 September 2010. Diakses tanggal 14 Juni 2013. 
  65. ^ Brownlow, Ron (7 Juli 2009). "Pedal to the metal". The Taipei Times. Diakses tanggal 12 Maret 2010. 
  66. ^ Shinoda, Mike (24 April 2009). "Transformers 2: New Linkin Park Song and Score". MikeShinoda.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 Januari 2010. 
  67. ^ Sciretta, Peter (18 Mei 2009). "Linkin Park's New Divide from Transformers 2". SlashFilm.com. Diakses tanggal 9 Mei 2011. 
  68. ^ "Linkin Park Hits 'Transformers: Revenge Of The Fallen' LA Premiere". Access Hollywood. 22 Juni 2009. Diakses tanggal 9 Mei 2011. 
  69. ^ "Quick Post « Mike Shinoda's Blog". Mikeshinoda.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 September 2014. Diakses tanggal 17 Oktober 2015. 
  70. ^ Warmouth, Brian (31 Maret 2010). "'LINKIN PARK 8-BIT REBELLION' BRINGING THE BAND ON TOUR TO IPHONES". MTV. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 Februari 2017. Diakses tanggal 23 Februari 2017. 
  71. ^ "Linkin Park Official Tour Dates". Linkinpark.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 Juni 2010. Diakses tanggal 26 Agustus 2010. 
  72. ^ Stickler, Jon (15 Juni 2010). "Linkin Park Announce Return To UK". stereoboard. Diakses tanggal 4 Juli 2010. 
  73. ^ First 2010 Linkin Park Tour Dates Diarsipkan 8 Juni 2010 di Wayback Machine. Retrieved on June 6, 2010
  74. ^ Shinoda, Mike (8 Juli 2010). "NEW ALBUM, "A THOUSAND SUNS," OUT SEPTEMBER 14". LinkinPark.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 Desember 2011. Diakses tanggal 26 Agustus 2010. 
  75. ^ "BLABBERMOUTH.NET – Linkin Park: New Album Title, Release Date Announced". Blabbermouth.net. Roadrunner Records. Diakses tanggal 8 Juli 2010. 
  76. ^ "Linkin Park to Release New Album, 'A Thousand Suns,' Sept. 14". Billboard. Diakses tanggal 13 Juli 2010. 
  77. ^ "Linkin Park, 'Waiting for the End' and 'Blackout' – New Songs". 12 September 2010. Diakses tanggal 12 September 2010. 
  78. ^ Montgomery, James (31 Agustus 2010). "Linkin Park Will Perform 'The Catalyst' At 2010 VMAs". MTV. Diakses tanggal 31 Agustus 2010. 
  79. ^ "Linkin Park's Surprise VMA Location: Story Behind Griffith Park Observatory". 12 September 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 Juli 2011. Diakses tanggal 12 September 2010. 
  80. ^ "Linkin Park Get Cosmic For VMA Performance". 12 September 2010. Diakses tanggal 12 September 2010. 
  81. ^ "Live Review Go Inside Linkin Park's Secret VMA Rehearsal!". 31 Agustus 2010. Diakses tanggal 12 September 2010. 
  82. ^ Linkin Park. ""Waiting for the End" – Linkin Park Discography". Linkinpark.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 26 Juni 2012. Diakses tanggal 25 Maret 2018. 
  83. ^ Montgomery, James (4 Oktober 2010). "Linkin Park's 'Waiting for the End' Video: Watch A Preview!". MTV. Diakses tanggal 25 Maret 2018. 
  84. ^ "Current Billboard Social 50". Billboard. 29 Oktober 2011. Diakses tanggal 2 November 2011. 
  85. ^ "Billboard Best of 2010 Top Artists". Billboard. 31 Desember 2010. Diakses tanggal 2 November 2011. 
  86. ^ "Billboard Top 200 Year End". Billboard. 31 Desember 2010. Diakses tanggal 2 November 2011. 
  87. ^ "Billboard 2010 Year-End Top Rock Songs". Billboard. 31 Desember 2010. Diakses tanggal 2 November 2011. 
  88. ^ "Full list of 2011 Billboard Awards nominees". Billboard. 23 Mei 2011. Diakses tanggal 2 November 2011. 
  89. ^ "Billboard Best of 2011 Top Artists". Billboard. December 2011. Diakses tanggal 24 Desember 2011. 
