Bank CIMB Niaga

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari CIMB Niaga Syariah)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
PT Bank CIMB Niaga, Tbk.
Jasa keuangan/publik (IDX: BNGA)
DidirikanJakarta, Indonesia (1955) (sebagai Bank Niaga)
Kantor
pusat
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Tokoh
kunci
Pendapatan Rp 24.11 Triliun (FY 2018)
Rp 3.8 trillion (2018)
Rp 3.5 Triliun (FY 2018)
Total aset Rp 266.8 Triliun (FY 2018)
Total ekuitas Rp 39.6 Triliun (FY 2018)
Karyawan
12,461 (FY 2018)
Anak
usaha
Situs webhttp://www.cimbniaga.co.id/

PT Bank CIMB Niaga Tbk atau yang lebih dikenal dengan CIMB Niaga adalah sebuah bank yang berdiri pada tahun 1955. Saat ini CIMB Niaga merupakan bank terbesar keempat di Indonesia dilihat dari sisi aset, dan diakui prestasi dan keunggulannya di bidang pelayanan nasabah dan pengembangan manajemen. Saat ini mayoritas saham Bank CIMB Niaga dimiliki oleh CIMB Group. Bank CIMB Niaga merupakan bank pembayar (payment bank) KSEI terbesar dari nilai transaksi, dan dengan pangsa pasar 11%, saat ini CIMB Niaga adalah bank penyedia kredit pemilikan rumah terbesar ketiga di Indonesia.[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Logo Bank Niaga
Logo LippoBank
Logo Bank Niaga dan LippoBank sebelum penggabungan secara resmi membentuk Bank CIMB Niaga pada tanggal 1 November 2008.

CIMB Niaga berdiri pada tanggal 26 September 1955 dengan nama Bank Niaga. Pada dekade awal berdirinya, fokus utama adalah pada membangun nilai-nilai inti dan profesionalisme di bidang perbankan. Sebagai hasilnya, Bank Niaga dikenal luas sebagai penyedia produk dan layanan berkualitas yang terpercaya. Di tahun 1987, Bank Niaga membedakan dirinya dari para pesaingnya di pasar domestik dengan menjadi Bank yang pertama menawarkan nasabahnya layanan perbankan melalui mesin ATM di Indonesia. Pencapaian ini dikenal luas sebagai masuknya Indonesia ke dunia perbankan modern. Kepemimpinan Bank dalam penerapan teknologi terkini semakin dikenal di tahun 1991 dengan menjadi yang pertama memberikan nasabahnya layanan perbankan online.

Bank Niaga menjadi perusahaan terbuka di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (kini Bursa Efek Indonesia/BEI) pada tahun 1989. Keputusan untuk menjadi perusahaan terbuka merupakan tonggak bersejarah bagi Bank dengan meningkatkan akses pendanaan yang lebih luas. Langkah ini menjadi katalis bagi pengembangan jaringan Bank di seluruh pelosok negeri.

Pemerintah Republik Indonesia selama beberapa waktu pernah menjadi pemegang saham mayoritas CIMB Niaga saat terjadinya krisis keuangan di akhir tahun 1990-an. Pada bulan November 2002, Commerce Asset-Holding Berhad (CAHB), kini dikenal luas sebagai CIMB Group Holdings Berhad (CIMB Group Holdings), mengakuisisi saham mayoritas Bank Niaga dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Di bulan Agustus 2007 seluruh kepemilikan saham berpindah tangan ke CIMB Group sebagai bagian dari reorganisasi internal untuk mengkonsolidasi kegiatan seluruh anak perusahaan CIMB Group dengan platform universal banking.

Dalam transaksi terpisah, Khazanah yang merupakan pemilik saham mayoritas CIMB Group Holdings mengakuisisi kepemilikan mayoritas LippoBank pada tanggal 30 September 2005. Seluruh kepemilikan saham ini berpindah tangan menjadi milik CIMB Group pada tanggal 28 Oktober 2008 sebagai bagian dari reorganisasi internal yang sama.

