Dunia Arab

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Dunia Arab

Dunia Arab (bahasa Arab: العالم العربي; Transliterasi: al-`alam al-`arabi) merujuk pada negara berbahasa Arab yang terbentang dari Samudra Atlantik di barat hingga Laut Arab di timur, dan dari Laut Tengah di utara hingga Tanduk Afrika dan Samudra Hindia di tenggara. Dunia Arab terdiri dari 24 negara dan wilayah dengan populasi 325 juta dalam dua benua.

Sentimen nasionalisme Arab muncul pada paruh kedua abad ke-19 bersamaan dengan lahirnya gerakan-gerakan nasionalis lainnya dalam Kekaisaran Ottoman. Liga Arab dibentuk pada tahun 1945 untuk mewakili kepentingan orang-orang Arab, dan terutama untuk mempercepat penyatuan politik negara-negara Arab dalam sebuah proyek yang dikenal sebagai Pan-Arabisme, terutama dalam menentang berdirinya negara Israel.[1][2] Protes populer di seluruh dunia Arab yang dimulai pada akhir 2010 sampai dengan awal tahun 2011 diarahkan terhadap pemerintah dan perilaku korupsi politik yang terkait, disamping permintaan pembaruan ekonomi. Istilah "dunia Arab" biasanya tidak diakui oleh mereka yang tinggal di daerah yang tidak menganggap diri mereka orang Arab, seperti orang-orang non-Yahudi seperti Berber dan Kurdi. Sedangkan tanah air asli dari Arab adalah Semenanjung Arab, istilah ini juga ditolak oleh beberapa minoritas Semit seperti Maronit, Mizrahim, Assyria, dll karena pada masa pra-sejarah Arab berasal dari tempat-tempat seperti Irak, Palestina, dan Suriah.

Definisi[sunting | sunting sumber]

Secara linguistik dan denotasi politik yang melekat dalam dunia Arab umumnya didominasi atas pertimbangan silsilah . Dengan demikian, individu dengan sedikit atau tidak memiliki keturunan Arab sama sekali secara langsung dari Jazirah Arab bisa mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Arab. Sebagian identitas tersebut berdasarkan pada bahasa ibu mereka. Namun hal tersebut ini dibantah oleh banyak orang. Di Mesir misalnya, terkadang mereka tidak mengakui identitas mereka sebagai orang Arab. Di Maroko, Aljazair, dan Tunisia, bahasa Arab hanya digunakan sebagai bahasa resmi pemerintah, sementara bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari disebut Darija. Bahasa Darija menyerap banyak kosakata dengan standar Arab, tetapi juga memakai kosakata pinjaman yang signifikan dari bahasa Berber (Tamazight) substrat,[3] serta meminjam kosakata yang lebih luas dari bahasa Perancis, Spanyol dan bahkan Italia (terutama di Libya) - bahasa dari penjajah kolonial historis Maghreb. Darija dituturkan dan dapat dipahami secara luas oleh masyarakat di negara-negara Maghreb, terutama Maroko, Aljazair, dan Tunisia, tetapi tidak dapat dipahami oleh penutur dialek Arab lainnya terutama bagi mereka yang berdiam di Mesir dan Timur Tengah.[4]

Definisi standar wilayah[sunting | sunting sumber]

Meskipun tidak ada definisi yang bisa diterima secara global oleh dunia Arab yang ada,[5] namun semua negara yang menjadi anggota Liga Arab umumnya diakui sebagai bagian dari dunia Arab [5][6]. Liga Arab merupakan organisasi regional yang bertujuan (antara lain) untuk mempertimbangkan secara umum semua urusan dan kepentingan negara dan definisi yang berkaitan seorang Arab.

