Vaclav III dari Bohemia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Václav III dari Bohemia)
Lompat ke: navigasi, cari
Vaclav III
Vaclav digambarkan di atas segel kerajaannya
Vaclav digambarkan di atas segel kerajaannya
Raja Hongaria
ditentang oleh Károly I
Memerintah 1301–1305
hungary 27 Agustus 1301
Pendahulu András III
Pengganti Otto
Raja Bohemia
Memerintah 1305–1306
Pendahulu Vaclav II
Pengganti Heinrich
Raja Polandia
ditentang oleh Władysław I
Memerintah 1305–1306
Pendahulu Vaclav II
Pengganti Władysław I
Lahir 6 Oktober 1289
Praha
Mangkat 4 Agustus 1306 (umur 16)
Olomouc
Pasangan Wiola Elżbieta
Anak
Elżbieta, kepala biarawati di Pustiměřu (tidak sah)
Dynasty Přemyslid
Ayah Vaclav II
Ibu Guta dari Habsburg
Agama Katolik Roma

Vaclav III (bahasa Ceko: Václav III., bahasa Hongaria: Vencel, bahasa Polandia: Wacław, bahasa Slowakia: Václav; 6 Oktober 1289 – 4 Agustus 1306) merupakan Raja Hongaria di antara tahun 1301 dan 1305, dan Raja Bohemia dan Polandia dari tahun 1305. Ia adalah putra Václav II, yang kemudian dinobatkan sebagai raja Polandia, dan Guta dari Habsburg. Masih sebagai seorang bocah, Václav ditunangkan dengan Erzsébet, putri tunggal András III dari Hongaria. Setelah kematian András III pada awal tahun 1301, mayoritas lord Hongaria dan prelatus memilih Václav sebagai raja, meskipun Paus Bonifasius VIII mendukung ahli waris lainnya, Károly Róbert, seorang anggota wangsa Kerajaan Napoli.

Václav dinobatkan sebagai raja Hongaria pada tanggal 27 Agustus 1301. Ia menandatangani piagamnya dengan nama László di dalam bahasa Hongaria. Pemerintahannya hanya nominal, karena selusin lord yang berkuasa memegang kendali atas wilayah-wilayah besar di kerajaan. Ayahandanya menyadari bahwa posisi Václav tidak dapat diperkuat dan membawanya kembali dari Hongaria ke Bohemia pada bulan Agustus tahun 1304. Václav menggantikan ayahandanya di Bohemia dan Polandia pada tanggal 21 Juni 1305. Ia meninggalkan hak warisnya atas Hongaria demi Otto III dari Bayern pada tanggal 9 Oktober.

Václav memberikan sebagian besar wilayah kerajaan kepada sahabat-sahabat mudanya di Bohemia. Seorang penuntut takhta Polandia, Władysław I, yang mulai menaklukkan wilayah Polandia selama pemerintahan ayahanda Václav, menangkap Kraków pada awal tahun 1306. Václav memutuskan untuk menyerang wilayah saingannya di Polandia, namun ia dibunuh sebelum memulai kampanyenya. Ia adalah penguasa terakhir Wangsa Přemyslid di Bohemia.

Masa kecil (1289-1301)[sunting | sunting sumber]

Ia adalah putra kedua |Václav II dan istrinya, Guta dari Habsburg.[1][2] Ia dilahirkan di Praha pada tanggal 6 Oktober 1289.[1][2] Kakandanya telah meninggal sebelumnya dan ia merupakan putra tunggal orang tuanya yang selamat dari masa kanak-kanak.[1]

Václav masih kecil saat ibundanya, Guta, meninggal pada tanggal 18 Juni 1297.[3] Ia dijodohkan dengan Erzsébet dari Hongaria pada tanggal 12 Februari 1298.[2][4] Ia merupakan putri tunggal András III dari Hongaria.[2] András III adalah anggota keturunan terakhir Wangsa Árpád, wangsa pribumi kerajaan, namun keabsahan pemerintahannya tidak diakui dengan suara bulat.[5]

