Kabupaten Pringsewu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Pringsewu)
Kabupaten Pringsewu
Landmark Pringsewu
Landmark Pringsewu
Lambang Kabupaten Pringsewu.png
Julukan: 
  • Kota Pendidikan
  • Kota Wisata
  • Kota Kuliner
  • Kota Budaya Lampung
Motto: 
Jejama Secancanan
(Bahasa Lampung: Bersama-Sama Saling Bergandeng Tangan)
Lokasi Lampung Kabupaten Pringsewu.svg
Peta
Kabupaten Pringsewu is located in Sumatra
Kabupaten Pringsewu
Kabupaten Pringsewu
Peta
Kabupaten Pringsewu is located in Indonesia
Kabupaten Pringsewu
Kabupaten Pringsewu
Kabupaten Pringsewu (Indonesia)
Koordinat: 5°25′20″S 104°56′04″E / 5.42211°S 104.93454°E / -5.42211; 104.93454
Negara Indonesia
ProvinsiLampung
Tanggal berdiri29 Oktober 2008
Dasar hukumUU RI Tahun 2008 Nomor 48
Hari jadi3 April 2009[1]
Ibu kotaPringsewu
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
 • Bupati Sujadi Saddat
 • Wakil BupatiDr. Hi. Fauzi, S.E., M.Kom.
Luas
 • Total625,00 km2 (241,31 sq mi)
Populasi
 • Total410.864
 • Kepadatan657/km2 (1,700/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 95,61%
Kristen 3,33%
- Katolik 2,20%
- Protestan 1,13%
Hindu 0,79%
Buddha 0,27%[2]
 • BahasaJawa, Lampung, Sunda, Jaseng, Semendo, Komering, Ogan, Indonesia
 • IPMKenaikan 70,45 (2021)
Tinggi[4]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode area telepon0729
Pelat kendaraanBE xxxx U**
Kode Kemendagri18.10 Edit the value on Wikidata
DAURp 648.978.343.000,- (2020)[5]
Situs webwww.pringsewukab.go.id

Kabupaten Pringsewu (Aksara Lampung: Pringsewu-aksara.png) adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Lampung, Indonesia. Kabupaten ini disahkan dalam Rapat Paripurna DPR tanggal 29 Oktober 2008, sebagai pemekaran dari Kabupaten Tanggamus. Pringsewu terletak sekitar 37 kilometer sebelah Barat kota Bandar Lampung, Ibu kota provinsi, 270 kilometer Barat Jakarta, serta 330 kilometer Timur Laut Kota Palembang .[6] Hingga akhir Juni tahun 2021, jumlah penduduk di kabupaten Pringsewu sebanyak 410.864 jiwa.[3]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis Kabupaten Pringsewu terletak di antara 104045'25"–10508'42" BT dan 508'10"-5034'27" LS.[7]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah Kabupaten Pringsewu adalah sebagai berikut:[7]

Utara Kecamatan Sendang Agung dan Kecamatan Kalirejo (Kabupaten Lampung Tengah)
Timur Kecamatan Negeri Katon, Kecamatan Gedongtataan, Kecamatan Waylima dan Kecamatan Kedondong (Kabupaten Pesawaran)
Selatan Kecamatan Bulok dan Kecamatan Cukuh Balak (Kabupaten Tanggamus)
Barat Kecamatan Pugung dan Kecamatan Air Naningan (Kabupaten Tanggamus)

Lambang Daerah[sunting | sunting sumber]

Logo Kab Pringsewu.png

Lambang daerah Kabupaten Pringsewu ini telah disesuaikan dengan Peraturan Bupati Pringsewu Nomor 11 tahun 2011. Arti dari lambang ini adalah sebagai berikut.[8]

