Mazmur 2

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Mazmur 1       Mazmur 2       Mazmur 3
Psalms_Scroll

Naskah Gulungan Mazmur "11Q5" di antara Naskah Laut Mati memuat salinan sejumlah besar mazmur Alkitab yang diperkirakan dibuat pada abad ke-2 SM.
Kitab: Kitab Mazmur
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 19
Kategori: Ketuvim

Mazmur 2 (disingkat Maz 2, Mzm 2 atau Mz 2) adalah mazmur kedua dalam bagian pertama Kitab Mazmur di Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama dalam Alkitab Kristen. Mazmur ini mengatakan bahwa orang percaya dalam memilih untuk melawan Allah dan binasa, atau tunduk mematuhiNya dan diberi berkat.[1][2] Dalam Mazmur 2 tidak dicatat siapa penggubahnya, tetapi para rasul pengikut Yesus jelas menyatakan mazmur ini digubah oleh Daud (~1040–970 SM) dalam Kisah Para Rasul 4:25-26.

Teks[sunting | sunting sumber]

Tradisi Yahudi[sunting | sunting sumber]

Mazmur 2 dianggap bersifat mesianik oleh banyak rabbi.[3]

  1. Talmud Babel, Sukkah 52a: "Rabbi-rabbi kami mengajarkan, Yang Kudus, terberkatilah Ia, akan berkata kepada sang Mesias, putra Daud (Kiranya ia menyatakan dirinya segera pada hari-hari kami!), 'Mintalah kepada-Ku apa saja, dan Aku akan memberikannya kepadamu', sebagai pernah dikatakan, Aku akan memberitakan hukum-hukum dsb. pada hari ini Aku memperanakkan Engkau, mintalah kepada-Ku dan Aku akan memberikan bangsa-bangsa sebagai warisan-Mu" (Mazmur 2:7-8).[4]
  2. Genesis Rabba 44:8 R. Jonathan berkata: "Tiga orang berdoa 'meminta', yaitu: Salomo, Ahas, dan sang Raja Mesias. Salomo: Mintalah maka Aku akan memberikan kepadamu (1 Raja-raja 3:5). Ahas: Mintalah sebuah tanda (Yesaya 7:11). Raja Mesias: Mintalah kepada-Ku, dst. (Mazmur 2:8)."[5]
  3. Pirke de-Rabbi Eliezer (abad ke-9), Section 28, mengenai ayat 1: Semua bangsa akan dikumpulkan bersama untuk melawan sang Putra Daud, sebagaimana pernah dikatakan: Raja-raja dunia berkumpul bersama, dst. [6]
  4. Rashi (abad ke-11): Guru-guru kami menafsirkan subyek Mazmur ini dengan rujukan kepada Raja Mesias, tetapi menurut arti sederhana juga tepat untuk menerapkannya kepada Daud sendiri."[7]
  5. Midrash tentang Kitab Mazmur (abad ke-11): Hari ini Aku memperanakkan Engkau (Mazmur 2:7). R. Huna berkata: Penderitaan dibagi atas tiga bagian: satu, para leluhur dan semua generasi mengalaminya; satu, generasi yang hidup pada zaman penganiayaan [oleh Hadrian] mengalaminya; dan satu, generasi dari Tuhan Mesias akan mengalaminya. Bilamana waktu itu tiba, Yang Kudus, terberkatilah Ia, akan berkata: "Aku harus menciptakan sang Mesias -- sebuah ciptaan baru." Sebagai dikatakan dalam Kitab Suci, Hari ini Aku memperanakkan Engkau — yaitu, tepat pada hari penyelamatan, Allah akan menciptakan Mesias. Mintalah kepada-Ku, dan Aku akan memberikan kepadamu orang-orang kafir sebagai warisanmu, dan ujung-ujung bumi sebagai milikmu (Mazmur 2:8). Allah, berbicara kepada sang Mesias, berkata: Jika engkau sungguh meminta kekuasaan atas bangsa-bangsa, mereka sudah menjadi warisanmu; jika (meminta) ujung-ujung bumi, mereka sudah menjadi milikmu. R. Johanan mengajarkan: Kepada tiga orang — Salomo, Ahas, dan sang Tuhan Mesias — Yang Kudus, terberkatilah Ia, berkata, "Mintalah kepada-Ku." Kepada Salomo sebagaimana tertulis dalam peristiwa di Gibeon Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam; dan Allah berkata: "Mintalah maka Aku akan memberikan kepadamu" (1 Raja-raja 3:5). Kepada Ahas, sebagaimana tertulis "Mintalah engkau sebuah tanda dari Tuhan Allahmu: mintalah apa yang di tempat terdalam, atau di tempat tinggi di atas" (Yesaya 7:11).... Kepada Tuhan Mesias, sebagaimana tertulis "Mintalah kepada-Ku, dan Aku akan memberikan kepadamu bangsa-bangsa sebagai warisanmu, dan ujung-ujung bumi sebagai milikmu.[8]
  6. Maimonides (abad ke-11), pengantar untuk Sanhedrin, bab 10: Para nabi dan orang kudus merindukan hari-hari sang Mesias, dan besarlah keinginan mereka kepadanya, karena akan ada bersama-samanya perkumpulan orang-orang benar dan pemerintahan kebaikan, kebijakan dan kebenaran kerajaan, dengan kelimpahan kesalehannya dan penyebaran hikmatnya, dan kedekatannya akan Allah, sebagaimana dikatakan: Tuhan berkata kepadaku, Engkaulah putra-Ku, hari ini Aku memperanakkan Engkau.[9]
  7. David Kimchi (abad ke-13), komentar pada ayat 12: Ada mereka yang menafsirkan mazmur ini mengenai Gog dan Magog, dan "yang diurapi" sebagai Raja Mesias; dan demikianlah rabbi-rabbi kami dengan ingatan terberkati menafsirkannya (b. Berachot 7b).[10]
  8. Yalkut (abad ke-13), Section 621 ayat 7: R. Huna berkata dalam nama R. Idi, Dalam tiga bagian hukuman dibagi: satu untuk Raja Mesias, dan ketika waktu-Nya tiba datanglah Yang Kudus, terberkatilah Ia, berkata, Aku harus membuat sebuah perjanjian baru dengan-Nya, dan maka kata-Nya, Hari ini Aku memperanakkan engkau. Pada ayat 9: "Engkau akan menghajar mereka dengan tongkat besi"; inilah Mesias bin Yusuf (= ben Joseph).[11]

