Kitab 2 Makabe

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Kitab 2 Makabe adalah salah satu kitab deuterokanonika yang berfokus pada pemberontakan Yahudi terhadap Antiokhus IV Epifanes dan diakhiri dengan kekalahan jenderal Siria bernama Nikanor pada tahun 161 oleh Yudas Makabe, pahlawan di dalam kitab ini.

Berbeda dengan Kitab 1 Makabe, Kitab 2 Makabe ditulis dalam bahasa Yunani Koine,[1] kemungkinan di Aleksandria,[2] Mesir, pada sekitar tahun 124 SM.[3] Kitab ini menyajikan versi revisi peristiwa-peristiwa historis yang diceritakan dalam tujuh bab pertama Kitab 1 Makabe, ditambah materi dari tradisi Farisi, termasuk doa bagi mereka yang meninggal dunia dan kebangkitan pada Hari Penghakiman.[3]

Kalangan Katolik dan Ortodoks Timur memandang kitab ini kanonik dan termasuk bagian dari Alkitab. Kalangan Protestan dan Yahudi menolak sebagian besar isu doktrinal yang terdapat dalam kitab ini. Beberapa kalangan Protestan memasukkan Kitab 2 Makabe sebagai bagian dari Apokrifa Alkitab, yang bermanfaat sebagai bacaan di gereja. Artikel VI dari 39 Artikel Gereja Inggris menyebutnya berguna tetapi tidak sebagai dasar penetapan doktrin dan tidak perlu untuk memperoleh keselamatan.[4][5]

Pengarang[sunting | sunting sumber]

Pengarang 2 Makabe tidak disebutkan, namun ia menyebut dirinya menyederhanakan karya Yason dari Kirene yang terdiri atas lima jilid. Karya yang lebih panjang ini tidak dilestarikan, dan tidak diketahui pasti berapa banyak dari teks 2 Makabe yang sekarang ini disalin begitu saja dari karya itu. Si penulis tampaknya menulis dalam bahasa Yunani, karena tidak ada bukti khusus tentang versi bahasa Ibrani sebelumnya. Beberapa bagian dari buku ini, seperti Pendahuluan, Epilog, dan sejumlah refleksi tentang moralitas pada umumnya dianggap berasal dari si pengarang, bukan dari Yason. Karya Yason sendiri tampaknya ditulis sekitar tahun 160 SM dan kemungkinan besar berakhir dengan kekalahan Nikanor, seperti yang digambarkan oleh ringkasannya yang ada sekarang.

Permulaan kitab ini mencakup dua surat yang dikirim oleh orang Yahudi di Yerusalem kepada orang Yahudi di Diaspora di Mesir mengenai hari perayaan yang dibentuk untuk merayakan penyucian Bait Allah (Lihat Hanukah) dan perayaan untuk memperingati kekalahan Nikanor. Bila pengarang kitab ini menyisipkan surat-surat ini, maka kitab ini mestinya ditulis setelah tahun 124 SM, yaitu waktu penulisan surat yang kedua. Sejumlah penafsir berpendapat bahwa surat-surat ini merupakan tambahan belakangan, sementara yang lainnya menganggapnya sebagai dasar bagi karya ini. Para sarjana Katolik cenderung berpendapat bahwa penulisannya dilakukan pada tahun-tahun terakhir dari abad ke-2 SM, sementara para sarjana Yahudi sepakat untuk menempatkannya pada paruhan kedua dari abad pertama SM.

Kitab ini tampaknya ditulis untuk menolong orang-orang Yahudi di diaspora di Mesir, terutama untuk memberitahukan mereka tetang pemulihan Bait Allah, dan untuk memberikan semangat kepada mereka untuk melakukan ziarah tahunan ke Yerusalem. Kitab ini ditulis bukan dari sudut pandangan seorang sejarahwan profesional, melainkan lebih dari seorang guruh agama, yang menarik pelajaran dari sejarah.

Isi[sunting | sunting sumber]

Berbeda dengan Kitab 1 Makabe, 2 Makabe tidak berusaha memberikan laporan yang lengkap tentang berbagai peristiwa pada masa itu, sebaliknya hanya meliputi periode dari imam agung Onias III dan Raja Seleukus IV (180 SM) hingga kekalahan Nikanor pada 161 SM.

Pada umumnya, kronologi buku ini cocok dengan kronologi 1 Makabe, dan buku ini mempunyai nilai histories karena melengkapi 1 Makabe, khususnya dalam memberikan sejumlah dokumen historis yang tampaknya otentik. Si pengarang tampaknya secara khusus tertarik untuk memberikan suatu penafsiran teologis mengenai kejadian-kejadian itu; dalam bukunya ini campur tangan Allah mengarahkan perjalanan berbagai peristiwa, menghukum orang jahat, dan memulihkan Bait Allah kepada umat-Nya. Mungkin saja bahwa sejumlah kejadian tampaknya disajikan berdasarkan urutan kronologis yang ketat untuk menyampaikan pesan-pesan teologis. Sejumlah angka yang disebutkan untuk ukuran pasukan mungkin tampaknya berlebih-lebihan, meskipun tidak semua naskah itu disetujui kitab ini.

Gaya bahasa Yunani si penulis sangat terdidik, dan ia tampaknya cukup paham mengenai adat-istiadat Yunani. Aksinya mengikuti rencana yang sangat sederhana. Setelah kematian Antiokhus Epifanes, Pesta Penyerahan Bait Suci dilembagakan. Bait Suci yang baru dipersembahkan itu diancam oleh Nikanor, dan setelah kematiannya, pesta untuk penyerahan itupun selesai.