  • Warna merah putih melambangkan bahwa Kabupaten Pringsewu berada di bawah naungan Republik Indonesia.
  • Bintang berwarna emas menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Pringsewu itu adalah masyarakat yang religius, yaitu ber-Ketuhanan Yang Maha Esa yang menjadi naungan semua sendi kehidupan.
  • Warna latar belakang:
    • Warna hijau tua melambangkan kemakmuran,
    • Putih melambangkan kesucian, dan
    • Merah melambangakan keberanian.
  • Payung berwarna kuning melambangkan perlindungan akan kesejahteraan masyarakat, dengan rumbai yang berjumlah 11, yang menyatakan bulan pembentukan Kabupaten Pringsewu, yaitu bulan November (bulan kesebelas).
  • Siger berwarna emas merupakan ciri khas budaya daerah Lampung.
  • Padi berwarna emas dan kapas putih melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran. Padi berjumlah 48, yang melambangkan nomor UU pembentukan Kabupaten Pringsewu, yaitu nomor 48 tahun 2008. Sedangkan kapas berjumlah 26, yang melambangkan tanggal penetapan UU pembentukan Kabupaten Pringsewu, yaitu tanggal 26.
  • Bambu runcing melambangkan semangat perjuangan masyarakat Kabupaten Pringsewu. Jumlah bambu ini adalah 9 buah, yang melambangkan jumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Pringsewu sebagai modal dasar terbentuknya Kabupaten Pringsewu.
  • Buku dan roda bergerigi melambangkan sebuah usaha pencapaian berkeunggulan di bidang pembangunan, pendidikan dan teknologi.
  • Tali pengikat tangkai padi dan kapas yang berjumlah lima melambangkan dasar negara Pancasila.
  • Pita berwarna biru yang bertuliskan "Jejama Secancanan" memiliki makna bebas, yaitu bersama-sama saling bergandengan tangan atau dengan kata lain bergotong royong, berat sama dipikul, dan ringan sama dijinjing.
  • Bambu didiskripsikan sebagai berikut:
    • Bambu adalah salah satu pepohonan yang memiliki kegunaan bagi manusia.
    • Bambu tumbuh secara berumpun-rumpun atau berkumpul, sehingga menjadi kuat dan dapat menahan erosi yang akan menjadi tempat berteduh pada waktu panas.
    • Batang bambu lentur (elastis) dan dapat dibentuk dalam wujud apapun, yang melambangkan bahwa kondisi masyarakat Kabupaten Pringsewu adalah masyarakat yang fleksibel dan ulet.
    • Bambu memiliki manfaat lain, yang di antaranya adalah sebagai berikut.
      • Bambu ketika sangat muda dapat dijadikan sebagai bahan makanan atau sayuran.
      • Bambu ketika akan tua dapat dijadikan sebagai tali temali untuk mengikat benda yang berserakan. Hal ini mengandung nilai filosofi, yaitu mengikat masyarakat Pringsewu dalam satu wadah Kabupaten Pringsewu.
      • Bambu ketika tua dapat dijadikan sebagai bahan bangunan (gribik) dan perabotan rumah tangga. Sedangkan, daun bambunya dapat dijadikan sebagai pakan ternak, bambu keringnya dapat dijadikan untuk bahan bakar membuat tungku tanah, dan tangkai bambunya dapat dijadikan kayu bakar untuk memasak.
      • Bonggol bambu dapat dijadikan sebagai bahan untuk seni pahat atau kreasi seni yang bernilai tinggi.

Sejarah Kabupaten Pringsewu[sunting | sunting sumber]

Sejarah Kabupaten Pringsewu diawali dengan berdirinya sebuah perkampungan (tiuh) bernama Margakaya pada tahun 1738 Masehi, yang dihuni masyarakat asli suku Lampung-Pubian yang berada di tepi aliran sungai Way Tebu (4& km dari pusat Kota Pringsewu ke arah selatan saat ini). Kemudian 187 tahun berikutnya, pada tahun 1925, sekelompok masyarakat dari Pulau Jawa, melalui program kolonisasi oleh pemerintah Hindia Belanda, juga membuka areal permukiman baru dengan membabat hutan bambu yang cukup lebat di sekitar tiuh Margakaya tersebut. Karena begitu banyaknya pohon bambu di hutan yang mereka buka tersebut, oleh masyarakat desa yang baru dibuka tersebut dinamakan Pringsewu, yang berasal dari bahasa Jawa yang artinya Bambu Seribu.

