Apokrif

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Bagian dari seri artikel tentang
Kekristenan
Agama Kristen

Dasar
Yesus Kristus
Gereja · Teologi
Tritunggal · Injil
Dispensasionalisme
Para Rasul · Kerajaan
Sejarah Kekristenan

Alkitab:
Injil: Perjanjian Lama
       Perjanjian Baru
Apokrifa: Deuterokanonika

Ajaran:
Sepuluh Perintah Allah
Kotbah di Bukit: Ucapan Berbahagia
                 Doa Bapa Kami
Hukum Kasih
Amanat Agung

Gereja Kristen:
Gereja Katolik
Gereja Katolik Latin
Gereja Katolik Timur
Gereja Ortodoks Timur
Gereja Ortodoks Oriental
Gereja Timur Asiria
Protestanisme

Topik-Topik Dalam Kekristenan:
Nestorianisme · Miafisitisme
Kalender
Denominasi Kristen
Maria · Klausa filioque
Gerakan agama Kristen

Ibadat Kristiani:
Misa
Liturgi Suci

Kepercayaan yang terkait:
Agama Abrahami
Gerakan Rastafari

Kotak info ini: lihat  bicara  sunting

Apokrif (atau dalam bahasa Inggris Apocrypha) berasal dari kata apokryphos dalam bahasa Yunani, artinya rahasia, tersembunyi atau tidak kanonik. Dengan demikian istilah ini merujuk kepada tulisan-tulisan yang diragukan keasliannya.

Istilah apokrif digunakan untuk merujuk kepada kitab-kitab yang dianggap tidak kanonik, tidak termasuk ke dalam kanon Perjanjian Lama ataupun Perjanjian Baru.

[sunting] Deuterokanonika

Untuk kitab-kitab Apokrif dalam Perjanjian Lama, istilah yang umum digunakan sekarang adalah Deuterokanonika, artinya kanon yang kedua, atau kanon yang kurang begitu penting. Istilah Deuterokanonika kini lebih lazim digunakan daripada apokrif yang mengandung nada negatif. Meskipun dianggap kurang begitu penting, kitab-kitab di dalam "Deuterokanonika" tetap bermanfaat karena memberikan banyak informasi mengenai tradisi hikmat dan sejarah Yahudi sekitar masa pembuangan di Babel hingga menjelang kelahiran Yesus.

Istilah Deuterokanonika juga digunakan dalam Alkitab bahasa Indonesia yang diterbitkan bersama oleh Lembaga Alkitab Indonesia dan Lembaga Biblika Indonesia

[sunting] Apokrif Perjanjian Baru

Peralatan pribadi