Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari ITS)
Langsung ke: navigasi, cari
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Institut Teknologi Sepuluh Nopember
bahasa Latin: 10 Nopember 1957
Jenis Perguruan tinggi negeri
Rektor Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA
Lokasi Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Situs web www.its.ac.id

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) adalah sebuah perguruan tinggi di Surabaya.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember merupakan salah satu perguruan tinggi teknik terbesar di Indonesia[rujukan?], yang merupakan salah satu pusat unggulan sains dan teknologi di Indonesia[rujukan?]. ITS terkenal dengan keunggulan di bidang teknologi perkapalan dan robotika.[rujukan?] Saat ini ITS sedang dalam proses untuk mendapatkan international recognition sehingga mulai tahun akademik 2005/2006 ITS tidak hanya menerima lulusan SLTA Indonesia, tapi juga pelajar lulusan luar negeri.[rujukan?]

Kampus ITS Sukolilo menempati areal seluas 180 hektare dengan luas bangunan seluruhnya kurang lebih 150.000 m2.[rujukan?] Selain itu terdapat Kampus Manyar yang dipergunakan oleh Program D-3 Teknik Sipil dengan luas bangunan 5.176 m2 dan Kampus ITS Cokroaminoto yang dipergunakan untuk magister manejemen serta beberapa lembaga kerjasama dengan luas bangunan 4.000 m2.[rujukan?]

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Institut Teknologi Sepuluh Nopember memiliki sejarah pendirian sejak tahun 1957. Oleh karena sejarahnya, kata "Nopember" dalam kepanjangan ITS juga tidak dimodernkan (menjadi "November").

Makna kata dan cara penulisan[sunting | sunting sumber]

Meskipun lahir tiga tahun sebelum tahun 1960, namun secara resmi ITS menetapkan tanggal kelahirannya bertepatan dengan Hari Pahlawan tahun 1960. Sedangkan Sepuluh November dengan v adalah nama bulan kesebelas dalam sistem penanggalan Masehi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tidak akan dijumpai kata Nopember karena yang baku adalah November.

Heroisme dan patriotisme rakyat Surabaya dalam upaya mempertahankan kemerdekaan sudah terbukti. Peristiwa di kawasan Jembatan Merah Surabaya menjadi salah satu bukti ketidakgentaran para pejuang dalam perlawanannya menghadapi tentara Sekutu. Sejarah mencatat bahwa pada bulan September terjadi penyerangan terhadap markas Jepang oleh para pejuang. Sementara itu, pasukan sekutu telah ada di Surabaya. Suasana kota semakin panas sejak terjadinya Insiden Bendera atau Insiden Tunjungan.

Pertempuran yang berkobar di dekat Jembatan Merah menewaskan Brigjen A.W.S Mallaby. Inggris marah dan mendatangkan bantuan di bawah Mayor E.C. Mansergh dan terus memberikan ultimatum kepada arek-arek Surabaya untuk menyerahkan senjata pada tanggal 9 November sebelum pukul 18.00 WIB. Jika ultimatum tidak dipenuhi, Surabaya akan diserang pada tangggal 10 November dari darat, laut dan udara. Bung Tomo, pimpinan BPRI membangkitkan semangat arek-arek Surabaya untuk melawan pasukan Inggris dan NICA (Nederlandsch Indië Civil Administratie).

Tidak ada PTN lain yang namanya menyandang hari yang sangat penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia itu. Hari yang memiliki makna ruang sekaligus waktu. Makna ruangnya adalah peristiwa terjadi di Surabaya, sedangkan makna waktunya adalah peristiwa perlawanan arek - arek Surabaya menghadapi tentara Inggris yang berusaha mengembalikan kekuasaan kolonial Belanda di bumi pertiwi ini.[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pendirian[sunting | sunting sumber]

Monumen dr. Angka Nitisastro di Aula dr. Angka ITS
Penandatanganan Peresmian Pendirian ITS oleh Presiden Soekarno

1957. PII Cabang Jawa Timur mengadakan lustrum pertama dan gagasan mendirikan lembaga pendidikan tinggi kembali dilontarkan. Sebagai hasilnya, dr. Angka Nitisastro, seorang dokter umum, bersama dengan insinyur-insinyur PII cabang Jawa Timur memutuskan untuk mewujudkan berdirinya sebuah Yayasan Perguruan Tinggi Teknik.

Beberapa alasan pokok pendirian yayasan tersebut antara lain:

  • Lahan Indonesia yang luas dan memiliki kekayaan hasil alam yang melimpah dan belum dimanfaatkan
  • Kebutuhan akan tenaga insinyur sekitar 7000 untuk melaksanakan program-program pembangunan dan industri di dalam negeri.
  • Melihat perbandingan dengan jumlah insinyur di negara maju dan berkembang lainnya yang jauh perbedaannya.

17 Agustus 1957. Yayasan Perguruan Tinggi Teknik (YPTT) secara resmi berdiri dan diketuai oleh dr. Angka Nitisastro. Yayasan tersebut dibentuk sebagai wadah untuk memikirkan tindakan-tindakan lebih lanjut dan memperbincangkan sedalam-dalamnya segala konsekuensi yang berkaitan dengan pengambilan keputusan dalam rangka membulatkan tekad mendirikan sebuah Perguruan Tinggi Teknik di kota Surabaya.

