Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Hulu Sungai Selatan)
Lompat ke: navigasi, cari
Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Lambang Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Lambang Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Moto: Rakat Mufakat (Bahasa Banjar)
Slogan:Bersemarak
Bundaran dan Monumen Ketupat di Hamalau
Bundaran dan Monumen Ketupat di Hamalau
Lokasi Kalimantan Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.svg
Peta lokasi Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Koordinat: -
Provinsi Kalimantan Selatan
Dasar hukum UU RI No. 27 Tahun 1959
Tanggal -
Ibu kota Kandangan
Pemerintahan
 - Bupati Drs. H. Achmad Fikry, M.AP
 - DAU Rp. 452.522.473.000.-(2013)[1]
Luas 1.703 km2
Populasi
 - Total 212.485 jiwa (2010)
 - Kepadatan 124,77 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0517
Pembagian administratif
 - Kecamatan 11
 - Kelurahan 114/4
 - Situs web http://www.hulusungaiselatankab.go.id/

Kabupaten Hulu Sungai Selatan adalah salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan, Indonesia. Ibukota sekaligus pusat pemerintahan terletak di Kandangan. Hulu Sungai Selatan memiliki luas sekitar 1.703 km² dan berpenduduk sekitar 212.485 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010).

Letak Dan Geografi[sunting | sunting sumber]

Letak Geografis kabupaten Hulu Sungai Selatan terletak antara 2°29′ 59″- 2° 56’10″ LS dan 114°51′ 19″ – 115° 36’19″  BT

Secara geologis daerah ini terdiri dari pegunungan yang memanjang dari arah timur ke selatan, namun dari arah barat ke utara merupakan dataran rendah alluvial yang kadang-kadang berawa-rawa. Kondisi topografi ini menyebabkan udara di wilayah ini terasa dingin agak lembap dengan curah hujan pada tahun 2002 sebanyak 2.124 mm.

Dari arah utara melingkar ke arah barat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan di aliri oleh Sungai Amandit bermuara ke Sungai Negara (anak sungai Barito) yang berfungsi sebagai sarana prasarana perhubungan dalam kabupaten dan ke kabupaten lainnya. Sungai Amandit mempunyai dua cabang sungai, yaitu Sungai Bangkan dan Sungai Kalumpang.

Tanah di wilayah Hulu Sungai Selatan Selatan sebagian besar berupa hutan dengan rincian Hutan Lebat (780.319 Ha), Hutan belukar (377.774 ha), dan hutan rawa (90.060 Ha), Hutan Sejenis (352.840 Ha) Tanah berupa semak/alang-alang seluas 870.314 ha , berupa rumput (50.119), dan untuk lain lain (83.014). Sedangkan penggunaan untuk sawah 413.107 ha, perkebunan 437.037 ha dan untuk perkampungan 57,903 ha serta untuk Tegalan        (48.612 Ha).

Bentuk geologi wilayah Hulu Sungai Selatan sebagian besar berupa Aluvium Muda dan Formasi Berai.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Hulu Sungai Selatan memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Hulu Sungai Utara
Selatan Kabupaten Tapin dan Kabupaten Banjar
Barat Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Tapin
Timur Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Kotabaru

Administrasi[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan terbagi atas 11 kecamatan, 4 kelurahan dan 114 desa. 11 kecamatan tersebut adalah:

Peta Hulu Sungai Selatan per kecamatan (angka).svg
Gerbang selamat datang di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Kantor bupati Hulu Sungai Selatan.
  1. Daha Utara
  2. Daha Barat
  3. Daha Selatan
  4. Kalumpang
  5. Simpur
  6. Kandangan
  7. Angkinang
  8. Telaga Langsat
  9. Sungai Raya
  10. Padang Batung
  11. Loksado

Penggunaan Lahan[sunting | sunting sumber]

Penggunaan Lahan Luas (ha) Persentase
1.        Kampung 1.978 1,39
2.        Industri
3.        Pertambangan
4.        Sawah 47.136 33,17
5.        Pertanian tanah kering/ladang 350 0,25
6.        Kebun campuran 2.695 1,89
7.        Kebun karet 12.355 8,69
8.        Padang (semak, alang, rumput) 22.748 16,01
9.        Hutan 7.900 5,55
10.     Rawa 46.941 33,03
11.     Tanah terbuka
12.     Lain-lain
JUMLAH 142.103 100,00