Dunia Arab adalah semua orang yang berbahasa dengan bahasa Arab, yang tinggal di negara berbahasa Arab, dan yang bersimpati dengan aspirasi rakyat berbahasa Arab.[7]

Definisi teritorial standar kadang-kadang lebih dipandang pantas [8] dan terkadang bermasalah,[9] jika ditambah dengan elemen pandangan tambahan tertentu (lihat definisi linguistik tambahan di bawah).[10]

Negara-negara anggota Liga Arab[sunting | sunting sumber]

Definisi linguistik tambahan[sunting | sunting sumber]

Sebagai alternatif untuk,[11] atau dalam mengkombinasikan dengan,[5] definisi teritorial standar, dunia Arab dapat didefinisikan sebagai sebuah masyarakat dan negara yang bersatu secara keseluruhan untuk setidaknya beberapa persen masyarakat dengan bahasa Arab, budaya atau kedekatan geografis,[12] atau negara-negara atau wilayah di mana mayoritas penduduk berbicara bahasa Arab, dan dengan demikian kemungkinannya juga mencakup populasi dari diaspora bangsa Arab.[5]

Ketika definisi linguistik tambahan digunakan serta dikombinasikan dengan definisi teritorial standar, berbagai parameter dapat diterapkan [13] untuk menentukan apakah suatu negara atau wilayah dapat dimasukkan dalam definisi alternatif ini sebagai bagian dari dunia Arab. Parameter ini dapat diterapkan [14] untuk negara bagian dan wilayah dari Liga Arab (yang merupakan dunia Arab di bawah definisi standard) maupun negara bagian dengan teritori lainnya. Parameter khusus yang dapat diterapkan meliputi: apakah bahasa Arab digunakan secara luas, apakah bahasa Arab adalah bahasa resmi nasional, atau apakah bahasa serumpun Arab yang secara luas digunakan. Dialek Arab yang diucapkan sebagai bahasa mayoritas dan Sastra Arab oleh pejabat pemrintah disebagian besar negara- negara Liga Arab. Beberapa negara diantaranya telah menyatakan bahasa Arab menjadi bahasa resmi nasional, meskipun bahasa Arab tidak digunakan secara luas dikalangan masyarakatnya, namun ini dianggap sebagai bagian bahasa dari dunia Arab dibawah definisi teritorial standar.

Somalia memiliki dua bahasa resmi, Arab dan Somali, yang keduanya merupakan dua keluarga besar bahasa Afro-Asia. Meskipun bahasa Arab digunakan secara luas oleh banyak orang di wilayah utara negara itu, namun bahasa Somalia juga merupakan bahasa yang digunakan secara luas dan berisi banyak kata pinjaman dari bahasa Arab.[15]

Demikian pula dengan Djibouti yang juga memiliki dua bahasa resmi, bahasa Arab dan Perancis. Negara ini juga memiliki beberapa bahasa nasional resmi yang diakui. Selain bahasa Somalia, banyak orang berbicara dalam bahasa Afar, yang juga merupakan bahasa Afro-Asia. Mayoritas populasi Djibouti berbicara dalam kedua bahasa Somalia dan Afar, sementara bahasa Arab juga banyak digunakan untuk kegiatan perdagangan dan kegiatan resmi lainnya.[16]

Komoro memiliki tiga bahasa resmi yakni, Arab, Komoro dan Perancis. Bahasa Komoro adalah bahasa yang paling banyak digunakan, sementara bahasa Arab digunakan dalam kegiatan dan hal-hal yang berkaitan dengan makna keagamaan, dan Perancis digunakan dalam sistem pendidikan.

Chad, Eritrea dan Israel adalah negara-negara yang mengakui bahasa Arab sebagai bahasa resmi, namun tidak satupun dari mereka menjadi anggota dari Liga Arab. Meskipun Eritrea memiliki status pengamat di Liga Arab, dan memiliki sejumlah besar penutur bahasa Arab, namun baik Eritrea ataupun Chad biasanya dianggap sebagai bagian dari dunia Arab. Israel adalah sebuah negara yang dihuni oleh warga Yahudi dan bukan Yahudi yang merupakan terdiri dari orang-orang Arab atau bagian dari dunia Arab. Namun, menurut beberapa definisi,[10][17] populasi warga Arab Israel dapat dianggap sebagai bagian konstituen dari dunia Arab.