10 Nopember 1957. Yayasan mendirikan Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya yang diresmikan oleh Presiden Soekarno. Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya hanya memiliki dua jurusan yaitu, Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Teknik Mesin.

Setelah beberapa tahun melalui usaha-usaha yang dirintis oleh tokoh-tokoh dari YPTT, Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember diubah statusnya menjadi Perguruan Tinggi Negeri dengan nama: “Institut Teknologi Sepuluh Nopember di Surabaya”. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya yang semula memiliki 2 (dua) jurusan yaitu Teknik Sipil dan Teknik Mesin berubah menjadi lima yaitu: Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Perkapalan, dan Teknik Kimia.

Perkembangan[sunting | sunting sumber]

1961. Jurusan-jurusan kemudian berubah menjadi fakultas. Kemudian dengan peraturan pemerintah No. 9 tahun 1961 (ditetapkan kemudian pada tanggal 23 Maret 1961) ditetapkan bahwa Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang pertama adalah tanggal 10 Nopember 1960.

1965. Berdasarkan SK Menteri No. 72 tahun 1965, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) membuka dua fakultas baru, yaitu, Fakultas Teknik Arsitektur dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam. Dengan demikian sejak saat itu, ITS mempunyai tujuh fakultas yang tersebar di beberapa tempat, yaitu: Jl. Simpang Dukuh 11, Jl. Ketabang Kali 2F, Jl. Baliwerti 119-121, Jl. Basuki Rahmat 84 sebagai kantor pusat ITS.

Guna mengantisipasi perkembangn lebih lanjut , dan menyatukan tempat-tempat kuliah yang terpisah tersebut, maka para tokoh YPTT, bersama dengan Bupati Surabaya pada saat itu Raden Soekarso (1958-1968) mencari lokasi baru untuk pembangunan Kampus ITS di daerah Sukolilo - Keputih Surabaya dengan luas lahan 172 ha.

1972. Fakultas Teknik Sipil pindah ke Jl.Manyar 8, sehingga ITS semakin terpencar.

1973. Penyusunan rencana induk pengembangan jangka panjang (20 tahun) sebagai pedoman pengembangan ITS selanjutnya. Rencana Induk Pengembangan ITS menarik perhatian Asian Development Bank (ADB) yang kemudian menawarkan dana pinjaman sebesar US $ 25 juta untuk pengembangan empat fakultas, yaitu, Fakultas Teknik Sipil, Fakultas Teknik Mesin, Fakultas Teknik Elektro, dan Fakultas Teknik Kimia.

1975. Fakultas Teknik Arsitektur pindah ke kampus baru di Jl. Cokroaminoto 12A Surabaya. Kantor pusat ITS pindah ke alamat yang sama.

1977. Dana dari ADB tersebut sebagian digunakan untuk membangun kampus ITS Sukolilo bagi empat fakultas tersebut di atas. Pada tahun 1981 pembangunan gedung di kampus Sukolilo sebagian sudah selesai. Pembangunan kampus Sukolilo tahap I dapat diselesaikan dan diresmikan penggunaannya pada tanggal 27 Maret 1982.

Kampus Sukolilo[sunting | sunting sumber]

1983. Perubahan struktur organisasi yang berlaku bagi universitas atau institut sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 1980, Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1981 dan Keputusan Presiden No. 58 tahun 1982, ITS berubah menjadi hanya 5 fakultas saja, yaitu Fakultas Teknik Industri, Fakultas Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Fakultas Non Gelar Teknologi (Program-Program Non Gelar).

1991. Terjadi perubahan menjadi 4 fakultas, yaitu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK). Jurusan yang ada di Fakultas Non Gelar Teknologi diintegrasikan ke jurusan sejenis di 2 fakultas (FTI dan FTSP). Selain itu ITS juga mempunyai 2 Politeknik yaitu Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

1994. ITS kembali memperoleh dana pinjaman ADB sebesar US $ 47 juta untuk pengembangan semua fakultas dengan fokus teknologi kelautan. Program ini selesai pada April 2000. Selain itu ITS juga telah memperoleh dana hibah dari pemerintah Jerman/GTZ (1978-1986) untuk pengembangan Fakultas Teknik Perkapalan.

2001. Berdasarkan SK Rektor tanggal 14 Juni 2001, ITS membentuk fakultas baru yaitu Fakultas Teknologi Informasi (FTIf).

Rektor[sunting | sunting sumber]

No. Nama Dari Sampai Keterangan
1. Dr. Angka Nitisastro 1960 1964 Salah seorang pendiri
2. Kol.Laut Ir. Marseno Wirjosapoetra 1964 1968 Penugasan pemerintah
3. Prof. Ir. R. Soemadijo 1968 1973 FTSP
4. Prof. Mahmud Zaki MSc 1973 1982 FMIPA
5. Ir. Hariono Sigit BS 1982 1986 FTSP
6. Prof. Oedjoe Djoeriman MSc Phd 1986 1995 FTI
7. Prof. Ir. Soegiono 1995 2003 FTK
8. Prof. Dr. Ir. M. Nuh DEA 2003 2007 FTI
9. Prof. Ir. Priyo Suprobo MS. Phd 2007 2011 FTSP
10. Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA 2011 2015 FTI

Gambaran Umum[sunting | sunting sumber]

Staf Pendukung[sunting | sunting sumber]

Mempunyai staf pengajar sebanyak 1012 orang yang terdiri dari 99 orang profesor, 133 orang doktor, 434 orang master dan lainnya sarjana lulusan perguruan tinggi terkemuka di luar dan dalam negeri serta profesional di bidangnya, menjadikan ITS sebagai sumber acuan perguruan tinggi lain di kawasan Indonesia Timur.[rujukan?]