  90. ^ "Billboard Best of 2011 Billboard 200 Artists". Billboard. December 2011. Diakses tanggal 24 Desember 2011. 
  91. ^ "Billboard Best of 2011 Social 50". Billboard. December 2011. Diakses tanggal 24 Desember 2011. 
  92. ^ "Billboard Best of 2011 Top Rock Artists". Billboard. December 2011. Diakses tanggal 24 Desember 2011. 
  93. ^ "Billboard Best of 2011 Rock Songs Artists". Billboard. December 2011. Diakses tanggal 24 Desember 2011. 
  94. ^ "Billboard Best of 2011 Rock Albums Artists". Billboard. December 2011. Diakses tanggal 24 Desember 2011. 
  95. ^ "Billboard Best of 2011 Hard Rock Albums Artists". Billboard. December 2011. Diakses tanggal 24 Desember 2011. 
  96. ^ "Billboard Best of 2011 Alternative Songs Artists". Billboard. December 2011. Diakses tanggal 24 Desember 2011. 
  97. ^ Montgomery, James & WhiteWolf, Vanessa (2 September 2011). "Linkin Park 'Getting The Wheels Rolling' On Next Album". MTV.com. MTV. Diakses tanggal 20 Desember 2011. 
  98. ^ Shinoda, Mike (28 Maret 2012). "Mike Shinoda tweet". Twitter. Diakses tanggal 29 Maret 2012. 
  99. ^ "Video at Viddy.com: Mike Shinoda announces New Single "Burn It Down"". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 April 2012. Diakses tanggal 28 Maret 2012. 
  100. ^ Farrell, Dave (27 Maret 2012). "Dave "Phoenix" Farrell tweet". Twitter. Diakses tanggal 25 Maret 2012. 
  101. ^ Karpel, Ari (2 April 2012). "Linkin Park's Mike Shinoda On Scoring "The Raid: Redemption," And How it Will Shape the Band's next album". Co.Create. Diakses tanggal 2 April 2012. 
  102. ^ "Mike Shinoda reveals fifth album name". 15 April 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 April 2012. Diakses tanggal 15 April 2012. 
  103. ^ "Linkin Park: 'Our new record is far more personal'". NME. 20 April 2012. Diakses tanggal 22 April 2012. 
  104. ^ "Linkin Park Score 'Abe Lincoln' End Credits". Billboard.com. 14 September 2009. Diakses tanggal 20 Agustus 2012. 
  105. ^ Martens, Todd (4 Juli 2012). "Linkin Park has America's No. 1 album this Fourth of July". Los Angeles Times. articles.latimes.com. Diakses tanggal 26 Mei 2013. 
  106. ^ "Best Song in a Game | "Castle of Glass" by Linkin Park, "Cities" by Beck, "I Was Born for This" by Austin Wintory, "Tears" by Health | Video Game Awards 2012". 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 April 2013. Diakses tanggal 14 Juni 2013. 
  107. ^ "Soundwave Sidewave Concerts". September 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 Januari 2013. Diakses tanggal 20 Januari 2013. 
  108. ^ "Linkin Park post info about LP Recharge and upcoming album". Facebook. Linkin Park. Diakses tanggal 12 September 2013. 
  109. ^ "RECHARGED track list:". Facebook. Linkin Park. 13 September 2013. Diakses tanggal 13 September 2013. 
  110. ^ Wiederhorn, Jon (16 Agustus 2013). "Linkin Park Continue Working on 'Mall' Soundtrack and New Studio Album". Yahoo! Music. Diakses tanggal 18 Juni 2014. 
  111. ^ Linkin Park's Mike Shinoda on Band's New Album di YouTube
  112. ^ James, Montgomery (6 Maret 2014). "Surprise! Linkin Park Drop New Single 'Guilty All The Same'". MTV.com. Diakses tanggal 18 Juni 2014. 
  113. ^ Gary, Trust (10 Maret 2014). "Chart Highlights: One Direction, Katy Perry, U2 Score New No. 1s". Billboard. Diakses tanggal 18 Juni 2014. 
  114. ^ "Mainstream Rock Songs". Billboard.com. 10 Mei 2014. Diakses tanggal 22 Maret 2014. 
  115. ^ Joe, Bosso (18 Maret 2014). "Brad Delson talks Linkin Park's upcoming, guitar-heavy new album". Music Radar. Diakses tanggal 18 Juni 2014. 