Saat ini daerah yang dahulunya hutan bambu tersebut telah menjelma menjadi sebuah kota yang cukup maju dan ramai di Provinsi Lampung, yakni yang sekarang dikenal sebagai Pringsewu’ yang saat ini juga merupakan salah satu kota terbesar di Provinsi Lampung.

Selanjutnya, pada tahun 1936 berdiri pemerintahan Kawedanan Tataan yang beribu kota di Pringsewu, dengan Wedana pertama yakni Bapak Ibrahim hingga 1943.

Selanjutnya Kawedanan Tataan berturut-turut dipimpin oleh Bapak Ramelan pada tahun 1943, Bapak Nurdin pada tahun 1949, Bapak Hasyim Asmarantaka pada tahun 1951, Bapak Saleh Adenan pada tahun 1957, serta pada tahun 1959 diangkat sebagai Wedana yaitu Bapak R.Arifin Kartaprawira yang merupakan Wedana terakhir hingga tahun 1964, saat pemerintahan Kawedanan Tataan dihapuskan.

Pada tahun 1964, dibentuk pemerintahan Kecamatan Pringsewu yang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Lampung Selatan sesuai dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 1964, yang sebelumnya Pringsewu juga pernah menjadi bagian dari Kecamatan Pagelaran yang juga beribu kota di Pringsewu.

Dalam sejarah perjalanan berikutnya, Kecamatan Pringsewu bersama sejumlah kecamatan lainnya di wilayah Lampung Selatan bagian barat yang menjadi bagian wilayah administrasi Pembantu Bupati Lampung Selatan Wilayah Kotaagung, masuk menjadi bagian wilayah Kabupaten Tanggamus berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 1997, hingga terbentuk sebagai daerah otonom yang mandiri.

Kabupaten Pringsewu merupakan wilayah heterogen terdiri dari bermacam-macam suku bangsa, dengan masyarakat Jawa yang cukup dominan, disamping masyarakat asli Lampung, yang terdiri dari masyarakat yang beradat Pepadun (Pubian) serta masyarakat beradat Saibatin (Peminggir).

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah Daftar Bupati Pringsewu dari masa ke masa.

No. Bupati Gambar Mulai jabatan Akhir jabatan Ket. Wakil
Ir. H. Masdulhaq
Pjs. Bupati
3 April 2009 24 Oktober 2009 [9]
Ir. H. Helmi Machmud
Pjs. Bupati
24 Oktober 2009 31 Agustus 2010 [10][11]
H. Sudarno Eddi, SH., MH.
Pjs. Bupati
31 Agustus 2010 23 November 2011
1 H. Sujadi Saddat Sujadi Bupati Pringsewu Official.jpg 23 November 2011 23 November 2016 [12] Hi. Handitya Narapati SZP, SH.
Drs. Yuda Setiawan, M.M.
Pjs. Bupati
23 November 2016 22 Mei 2017 [13]
2 H. Sujadi Saddat Sujadi Bupati Pringsewu Official.jpg 22 Mei 2017 Petahana [14] Dr. H. Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., CA

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Pringsewu dalam dua periode terakhir.[15][16]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 2 Kenaikan 6
  Gerindra 6 Penurunan 5
  PDI-P 7 Penurunan 5
  Golkar 6 Kenaikan 7
  NasDem 3 Penurunan 2
  PKS 3 Kenaikan 4
  PPP 3 Penurunan 2
  PAN 6 Penurunan 5
  Demokrat 3 Kenaikan 4
  PKPI 1 Penurunan 0
Jumlah Anggota 40 Steady 40
Jumlah Partai 10 Penurunan 9

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Berkas:Peta Kabupaten Pringsewu.jpg
Pembagian wilayah kabupaten Pringsewu per kecamatan.