Staf non akademik berjumlah 1101 orang yang tersebar pada berbagai bagian administrasi mulai dari rektorat sampai jurusan-jurusan, selain ada yang bertugas di laboratorium-laboratorium.

Kapasitas Mahasiswa[sunting | sunting sumber]

Jumlah mahasiswa ITS yang terdaftar pada tahun ajaran 2002/2003 berjumlah 17.672 mahasiswa yang terdiri dari 21 mahasiswa Program Doktor, 1.605 mahasiswa Program Magister, 11.666 mahasiswa Program Sarjana, 4.270 mahasiswa Program D-3 dan Politeknik serta 110 mahasiswa Program D-4. Sampai saat wisuda ke-86 Maret 2003, ITS telah meluluskan sebanyak 37.208 wisudawan. Mereka terdiri dari 1.389 program magister, 22.833 program sarjana, 12.841 program D-3 dan Politeknik, 145 Program D-4 Teknik Kesehatan Lingkungan dan Politeknik.

Kapasitas Akademik[sunting | sunting sumber]

Sampai tahun 2003, ITS memiliki 5 Fakultas dengan 4 Program Doktoral, 12 Program Magister, 22 jurusan/program studi tingkat sarjana (10 jurusan diantaranya juga menyelenggarakan program ekstensi S-1 atau lintas jalur), 6 Program Studi D-3 (5 program diantaranya juga menyelenggarakan program ekstensi D-3), 2 Program Studi D-4 dan 2 Politeknik dengan 8 Program Studi (seluruhnya juga menyelenggarakan program ekstensi).

Fakultas dan Jurusan[sunting | sunting sumber]

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam[sunting | sunting sumber]

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), semula bernama FIPIA baru berdiri tahun 1965, berdasarkan SK Menteri No. 72 tahun 1965. FIPIA terdiri 2 (dua) bagian yaitu bagian Ilmu Pasti dan bagian Ilmu Alam. Tahun 1983 ITS mengalami perubahan struktur organisasi dan nama FIPIA diubah menjadi FMIPA.


Sesuai dengan tujuan pendidikan tinggi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, FMIPA ITS diharapkan mampu memproduksi sumber daya manusia yang memiliki kemampuan mengembangkan logika berfikir matematis, berfikir secara analitis dan dapat mengambil kesimpulan secara ilmiah serta mampu mengungkapkan perilaku alam melalui penelitian ilmiah. Dengan kata lain sumber daya manusia yang dihasilkan oleh FMIPA ITS diharapkan memiliki kualifikasi: Mampu menerapkan dan mengembangkan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Mampu menghasilkan berbagai gagasan ilmiah dalam penerapan dan pengembangkan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.


Staf pengajar berjumlah 173 orang, yang terdiri dari 14 Profesor, 18 Doktor, 104 Master, 35 Sarjana. Jumlah tenaga kependidikan 97 orang, terdiri dari 63 PNS dan 34 tenaga honorer. Sampai dengan wisuda yang ke-103, FMIPA telah menghasilkan 3437 lulusan, terdiri dari: 325 Ahli Madya, 2299 Sarjana, 812 Magister Sains, dan 1 Doktor. Pada tahun akademik 2010/2011, FMIPA ITS memiliki mahasiswa sebanyak 2352 orang

  • Fisika
    • Program Sarjana (S1)
    • Program Master (S2)
    • Program Doktor (S3)
  • Matematika
    • Program Sarjana (S1)
    • Program Master (S2)
  • Statistika
    • Program Diploma (D3)
    • Program Sarjana (S1)
    • Program Master (S2)
    • Program Doktor (S3)
  • Kimia
    • Program Sarjana (S1)
    • Program Master (S2)
  • Biologi
    • Program Sarjana (S1)


Jenjang Program dan Gelar Program Sarjana (S-1), beban studi 144 Satuan Kredit Semester (SKS) ditempuh selama 8 semester dengan gelar S.Si. (Sarjana Sains) Program Diploma III (D-3), beban studi 110 SKS ditempuh selama 6 semester dengan gelar A.Md. (Ahli Madya)

Sampai dengan Maret 2000 FMIPA ITS telah berhasil meluluskan tidak kurang dari 3100 sarjana dan diploma dengan rata-rata 200 sarjana per tahun. Lulusan FMIPA ITS ini tersebar di berbagai bidang/lapangan kerja seperti di lembaga-lembaga penelitian (BPPT, LIPI, LAPAN, BATAN dan lain-lain) di bidang industri dan jasa maupun di bidang pendidikan.


