Robby Djohan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Robby Djohan
Informasi pribadi
Lahir 1 Agustus 1938
Bendera Belanda Semarang, Hindia Belanda
Meninggal dunia 13 Mei 2016 (umur 77)
Bendera Indonesia Depok, Jawa Barat, Indonesia
Kebangsaan Indonesia
Alma mater Universitas Padjadjaran

Robby Djohan (lahir di Semarang, 1 Agustus 1938 – meninggal di Depok, 13 Mei 2016 pada umur 77 tahun)[1] dirumah sakit Puri Cinere. Robby Djohan menjabat direktur utama Garuda Indonesia masa Februari-Oktober 1998 dan menjadi dosen Pascasarjana Universitas Indonesia.[2] Pada masa mudanya, ia pernah menjadi aktor, salah satunya dalam film Djuara Sepatu Roda pada tahun 1958.

Robby Djohan merupakan bankir legendaris dengan jam terbang lebih dari 40 tahun. Robby menerima banyak penghargaan, Majalah Infobank pada 1993 menyematkan sebagai Bankers of the Year. Robby Djohan juga menerima penghargaan sebagai The Best CEO 2000 dan CEO Terbaik di Masa Krisis, oleh Majalah Swa dan Asian Market Intelegence (AMI).

Juli 2017, Citi Indonesia Alumni Network (Citibank) memberikan penghargaan kepada mereka yang telah memberikan kontribusi penting kepada masyarakat (Community Involvement) di ajang “Citi Distinguished Alumni Award”.

Sebagai seorang alumnus Citibank, beliau sangat dihargai oleh pemerintah Indonesia berkat “sense of business” yang sangat kuat dikombinasikan dengan gaya kepemimpinan kuat yang dimiliki. Penghargaan Citibank diberikan kepada Alm. Bapak Robby Djohan untuk kategori Leadership & Ingenuity juga mendapatkan sertifikat khusus yang ditandatangani langsung oleh Michael Corbat, CEO of Citigroup.

Citibank memberikan penghargaan kepada (Alm.) Bapak Robby Djohan yang dikenal sebagai seorang bankir handal dengan lebih dari 30 tahun pengalaman di dunia perbankan. Beliau adalah salah satu dari sejumlah pemimpin nasional yang menginspirasi dan ikut berkontribusi dalam membantu negara mengatasi krisis ekonomi di tahun 1998.

🖊

Beliau bergabung dengan Citi pada tahun 1968, di tahun awal pendirian Citi Indonesia, sebagai general staff hingga akhirnya mencapai jenjang karier sebagai Group Head pada tahun 1972 – 1976, serta kemudian menjadi CEO Bank Niaga.

Semasa hidupnya, Robby Djohan sempat menempati posisi strategis di antaranya, sebagai Direktur Utama Bank Niaga, Bank Mandiri dan Garuda Indonesia. Kehebatan Robby sebagai corporate leader terbukti sejak dia berhasil membesarkan Bank Niaga, kemudian sukses memimpin krisis di Garuda Indonesia dan Bank Mandiri.

Robby Djohan dikenal sebagai seorang profesional di sektor perbankan internasional dan nasional. Robby dikenal saat memimpin Garuda dengan tangan dinginnya. Pria yang memiliki latar belakang bankir seperti Citibank dan Bank Niaga ini, dipilih pada era Menteri BUMN pertama yakni Tanri Abeng.

Robby keluar Garuda karena diminta untuk memimpin program restrukturisasi Bank Mandiri 4 Bank BUMN di saat krisis. Ia merekrut ahli-ahli perbankan untuk bergabung, seperti Agus Martowardojo, Edwin Gerungan, Peter B Stok. Tugas Robby Djohan dan timnya pada waktu itu adalah restrukturisasi 4 Bank BUMN yang terdiri dari Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dengan melakukan skema penggabungan atau merger menjadi Bank Mandiri.

Buku Robby Djohan 📚[sunting | sunting sumber]

Buku Robby Djohan

  • Buku pertama berjudul “The Art of Turn Around, Kiat Restrukturisasi” berisi biografi dari seorang Robby Djohan. Dari buku ini kita dapat mengenal lebih dalam sosok Robby Djohan, bagaimana cara beliau menghadapi problem, membuat keputusan-keputusan yang cepat dan efektif, serta bertindak dengan tegas.
  • Buku keduanya khusus menceritakan pengalamannya memimpin Bank Mandiri, "Leading in Crisis: Praktik Kepemimpinan dalam Mega Merger Bank Mandiri". Sebagai pelaku utama dalam kedua bukunya, pembaca akan merasakan betul bagaimana kepemimpinan dan gaya manajemen Robby Djohan, kompetensi luar biasa yang dimiliki seorang Robby Djohan tertuang bagus dalam kedua bukunya itu.
  • Buku ketiga Robby Djohan "Lead to Togetherness" ini boleh dibilang sarat pemikiran. Ia tidak lagi menceritakan pengalaman pribadinya dalam memimpin perusahaan dan berbisnis. Dengan modal sosial yang kuat, pertumbuhan ekonomi sebuah negara akan terus berkembang. Selama ini Robby melihat bahwa sudah banyak modal ekonomi yang diinvestasikan bangsa ini, baik dalam bentuk natural resources maupun capital resources.

Kumpulan Artikel 📒[sunting | sunting sumber]

Majalah Infobank meluncurkan buku "Robby Djohan, No Nonsense Leadership". Isi utama buku ini, adalah kumpulan tulisan Robby Djohan di kolom tetapnya; Message from Robby Djohan. Rodjo, begitu dia biasa disebut di sini, memiliki kolom tetap di Infobank sejak tahun 2011. Setelah tidak lagi aktif di korporasi besar, Robby banyak membuat tulisan di media massa. Kolomnya banyak digemari pembaca. Tidak mengherankan jika ia disebut Bankir Legendaris yang diakui perbankan dan mampu mengelola bank dan terbukti mencetak leader bankers terbaik di Indonesia.

Buku rangkuman tentang nilai-nilai kepemimpinan Robby Djohan dalam buku berjudul "The Guru"[3] yang diterbitkan oleh Infobank Publishing dan Yayasan Kreasi Kartini Niaga, dipersembahkan untuk mengenang Robby Djohan.

🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊

Nama       : Robby Djohan

Lahir        : Semarang, 1 Agustus 1938

Pendidikan: FE Unpad (1968)

Karier:

- Dosen Pasca Sarjana Universitas Indonesia

- Direktur Utama Bank Mandiri (November 1998)

- Direktur Utama Garuda Indonesia ( Februari-Oktober 1998)

- Presiden Direktur Bank Niaga (1984)

- Managing Director Bank Niaga (1977-1983)

- General Manager Bank Niaga cabang Jakarta (1976-1977)

- Group Head, Citibank (1972-1976)

Referensi[sunting | sunting sumber]