Sumber: Biro Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Hulu Sungai Selatan, 2010.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Rumah Bubungan Tinggi Desa Habirau, Daha Selatan

Masa Penjajahan Belanda[sunting | sunting sumber]

Menurut Staatblaad tahun 1898 no. 178 Afdeeling Kendangan dengan ibukota Kendangan terdiri dari :[2]

  1. Onderafdeeling Amandit en Negara terdiri atas :
    1. Distrik Amandit
    2. Distrik Negara
  2. Onderafdeeling Benua Ampat en Margasari terdiri atas :
    1. Distrik Benua Empat
    2. Distrik Margasari
  3. Onderafdeeling Batang Alai en Labooan Amas terdiri atas :
    1. Distrik Batang Alai
    2. Distrik Labuan Amas

Pada masa Penjajahan Belanda, Kabupaten Hulu Sungai Selatan adalah bagian dari Afdeling Van Hoeloe Soengai yang berkedudukan di Kandangan. Afdeling Van Hoeloe Soengai terdiri dari (lima) onder afdeling, yaitu:

  • Onder Afdeling Tanjung
  • Onder Afdeling Amoentai
  • Onder Afdeling Barabai
  • Onder Afdeling Kandangan
  • Onder Afdeling Rantau

Masa Penjajahan Jepang[sunting | sunting sumber]

Pada masa penjajahan Jepang pembagian wilayah ini dipertahankan seperti pada masa penjajahan Belanda, hanya namanya yang diganti menjadi Hoeloe Soengai Ken Riken.

Masa Kemerdekaan[sunting | sunting sumber]

  1. Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 29 Juni 1950 Nomor C/17/15/3 wilayah Kalimantan dibagi menjadi 6 Kabupaten Administratif dan 3 Swapraja. Salah satunya Afdeling Van Hoeloe Soengai dibentuk menjadi Kabupaten Hulu Sungai dangan ibukota Kandangan.
  2. Berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan tanggal 14 Agustus 1950 Nomor 186/OPB/92/14 yang menetapkan peraturan sementara tentang pembagian daerah-daerah otonom Kabupaten dan daerah-daerah otonom setingkat Kabupaten, Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang semula bersifat administratif menjadi Kabupaten Otonom.
  3. Pada tanggal 2 Desember 1950, Gubernur Kalimantan melantik Syarkawi sebagai pejabat pertama Bupati Hulu Sungai. Selanjutnya dibentuk pula Dewan Perwakilan Rakjat Daerah Sementara (DPRDS) yang berjumlah 36 orang, diketuai Djantera dan wakilnya Basuni Taufik.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Suku Bangsa[sunting | sunting sumber]

Suku asli adalah suku Banjar yang terdapat di seluruh kecamatan dan suku Dayak Bukit yang terdapat di kecamatan Loksado.

Suku bangsa di kabupaten ini antara lain:[3]

  1. Suku Banjar: 188.672 jiwa
  2. Suku Jawa: 2.309 jiwa
  3. Suku Bugis: 68 jiwa
  4. Suku Madura: 308 jiwa
  5. Suku Dayak Bukit: 3.778 jiwa
  6. Suku Mandar: 2 jiwa
  7. Suku Bakumpai: 3 jiwa
  8. Suku Sunda: 147 jiwa
  9. Suku lainnya: 390 jiwa

Perkembangan[sunting | sunting sumber]

Perkembangan penduduk di Kabupaten Hulu Sungai Selatan menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pada tahun 1980 jumlah penduduk sebanyak 175.670 jiwa yang tersebar di 8 kecamatan, karena saat itu Kecamatan Loksado dan Kecamatan Kalumpang masih belum terbentuk dan saat ini penduduk Kabupaten Hulu Sungai Selatan hasil registrasi penduduk pertengahan tahun 2003 menjadi 199.161 jiwa atau terjadi penambahan penduduk sebanyak 23.491 orang atau bertambah sebesar 13.37% dalam kurun waktu 23 tahun.