Pimpinan Fakultas Dekan  : Prof. Dr. R. Y. Perry Burhan, M.Sc.

Pembantu Dekan  : Dr. Mahmud Yunus, M.Si.

Pimpinan Staf Administrasi

Kabag. Tata Usaha  : Drs. H. Zainal Abidin, M.Si.


Pimpinan Jurusan Jurusan Fisika:

Ketua  : Dr. Yono Hadi Pramono, M.Eng.

Sekretaris  : Dra. Melania Suweni Muntini, M.T.

Koorprodi Pascasarjana  : Dr. Ayi Syaeful Bahri, S.Si., M.T.

Sekprodi Pascasarjana  : Drs. Gontjang Prajitno, M.Si.

Kasubbag  : Drs. Ec. Suparno


Pimpinan Jurusan Matematika:

Ketua  : Dr. Erna Apriliani, M.Si.

Sekretaris  : Drs. Daryono Budi Utomo, M.Si.

Koorprodi Pascasarjana  : Dr. Subiono, M.Sc.

Sekprodi Pascasarjana  : Drs. Lukman Hanafi, M.Sc.

Kasubbag  : Cucuk Waluyo, S.Sos


Pimpinan Jurusan Statistika:

Ketua  : Dr. Drs. Muhammad Mashuri, MT.

Sekretaris  : Dr. Irhamah, S.Si., M.Si.

Koorprodi Pascasarjana  : Dr. Suhartono, S.Si., M.Sc.

Koorprodi Sarjana  : Dra. Lucia Aridinarti, M.T.

Sekprodi Pascasarjana  : -

Koorprodi D-III  : Dra. Sri Mumpuni R, M.T.

Kasubbag  : M. Agung Pamujo, S.Sos


Pimpinan Jurusan Kimia:

Ketua  : Hamzah Fansuri, S.Si., M.Si., Ph.D.

Sekretaris  : Suprapto, S.Si., M.Sc., Ph.D.

Koorprodi Pascasarjana  : Prof. Mardi Santoso, Ph.D.

Sekprodi Pascasarjana  : -

Kasubbag  : Ariyanto, S.Sos


Pimpinan Jurusan Biologi:

Ketua  : Dr.rer.nat. Ir. Maya Shovitri. M.Sc.

Sekretaris  : Tutik Nurhidayati, S.Si., M.Si.

Koorprodi Pascasarjana  : -

Kasubbag  : Astrini Dian, S.Si


Kerangka acuan program pendidikan di fakultas adalah perkiraan mengenai peran para lulusan dalam kegiatan pembangunan masyarakat Indonesia di waktu ini dan di masa mendatang, baik dalam konteks Pembangunan Nasional, maupun pengembangan ilmu pengetahuan. Pendidikan sarjana di lingkungan fakultas bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang ahli dalam bidang pengetahuannya, yang mampu mengembangkan dirinya secara mandiri, memiliki sikap seorang ilmuwan yang tanggap terhadap tuntutan lingkungannya, serta berkemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan lapangan pekerjaannya.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITS menyediakan beberapa laboratorium untuk menunjang proses perkuliahan pada setiap jurusan, yaitu Fisika, Matematika, Statistika, Kimia, dan Biologi.


Laboratorium - laboratorium tersebut adalah sebagai berikut :

Jurusan Fisika

Laboratorium Fisika Dasar

Laboratorium Fisika Madya

Laboratorium Instrumentasi dan Elektronika

Laboratorium Fisika Teori

Laboratorium Fisika Bahan

Laboratorium Opto-Elektronika

Laboratorium Geofisika Laboratorium Komputasi


Jurusan Matematika

Laboratorium Analisis, Aljabar, dan Pembelajaran Matematika

Laboratorium Pemodelan dan Simulasi Sistem

Laboratorium Riset, Operasi, dan Pengolahan Data

Laboratorium Komputasi Matematika

Laboratorium Ilmu Komputer


Jurusan Statistika

Laboratorium Statistika, Bisnis, dan Sosial

Laboratorium Statistika Komputasi

Laboratorium Statistika Industri


Jurusan Kimia

Laboratorium Biokimia

Laboratorium Kimia Analitik

Laboratorium Kimia Anorganik

Laboratorium Kimia Dasar

Laboratorium Kimia Fisika

Laboratorium Kimia Instrumentasi

Laboratorium Kimia Organik


Jurusan Biologi

Laboratorium Botani

Laboratorium Zoologi

Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi

Laboratorium Ekologi



Ruang Baca Jurusan

Setiap jurusan pada FMIPA memiliki ruang baca tersendiri yang dilengkapi dengan koleksi buku dengan jenis dan jumlah yang memadai untuk memberikan informasi yang mendukung bagi mahasiswa, dosen dan karyawan.


Ruang Baca Jurusan Fisika

Ruang Baca Jurusan Fisika memiliki koleksi - koleksi, yaitu sebagai berikut : 2732 judul (4023 eksemplar) buku teks dan langganan 1 jurnal nasional serta 4 jurnal internasional. Kebutuhan akan literatur ini juga didukung oleh Perpustakaan ITS dengan 40.000 koleksi buku teks, 33.000 eksemplar jurnal dan jurnal on-line yang dapat diakses melalui koneksi LAN.


