Es teler

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Es Teler

Es teler adalah 'koktail' buah di Indonesia. Alpukat, kelapa muda, cincau, nangka, dan buah-buahan lainnya disajikan dengan santan, susu kental manis, daun Pandanus amaryllifolius (biasanya dalam bentuk sirup cocopandan), gula, dan sedikit garam.

Hajah Samijem Darmo Wiyono (70) yang merupakan penemu resep es teler pada tahun 1957. Merupakan warga asli asal Kampung Juron, Kecamatan Nguter Sukoharjo, hingga kini semakin eksis dan sukses dalam mengembangkan usaha warung es teler temuannya tersebut.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 7 cabang yang dikelolanya dapat mendatangkan ribuan pelanggan es teler setia dengan tetap menjaga kualitas, rasa dan pelayanan. Bahkan pelanggannya pun banyak dari kalangan artis dan politisi terkenal, seperti Rieke Dyah Pitaloka, Jarwo Kuat, Puan Maharani, Faisal Basri, Gatot Amrih yang juga mantan Bupati Sukoharjo, dan tidak ketinggalan sejumlah kerabat serta Keluarga Cendana (keluarga mantan Presiden Soeharto).

Hajah Samijem mengklaim sebagai penemu ramuan atau bumbu es teler seperti yang dikenal dan ditiru oleh banyak penjual es saat ini. Dikatakan, ide pembuatan es teler tersebut ia dapatkan dari mimpi.

Dan saat ini, mimpinya dari gerobak es yang pernah mangkal di Semarang, kini menjadi kenyataan yakni kedai es teler terkenal di Indonesia yang telah memiliki 7 cabang. Ia juga pernah diundang Ebeth Kadarusman yang juga menjadi salah satu pelanggan setia es telernya, untuk mengikuti siaran di televisi pada tahun 1993.

“Dulu itu saya merantau ke sejumlah kota besar. Mulai dari dagang jamu, makanan hingga minuman di pinggir jalan. Sampai pada akhirnya saya menetap di Jakarta dan menemani bapak saya jualan rokok dan ibu saya menjual es buah. Dari mimpi saya, ide es teler itu muncul dengan ciri khas alpukat, susu dan kelapa muda. Saya mulai merintis dengan gerobak. Tidak menyangka kini sudah saya miliki 7 cabang rumah makan es teler di seluruh Indonesia,” ujar Hajah Samijem, Kamis (23/8), didampingi Triyono, putranya, yang saat ini menjadi penerus usaha es teler Sari Mulya Asli di warung Pusat Megaria Jakarta.

Kisah Hajah Samijem ini menjadi salah satu gambaran kesuksesan dan keberhasilan warga perantau berkat kegigihan dan usahanya di Ibukota. Diketahui masih banyak kisah sukses dari para perantau asal Sukoharjo yang ikut membanggakan dan membangun kampung halamannya di Sukoharjo menjadi lebih maju.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ [1]