Kabupaten Pringsewu terdiri dari 9 kecamatan, 5 kelurahan, dan 128 pekon (desa). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 421.180 jiwa dengan luas wilayah 625,00 km² dan sebaran penduduk 673 jiwa/km².[17][18]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Pringsewu, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Pekon
Status Daftar
Pekon/Kelurahan
18.10.07 Adiluwih 14 Pekon
18.10.03 Ambarawa 9 Pekon
18.10.06 Banyumas 11 Pekon
18.10.02 Gading Rejo 23 Pekon
18.10.05 Pagelaran 22 Pekon
18.10.09 Pagelaran Utara 10 Pekon
18.10.04 Pardasuka 13 Pekon
18.10.01 Pringsewu 5 10 Pekon
Kelurahan
18.10.08 Sukoharjo 16 Pekon
TOTAL 5 126

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Di bidang pendidikan, Kabupaten Pringsewu memiliki sebanyak 275 SD/Madrasah Ibtidaiyah Negeri dan 39 Swasta, 22 SMP Negeri, 32 SMP Swasta, 12 SMA/SMK Negeri, 27 SMA/SMK Swasta dan 8 Perguruan Tinggi Swasta seperti STIKES Muhammadiyah Pringsewu,Dian Cipta Cendikia (DCC) Pringsewu, Akademi Teknologi Pringsewu, STIE Muhammadiyah Pringsewu, STKIP Muhammadiyah Pringsewu, STIKES Aisyah Pringsewu, AKBID Alifa Pringsewu, dan STMIK Pringsewu.[19]

Dalam bidang pendidikan juga, pelajar dari Kabupaten Pringsewu banyak yang mempunyai prestasi yang luar biasa dan telah mengharumkan tidak hanya untuk Kabupaten Pringsewu namun juga untuk Provinsi Lampung, dan bahkan membawa harum nama Indonesia di tingkat dunia, seperti Irfan Haris seorang pelajar dari SMA Negeri 1 Pringsewu yang telah berhasil meraih menjadi juara pada Olimpiade Sains Bidang Biologi di Jepang dan Korea Selatan dua kali berturut-turut.

Dalam bidang olahraga, tak bisa dimungkiri, bahwa prestasi yang diraih oleh putra-putri terbaik dari Kabupaten Pringsewu sangat membanggakan dan mengharumkan, tidak hanya untuk Kabupaten Pringsewu ataupun Provinsi Lampung, namun juga bagi Bangsa Indonesia. Imron Rosyadi dengan Padepokan Gajah Lampung sebagai pusat pelatihan angkat besi dan berat yang namanya bahkan terkenal hingga di seluruh dunia. Dari tangan Imron Rosyadi, banyak dilahirkan lifter-lifter dunia ternama asal Indonesia.

Lisa Rumbewas, salah satu lifter dunia yang berhasil memperoleh medali emas pada olimpiade beberapa tahun lalu juga tercatat sebagai salah satu lifter yang pernah mengenyam pelatihan di Padepokan Gajah Lampung Pringsewu. Disamping Angkat Besi dan Angkat Berat, masih banyak atlet-atlet dari Kabupaten Pringsewu yang memiliki prestasi yang cukup handal, di antaranya dari Cabang Bulu Tangkis, Karateka, Tenis Meja dan juga Cabang Olah Raga Sepak Bola.