Doktrin[sunting | sunting sumber]

Kitab 2 Makabe memperlihatkan beberapa pokok penafsiran doktrinal yang berasal dari Yudaisme Farisi, serta ditemukan juga dalam teologi Katolik dan Ortodoks Timur.

Isu-isu doktrinal yang diangkat dalam Kitab 2 Makabe misalnya:

  • Doa bagi mereka yang meninggal dunia dan kurban persembahan, keduanya untuk membebaskan orang yang telah meninggal dunia dari dosa[6][7]
  • Jasa baik dari para martir
  • Perantaraan para orang kudus (15:11–17) (setidaknya sebagaimana terlihat dari suatu sudut pandang Kristen); komentari di New American Bible tentang ayat 14 menyebutkan bahwa "doa Yeremia di surga telah digunakan dalam tradisi Katolik Roma sebagai kesaksian biblika tentang perantaraan para kudus"[8]
  • Kebangkitan orang mati
  • Penyebutan secara spesifik mengenai penciptaan ex nihilo (2 Makabe 7:28)

Secara khusus, penjelasan yang panjang lebar mengenai kemartiran Eleazar dan seorang ibu dengan ketujuh putranya (2 Makabe 6:18–7:42) menarik perhatian kalangan Kristen abad pertengahan. Beberapa gereja dipersembahkan untuk "para martir Makabe", dan mereka termasuk di antara sedikit tokoh pra-Kristen yang muncul dalam kalender peringatan para kudus Katolik (jumlahnya jauh lebih banyak dalam kalender gereja-gereja Ortodoks Timur, yang juga menampilkan mereka). Kitab ini dianggap sebagai model pertama kisah-kisah para martir dari abad pertengahan.

Jimmy Akin, seorang apologis Katolik dari Catholic Answers, meneliti Ibrani 11:35 ("... orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik") dan menyatakan bahwa harapan akan kehidupan kekal setelah penyiksaan yang terkandung di dalamnya tidak ditemukan di bagian mana pun dalam Protokanonika Perjanjian Lama, tetapi ditemukan dalam 2 Makabe 7.[9]

Kanonisitas[sunting | sunting sumber]

Katolik dan Ortodoks Timur memandang Kitab 2 Makabe kanonik, sementara Yahudi dan Protestan tidak. Kitab 2 Makabe, serta Kitab 1 dan 3 Makabe, tercantum dalam Septuaginta, terjemahan Alkitab Ibrani dalam bahasa Yunani yang terselesaikan pada abad ke-1 SM.[3] Di Yamnia, kr. 90 M, menurut suatu teori yang saat ini banyak didiskreditkan, para rabi mengesahkan suatu kanon yang lebih sempit, tidak termasuk kitab-kitab deuterokanonika seperti Kitab 2 Makabe. Namun hal ini hanya memiliki pengaruh yang kecil pada kalangan Kristen, karena kebanyakan kalangan Kristen tidak mengerti bahasa Ibrani dan menjadi akrab dengan Alkitab Ibrani melalui teks Septuaginta Yunani karya kaum Yahudi Helenistik, yang menyertakan Kitab 2 Makabe dan karya-karya deuterokanonik lainnya.

Kitab 2 Makabe dikecam oleh kalangan Protestan.[3] Martin Luther mengatakan: "Saya begitu membenci kitab kedua Makabe, dan Ester, sehingga saya berharap seandainya keduanya tidak pernah kita kenal, karena terlalu banyak ketidakwajaran yang menyesatkan."[10] Para penulis evangelikal lainnya memiliki pandangan yang lebih positif terhadap kitab ini. James B. Jordan, misalnya, berpendapat bahwa Kitab 1 Makabe "ditulis untuk berupaya memperlihatkan kaum Makabe perampas kuasa sebagai ahli waris sejati dari Daud dan sebagai para Imam Besar sejati" serta merupakan sebuah "kitab yang buruk", namun suatu "gambaran yang jauh lebih akurat atas situasi tersebut disajikan dalam Kitab 2 Makabe".[11]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ II Maccabees: "Unlike I Maccabees, the book known as II Maccabees was written in Greek."
  2. ^ Alexandria was a center of Hellenistic Judaism, and later Christian, scholarship.
  3. ^ a b c d Harris, Stephen L., Understanding the Bible. Palo Alto: Mayfield. 1985.
  4. ^ Article VI at episcopalian.org
  5. ^ read online
  6. ^ Merekapun lalu mohon dan minta, semoga dosa yang telah dilakukan itu dihapus semuanya. Tetapi Yudas yang berbudi luhur memperingatkan khalayak ramai, supaya memelihara diri tanpa dosa, justru oleh karena telah mereka saksikan dengan mata kepala sendiri apa yang sudah terjadi oleh sebab dosa orang-orang yang gugur itu. Kemudian dikumpulkannya uang di tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan korban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat, oleh karena Yudas memikirkan kebangkitan. Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati. Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka. (2 Makabe 12:42–45)
  7. ^ 12:44 Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati.
  8. ^ NAB 2 Maccabees 15:14
  9. ^ James Akin, Defending the Deuterocanonicals
  10. ^ Luther, Martin (1893) [1566]. "Of God's Word: XXIV". The Table-Talk of Martin Luther. trans. William Hazlitt. Philadelphia: Lutheran Publication Society. LCC BR332.T4. 
  11. ^ Jordan, James B. (2007). The Handwriting on the Wall: A Commentary on the Book of Daniel. American Vision. p. 580. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Deuterokanonika Perjanjian Lama
Didahului oleh:
1 Makabe
Kitab dalam Alkitab
Katolik Roma
Diteruskan oleh:
Ayub (sekarang)
Matius (dahulu)
Kitab dalam Alkitab
Ortodoks Timur
Diteruskan oleh:
3 Makabe