Perkembangan penduduk Kabupaten Hulu Sungai Selatan tahun 1980–2003 menurut kecamatan adalah sebagai berikut:[4]

Kecamatan 1980 1990 2000 Juli 2003
Padang Batung 21.032 16.099 16.961 17.417
Loksado n/a 6.626 7.288 7.601
Telaga Langsat 8.432 8.244 8.188 8.477
Angkinang 14.189 15.273 15.693 16.564
Kandangan 37.754 39.761 41.127 41.618
Sungai Raya 15.138 14.304 14.724 15.255
Simpur 21.583 13.478 13.095 13.258
Kalumpang n/a 6.622 6.036 6.163
Daha Selatan 32.729 38.220 44.088 44.491
Daha Utara 24.543 26.276 28.481 28.317
JUMLAH 175.670 184.903 195.681 199.161

Laju Pertumbuhan[sunting | sunting sumber]

Pertumbuhan penduduk Kabupaten Hulu Sungai Selatan cukup rendah, hanya berkisar 0.57%. Angka ini memberikan maksan bahwa penyebab utama dari lambannya pertumbuhan ini bukan disebabkan oleh faktor fertilitas (kelahiran), namun lebih mungkin disebabkan oleh faktor ekonomi dan migrasi keluar karena penduduk mencoba mencari kesempatan kerja yang lebih besar di luar daerah. Hal ini didukung oleh fakta lain bahwa secara sosiologis memang terdapat kecenderungan penduduk Hulu Sungai Selatan meninggalkan daerah asal menuju daerah-daerah yang memberikan konstribusi bagi perbaikan ekonomi mereka seperti ke ibukota provinsi atau kabupaten tetangga.

Berikut ini adalah tabel laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yaitu:[4]

Tahun Sensus Jumlah Tingkat Pertumbuhan
1971 165.485 n/a
1980 175.670 0,60
1990 184.903 0,51
2000 195.681 0,57

Gambaran tersebut pada sisi lain dapat menjelaskan langkah kebijaksanaan apa yang semestinya diambil dalam menyusun perencanaan pembangunan yang berorentasi keadilan dan pemerataan pembangunan.

Kenampakan Alam[sunting | sunting sumber]

Sungai-sungai yang mengalir di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan adalah sebagai berikut:[5]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Alam[sunting | sunting sumber]

Bamboo Rafting

Komplek Pemandian Air Panas Tanuhi

Air Terjun Haratai

Air Terjun Rampah Menjangan

Air Terjun Riam Barajang

Air Terjun Riam Hanai

Gunung Batu Baduduk desa Gumbil

Gunung Kentawan

Trekking Di Hutan Tropis Loksado

Kerbau Rawa di Negara

Bangunan Bersejarah Dan Cagar Budaya[sunting | sunting sumber]

Masjid Baangkat atau Masjid Su'ada

Kampus Perjuangan

Rumah BrigJend. H. Hasan Basry

Monumen Proklamasi Gubernur Tentara Alri Divisi IV Pertahanan Kalimantan

Benteng Madang

Tugu Niih

Rumah Banjar Bubungan Tinggi di Tibung Raya

Rumah Banjar Cacak Burubg di Amawang

Religi[sunting | sunting sumber]

Makam Syekh H. Sa’duddin ( Kubah Taniran ) di desa Taniran kec Angkinang

Makam Datu Akhmad di desa Balimau kec Kalumpang

Makam Habib Lumpangi di desa Lumpangi kec Loksado

Makam Habib Husein bin Ali Asseggaf di Pasar Los Batu Kandangan

Event Tahunan[sunting | sunting sumber]

Bamboo Rafting Festival

Aruh Ganal Dayak Loksado

Carnaval Budaya (biasanya saat hari jadi)

Festival Dandang

Kuliner Khas[sunting | sunting sumber]

Ketupat Kandangan

Dodol Kandangan

Lamang

Apam Batil

Lupis

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ Saleh, Idwar; SEJARAH DAERAH TEMATIS Zaman Kebangkitan Nasional (1900-1942) di Kalimantan Selatan, Depdikbud, Jakarta, 1986.
  3. ^ Sumber: Badan Pusat Statistik - Sensus Penduduk Tahun 2000
  4. ^ a b Sumber: Biro Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Hulu Sungai Selatan
  5. ^ BPS Tanbu - Nama Sungai menurut Kabupaten/Kota Tahun 2007

Pranala luar[sunting | sunting sumber]