Iran memiliki sekitar 5 juta pembicara bahasa Arab. Arab Iran terutama ditemukan di Ahwaz, sebuah wilayah barat daya di Provinsi Khuzestan, sebagian yang lain menghuni Bushehr dan provinsi Hormozgan serta kota Qom. Mali dan Senegal mengakui Hassaniya yang bertutur dalam dialek Arab dari etnis minoritas Moor, serta mengakuinya sebagai bahasa nasional[18]. Juga di Cyprus yang diakui sebagai Maronit atau Malta yang memiliki bahasa resmi, bahasa Malta, mirip dengan bahasa Arab Maghrebi, tetapi Malta bukan bagian dari dunia Arab.

Populasi[sunting | sunting sumber]

Nomer Negara Populasi Peringkat dunia
1  Mesir 83,425,854 16
2  Aljazair 37,100,000 34
3  Sudan 34,848,000 35
4  Irak 33,425,000 39
5  Maroko 32,666,179 40
6  Saudi Arabia 28,660,000 45
7  Yaman 25,502,000 49
8  Suriah 21,740,340 55
9  Tunisia 10,673,800 77
10  Somalia 9,656,000 85
11  Uni Emirat Arab 8,089,000 93
12  Libya 6,449,000 103
13  Yordania 6,345,023 106
14  Palestina 4,293,313 125
15  Lebanon 4,268,000 126
16  Mauritania 3,378,254 134
17  Kuwait 2,889,000 138
18  Oman 2,883,000 139
19  Qatar 1,921,000 149
20  Bahrain 1,341,000 155
21  Djibouti 923,000 158
22  Komoro 767,000 163
Total  Liga Arab 369,243,763

Luas wilayah[sunting | sunting sumber]

Peringkat Negara Luas (km2)[19] Luas (sq mi) % dari total luas Catatan
1  Aljazair 2,381,741 0.919 18.1% Negara terluas di Afrika dan dunia Arab.
2  Saudi Arabia 2,149,690 0.830 16.4% Negara terluas di Timur Tengah.
3  Sudan 1,861,484 0.719 14.2% Sebelumnya merupakan negara terluas di Afrika, sebelum kemerdekaan Sudan Selatan
4  Libya 1,759,540 0.679 11.4%
5  Mauritania 1,025,520 0.396 7.8%
6  Mesir 1,002,000 0.387 7.6% tidak termasuk Segitiga Hala'ib (20,580 km2/7,950 sq mi).
7  Somalia 637,657 246.201 4.9%
8  Yaman 527,968 203.850 4.0%
9  Maroko 446,550 172.414 3.4% tidak termasuk Sahara Barat (266,000 km2/103,000 sq mi).
10  Irak 435,244 168.049 3.3%
11  Oman 309,500 119.499 2.4%
12  Suriah 185,180 71.498 1.4% Termasuk Dataran Tinggi Golan (1,200 km2/460 sq mi) yang saat ini dibawah penguasaan Israel.
13  Tunisia 163,610 63.170 1.2%
14  Yordania 89,342 34.495 0.7%
15  Uni Emirat Arab 83,600 32.278 0.6%
16  Djibouti 23,200 8.958 0.1%
17  Kuwait 17,818 6.880 0.1%
18  Qatar 11,586 4.473 0.08%
19  Lebanon 10,452 4.036 0.08%
20  Palestina 6,020 2.324 0.05%
21  Komoro 2,235 0.863 0.01%
22  Bahrain 758 293 0.005%
Total 13,333,296 5,148,048

Kepadatan[sunting | sunting sumber]