Ruang Baca Jurusan Matematika

Ruang Baca Jurusan Matematika memiliki sarana pendukung sebagai berikut : textbook (3371 judul, 3678 eksemplar), reference book (437 judul, 437 eksemplar), jurnal dan majalah (298 judul, 311 eksemplar), laporan penelitian (190 judul, 190 eksemplar), laporan tugas akhir (800 judul, 800 eksemplar), CD Room (1 buah dengan CD 40 judul), serta ruangan Full AC.


Ruang Baca Jurusan Statistika

Fasilitas Jurusan Statistika yang lain adalah buku-buku referensi yang tersedia di ruang baca jurusan. Jurusan Statistika memiliki data koleksi diantaranya:1273 eksemplar buku, 4697 judul buku, 95 orang jumlah peminjam per minggu (rata - rata), serta 202 jumlah pengunjung per minggu.


Ruang Baca Jurusan Kimia

Ruang Baca Jurusan Kimia memiliki koleksi - koleksi, yaitu sebagai berikut : 1126 judul buku, 1590 eksemplar.


Ruang Baca Jurusan Biologi

Ruang Baca Jurusan Biologi memiliki koleksi - koleksi, yaitu sebagai berikut : 464 judul buku, 591 eksemplar.

Fakultas Teknologi Industri (FTI)[sunting | sunting sumber]

Fakultas Teknologi Industri sebagai fakultas terbesar di ITS yang meliputi 6 jurusan dengan luas total bangunan 27.160 m2 dari total 188 hektare luas kampus, didukung oleh 321 orang Tenaga Akademik dan 196 Tenaga Kependidikan, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 6.161 (Bulan Oktober 2007) yang tersebar dalam 18 Program Studi yang terdiri dari :

  • Teknik Mesin
    • Program Diploma III (D3)
    • Program Sarjana (S1)
    • Program Magister (S2)
    • Program Doktoral (S3)
  • Teknik Elektro
    • Program Sarjana (S1)
    • Program Magister (S2)
    • Program Doktoral (S3)
    • Program DIII Computer Control
  • Teknik Kimia
    • Program Sarjana (S1)
    • Program Magister (S2)
    • Program Doktoral (S3)
    • Program Diploma III (D3)
  • Teknik Fisika
    • Program Sarjana (S1)
    • Program Magister (S2)
    • Program DIII Metrologi dan Instrumentasi (D3)
  • Teknik Industri
    • Program Sarjana (S1)
    • Program Magister (S2)
  • Teknik Material & Metalurgi
    • Program Sarjana (S1)
    • Program Magister (S2)
  • Manajemen Bisnis
    • Program Sarjana (S1)

Dengan kurikulum berbasis kompetensi yang lebih menekankan aspek mutu, relevansi dan outcome, FTI mampu menghasilkan lulusan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan dunia-kerja. Adanya program ekstensi dan diploma di FTI juga menambah makna kontribusi penyediaan tenaga kerja sarjana teknik dan ahli madya teknik, sesuai dengan potensi ITS sebagai penyelenggara pendidikan tinggi teknik terbesar di kawasan Indonesia Bagian Timur.

Pimpinan[sunting | sunting sumber]

  • Dekan: Dr. Bambang Lelono Widjiantoro, ST, MT
  • PD Bidang Akademik: Prof. Dr. Ir. Mahfud, DEA
  • PD Bidang Adm. Keuangan & Kepegawaian: Ir. Sudjud Darsopuspito, MT.
  • PD Bidang Kemahasiswaan & Kerjasama: Ir. Wiratno Argo Asmoro, M.Sc.
  • PD Bidang Kerjasama: Ir. Budi Santosa,M.Sc., Ph.D.

Staf Pendukung[sunting | sunting sumber]

FTI memiliki staf Pendidik bergelar Profesor sebanyak 23 orang, dengan tingkat pendidikan Doktor sebanyak 80 orang, Master sebanyak 154 orang dan sebanyak 87 orang lainnya sarjana yang merupakan lulusan perguruan tinggi terkemuka di luar dan dalam negeri serta profesional di bidangnya. Dengan rasio antara tenaga pendidik dengan mahasiswa adalah 1:17 sangat mendukung terciptanya proses pendidikan yang efektif. Sedangkan staf tenaga non-akademik berjumlah 196 orang atau dengan rasio 1:29, yang tersebar pada berbagai bagian administrasi mulai dari fakultas sampai jurusan-jurusan, selain ada yang bertugas di laboratorium-laboratorium.