  116. ^ Kathy, Iandoli (18 Maret 2014). "Mike Shinoda of Linkin Park Talks Rakim Collaboration, Says He's On The "Kendrick Got Robbed" Team From The Grammy's". HipHop DX. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 Agustus 2014. Diakses tanggal 18 Juni 2014. 
  117. ^ "Mike Shinoda Says New Linkin Park Album Will Be Loud and Aggressive". ABC News Radio. 7 April 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 April 2014. Diakses tanggal 7 April 2014. 
  118. ^ Miriam, Coleman (1 Juni 2014). "Linkin Park Unleash Apocalyptic New Track 'Wastelands'". Rolling Stone. Diakses tanggal 7 Juni 2014. 
  119. ^ Hartmann, Graham (9 April 2014). "Linkin Park Reveal Title, Art + Release Date for 2014 Album". Loudwire.com. Diakses tanggal 2 Mei 2014. 
  120. ^ "LINKIN PARK Announced as Saturday Headliner". Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 Oktober 2014. Diakses tanggal 6 November 2013. 
  121. ^ "Linkin Park to headline Download 2014, playing Hybrid Theory in full". GIGWISE.com. Diakses tanggal 27 Oktober 2014. 
  122. ^ "LINKIN PARK To Perform Entire 'Hybrid Theory' Album At U.K.'s DOWNLOAD Festival". Blabbermouth.net. 
  123. ^ "Metallica, Kings Of Leon, Linkin Park for Rock Am Ring 2014". GIGWISE.com. Diakses tanggal 27 Oktober 2014. 
  124. ^ "Rock am Ring 2014". Songkick. Diakses tanggal 27 Oktober 2014. 
  125. ^ Fruehwirth, Basti. "Greenfield Festival: Intro". Greenfieldfestival.ch. Diakses tanggal 27 Oktober 2014. 
  126. ^ Carter, Emily (23 Juni 2014). "LINKIN PARK JOINED BY SPECIAL GUESTS AT VANS WARPED TOUR". Kerrang!. Diakses tanggal 28 Juni 2014. 
  127. ^ Childers, Chad (20 Januari 2015). "Linkin Park Call Off Remaining Tour Dates After Chester Bennington Leg Injury". Loudwire. Diakses tanggal 21 Januari 2015. 
  128. ^ "THE HUNTING PARTY TOUR – CANCELLED". linkinpark.com. 20 Januari 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Maret 2015. Diakses tanggal 21 Januari 2015. 
  129. ^ "Rock in Rio USA Day 2: Metallica Dominates With Raucous Headlining Set – Billboard". Billboard. Diakses tanggal 11 Mei 2015. 
  130. ^ Hussein, Samir (10 November 2014). "MTV EMAs 2014: List of winners". CBS News. Diakses tanggal 11 November 2014. 
  131. ^ Hartmann, Graham (3 Februari 2015). "4th Annual Loudwire Music Awards". Loudwire. Diakses tanggal 27 Juni 2015. 
  132. ^ "The 20 Best Albums of 2014". Revolvermag.com. 24 November 2015. Diakses tanggal 27 Juni 2015. 
  133. ^ Oswald, Derek (4 Mei 2015). ""Darker Than Blood" A Quick Q&A With Mike Shinoda". AltWire. Diakses tanggal 27 Juni 2015. 
  134. ^ Spitznagel, Eric (27 Juni 2014). "36 Hours With Steve Aoki: 'I'm Really Bad At Taking Directions'". Billboard. Diakses tanggal 2 Maret 2015. 
  135. ^ "Steve Aoki ft. Linkin Park – Horizons (Live from Chicago Feb 28, 2015)". YouTube. 1 Maret 2015. Diakses tanggal 2 Maret 2015. 
  136. ^ wookubus (2 April 2015). "Linkin Park And Steve Aoki Reunite For New Song "Darker Than Blood"". ThePRP. Diakses tanggal 6 April 2015. 
  137. ^ "Linkin Park LIVE at BlizzCon® 2015!". 20 Oktober 2015. Diakses tanggal 27 Oktober 2015. 
  138. ^ Weingarten, Christopher (20 Januari 2016). "New Linkin Park LP Expected This Year". Rolling Stone. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 April 2016. Diakses tanggal 30 Juni 2016. 