Perguruan Tinggi[sunting | sunting sumber]

SMA/SMK/MA[sunting | sunting sumber]

  1. SMA Negeri 1 Pringsewu
  2. SMA Negeri 2 Pringsewu
  3. SMA Negeri 1 Gadingrejo
  4. SMA Negeri 2 Gadingrejo
  5. SMA Negeri 1 Pagelaran
  6. SMA Negeri 1 Sukoharjo
  7. SMA Negeri 1 Ambarawa
  8. SMA Negeri 1 Banyumas
  9. SMA Negeri 1 Adiluwih
  10. SMA Negeri 1 Pardasuka
  11. SMK Negeri 1 Gadingrejo
  12. SMK Negeri 1 Sukoharjo
  13. SMK Negeri 1 Pagelaran Utara
  14. MA Negeri 1 Pringsewu
  15. SMA Muhammadiyah 1 Pringsewu
  16. SMA Xaverius Pringsewu
  17. SMA Yadika Pagelaran
  18. SMA 17 Pagelaran
  19. SMK YPT Pringsewu
  20. SMK KH Ghalib Pringsewu
  21. SMK 17 Sukoharjo
  22. SMK Yapema Gadingrejo
  23. SMK Yapemi Pagelaran
  24. SMK Muhammadiyah 1 Pagelaran
  25. SMK Budi Utama Pringsewu
  26. SMK Yadika Pagelaran
  27. SMK 2 Mei 87 Pringsewu
  28. SMK Ma'arif Pringsewu
  29. SMK Yasmida Ambarawa
  30. MA Nurul Huda Pringsewu
  31. SMK Bahrul Maghfiroh Pagelaran
  32. SMK Widya yahya gadingrejo
  33. SMK Telkom Lampung

Potensi Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Potensi pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan[sunting | sunting sumber]

Sebagai daerah yang masih agraris, struktur perekonomian Kabupaten Pringsewu masih didominasi oleh Sektor Pertanian dengan Komoditas yang dominan adalah Padi sawah dan padi ladang, padi organik, jagung dan juga Komoditas Sayur mayur serta ubi jalar, ubi kayu, kacang tanah dan juga kacang hijau. Total luas areal pertanian untuk padi organik di Kabupaten Pringsewu adalah 193 Ha dengan produksi rata-rata sekitar 770 ton/tahun.

Sentra padi organik terdapat di Kecamatan Pagelaran dan Gadingrejo, yang sebagian besar dikembangkan dengan menggunakan pupuk kompos dan pestisida nabati sehingga memiliki cita rasa dan harga jual lebih tinggi sekitar 30-40% dibandingkan dengan padi pada umumnya. Potensi ini dapat dikembangkan dengan adanya Lahan yang tersedia dan SDM petani SLPHT yang ada, serta terbukanya peluang pengembangan industri penggilingan beras.

Kabupaten Pringsewu memiliki ketersediaan lahan yang luas dan subur sehingga sangat potensial untuk pengembangan tanaman palawija seperti, tomat, cabe, sayur mayur dan tanaman palawija lainnya. Komoditas tanaman palawija ini, menjadi komoditas yang cukup handal yang pemasarannya tidak saja di Kabupaten Pringsewu dan Provinsi Lampung, tetapi telah merambah keluar Provinsi Lampung, seperti Jakarta dan Palembang.

Di bidang perikanan, Kabupaten Pringsewu sangat potensial untuk pengembangan usaha Budidaya Air Tawar. Pada tahun 2009 potensi perikanan budidaya air tawar di Kabupaten Pringsewu sebesar 1.023 Ha dengan tingkat pemanfaatan lahan seluas 501,60 Ha dan produksi secara keseluruhan sebesar 4.637,49 ton.

Salah satu komoditas penting perikaan budidaya di Kabupaten Pringsewu adalah Ikan Gurame, disamping komoditas lain seperti ikan lele, mas, nila, belut dan patin. Pada tahun 2009 pemanfaatan kolam untuk komoditas ikan Gurame adalah seluas 92,5 Ha dengan produksi sebesar 309,9 ton. Pemanfaatan kolam gurame tersebut menyebar di 4 (empat) kecamatan yakni, kecamatan Pagelaran, Pardasuka, Banyumas, dan Sukoharjo.