Tradisi Kristen[sunting | sunting sumber]

Kristus, Sang Juruselamat (Pantokrator), ikon abad ke-6 di biara Saint Catherine's Monastery, Gunung Sinai.

Dalam komentar singkat Matthew Henry (1708-12), ayat 1-6 dipandang sebagai ancaman terhadap Kerajaan Allah dan Kristus. Ayat 7-9 berisi janji kepada Kristus untuk menjadi Kepala Kerajaan ini. Ayat 10-12 adalah nasehat bagi orang-orang untuk melayani Kristus.[12]

Dalam komentar Adam Clark, ayat 1-3 dipandang berisikan oposisi terhadap Kerajaan Kristus; ayat 4-6 sebagai kemenangan Kristus, dan kebingungan musuh-musuhNya; ayat 7-9 sebagai pengabaran Injil/Kabar Baik setelah kebangkitan Kristus; dan ayat 10-12 berisi panggilan bagi semua orang untuk menerima Injil Kristus, karena siapa yang menolak akan binasa.[13]

Ayat 1-2[sunting | sunting sumber]

Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya.[14]

Dikutip dalam Perjanjian Baru pada Kisah Para Rasul pasal 4 ayat 25-26 oleh para rasul pengikut Yesus Kristus dalam doa bersama.[15]

Ayat 7[sunting | sunting sumber]

Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN;
Ia berkata kepadaku:
"Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini."[16]

Referensi silang:

Musik[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Indonesia) Marie C. Barth, BA Pareira, Kitab Mazmur 1-72, pembimbing dan tafsiran. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1998. 20, 21.
  2. ^ (Indonesia) WS Lasor, Pengantar Perjanjian Lama 2, sastra dan nubuatan. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994.
  3. ^ Jews for Jesus
  4. ^ Soncino Talmud edition
  5. ^ Soncino Midrash Rabbah (vol. 1, pp. 365-366)
  6. ^ A. Lukyn Williams, A Manual of Christian Evidences for Jewish People (London: Society for Promoting Christian Knowledge, 1919), vol. 2, p. 123.
  7. ^ A. Lukyn Williams, A Manual of Christian Evidences for Jewish People (London: Society for Promoting Christian Knowledge, 1919), vol. 2, pp. 122-123.
  8. ^ Williams G. Braude, translator, The Midrash on Psalms (New Haven: Yale University Press, 1987, © 1959; Yale Judaica Series), vol. 1, pp. 41-44.
  9. ^ A. Lukyn Williams, A Manual of Christian Evidences for Jewish People (London: Society for Promoting Christian Knowledge, 1919), vol. 2, p. 122.
  10. ^ A. Lukyn Williams, A Manual of Christian Evidences for Jewish People (London: Society for Promoting Christian Knowledge, 1919), vol. 2, p. 121.
  11. ^ A. Lukyn Williams, A Manual of Christian Evidences for Jewish People (London: Society for Promoting Christian Knowledge, 1919), vol. 2, pp. 121-122.
  12. ^ Matthew Henry’s Concise Commentary on Psalm 2
  13. ^ Clark's Commentary on Psalm 2
  14. ^ Mazmur 2:1-2
  15. ^ Kisah Para Rasul 4:25-26
  16. ^ Mazmur 2:7

Pranala luar[sunting | sunting sumber]