  139. ^ Childers, Chad (2 September 2016). "Chester Bennington on Upcoming Linkin Park Album: 'The New Songs Are Amazing'". Loudwire. Diakses tanggal 10 Februari 2017. 
  140. ^ Wicks, Amanda (8 Februari 2017). "Linkin Park Tease Lyrics for New Single". KROQ. Diakses tanggal 10 Februari 2017. 
  141. ^ "LINKIN PARK Is Trying To Make An Album With 'Stellar Songs'". Blabbermouth. 7 Februari 2017. Diakses tanggal 10 Februari 2017. 
  142. ^ "Linkin Park's Mike Shinoda Talks 'Heavy' New Single & Hooking up With Kiiara". Billboard. Diakses tanggal 16 Februari 2017. 
  143. ^ "Linkin Park debuts new single, announces 7th album". PanARMENIAN.Net. 17 Februari 2017. Diakses tanggal 25 Maret 2018. 
  144. ^ Mench, Chris (13 Februari 2017). "Linkin Park Premieres The Lyrics To New Single "Heavy" Featuring Kiiara". Genius. Diakses tanggal 13 Februari 2017. 
  145. ^ "Linkin Park – Heavy Lyrics". Genius. Diakses tanggal 13 Februari 2017. 
  146. ^ "LINKIN PARK Unveils New Album Art, 'Heavy' Single Lyrics". Blabbermouth.net. 13 Februari 2017. Diakses tanggal 15 Februari 2017. 
  147. ^ "Linkin Park: One More Light. AllMusic Review by Neil Z. Yeung". AllMusic. 
  148. ^ Coscarelli, Joe (20 Juli 2017). "Chester Bennington, Linkin Park Singer, Is Dead at 41". The New York Times. Diakses tanggal 21 Juli 2017. 
  149. ^ Cirisano, Tatiana. "Mike Shinoda 'Shocked & Heartbroken' by Death of Linkin Park Bandmate Chester Bennington". Billboard. Diakses tanggal 20 Juli 2017. 
  150. ^ Rubin, Rebecca. "Linkin Park Releases New Music Video on the Morning of Chester Bennington's Death". Variety. Diakses tanggal 22 July 2017. 
  151. ^ Kreps, Daniel. "Linkin Park Cancel Tour After Chester Bennington's Death". Rolling Stone. Diakses tanggal 22 July 2017. 
  152. ^ "Dear Chester". Linkin Park. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 Juli 2017. Diakses tanggal 24 July 2017. 
  153. ^ Lasimone, Ashley (28 Juli 2017). "Linkin Park's Mike Shinoda Writes Note to Fans One Week After Chester Bennington's Death". Billboard. Diakses tanggal 2017-07-30. 
  154. ^ a b DiMeglio, y Mary J. "Chris Cornell's Daughter Performs Tribute to Dad, Linkin Park's Chester Bennington on 'GMA'". Hollywood Reporter. Billboard. Diakses tanggal 27 October 2017. 
  155. ^ Blistein, Jon (2017-08-23). "Linkin Park Plan Public Event to Honor Chester Bennington". Rolling Stone. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-08-23. Diakses tanggal 2017-08-23. 
  156. ^ Kreps, Daniel (2017-09-18). "Linkin Park to Perform at Chester Bennington Tribute Concert". Rolling Stone. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-09-19. Diakses tanggal 2017-09-19. 
  157. ^ Eisinger, Dale (19 September 2017). "Linkin Park's Mike Shinoda Says Rick Rubin Convinced the Band to Perform Again". Spin. Diakses tanggal 20 September 2017. 
  158. ^ Eisinger, Dale (19 September 2017). "Linkin Park's Chester Bennington Tribute to Include Blink-182, Members of Korn, System of a Down". Variety. Diakses tanggal 20 September 2017. 
  159. ^ "LINKIN PARK DEBUT SOMBER NEW SONG 'LOOKING FOR AN ANSWER' AT CHESTER BENNINGTON TRIBUTE SHOW". Loudwire. Diakses tanggal 29 October 2017. 
  160. ^ "Linkin Park Announce New Live Album With Chester Bennington's Last Performances | Pitchfork". pitchfork.com. Diakses tanggal 16 November 2017. 
  161. ^ Aiello, McKenna (2017-11-19). "Linkin Park Dedicates 2017 American Music Awards Win to Chester Bennington: Make Him Proud". E! Online. Diakses tanggal 2017-12-11. 
