Demografi Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Peta kepadatan penduduk di Indonesia

Indonesia memiliki jumlah penduduk sebesar 245 juta jiwa, menjadikan negara ini negara dengan penduduk terbanyak ke-4 di dunia. Pulau Jawa merupakan salah satu daerah terpadat di dunia, dengan lebih dari 107 juta jiwa tinggal di daerah dengan luas sebesar New York.

Indonesia memiliki budaya dan bahasa yang berhubungan namun berbeda. Sejak kemerdekaannya Bahasa Indonesia (sejenis dengan Bahasa Melayu) menyebar ke seluruh penjuru Indonesia dan menjadi bahasa yang paling banyak digunakan dalam komunikasi, pendidikan, pemerintahan, dan bisnis. Namun bahasa daerah juga masih tetap banyak dipergunakan.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Migrasi penduduk besar-besaran ke wilayah milik iczl dari Hindia Belakang diyakini setidak-tidaknya terjadi atas 2 gelombang migrasi. Migrasi besar-besaran pertama, beberapa abad sebelum Masehi, saat ini dikenal sebagai rumpun Proto-Melayu yang hidup di daerah pedalaman dan pegunungan diwilayah Nusantara; dan migrasi besar-besaran kedua menjelang abad Masehi, saat ini hidup didaerah pesisir dan dataran rendah dikenal sebagai rumpun Deutro-Melayu. Kebanyakan penduduk Indonesia adalah penutur bahasa Austronesia yang mendiami Daratan Indonesia bagian Barat dan Daratan Indonesia Bagian Tengah; sebagian kecil, terutama di Daratan Indonesia Bagian Timur didiami oleh penutur bahasa Papua.

Imigran ke Indonesia terutama dari China tenggara, merupakan penduduk keturunan asing yang terbanyak, menyebar hampir di semua kota besar di Indonesia. Demikian pula pendatang dari Arab, Hadramaut -Yaman merupakan kelompok pendatang kedua terbanyak dan disusul oleh pendatang dari India dan sekelompok kecil dari Eropa. Suku bangsa pribumi yang terbanyak persentasenya di Indonesia adalah suku Jawa dan disusul oleh suku Sunda.

Dari segi kependudukan, Indonesia masih menghadapi beberapa masalah besar anatara lain :

  • Penyebaran penduduk tidak merata, sangat padat di Jawa - sangat jarang di Kalimantan dan Irian.
  • Piramida penduduk masih sangat melebar, kelompok balita dan remaja masih sangat besar.
  • Angkatan kerja sangat besar, perkembangan lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah penambahan angkatan kerja setiap tahun.
  • Distribusi Kegiatan Ekonomi masih belum merata, masih terkonsentrasi di Jakarta dan kota-kota besar dipulau Jawa.
  • Pembangunan Infrastruktur masih tertinggal; belum mendapat perhatian serius
  • Indeks Kesehatan masih rendah; Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi masih tinggi

Daftar penduduk menurut provinsi di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Kode BPS Lambang Nama Kode ISO[1] Ibu kota Populasi[2] Luas (km²)[3] Status khusus Pulau
11 Bendera Aceh Aceh ID-AC Banda Aceh 5.201.002 56.500,51 Daerah khusus Sumatera
12 Bendera Sumatera Utara Sumatera Utara ID-SU Medan 12.450.911 72.427,81 Sumatera
13 Bendera Sumatera Barat Sumatera Barat ID-SB Padang 4.566.126 42.224,65 Sumatera
14 Bendera Riau Riau ID-RI Pekanbaru 4.579.219 87.844,23 Sumatera
15 Bendera Jambi Jambi ID-JA Jambi 2.635.968 45.348,49 Sumatera
16 Bendera Sumatera Selatan Sumatera Selatan ID-SS Palembang 6.782.339 60.302,54 Sumatera
17 Bendera Bengkulu Bengkulu ID-BE Bengkulu 1.549.273 19.795,15 Sumatera
18 Bendera Lampung Lampung ID-LA Bandar Lampung 7.116.177 37.735,15 Sumatera
19 Bendera Kepulauan Bangka Belitung Kepulauan Bangka Belitung ID-BB Pangkal Pinang 1.043.456 16.424,14 Sumatera
21 Bendera Kepulauan Riau Kepulauan Riau ID-KR Tanjung Pinang 1.274.848 8.084,01 Sumatera
31 Bendera Daerah Khusus Ibukota Jakarta Daerah Khusus Ibukota Jakarta ID-JK Jakarta Pusat 8.860.381 740,29 Daerah khusus ibukota Jawa
32 Bendera Jawa Barat Jawa Barat ID-JB Bandung 38.965.440 36.925,05 Jawa
33 Bendera Jawa Tengah Jawa Tengah ID-JT Semarang 31.977.968 32.799,71 Jawa
34 Bendera Daerah Istimewa Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta ID-YO Yogyakarta 3.343.651 3.133,15 Daerah istimewa Jawa
35 Bendera Jawa Timur Jawa Timur ID-JI Surabaya 36.294.280 46.689,64 Jawa
36 Bendera Banten Banten ID-BT Serang 9.028.816 9.018,64 Jawa
51 Bendera Bali Bali ID-BA Denpasar 3.383.572 5.449,37 Nusa Tenggara
52 Bendera Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Barat ID-NB Mataram 4.184.411 19.708,79 Nusa Tenggara
53 Bendera Nusa Tenggara Timur Nusa Tenggara Timur ID-NT Kupang 4.260.294 46.137,87 Nusa Tenggara
61 Bendera Kalimantan Barat Kalimantan Barat ID-KB Pontianak 4.052.345 120.114,32 Kalimantan
62 Bendera Kalimantan Tengah Kalimantan Tengah ID-KT Palangkaraya 1.914.900 153.564,50 Kalimantan
63 Bendera Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan ID-KS Banjarmasin 3.446.631 37.530,52 Kalimantan
64 Bendera Kalimantan Timur Kalimantan Timur ID-KI Samarinda 2.848.798 194.849,08 Kalimantan
65 Bendera Kalimantan Utara Kalimantan Utara ID-KI belum ditetapkan belum ada data belum ada data Kalimantan
71 Bendera Sulawesi Utara Sulawesi Utara ID-SA Manado 2.128.780 13.930,73 Sulawesi
72 Bendera Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah ID-ST Palu 2.294.841 68.089,83 Sulawesi
73 Bendera Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan ID-SN Makassar 7.509.704 46.116,45 Sulawesi
74 Bendera Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara ID-SG Kendari 1.963.025 36.757,45 Sulawesi
75 Bendera Gorontalo Gorontalo ID-GO Gorontalo 922.176 12.165,44 Sulawesi
76 Bendera Sulawesi Barat Sulawesi Barat ID-SR Mamuju 969.429 16.787,19 Sulawesi
81 Bendera Maluku Maluku ID-MA Ambon 1.251.539 47.350,42 Maluku
82 Bendera Maluku Utara Maluku Utara ID-MU Sofifi 1.035.478 39.959,99 Maluku
91 Bendera Papua Barat Papua Barat [4] Manokwari 760.855 114.566,40 Daerah khusus Papua
94 Bendera Papua Papua ID-PA Jayapura 2.851.999 309.934,40 Daerah khusus Papua