Pengembangan komoditas ikan gurame di Kabupaten Pringsewu sangat menjanjikan hal ini disebabkan oleh selain kondisi daerah yang sangat mendukung juga disebabkan kegiatan budidaya ikan gurame memiliki nilai ekonomis yang tinggi disemua tahapan produksi. Potensi bidang peternakan di Kabupaten Pringsewu juga sangat potensial untuk dikembangkan, baik potensi pengembangan ternak kecil maupun besar. Untuk ternak kecil, potensi Kambing dan Domba sangat potensial, hal ini dapat dilihat dari populasi kambing yang ada sebesar 55.267 ekor dan populasi Domba sebesar 13.857 ekor dan juga ternak babi sebesar 279 ekor.

Dengan memanfaatkan luas lahan serta padang rumput yang ada, usaha pengembangan kambing burawa sangat cocok sekali dikembangkan di Kabupaten Pringsewu. Kambing jenis ini merupakan hasil persilangan antara induk betina peranakan kambing Ettawa (PE) yang memiliki tubuh besar dan kambing pejantan Boer sebagai kambing pedaging.

Untuk Potensi ternak besar, Kabupaten Pringsewu juga sangat potensial, hal ini dapat dilihat dari populasi ternak besar yang ada seperti sapi sebanyak 9.493 ekor dan populasi kerbau sebanyak 3.276 ekor.

Pengembangan Usaha peternakan sapi potong, merupakan salah satu usaha yang cukup prospektif di Kabupaten Pringsewu, peluang pengembangan sapi potong juga didukung oleh harga sapi hidup dan daging sapi yang terus meningkat, tersedianya tehnologi pakan ternak dan reproduksi IB maupun embrio transfer, serta meningkatnya permintaan daging sapi segar dan olahan di dalam negeri. Usaha ini juga didukung oleh ketersediaan lahan yang luas bagi budidaya tanaman rumput gajah sebagai bahan pakan ternak.

Dengan masih banyaknya areal pekarangan serta lahan yang ada, di Kabupaten Pringsewu juga memungkinkan untuk pengembangan usaha peternakan unggas. Jenis unggas yang dapat dikembangkan adalah ayam buras, ayam ras petelur, ayam ras pedaging dan ternak itik. Populasi rata-rata unggas pertahun di Kabupaten Pringsewu adalah ayam buras 108.538 Ekor, ayam ras petelur 133.100 ekor, ayam ras pedaging 1.741.200 ekor dan populasi itik sebanyak 25.131 ekor.

Pertambangan[sunting | sunting sumber]

Di bidang pertambangan, Kabupaten Pringsewu mempunyai sumber daya alam bahan tambang yang cukup potensial. Terdapat beberapa jenis bahan galian seperti Mangan, Bentonit, Marmer, Biji Besi, Silika, Biorit dan Andesit yang tersebar di beberapa lokasi, termasuk potensi sumber air mineral di Kecamatan Ambarawa yakni Air Karawang yang sudah terkenal di seluruh Provinsi Lampung. Sebagian besar potensi tersebut masih belum dioptimalkan. Oleh Karenanya, Pemerintah Kabupaten Pringsewu membuka seluas-luasnya kepada para investor yang ingin berinvestasi di bidang pertambangan dengan mempermudah proses perizinannya.

Industri[sunting | sunting sumber]

Dalam bidang industri, Kabupaten Pringsewu masih didominasi oleh industri kecil dan industri rumah, di antaranya sentra industri kain tapis, manik-manik, kain perca, dan kerajinan anyaman bambu, industri batu bata dan genteng. Industri kain perca Pringsewu yang berpusat di Kecamatan Banyumas telah mampu menembus pasar di seluruh Sumatera dan Jawa.