Sarana dan Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Sarana Pendidikan Jumlah Ruang Luas (m2)
Ruang Kelas/Kuliah 73 5743.88
Laboratorium/Workshop/Studio 117 9682.21
Ruang Dosen 127 1977.45
Ruang Administrasi 3 288.00
Ruang Seminar/lokakarya 14 1826.43
Ruang Kegiatan Mahasiswa 17 425.00
Ruang Pusat Komputer 8 995.35
Ruang Baca 9 758.64
Ruang Bidang Studi 30 2026.00
Ruang Gudang 17 839.51
Jumlah Judul Buku (tidak termasuk perpustakaan) 8248
Jumlah Buku 12849

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan(FTSP)[sunting | sunting sumber]

Pimpinan[sunting | sunting sumber]

  • Dekan : Dr. Ir. Hidayat Soegihardjo Masiran, MS.
  • Wakil Dekan : Ir. Mas Agus Mardyanto, ME. PhD.

Jurusan/Prodi[sunting | sunting sumber]

  • Teknik Sipil
    • Program Sarjana (S1)
    • Program Magister (S2)
    • Program Doktoral (S3)
    • Program Diploma III (D3)
  • Teknik Arsitektur
    • Program Sarjana (S1)
    • Program Magister (S2)
    • Program Doktoral (S3)
  • Teknik Lingkungan
    • Program Sarjana (S1)
    • Program Magister (S2)
    • Program Doktoral (S3)
  • Desain Produk Industri
    • Program Sarjana (S1)
    • Program Magister (S2
  • Teknik Geomatika
    • Program Sarjana (S1)
    • Program Magister (S2)
  • Perencanaan Wilayah dan Kota
    • Program Sarjana (S1)
  • Teknik Geofisika
    • Program Sarjana (S1)
  • Desain Interior
    • Program Sarjana (S1)


Fakultas Teknologi Kelautan (FTK)

  • S1 Teknik Perkapalan
  • S1 Teknik Sistem Perkapalan
  • S1 Teknik Kelautan
  • S1 Transportasi Laut

Fakultas Teknologi Informasi (FTIf)[sunting | sunting sumber]

Merupakan Fakultas Termuda di ITS, yang berdiri pada tahun 2001, yang terdiri dari 2 jurusan yakni :

  • S1 Teknik Informatika
  • S2 Teknik Informatika
  • S1 Sistem Informasi
  • S2 Sistem Informasi

PIMPINAN Dekan : Dr Agus Zainal Arifin, S.Kom, M.Kom Wakil Dekan : Mahendrawati Er, S.T. MSc. Ph.D.

Program Pasca Sarjana (PPS)[sunting | sunting sumber]

  • S2 Fisika
  • S2 Matematika
  • S2 Statistika
  • S2 Kimia
  • S2 Teknik Mesin
  • S2 Teknik Elektro
  • S2 Teknik Fisika
  • S2 Teknik Industri
  • S2 Sistem Informasi
  • S2 Teknik Sipil
  • S2 Arsitektur
  • S2 Teknik Lingkungan
  • S2 Teknologi Kelautan
  • S2 Teknik Informatika
  • S2 Magister Manajemen Teknologi
  • S3 Fisika
  • S3 Kimia
  • S3 Statistika
  • S3 Teknik Kimia
  • S3 Teknik Sipil
  • S3 Arsitektur
  • S3 Teknik Elektro
  • S3 Teknologi Kelautan
  • S3 Teknik Informatika

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)[sunting | sunting sumber]

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, adalah politeknik yang fokus pada bidang elektronika yang sekarang telah berpisah dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS)[sunting | sunting sumber]

Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, adalah politeknik yang fokus padang bidang perkapalan yang sekarang juga telah berpisah dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Aktivitas Kemahasiswaan[sunting | sunting sumber]

Aktivitas kemahasiswaan di ITS dinaungi oleh Keluarga Mahasiswa ITS (KM-ITS), sesuai ketetapan Musyawarah Besar Mahasiswa ITS IV (MUBES IV ITS) yang diselenggarakan pada tahun 2011. Organisasi kemahasiswaan intra kampus yang ada antara lain:

  • Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), sebagai lembaga eksekutif tingkat institut.
  • Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM), sebagai lembaga eksekutif tingkat fakultas.
  • Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), lembaga legislatif tingkat institut.
  • Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF), lembaga legislatif tingkat fakultas.
  • Mahkamah Mahasiswa (MM), lembaga yudikatif tingkat institut.
  • Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), lembaga eksekutif tingkat jurusan.
  • Daerah Otonomi Politeknik (DOP), lembaga eksekutif di politeknik.
  • Lembaga Minat Bakat (LMB) yang menaungi seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa di ITS.
  • Lembaga Dakwah Kampus, lembaga keagamaan islam mahasiswa tingkat kampus.
  • Lembaga Dakwah Jurusan, lembaga keagamaan islam mahasiswa tingkat jurusan.