Ayahanda Václav menduduki Wielkopolska, Kuyavia dan daerah lain di Polandia pada awal tahun 1300.[6] Setelah lawan utamanya, Władysław yang Pendek, dipaksa untuk meninggalkan kerajaan, Václav II dinobatkan sebagai Raja Polandia di Gniezno pada akhir bulan September 1300.[6] Namun, Paus Bonifasius VIII menolak untuk mengkonfirmasikan posisi Václav II di Polandia.[6]

Raja Hongaria (1301-1305)[sunting | sunting sumber]

András III dari Hongaria meninggal pada tanggal 14 Januari 1301, tanpa keturunan.[7] Saingan almarhum raja, Károly Róbert, buyut Béla IV dari Hongaria, menganggap dirinya sebagai raja Hongaria yang sah selama bertahun-tahun.[8] Saat mendengar kematian András III, Károly Róbert bergegas ke Esztergom di mana Gergely Bicskei, Uskup agung terpilih Esztergom, menobatkannya sebagai raja.[7][9] Menjadi calon Paus Bonifasius VIII untuk takhta Hongaria, Károly selalu tidak populer, karena lord-lord Hongaria takut bahwa mereka akan "kehilangan kebebasan mereka dengan menerima seorang raja yang ditunjuk oleh Gereja",[10] menurut Kronik Piktum.[11] Penobatan Károly tidak dilakukan dengan Mahkota Suci Hongaria di Székesfehérvár, sebagaimana diwajibkan oleh hukum adat, namun dengan mahkota sementara di Esztergom.[9] Dengan demikian, Parlemen Hongaria menyatakan bahwa Károly tidak sah pada tanggal 13 Mei 1301.[7][9]

A shabby silver coin depicting a crowned figure
Denarius perak Vaclav
Two crowned men, each riding a horse
Vaclav meninggalkan Hongaria (dari Kronik Piktum)

Jan Muskata, Keuskupan Agung Kraków, yang merupakan penasihat Vaclav II dari Bohemia, adalah orang pertama yang mengusulkan agar putra Vaclav II dan yang bernama sama sepertinya tersebut dipilih sebagai raja Hongaria.[12] Vaclav muda bukan hanya buyut Béla IV dari Hongaria, namun juga pasangan putri almarhum András III dari Hongaria.[9][12] Disuap oleh utusan-utusan Vaclav II, mayoritas lord dan prelatus Hongaria memutuskan untuk menawarkan mahkota tersebut kepada Vaclav muda dan mengirim sebuah delegasi ke ayahandanya ke Bohemia.[12] Vaclav II menemui utusan-utusan Hongaria di Hodonín pada bulan Agustus dan menerima tawaran mereka atas nama putranya yang berusia sebelas tahun.[12][13] Vaclav II menemani putranya ke Székesfehérvár di mana János Hont-Pázmány, Keuskupan Agung Katolik Roma Kalocsa-Kecskemét, menobatkan Vaclav muda sebagai raja dengan Mahkota Suci pada tanggal 27 Agustus.[12][14][15] Vaclav yang mengambil nama László menandatangani semua piagamnya dengan nama itu di Hongaria.[15][13]

Setelah Vaclav II kembali ke Bohemia, Jan Muskata menjadi penasihat utama raja muda di Hongaria.[16] Kebanyakan lord dan prelatus menerima pemerintahan Vaclav-László.[2] Berbeda dengan rekan-rekan Hongaria mereka, para lord Kroasia tidak mengakui Vaclav-László sebagai raja yang sah dan tetap setia kepada Károly Róbert.[17] Yang terakhir ini menarik diri ke wilayah selatan Hongaria setelah Ivan Kőszegi, yang merupakan partisan Vaclav-László, menangkap Esztergom pada akhir bulan Agustus tahun 1301.[15][18] Namun otoritas kedua raja tetap nominal karena Hongaria kemudian hancur menjadi selusin provinsi , yang masing-masing dipimpin oleh seorang lord yang berkuasa, atau "Tartományúr".[19] Kronik Piktum menulis bahwa para lord Hongaria tidak "diberikan sebuah kastil, atau kekuasaan atau otoritas kerajaan"[20] kepada Vaclav-László atau kepada Károly Róbert.[14]