  162. ^ Buchanan, Brett (17 Desember 2018). "Mike Shinoda Reacts To Idea Of Chester Bennington Hologram Joining Linkin Park". Alternative Nation. Diakses tanggal 29 Maret 2018. 
  163. ^ Maine, Samantha (28 Januari 2018). "Mike Shinoda has given Linkin Park fans an update about the future of the band". NME. Diakses tanggal 29 Maret 2018. 
  164. ^ Mike Shinoda as told to Ilana Kaplan (2018-03-29). "Linkin Park's Mike Shinoda on Life After Chester Bennington". Vulture.com. Diakses tanggal 2019-02-07. 
  165. ^ "Here Are All the Winners From the 2018 Billboard Music Awards". Billboard. Diakses tanggal 2 December 2018. 
  166. ^ "Gershwin Award Winners". UCLA Alumni. Diakses tanggal 19 Mei 2018. 
  167. ^ "Mike Shinoda Open to Finding New Linkin Park Vocalist". Loudwire. Diakses tanggal Feb 19, 2019. 
  168. ^ David, Mark; David, Mark (2019-10-10). "Linkin Park's Mike Shinoda Makes Off-Market Deal in Encino". Variety (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-12-02. 
  169. ^ ""The Catalyst," featuring Keaton Hashimoto, added to Download to Donate". Linkinpark.com. 12 Januari 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 September 2011. Diakses tanggal 2 November 2011. 
  170. ^ "T-Shirts Designed By Mike Shinoda To Benefit Tsunami Relief". Musicforrelief.org. 14 Maret 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 Oktober 2011. Diakses tanggal 2 November 2011. 
  171. ^ Kaufman, Gil (14 Maret 2011). "Lady Gaga, Linkin Park Urge Fans To Help Japan Earthquake Victims". MTV. MTV. Diakses tanggal 21 Maret 2011. 
  172. ^ "Funds Raised For Japan Relief Effort To Support Save The Children". Musicforrelief.org. 16 Maret 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 Oktober 2011. Diakses tanggal 2 November 2011. 
  173. ^ "Concert for the Philippines featuring Linkin Park @ Club Nokia – 01/11/2014". SoCalMusicToday.com. Diakses tanggal 27 Oktober 2014. 
  174. ^ "[Setlist, Pictures & Video] Linkin Park Live in Los Angeles (Concert for the Philippines) – Mike Shinoda Clan". Mike Shinoda Clan. Diakses tanggal 27 Oktober 2014. 
  175. ^ a b c "Top 10 Artists Whose Songs Sound the Same". Watchmojo.com. Diakses tanggal 11 Juni 2016. 
  176. ^ Ebrahim, Shaazia (21 Juli 2017). "Five reasons Linkin Park's music matters". Diakses tanggal 3 November 2018. 
  177. ^ "28 Nu-Metal Era Bands You Probably Forgot All About". Nme.com. Diakses tanggal 11 Juni 2016. 
  178. ^ "The top 10 nü-metal bands of all time, ranked – Features – Alternative Press". Altpress.com. Diakses tanggal 11 Juni 2016. 
  179. ^ a b c Wilson, MacKenzie. "allmusic ((( Linkin Park > Overview )))". Allmusic. Diakses tanggal 28 Oktober 2008. 
  180. ^ a b "Linkin Park, 'Living Things': Track-By-Track Review". Billboard.com. Diakses tanggal 11 Juni 2016. 
  181. ^ "Rap-Rock". Rock.about.com. Diakses tanggal 11 Juni 2016. 
  182. ^ a b Caramanica, Jon (20 Juli 2017). "Chester Bennington Brought Rock Ferocity to Linkin Park's Innovations". Diakses tanggal 3 November 2018. 
  183. ^ Freeman, Phil (21 Juli 2017). "Against All Odds, Linkin Park Were America's Last Huge Rock Band". Diakses tanggal 3 November 2018. 
  184. ^ "Linkin Park's Mike Shinoda Says Band Never Identified With 'Nu-Metal'". Blabbermouth.net. 10 September 2015. Diakses tanggal 11 Juni 2016. 
  185. ^ "Linkin Park hits the X in January". Star Tribune. 15 November 2010. Diakses tanggal 14 Agustus 2013. 