Himpunan Mahasiswa Jurusan[sunting | sunting sumber]

  • HIMAD3TEKTRO - Himpunan Mahasiswa D3 Teknik Elektro
  • HMDM - Himpunan Mahasiswa D3 Mesin ITS (D3MITS)
  • HIMAD3KKIM - Himpunan Mahasiswa D3 Teknik Kimia
  • HIMAD3TEKSI - Himpunan Mahasiswa D3 Teknik Sipil
  • HIMASIKA - Himpunan Mahasiswa Fisika
  • HIMATIKA - Himpunan Mahasiswa Matematika
  • HIMASTA - Himpunan Mahasiswa Statistika
  • HIMKA - Himpunan Mahasiswa Kimia
  • HIMABITS - Himpunan Mahasiswa Biologi ITS
  • HMS - Himpunan Mahasiswa Sipil
  • HIMA STAPATHI - Himpunan Mahasiswa Arsitektur
  • HMTL - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan
  • HMPL - Himpunan Mahasiswa Planologi
  • HIMAGE - Himpunan Mahasiswa Geomatika
  • HIMA IDE - Himpunan Mahasiswa Desain Produk Industri

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Situs ITS:Makna 10 November Diakses pada 20 April 2011

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Umum[sunting | sunting sumber]

Fakultas dan politeknik[sunting | sunting sumber]

Jurusan dan program studi[sunting | sunting sumber]

BEM ITS[sunting | sunting sumber]

DPM ITS[sunting | sunting sumber]

MM ITS[sunting | sunting sumber]

Alumni[sunting | sunting sumber]

Secara ringkas sejarah kepengurusan Ikatan Alumni (IKA) ITS adalah sebagai berikut :

1. Jayadi Ramat(1967-1975)

2. Suroso (1975-1980)

3. Moestahid Astari (1980-1985)

4. Kusen Chasbullah (1985-1990)

5. Moestahid Astari (1990-1995)

6. Moestahid Astari (1995-2000)

7. Mohammad Jaelani (2000-2004)

8. Kristiono (2004-2006)

9. Mohamad Najib (2006-2007)

10. Dwi Soetjipto (2007-2011)

Alumni ITS telah berperan penting di berbagai profesi, baik sebagai perekayasa profesional, pemimpin industri, hingga pemimpin sektor politik dan pelayanan publik.

Perekayasa Profesional[sunting | sunting sumber]

Di level pekerjaan profesional sebagai perekayasa atau perancang, karya alumni ITS telah tersebar di berbagai belahan dunia.

  • Di industri penerbangan, Andri W Bastam (alumni Teknik Perkapalan ITS bekerja di Jet Aviation, Swiss) mendesain pesawat khusus 747 supermewah pesanan raja Arab Saudi, setara hotel berbintang.
  • Di industri otomotif, Mark Yoshua Widjaja, (alumni ITS bekerja sebagai Senior Styling Designer R&D Astra Daihatsu Motor) mendesain mobil murah Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla.
  • Di bidang konstruksi, Hanif (alumni Teknik Sipil ITS bekerja di Uni Emirat Arab) mendesain struktur gedung-gedung puluhan lantai di Sharjah-Dubai, Uni Emirat Arab, sebuah wilayah yang kini bagaikan galeri dunia untuk bidang arsitektur, teknik sipil, dan tata kota terbaru.
  • Di bidang perkapalan dan kebudayaan maritim, ada Muhammad Habibie (alumni Teknik Perkapalan ITS) mendesain dan mewujudkan model kapal pada era Kerajaan Majapahit untuk berlayar mengelilingi Asia.

Pemimpin Industri[sunting | sunting sumber]

Di level puncak perusahaan, beberapa alumni ITS juga dipercaya untuk memimpin beberapa perusahaan. Hingga tahun 2013 ini, tercatat banyak alumni ITS telah memimpin BUMN dan BUMS di berbagai bidang strategis.

  • Di bidang industri semen, ada Dwi Soetjipto (alumni Teknik Kimia ITS, Presiden Direktur dan CEO Semen Indonesia) memimpin induk perusahaan semen Indonesia. Selain itu ada Pamudji Raharjo (alumni Teknik Elektro ITS, Presiden Direktur dan CEO Semen Baturaja) dan Widodo Santoso (alumni Teknik Elektro ITS, mantan CEO Semen Padang, kini ketua Asosiasi Semen Indonesia).
  • Di bidang konstruksi, ada Kiswo Darmawan (alumni Teknik Sipil ITS, Presiden Direktur dan CEO Adhi Karya), M Choliq (alumni Teknik Sipil ITS, Presiden Direktur dan CEO Waskita Karya), atau Mursyanif (alumni Teknik Sipil ITS, mantan dirut PP yang kini menjadi pengusaha).
  • Di bidang perkapalan, ada M Firmansyah Arifin (alumni Teknik Perkapalan ITS, Presiden Direktur dan CEO PT. PAL) dan Tjahjono Roesdianto (alumni Teknik Kelautan ITS, Presiden direktur dan CEO PT DOK Surabaya).
  • Di bidang penerbangan, ada Arif Wibowo (alumni Teknik Mesin ITS) yang menjabat Presiden Direktur dan CEO Citilink, anak perusahaan Garuda Indonesia.
  • Di bidang pertambangan, ada Soekrisno (alumni Teknik Mesin ITS, Presiden Direktur dan CEO PT Timah). Sebelumnya ada Widya Purnama (alumni Teknik Elektro ITS) yang pernah menjadi Presiden Direktur dan CEO PT Pertamina. Di sektor swasta ada Loekman Mahfoedz (alumni Teknik Mesin ITS) yang menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO Medco).
  • Di bidang telekomunikasi, ada Kristiono (alumni Teknik Elektro ITS) yang pernah menjabat Presiden Direktur dan CEO Telkom Indonesia dan Widya Purnama (alumni Teknik Elektro ITS) yang pernah menjabat Presiden Direktur dan CEO Indosat.
  • Di bidang inspeksi, ada Fahmi Sadiq (alumni Teknik Kelautan ITS) yang menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO Sucofindo, perusahaan inspeksi milik negara pertama di Indonesia.
  • Di bidang teknologi informasi, ada Singgih Wandojo (alumni Teknik Elektro ITS) yang kini memimpin posisi puncak PT SAP Indonesia sebagai Managing Director.
  • Di bidang industri otomotif, ada Siswanto Prawiroatmojo (alumni Teknik Mesin ITS) yang menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO PT Astra Otoparts, atau Ibnu Susilo (alumni Teknik Mesin ITS) yang merupakan CEO PT Fin Komodo yang mendesain dan memproduksi Komodo, mobil off-road asli buatan Indonesia. Di luar negeri, ada Danet Suryatama (alumni Teknik Sipil ITS) yang merupakan pendiri ElektrikCar (perusahaan berbasis di Amerika Serikat) yang mendesain dan memproduksi Tucuxi, purwarupa mobil listrik mewah pertama Indonesia.
  • Di bidang industri perfilman, ada Ram Soraya yang merupakan pendiri Soraya Intercine Films, rumah produsi yang sejak tahun 1980-an memproduksi berbagai film Warkop DKI dan film-film baru seperti 5cm, Rumah Kentang, dan lain-lain.
  • Selain itu bidang penerbitan, ada Abdul Aziz Bahlawan (alumni Teknik Elektro ITS), pendiri dan pemilik PT Serambi Ilmu Semesta, pemilik Penerbit Serambi yang menerbitkan buku-buku di bidang kajian Islam hingga novel sastra.