Peringkat Negara Density
(/km2)
Kepadatan
(/mi2)
Area
(km2)
Luas
(mi2)
Populasi Catatan
1  Bahrain 1.788 4,631 750 290 1,341,000 [1]
2  Palestina 713 1,847 6.020 2,320 4,293,313 [20]
3  Lebanon 408 1,057 10.452 4,036 4,268,000
4  Komoro 343 888 2.235 863 767,000
5  Kuwait 162 420 17.818 6,880 2,889,000
6  Qatar 175 453 11.000 4,200 1,921,000
7  Suriah 117 303 185.180 71,500 21,740,340
8  Uni Emirat Arab 97 251 83.600 32,300 8,089,070 [21]
9  Mesir 95 246 1.001.449 386,662 82,532,544 [22]
10  Maroko 77 199 446.550 172,410 32,666,179 Termasuk Sahara Barat (United Nations list of Non-Self-Governing Territories|Non-self-governing territory)[23]
11  Yordania 71 184 89.342 34,495 6,345,023
12  Irak 76 197 438.317 169,235 33,425,000
13  Tunisia 65 168 163.610 63,170 10,673,800 [24]
14  Yaman 45 117 527.968 203,850 25,502,000
15  Djibouti 39 101 23.200 9,000 923,000
16  Sudan 18 47 1.886.068 728,215 34,848,000 [25]
17  Aljazair 16 41 2.381.741 919,595 37,100,000
18  Somalia 15 39 637.657 246,201 9,656,000
19  Saudi Arabia 131 339 2.149.690 830,000 28,660,000
20  Oman 93 241 309.500 119,500 2,883,000
21  Libya 37 95.8 1.759.540 679,360 6,449,000
22  Mauritania 33 85.5 1.025.520 395,960 3,378,254

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Requiem for Arab Nationalism" by Adeed Dawisha, Middle East Quarterly, Winter 2003
  2. ^ Charles Smith, The Arab-Israeli Conflict,in International Relations in the Middle East by Louise Fawcett, p. 220.
  3. ^ Tilmatine Mohand, Substrat et convergences: Le berbére et l'arabe nord-africain (1999), in Estudios de dialectologia norteaafricana y andalusi 4, pp 99–119
  4. ^ http://www.ethnologue.com/show_language.asp?code=ary
  5. ^ a b c d Frishkopf: 61: "No universally accepted definition of 'the Arab world' exists, but it is generally assumed to include the twenty-two countries belonging to the Arab League that have a combined population of about 280 million (Seib 2005, 604). For the purposes of this introduction, this territorial definition is combined with a linguistic one (use of the Arabic language, or its recognition as critical to identity), and thereby extended into multiple diasporas, especially the Americas, Europe, Southeast Asia, West Africa, and Australia."
  6. ^ Benjamin Hätinger, The League of Arab States, (GRIN Verlag: 2009), p.2.
  7. ^ Dwight Fletcher Reynolds, Arab folklore: a handbook, (Greenwood Press: 2007), p.1.
  8. ^ Baumann: 8
  9. ^ Deng: 405
  10. ^ a b Kronholm: 14
  11. ^ Rejwan: 52
  12. ^ Sullivan and Ismael: ix
  13. ^ ?
  14. ^ ?
  15. ^ Diana Briton Putman, Mohamood Cabdi Noor, The Somalis: their history and culture, (Center for Applied Linguistics: 1993), p.15.
  16. ^ Colin Legum, Africa contemporary record: annual survey and documents, Volume 13, (Africana Pub. Co.: 1985), p.B-116.
  17. ^ Rinnawi: xvi
  18. ^ "Hassaniyya - A language of Mauritania". Ethnologue.com. Diakses 17 October 2011. 
  19. ^ Demographic Yearbook—Table 3: Population by sex, rate of population increase, surface area and density (PDF). United Nations Statistics Division. 2008. Diakses 24 September 2010 
    Entries in this table giving figures other than the figures given in this source are bracketed by asterisks () in the Notes field, and the rationale for the figure used are explained in the associated Note.
  20. ^ "Palestinian Territories Gaza Strip And West Bank". Google.com. 30 December 2010. Diarsipkan dari aslinya tanggal 25 May 2012. Diakses 17 October 2011. 
  21. ^ "المركز الوطني للإحصاء: المواطنون 947.9 ألفاً - جريدة الاتحاد". Alittihad.ae. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 19 July 2011. Diakses 16 August 2011. 
  22. ^ "Official Egyptian Population clock". Msrintranet.capmas.gov.eg. 31 December 2009. Diakses 10 October 2012. 
  23. ^ http://www.hcp.ma Official Moroccan Population clock
  24. ^ "National Statistics Institute of Tunisia". Ins.nat.tn. Diakses 17 October 2011. 
  25. ^ a b c http://www.cbs.gov.sd 2008 Sudanese census

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Templat:Cultural macro-regions of the world