Kota terbesar di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Kota dengan penduduk lebih dari 100.000 jiwa
(Sensus Penduduk 2010)
Ranking Kota Provinsi
1. Jakarta Jakarta 9.586.705
2. Surabaya Jawa Timur 2.765.487
3. Bandung Jawa Barat 2.394.873
4. Bekasi Jawa Barat 2.334.871
5. Medan Sumatera Utara 2.097.610
6. Tangerang Banten 1.798.601
7. Depok Jawa Barat 1.738.570
8. Semarang Jawa Tengah 1.520.481
9. Palembang Sumatera Selatan 1.440.678
10. Makassar Sulawesi Selatan 1.331.391
11. Tangerang Selatan Banten 1.290.322
12. Bogor Jawa Barat 950.334
13. Batam Kepulauan Riau 917.998
14. Pekanbaru Riau 882.045
15. Bandar Lampung Lampung 881.801
16. Malang Jawa Timur 820.243
17. Padang Sumatera Barat 799.750
18. Denpasar Bali 788.589
19. Samarinda Kalimantan Timur 685.859
20. Banjarmasin Kalimantan Selatan 612.849
21. Serang Banten 611.897
22. Tasikmalaya Jawa Barat 578.046
23. Pontianak Kalimantan Barat 554.764
24. Cimahi Jawa Barat 541.177
25. Balikpapan Kalimantan Timur 526.508
26. Jambi Jambi 515.901
27. Surakarta Jawa Tengah 499.337
28. Mataram Nusa Tenggara Barat 402.843
29. Manado Sulawesi Utara 394.683
30. Yogyakarta Yogyakarta 388.627
31. Cilegon Banten 360.125
32. Kupang Nusa Tenggara Timur 315.768
33. Palu Sulawesi Tengah 310.168
34. Ambon Maluku 305.984
35. Tarakan Kalimantan Utara 301.398
36. Cirebon Jawa Barat 296.389
37. Bengkulu Bengkulu 296.378
38. Pekalongan Jawa Tengah 274.839
39. Kediri Jawa Timur 268.507
40 Tegal Jawa Tengah 239.599
41. Binjai Sumatera Utara 235.450
42. Pematangsiantar Sumatera Utara 234.698
45. Jayapura Papua 233.859
46. Banda Aceh Aceh 223.446
47. Palangkaraya Kalimantan Tengah 200.608
48. Probolinggo Jawa Timur 196.957
49. Banjarbaru Kalimantan Selatan 192.309
50. Pasuruan Jawa Timur 186.262
51. Tanjungpinang Kepulauan Riau 177.396
52. Gorontalo Gorontalo 173.951
53. Dumai Riau 173.866
54. Madiun Jawa Timur 170.964
55. Batu Jawa Timur 170.948
56. Salatiga Jawa Tengah 170.332
57. Pangkalpinang Bangka Belitung 162.930
58. Lubuklinggau Sumatera Selatan 158.824
59. Ternate Maluku Utara 158.418
60. Bitung Sulawesi Utara 155.385
61. Tanjungbalai Sumatera Utara 154.445
62. Tebingtinggi Sumatera Utara 145.248
63. Metro Lampung 142.733
64. Bontang Kalimantan Timur 140.238
65. Padang Sidempuan Sumatera Utara 136.275
66. Blitar Jawa Timur 131.968
67. Lhokseumawe Aceh 129.251
68. Singkawang Kalimantan Barat 128.297
69. Parepare Sulawesi Selatan 125.207
70. Langsa Aceh 124.270
71. Banjar Jawa Barat 123.341
72. Prabumulih Sumatera Selatan 121.137
73. Mojokerto Jawa Timur 120.196
74. Magelang Jawa Tengah 118.227
75. Sorong Papua Barat 118.017
76. Palopo Sulawesi Selatan 116.152
77. Bima Nusa Tenggara Barat 112.130
78. Bukittinggi Sumatera Barat 111.312
79. Bau-Bau Sulawesi Tenggara 106.638