Selain itu, industri kerajinan yang berbahan baku dari Batu Sui Seki, merupakan kerajinan yang cukup unik dan sangat menarik serta memiliki nilai seni yang sangat tinggi Kerajinan batu sui seki ini sebagian besar masih berupa industri perorangan dan industri rumah tangga. Untuk industri batu bata, di Pringsewu terdapat sebanyak 244 unit usaha yang mampu, menyerap tenaga kerja sebanyak 3.172 orang, dengan kapasitas produksi mencapai 89.060.000 buah per tahun dan nilai investasi sebesar 26 miliar lebih.

Begitu pula untuk industri pembuatan genteng, Kabupaten Pringsewu memiliki total industri sebanyak `137 unit, dengan kapasitas produksi 50.005.000 buah per tahun, dengan nilai investasi sebesar 15 miliar lebih dan menyerap tenaga kerja sebanyak 2.055 orang, meskipun sebagian besar masih beskala usaha kecil dan menengah.

Media Massa[sunting | sunting sumber]

Berikut Media Massa di Pringsewu:

Media Cetak dan Online[sunting | sunting sumber]

  1. Beranda Pringsewu [20]
  2. Pringsewu Kota Pendidikan
  3. Cahya Media

Media Elektronik[sunting | sunting sumber]

  1. Radio HIT 99,6 MHz
  2. Radio Pemerintah Daerah (Rapemda) Pringsewu 107,2 FM
  3. Radio Sabaputra 92,9 FM
  4. Radio Swara Dwi Amanda 100,8 FM
  5. Radio Saburai 106,3 FM
  6. Radio Komunitas Xavese FM 107.7 MHz
  7. Radio Pendidikan dan Dakwah SMK Yasmida FM 107,7 MHz

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Sejarah Pringsewu. Diakses 23 Juni 2014.
  2. ^ a b "Kabupaten Pringsewu Dalam Angka 2020". www.pringsewukab.bps.go.id. Diakses tanggal 24 April 2020. 
  3. ^ a b "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 30 Juli 2021. 
  4. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan 2020-2021" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 6 Maret 2022. 
  5. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 30 Juli 2021. 
  6. ^ Rapat Paripurna DPR[pranala nonaktif permanen]
  7. ^ a b Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama gu
  8. ^ Lambang Kota. Diakses 24 Juni 2014.
  9. ^ "Sejarah Kabupaten Pringsewu". pringsewukab.go.id. Kabupaten Pringsewu. Diakses tanggal 7 Oktober 2017. 
  10. ^ "Gubernur Lampung Lantik Empat Pejabat Bupati". tempo.co. Tempo.co. 24 Oktober 2009. Diakses tanggal 7 Oktober 2017. 
  11. ^ "Ganti Wendy, Basry Dilarang Me-rolling". issuu.com. Radar Lampung. 4 Agustus 2010. Diakses tanggal 7 Oktober 2017. 
  12. ^ "Sujadi dan Handitya Resmi Jabat Bupati dan Wakil Bupati Pringsewu". www.bandarlampungnews.com. BandarLampungNews.com. 23 November 2011. Diakses tanggal 7 Oktober 2017. [pranala nonaktif permanen]
  13. ^ "(VIDEO) Yuda Setiawan Jabat Pj Bupati Pringsewu". lampung.tribunnews.com. Tribunnews.com. 23 November 2016. Diakses tanggal 7 Oktober 2017. 
  14. ^ "Wakil Bupati Terpilih Pringsewu Mengaku Lakukan 2 Hal Ini Jelang Pelantikan". lampung.tribunnews.com. Tribunnews.com. 21 Mei 2017. Diakses tanggal 7 Oktober 2017. 
  15. ^ Perolehan Kursi DPRD Pringsewu 2014-2019
  16. ^ Perolehan Kursi DPRD Pringsewu 2019-2024
  17. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  18. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  19. ^ "Daftar Perguruan Tinggi Swasta di Lampung". 2010-08-30. Diakses tanggal 2011-12-07. 
  20. ^ "BERANDA PRINGSEWU". BERANDA PRINGSEWU. Diakses tanggal 2016-12-04. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]