Syarif Kasim II dari Siak: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
285 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
11 dari marga Banahsan Asseqaf. Kerabat dengan Habib Hairani bin Hasan Alkadrie dari Pontianak, Kalimantan Barat serta Syarif Mohamad Andre Zein Alkadrie (Pangeran Muda Syarif dari Ketapang).
k (Wagino 20100516 memindahkan halaman Kasim II dari Siak ke Syarif Kasim II dari Siak menimpa pengalihan lama: nama yang benar)
(11 dari marga Banahsan Asseqaf. Kerabat dengan Habib Hairani bin Hasan Alkadrie dari Pontianak, Kalimantan Barat serta Syarif Mohamad Andre Zein Alkadrie (Pangeran Muda Syarif dari Ketapang).)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler VisualEditor
|parents =
|residence =
|alma_mater =Habib Hairani bin Hasan Alkadrie
|occupation =
|profession =
|signature =
}}
'''Yang Dipertuan Besar Syarif Kasim Abdul Jalil Saifuddin'''<ref>Dutch East Indies, (1941), ''Regeerings-Almanak voor Nederlandsch-Indië'', Volume 1.</ref> atau '''Sultan Syarif Kasim II''' ({{lahirmati|[[Siak Sri Indrapura]], [[Riau]]|1|12|1893|[[Rumbai]], [[Pekanbaru]], [[Riau]]|23|4|1968}}) adalah [[sultan]] ke-12 [[Kesultanan Siak]]. Ia adalah keturunan nabi Muhammad ke 11 dari marga Banahsan Asseqaf. Kerabat dengan Habib Hairani bin Hasan Alkadrie dari Pontianak, Kalimantan Barat serta Syarif Mohamad Andre Zein Alkadrie (Pangeran Muda Syarif dari Ketapang). Dan Sultan Syarif Kasim II dinobatkan sebagai sultan pada umur 21 tahun menggantikan ayahnya [[Syarif Hasyim dari Siak|Sultan Syarif Hasyim]].
Sultan Syarif Kasim II merupakan seorang pendukung perjuangan kemerdekaan [[Indonesia]]. Tidak lama setelah proklamasi dia menyatakan Kesultanan Siak sebagai bagian wilayah Indonesia, dan dia menyumbang harta kekayaannya sejumlah 13 juta gulden untuk pemerintah republik (setara dengan 151 juta gulden atau € 69 juta Euro pada tahun 2011)<ref>Comparing the purchasing power of the guilder from 1450 to any other year, http://www.iisg.nl/hpw/calculate.php</ref> . Bersama Sultan [[Kesultanan Serdang|Serdang]] dia juga berusaha membujuk raja-raja di Sumatera Timur lainnya untuk turut memihak republik. Namanya kini diabadikan untuk [[Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II]] di [[Kota Pekanbaru|Pekanbaru]].
 
Pengguna anonim

Menu navigasi