  186. ^ Fricke, David (14 Maret 2002). "Linkin Park: David Fricke Talks to Chester Bennington About 'Hybrid Theory' Success". Rolling Stone. Diakses tanggal 25 Maret 2018. 
  187. ^ Dickison, Stephanie. "Linkin Park review at Popmatters". Popmatters.com. Diakses tanggal 26 Agustus 2010. 
  188. ^ a b Spence D. (16 April 2003). "Linkin Park review at IGN music". Uk.music.ign.com. Diakses tanggal 26 Agustus 2010. 
  189. ^ Unterberger, Andrew (10 September 2004). "Top Ten Nu-Metal Bands". Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 Oktober 2004. Diakses tanggal 25 September 2014. 
  190. ^ Leahey, Andrew. "Linkin Park at Allmusic". Allmusic.com. Diakses tanggal 26 Agustus 2010. 
  191. ^ "The Impact And Legacy Of Linkin Park's Work – Metal Injection". 25 Juli 2017. Diakses tanggal 25 Maret 2018. 
  192. ^ Clare, Doug (25 Juli 2017). "Linkin Park Changed The Culture Around Alternative Rock". The Odyssey Online. Diakses tanggal 25 Maret 2018. 
  193. ^ "R.I.P. Chester Bennington, Linkin Park singer has died at age of 41". 20 Juli 2017. Diakses tanggal 25 Maret 2018. 
  194. ^ "Linkin Park Biography on Yahoo! Music". 25 Desember 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 Desember 2008. Diakses tanggal 14 Juni 2013. 
  195. ^ Lynch, Joe (20 Juli 2017). "Linkin Park's Landmark 'Hybrid Theory': Looking Back on the (Not So Nice) Reviews It Got In 2000". Billboard. Diakses tanggal 10 Maret 2015. 
  196. ^ Ruhlmann, William. Allmusic.com allmusic (((Hybrid Theory > Overview))):. Diakses tanggal 30 Mei 2007
  197. ^ Walters, Barry (4 April 2003). "Linkin Park: Meteora : Music Reviews : Rolling Stone". Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 April 2009. Diakses tanggal 14 Juni 2013. 
  198. ^ Powers, Ann (15 Mei 2007). "Remember where you're from". Los Angeles Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 Agustus 2011. Diakses tanggal 14 Juni 2013. 
  199. ^ IGN, Linkin Park – Minutes To Midnight. Diakses tanggal 27 Januari 2008.
  200. ^ Metacritic, Minutes To Midnight. Diakses tanggal 27 Januari 2008.
  201. ^ "Linkin Park – A Thousand Suns". Reflectionsofdarkness.com. 17 September 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 Juni 2015. Diakses tanggal 2 Januari 2012. 
  202. ^ "Linkin Park – A Thousand Suns | Reviews". Kill Your Stereo. Diakses tanggal 2 Januari 2012. 
  203. ^ Montgomery, James (6 September 2010). "Linkin Park's A Thousand Suns: Kid A, All Grown Up?". Diakses tanggal 9 September 2010. 
  204. ^ Kasko, Jordy (10 September 2010). "Linkin Park – A Thousand Suns". Diakses tanggal 11 September 2010. 
  205. ^ "Linkin Park pay homage to Public Enemy on new album". NME. UK. 6 September 2010. Diakses tanggal 7 September 2010. 
  206. ^ Montgomery, James (1 September 2010). "Linkin Park's A Thousand Suns: Kid A, All Grown Up?". MTV. Diakses tanggal 7 September 2010. 
  207. ^ a b Arielle Castillo (21 Januari 2011). "Linkin Park Mix Ambient with Rage in Tour Opener". SPIN. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Januari 2016. 
  208. ^ Harrington, Jim (16 September 2014). "Linkin Park gets back to hard-rock roots". San Jose Mercury News. Digital First Media. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 Februari 2016. Diakses tanggal 24 Januari 2016. 
  209. ^ "9/10: Interview- Linkin Park get heavy on 'Hunting Party'". azcentral. 3 September 2014. Diakses tanggal 25 Januari 2016. 
  210. ^ Kasko, Jordy. "Linkin Park – A Thousand Suns Review". Review Rinse Repeat. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 September 2010. Diakses tanggal 26 Maret 2016. 