Kelompok etnik[sunting | sunting sumber]

Ada lebih dari 300 kelompok etnik di Indonesia.[5]

Peta suku bangsa pribumi di Indonesia berdasarkan peta di ruang etnografi Museum Nasional Indonesia. Suku bangsa pendatang keturunan asing seperti keturunan Tionghoa, Arab, dan India tidak ditampilkan dalam peta, tetapi kebanyakan tinggal di kawasan perkotaan yang tersebar di Indonesia.

Proporsi populasi jumlah suku bangsa di Indonesia menurut sensus 2000 sebagai berikut:

Suku Bangsa Populasi (juta) Persentasi Kawasan utama
Suku Jawa 86,012 41,7 Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung
Suku Sunda 31,765 15,4 Jawa Barat
Tionghoa-Indonesia 7,776 3,7 Jabodetabek, Bandung, Kalimantan Barat, Surabaya, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Medan, Bagan Siapi-api, Jambi, Palembang, Makassar, Manado
Suku Melayu 7,013 3,4 Pesisir timur Sumatera , Kalimantan Barat
Suku Madura 6,807 3,3 Pulau Madura
Suku Batak 6,188 3,0 Sumatera Utara
Suku Minangkabau 5,569 2,7 Sumatera Barat, Riau
Suku Betawi 5,157 2,5 Jakarta
Suku Bugis 5,157 2,5 Sulawesi Selatan
Arab-Indonesia[6] 5,000 2,4 Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah
Suku Banten 4,331 2,1 Banten
Suku Banjar 3,506 1,7 Kalimantan Selatan
Suku Bali 3,094 1,5 Pulau Bali
Suku Sasak 2,681 1,3 Pulau Lombok
Suku Makassar 2,063 1,0 Sulawesi Selatan
Suku Cirebon 1,856 0,9 Jawa Barat
India-Indonesia 3,094 1,2 Jawa Tengah

Agama[sunting | sunting sumber]

Pemerintah Indonesia hanya mengakui enam agama resmi: Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. 85,1% dari 240.271.522 penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam, 9,2% Protestan, 3,5% Katolik, 1,8% Hindu, dan 0,4% Buddha dan Khonghucu

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional di Indonesia. Selain bahasa nasional, masyarakat Indonesia setidaknya juga menguasai satu bahasa daerah, dan seringkali bahasa ibu mereka adalah bahasa daerah tersebut, sedangkan bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua mereka. Menurut Ethnologue, ada 737 bahasa yang masih hidup di Indonesia [7] dan bahasa daerah yang paling banyak dipakai di Indonesia adalah bahasa Jawa

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pendidikan di Indonesia bersifat wajib hingga kelas 9 (SMP kelas 3) dan tidak digratiskan. Sekitar 92% anak usia sekolah dasar di Indonesia bersekolah di sekolah dasar. Sekitar 44% anak berusia sekolah menengah bersekolah di sekolah menengah pertama. Dari perkiraan tahun 2005, total populasi Indonesia yang dapat membaca dan menulis yang berusia lebih dari 15 tahun ke atas adalah 87.9%, yang terbagi menjadi 92.5% populasi pria dan 83.4% populasi wanita.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ ISO 3166-2:ID (Kode ISO 3166-2 untuk provinsi di Indonesia)
  2. ^ Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2005. Lihat di situs BPS
  3. ^ Berdasarkan Data Wilayah Depdagri. Lihat di situs Depdagri
  4. ^ Per Juni 2008, kode ISO 3166-2 untuk Papua Barat belum diumumkan. Kode yang direncanakan adalah ID-PB.
  5. ^ Kuoni - Far East, A world of difference. Page 88. Published 1999 by Kuoni Travel & JPM Publications
  6. ^ Dikutip dari pernyataan Menteri Agama Said Agil Al Munawar dalam seminar internasional Warisan Budaya Arab di Indonesia: Percampuran Budaya Indonesia - Hadramaut (Yaman) dari artikel "Hadramaut dan Para Kapiten Arab", oleh Alwi Shahab, di muat di Republika, edisi Minggu, 21 Desember 2003.
  7. ^ ethnologue.com