Sebagai pemilik saham pengendali dari Bank Niaga (melalui CIMB Group) dan LippoBank, sejak tahun 2007 Khazanah memandang penggabungan (merger) sebagai suatu upaya yang harus ditempuh agar dapat mematuhi kebijakan Single Presence Policy (SPP) yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia. Penggabungan ini merupakan merger pertama di Indonesia terkait dengan kebijakan SPP. Pada bulan Mei 2008, nama Bank Niaga berubah menjadi CIMB Niaga. Kesepakatan Rencana Penggabungan CIMB Niaga dan LippoBank telah ditandatangani pada bulan Juni 2008, yang dilanjutkan dengan Permohonan Persetujuan Rencana Penggabungan dari Bank Indonesia dan penerbitan Pemberitahuan Surat Persetujuan Penggabungan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di bulan Oktober 2008. LippoBank secara resmi bergabung ke dalam CIMB Niaga pada tanggal 1 November 2008 (Legal Day 1 atau LD1) yang diikuti dengan pengenalan logo baru kepada masyarakat luas.

Bergabungnya LippoBank ke dalam CIMB Niaga merupakan sebuah lompatan besar di sektor perbankan Asia Tenggara. CIMB Niaga kini menawarkan nasabahnya layanan perbankan yang komprehensif di Indonesia dengan menggabungkan kekuatan di bidang perbankan ritel, UKM dan korporat dan juga layanan transaksi pembayaran. Penggabungan ini menjadikan CIMB Niaga menjadi bank terbesar ke-5 dari sisi aset, pendanaan, kredit dan luasnya jaringan cabang. Dengan komitmennya pada integritas, ketekunan untuk menempatkan perhatian utama kepada nasabah dan semangat untuk terus unggul, CIMB Niaga akan terus memanfaatkan seluruh daya yang dimilikinya untuk menciptakan sinergi dari penggabungan ini. Keseluruhannya merupakan nilai-nilai inti CIMB Niaga dan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi bagi masa depan yang sangat menjanjikan.[2]

Dewan Komisaris[sunting | sunting sumber]

  • Presiden Komisaris: Tengku Dato' Sri Zafrul Tengku Abdul Aziz
  • Wakil Presiden Komisaris: Glenn M.S. Yusuf *)
  • Komisaris Independen: Zulfikli M. Ali
  • Komisaris Independen: Pri Notowidigdo
  • Komisaris Independen: Sri Widowati
  • Komisaris Independen: Jeffrey Kairupan
  • Komisaris: Didi Syafruddin Yahya
  • Komisaris: David Richard Thomas

*) Mengundurkan diri sejak 1 September 2019 dan akan dimintakan persetujuan dalam RUPS yang akan datang

Direksi[sunting | sunting sumber]

  • Presiden Direktur: Tigor M. Siahaan[3]
  • Direktur Keuangan & SPAPM: Lee Kai Kwong
  • Direktur Operasional & Teknologi Informasi: Rita Mas'Oen
  • Direktur Kredit: Megawati Sutanto
  • Direktur Manajemen Risiko: Vera Handajani
  • Direktur Tresuri dan Pasar Modal: John Simon
  • Direktur Perbankan Konsumer: Lani Darmawan
  • Direktur Perbankan Syariah: Pandji P. Djajanegara
  • Direktur Perbankan Bisnis: Frans Rahardja Alimhamzah
  • Direktur Sumber Daya Manusia: Hedy Maria Helena Lapian
  • Direktur Kepatuhan, Corporate Affairs dan Hukum: Fransiska Oei

Dewan Pengawas Syariah[sunting | sunting sumber]

  • Ketua: Quraish Shihab
  • Anggota: Fathurrahman Djamil
  • Anggota: Yulizar Djamaludin Sanrego

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]