Politik dan Pelayanan Publik[sunting | sunting sumber]

Hingga tahun 2013, ada beberapa posisi penting dijabat alumni ITS.

  • Di sektor pelayanan publik tingkat daerah, ada Tri Rismaharini (alumni Arsitektur ITS) yang merupakan perempuan pertama yang menjadi Walikota Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia.
  • Di sektor pelayanan publik tingkat pusat, ada Mohammad Nuh (alumni Teknik Elektro ITS) yang pernah menjabat Menkominfo dan kini Mendiknas.
  • Di sektor politik, ada Satya Wira Yudha (alumni Teknik Kelautan ITS) sebagai anggota DPR RI dari Partai Golkar, Moh. Najib (alumni Teknik Elektro ITS) sebagai anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional, Asman Azzam Natawiyana (alumni Teknik Elektro ITS) sebagai anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Dadoes Soemarwoto sebagai anggota DPR RI dari Partai PDI-Perjuangan, Sigit Sosiantomo (alumni Arsitektur ITS) dan Memed Sosiawan (alumni Teknik Sipil ITS), keduanya anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera.

Akademisi, Peneliti dan Birokrasi Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Di bidang pendidikan, alumni ITS telah mengabdi di berbagai perguruan tinggi dengan prestasinya.

  • Di lingkungan birokrasi pendidikan, ada Prof. M NUH (alumni Teknik Elektro ITS) yang pernah mengabdi sebagai Direktur PENS ITS (sekarang PENS), Rektor ITS (2003-2007), Menteri Komunikasi dan Informasi RI, hingga kini menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (2009-2014).
  • Prof. Achmad Jazzidie (alumni Teknik Elektro ITS), yang pernah mengabdi sebagai Ketua Jurusan Teknik Elektro dan Pembantu Rektor ITS bidang Kemahasiswaan (2003-2007), menjabat sebagai Dirjen Pendidikan Menengah Depdikbud RI sejak tahun 2013.
  • Begitu pula Sri Fatmawati, PhD (alumni Kimia FMIPA ITS) yang dianugerahi UNESCO – L’Oreal for Women in Science di Perancis (Paris, 2013) atas karyanya sebagai peneliti di Jurusan Kimia Fakultas MIPA ITS.
  • Di luar lingkungan akademik ITS, ada Prof. Mohammad Nasikin (alumni FTI ITS), pakar energi yang merupakan Guru Besar Teknik Universitas Indonesia dan pernah menjabat sebagai Ketua Senat Akademik UI (2006-2011),
  • Prof. Richardus Eko Indrajit, (Alumni Teknik Informatika ITS) yang memperoleh Master of Applied Computer Science dari Harvard University, merupakan Presiden Association of Higher Learning Institution in Computing and Information Technology Studies yang memimpin 700 universitas dan 1500 program studi di berbagai tempat.
  • Selain itu, ada Prof. Mochamad Ashari (alumni Teknik Elektro ITS), yang merupakan Guru Besar ITS dan baru diberi amanat sebagai Rektor Universitas Telkom atau Telkom University (2013-2017) yang akan membawahi Institut Teknologi Telkom, Institut Manajamen Telkom, Politeknik Telkom, dan STISI Telkom.

Koordinat: 07°16′54″LU 112°47′41″BT / 7,28167°LS 112,79472°BT / -7.28167; 112.79472