  211. ^ Leah Greenblatt (16 September 2010). "A Thousand Suns Review | Music Reviews and News". Entertainment Weekly. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 September 2010. Diakses tanggal 19 Januari 2013. 
  212. ^ McNamara, Colin (17 September 2010). "Linkin Park – A Thousand Suns". Reflections of Darkness. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 Juni 2015. Diakses tanggal 2 Januari 2012. 
  213. ^ Vander Weit, Kari (1 Oktober 2010). "Linkin Park: A Thousand Suns". theaquarian.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 Oktober 2010. Diakses tanggal 24 Januari 2016. 
  214. ^ Morgan, Adam (16 Juli 2012). "Linkin Park: Living Things". Surviving the Golden Age. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 Desember 2015. Diakses tanggal 27 Juli 2015. Gone are the prototypical emo-rock of Minutes to Midnight and the prog-rock of A Thousand Suns. 
  215. ^ Sergio PereiraMore Posts – Website. "Review: Linkin Park – LIVING THINGS". MusicReview. Diakses tanggal 2 Juni 2013. 
  216. ^ "Linkin Park: 'Our last album was bonkers' | News". Nme.Com. 21 Maret 2012. Diakses tanggal 2 Juni 2013. 
  217. ^ a b "Linkin Park gets back to hard-rock roots". Mercurynews. Diakses tanggal 14 Februari 2018. 
  218. ^ "New Linkin Park LP Expected This Year". Rolling Stone. Diakses tanggal 1 Maret 2016. 
  219. ^ Roffman, Michael (19 Juni 2014). "Linkin Park – The Hunting Party | Album Reviews". Consequence of Sound. Diakses tanggal 19 Juni 2014. 
  220. ^ Gary Clarke (30 Juni 2014). "Linkin Park – The Hunting Party". Screamer. 
  221. ^ Childers, Chad. "Linkin Park, 'The Hunting Party' – Album review". Loudwire. Diakses tanggal 17 Juni 2014. 
  222. ^ Schulz, Chris. "Album review: Linkin Park, The Hunting Party". The New Zealand Herald. Diakses tanggal 13 Juni 2014. 
  223. ^ "CD review: Color It Red, Linkin Park return". Abs-Cbn Corporation. Diakses tanggal 14 Februari 2018. 
  224. ^ "Linkin Park – One More Light (review)". NME. Diakses tanggal 19 Mei 2017. 
  225. ^ "Linkin Park goes 'Pop'". Newsday. Diakses tanggal 19 Mei 2017. 
  226. ^ "Come back, nu-metal, all is forgiven: Linkin Park go soft". Irishtimes.com. Diakses tanggal 19 Mei 2017. 
  227. ^ "[Album Review] Linkin Park – One More Light – Heavy Music & Film Magazine". heavymag.com.au. Diakses tanggal 19 Mei 2017. 
  228. ^ "Linkin Park, One More Light Review". www.theartsdesk.com. Diakses tanggal 22 Mei 2017. 
  229. ^ Oswald, Derek (12 Maret 2015). "Behind The Artist Playlist: Music That Influenced Chester Bennington". Altwire. Diakses tanggal 28 September 2018. 
  230. ^ "A Conversation with Mike Shinoda of Linkin Park on "Genre-less" Music". Hypebeast. 
  231. ^ Shaw, Phil (25 Juli 2017). "Chester Bennington: Lead singer of Linkin Park remembered". The Independent. Diakses tanggal 8 Agustus 2017. 
  232. ^ Linkin Park's Brad Delson talks One More Light: 'There really is a ton of guitar on this album' MusicRadar April 3, 2017. Diakses tanggal 9 Mei 2017.
  233. ^ "Gold & Platinum". RIAA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Juli 2007. Diakses tanggal 28 April 2010. 
  234. ^ Music's Top 40 Money Makers 2012 Billboard
  235. ^ "Artist Records". www.popradiotop20.com. Diakses tanggal 20 Juli 2017. 
  236. ^ Negri, Andrea (10 Oktober 2003). "22 greatest bands? Something 2 argue about". Houston Chronicle. 
  237. ^ Billboard Artists Of The Decade, . Diakses tanggal 15 Agustus 2011.
  238. ^ "BRACKET MADNESS: Linkin Park Is The Greatest Artist Of The 00s". 6 September 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 Februari 2013. Diakses tanggal 28 Juni 2017. 
