Sejarah Nusantara pada era kerajaan Islam
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kerajaan Islam di Indonesia diperkirakan kejayaannya berlangsung antara abad ke-13 sampai dengan abad ke-16. Timbulnya kerajaan-kerajaan tersebut didorong oleh maraknya lalu lintas perdagangan laut dengan pedagang-pedagang Islam dari Arab, India, Persia, Tiongkok, dll. Kerajaan tersebut dapat dibagi menjadi berdasarkan wilayah pusat pemerintahannya, yaitu di Sumatera, Jawa, Maluku, dan Sulawesi.
Daftar isi |
Sejarah kerajaan islam di Nusantara [sunting]
Masuknya agama islam ke indonesia telah membawa banyak perubahan dan perkembangan pada masyrakat,budaya dan pemerintahan. Perubahan dan Perkebangan tersebut terlihat jelas dengan berdirinya kerajaan-kerajaan yang bercorak islam. antara lain sebagai berikut :
Kerajaan Islam di Sumatera [sunting]
- Kerajaan Jeumpa
- Kesultanan Peureulak
- Kesultanan Samudera Pasai
- Kesultanan Lamuri
- Kerajaan Pedir
- Kerajaan Daya
- Kerajaan Linge
- Kesultanan Aceh
Kerajaan Islam di Jawa [sunting]
- Kesultanan Cirebon (1445 - 1677)
- Kesultanan Demak (1500 - 1550)
- Kesultanan Banten (1524 - 1813)
- Kesultanan Pajang (1568 - 1618)
- Kesultanan Mataram (1586 - 1755)
Kerajaan Islam di Maluku [sunting]
- Kesultanan Ternate (1257 - ..... )
- Kesultanan Tidore (1110 - 1947?)
- Kesultanan Jailolo
- Kesultanan Bacan
- Kerajaan Loloda
- Kerajaan Tanah Hitu (1470-1682)
- Kerajaan Iha
- Kerajaan Honimoa/ Siri Sori
- Kerajaan Huamual
Kerajaan Islam di Sulawesi [sunting]
- Kesultanan Gowa (awal abad ke-16 - 1667?)
- Kesultanan Buton (1332 - 1911)
- Kesultanan Bone (abad 17)
- Kerajaan Banggai ([abad 16)]
Kerajaan Islam di Kalimantan [sunting]
- Kesultanan Pasir (1516)
- Kesultanan Banjar (1526-1905)
- Kesultanan Sambas (1671)
- Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura
- Kesultanan Berau (1400)
- Kesultanan Sambaliung (1810)
- Kesultanan Gunung Tabur (1820)
- Kesultanan Pontianak (1771)
- Kerajaan Tidung
- Kesultanan Bulungan (731)
Kerajaan Islam di Papua [sunting]
- Kerajaan Waigeo[1]
- Kerajaan Misool/Lilinta (marga Dekamboe)[2]
- Kerajaan Salawati (marga Arfan)[3]
- Kerajaan Sailolof/Waigama (marga Tafalas)[4]
- Kerajaan Fatagar (marga Uswanas)
- Kerajaan Rumbati (marga Bauw)
- Kerajaan Atiati (marga Kerewaindżai)
- Kerajaan Sekar (marga Rumgesan)[5]
- Kerajaan Patipi[6]
- Kerajaan Arguni
- Kerajaan Wertuar (marga Heremba)
- Kerajaan Kowiai/kerajaan Namatota
- Kerajaan Aiduma
- Kerajaan Kaimana
Rujukan [sunting]
- Yusuf, Mundzirin; Sejarah Peradaban Islam di Indonesia; Yogyakarta: Penerbit PUSTAKA, 2006.
Catatan kaki [sunting]
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
