Kabupaten Demak
Lambang Kabupaten Demak Motto: Demak BERAMAL (Bersih, Elok, Rapi, Anggun, Maju, Aman dan Lestari) |
|
![]() Peta lokasi Kabupaten Demak Koordinat: 6º43'26" - 7º09'43" LS dan 110º48'47" BT |
|
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Dasar hukum | UU No. 13/1950 |
| Tanggal | - |
| Ibu kota | Demak |
| Pemerintahan | |
| - Bupati | Drs. Tafta Zani, MM. |
| - DAU | Rp. 544.790.064.000,-(2011)[1] |
| Luas | 1.149,77 km2 (seluruhnya), 897,43 km² (darat) dan 252,34 KM² (lautan) |
| Populasi | |
| - Total | 1.036.520 jiwa (2005) |
| - Kepadatan | 901,5 jiwa/km2 |
| Demografi | |
| - Kode area telepon | 0291 |
| Pembagian administratif | |
| - Kecamatan | 14 |
| - Kelurahan | 247 |
| - Situs web | http://www.demakkab.go.id/ |
Kabupaten Demak, adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Demak. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di barat, Kabupaten Jepara di utara, Kabupaten Kudus di timur, Kabupaten Grobogan di tenggara, serta Kota Semarang dan Kabupaten Semarang di sebelah barat.
Daftar isi |
[sunting] Etimologi
Kata Demak itu adalah berasal dari kata Bahasa Arab, yaitu Dhima' yang artinya rawa. Hal ini mengingat tanah di Demak adalah tanah bekas rawa alias tanah lumpur. Bahkan sampai sekarang jika Musim Hujan di daerah demak sering digenangi air,dan pada musim kemarau tanahnya banyak yang retak, maklumlah karena tanahnya tanah bekas rawa alias tanah lumpur. Karena tanah demak adalah tanah labil, maka jalan raya yang dibangun gampang rusak, oleh karena itu jalan raya di Demak menggunakan beton.
[sunting] Geografi
Kabupaten Demak adalah salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang terletak pada 6º43'26" - 7º09'43" LS dan 110º48'47" BT dan terletak sekitar 25 km di sebelah timur Kota Semarang. Demak dilalui jalan negara (pantura) yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya-Banyuwangi.
Kabupaten Demak memiliki luas wilayah seluas ± 1.149,07 KM², yang terdiri dari daratan seluas ± 897,43 KM², dan lautan seluas ± 252,34 KM². Sedangkan kondisi tekstur tanahnya, wilayah Kabupaten Demak terdiri atas tekstur tanah halus (liat) dan tekstur tanah sedang (lempung). Dilihat dari sudut kemiringan tanah, rata-rata datar. Dengan ketinggian permukaan tanah dari permukaan air laut (sudut elevasi) wilayah Kabupaten Demak terletak mulai dari 0 M sampai dengan 100 M.
Beberapa sungai yang mengalir di Demak antara lain: Kali Tuntang, Kali Buyaran, dan yang terbesar adalah Kali Serang yang membatasi Kabupaten Demak dengan Kabupaten Kudus dan Jepara.
Kabupaten Demak mempunyai pantai sepanjang 34,1 Km, terbentang di 13 desa yaitu desa Sriwulan, Bedono, Timbulsloko dan Surodadi (Kecamatan Sayung), kemudian Desa Tambakbulusan Kecamatan Karangtengah, Desa Morodemak, Purworejo dan Desa Betahwalang (Kecamatan Bonang) selanjutnya Desa Wedung, Berahankulon, Berahanwetan, Wedung dan Babalan (Kecamatan Wedung). Sepanjang pantai Demak ditumbuhi vegetasi mangrove seluas sekitar 476 Ha
[sunting] Pertanian
Jambu Air Merah Delima merupakan buah khas yang tumbuh tersebar di Kecamatan Wonosalam, Mijen, Guntur, Wedung dan Demak Kota. Kekhasan dari jambu air ini adalah rasa manis dan buahnya tebal. Belimbing Demak adalah salah satu belimbing unggulan yaitu Belimbing Demak kapur dan Belimbing Demak Kunir yang pusatnya di daerah Betokan. Selain Jambu merah dan belimbing, pada tahun 2009, demak adalah pemasok beras terbesar di jawa tengah, dan saat itu pula pemasok beras terbesar di indonesia adalah Jawa Tengah. Pertanian Padi juga termasuk pertanian unggulan daerah Demak.
[sunting] Sejarah
[sunting] Pembagian administratif
Kabupaten Demak terdiri atas 14 kecamatan yaitu kecamatan Demak, Wonosalam, Karang Tengah, Bonang, Wedung, Mijen, Karang Anyar, Gajah, Dempet, Guntur, Sayung, Mranggen, Karang Awen dan Kebon Agung, yang dibagi lagi atas sejumlah 249 desa dan kelurahan terdiri dari 243 desa dan 6 kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Demak.
[sunting] Pariwisata
- Wisata Bahari Morosari, di Bedono
- Masjid Agung Demak, di Bintoro
- Makam Sunan Kalijaga, di Kadilangu
- Makam Raden Patah, di Bintoro
- Tradisi Grebeg Besar Demak, setiap musim Idul Adha
[sunting] Makanan dan Minuman
Makanan dan Minuman khas Demak, yaitu:
- Nasi Ndoreng = Terbuat dari Nasi, Kuluban, Pelas (Botok).
- Wedang Pekak = Terbuat dari Jahe, gula jawa, gula pasir, jeruk purut, serai, kayu manis, pekak.
- Sengkulan = Terbuat dari Tepung Ketan, santan kanil, gula pasir, garam, pewarna makanan.
- Belimbing Demak (Averrhoa Carambola Kultivar Demak)
- Jambu Demak (Jambu Citra Delima)
- Botok Telur Asin
- Es Rames
[sunting] Potensi
- Sentra Belimbing Demak, di Betokan
- Sentra Jambu Demak, di Tempuran
- Sentra Bawang Merah, di Pasir
- Kesenian Batik Demak, di Karangmlati
- Industri Jilbab Bordir, di Jungsemi
- Industri Krupuk, di Ngaluran
- Industri Tempe, di Bandungrejo
- Perikanan Ikan Bandeng dan udang, di Surodadi
[sunting] Referensi
- ^ "Perpres No. 6 Tahun 2011". 17 Februari 2011. http://www.djpk.depkeu.go.id/regulation/27/tahun/2011/bulan/02/tanggal/17/id/590/. Diakses pada 23 Mei 2011.