  239. ^ Emily The 60 Biggest Rock Band in the World Right Now Kerrang! October 5, 2014. Retrieved October 20, 2014.
  240. ^ Linkin Park Are the 'Biggest Rock Band in the World Right Now' Ultimate Guitar August 28, 2014. Retrieved October 20, 2014.
  241. ^ "In the End" and "Final Masquerade" have made it to the top of Kerrang!'s Rock 100 list Facebook April 15, 2015.
  242. ^ Hamill, Jasper (21 September 2012). "Linkin Park: 1 Billion on YouTube – 1 Big Issue columnist". The Big Issue. Diakses tanggal 23 September 2012. 
  243. ^ Linkin Park – Likes. Facebook. Diakses tanggal 24 September 2014.
  244. ^ Eminem's 'Lose Yourself' Is The 'Most Timeless' Song According To Spotify Playlist Design & Trend. August 26, 2015. Diakses tanggal 7 September 2015.
  245. ^ "Best of the 2000s: Billboard 200 Albums". Billboard. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 Desember 2009. Diakses tanggal 10 Januari 2015. 
  246. ^ "Linkin Park Scores Year's Best Debut With 'Midnight'". Billboard. Diakses tanggal 14 Agustus 2011. 
  247. ^ "Linkin Park Goes Platinum". IGN. 20 Juni 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 Oktober 2008. Diakses tanggal 10 Agustus 2011. 
  248. ^ Caramanica, Jon (20 Juli 2017). "Chester Bennington Brought Rock Ferocity to Linkin Park's Innovations". The New York Times. Diakses tanggal 21 Juli 2017. 
  249. ^ "Biografía Samuel Barranco – XpresidentX Grupo Rap Metal Punk desde la Moncloa (Madrid)". Xpresidentx.es. Diakses tanggal 15 Desember 2017. 
  250. ^ OF MICE & MEN's AUSTIN CARLILE Calls PANTERA 'My Dad's Music', Says LINKIN PARK Was His Band Blabbermouth
  251. ^ "Japanese Rock Band Goes English". Learningenglish.voanews.com. 8 Oktober 2015. Diakses tanggal 23 Mei 2017. 
  252. ^ Bishop Nehru Premieres 'Nehruvia: The Nehruvian' EP, Talks Stephen Curry & Advice from Nas Billboard May 11, 2015. Diakses tanggal 23 Mei 2015.
  253. ^ Curt Miller (11 Juli 2015). "The Mythical Phoenix Fully Embodied: An Exclusive Interview With FROM ASHES TO NEW". KNAC.COM. 
  254. ^ Bring Me The Horizon: 'It's Nice to Know That Everyone's As Messed Up As You' Diarsipkan 15 Oktober 2015 di Wayback Machine. CBS Radio September 25, 2015 . Retrieved October 23, 2015.
  255. ^ Find Out who inspires the godfathers of Hip Hop Euroweb. September 6, 2015. Diakses tanggal 7 September 2015.
  256. ^ a b c d Linkin Park – followers MTV
  257. ^ "Bet You Didn't Think AJ Tracey Was A Linkin Park Fan..." Mtv.co.uk. Diakses tanggal 15 Desember 2017. 
  258. ^ Conan Geisler Eigenmann Eminem, Yelawolf, Linkin Park influenced me: 'Gold' singer Kiiara Yibada July 21, 2016. Diakses tanggal 30 Juli 2016.
  259. ^ Kat Bein 10 Highlights From The Chainsmokers' Reddit AMA Billboard. September 1, 2017. Diakses tanggal 7 September 2017.
  260. ^ Producer blackbear thinks "One More Light" is Linkin Park's "best album" – Music News ABC News Radio.
  261. ^ Brown, August (30 November 2018). "Amber Liu's show of strength: The K-pop star goes solo, with designs on U.S. stardom". Los Angeles Times. Diakses tanggal 16 Maret 2019. 
  262. ^ Stormzy Thinks Linkin Park are Legends Twitter
  263. ^ Imagine Dragons on Twitter about Linkin Park Twitter

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Baltin, Steve. From The Inside: Linkin Park's Meteora. California: Bradson Press, 2004. ISBN 0-9603574-1-6.
  • Saulmon, Greg. Linkin Park. Contemporary Musicians and Their Music. New York: Rosen Pub. Group, 2007. ISBN 1-4042-0713-9.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]