Dalam suratnya kepada Vaclav II dari Bohemia dan Uskup Agung János dari Kalocsa, Paus Bonifasius VIII menekankan bahwa Vaclav-László telah dimahkotai tanpa izin Tahta Suci.[21] Legatus kepausan, Niccolò Boccasini, yang datang ke Hongaria pada bulan September, memulai negosiasi dengan para uskup Hongaria untuk meyakinkan mereka agar meninggalkan Vaclav-László dan mendukung masalah Károly Róbert.[21][14] Dalam upaya untuk membeli beberapa lord yang paling berkuasa, Vaclav-László memberikan tanah-tanah yang luas dan kantor-kantor yang tinggi kepada mereka.[14][11] Máté Csák menerima Nitra dan kadipaten-kadipaten Trencsén, bersama dengan akstil-kastil kerajaan dan tanah-tanah yang menyertainya, pada bulan Februari 1302.[15][22] Ivan Kőszegi dijadikan Palatin Hongaria sebelum tanggal 25 April 1302.[15] Pada paruh pertama tahun itu, banyak prelatus (termasuk István, Uskup agung Kalocsa yang baru) meninggalkan Vaclav-László; bahkan Jan Muskata meninggalkan Hongaria.[23]

Dengan memanfaatkan posisi pesaingnya yang lemah, Károly Róbert berusaha menangkap Buda, Hongaria, ibukota Vaclav-László, pada bulan September tahun 1302.[23] Setelah mengepung Buda, Károly Róbert meminta para penghuni kota untuk mengekstradisi Vaclav-László.[7][23] Persahabatan utama Jerman dan mayor mereka, Werner, tetap setia kepada raja muda dan Ivan Kőszegi membebaskan kota tersebut pada bulan yang sama.[15][24] Setelah Károly Róbert mundur dari Buda, legatus kepausan tersebut menempatkan kota tersebut di bawah larangan.[23] sebagai tanggapan, seorang pastor setempat mengekskomunikasikan paus dan seluruh prelatus Hongaria.[25] Pada tanggal 31 Mei 1303, Paus Bonifasius VIII mengumumkan Károly Róbert adalah raja Hongaria yang sah, yang menyatakan bahwa pemilihan Vaclav-László tidak sah.[23] Setelah itu Albrecht II dari Jerman, yang merupakan pamanda maternalnya baik Vaclav-László dan Károly Róbert, meminta Vaclav-László untuk menarik diri dari Hongaria.[14][26][27]

Untuk memperkuat posisi putranya, Vaclav II dari Bohemia datang ke Hongaria sebagai kepala pasukan besar pada bulan Mei 1304.[28] Ia menangkap Esztergom, namun negosiasi dengan para lord pribumi meyakinkannya bahwa posisi putranya di Hongaria telah melemah dramatis.[28][14] Dengan demikian, ia memutuskan untuk membawa Vaclav-László kembali ke Bohemia.[14] Vaclav-László tidak meninggalkan Hongaria dan menjadikan Ivan Kőszegi sebagai gubernur sebelum berangkat ke Bohemia pada bulan Agustus.[25] Ia bahkan membawa Mahkota Suci Hongaria bersama dirinya ke Praha.[28][14] Károly Róbert dan Rudolf I dari Bohemia menyerang Moravia pada bulan September, namun tidak mengalahkan pasukan Vaclav II.[28][25] Pada bulan yang sama, seorang anggota Wangsa Piast, Władysław yang Pendek, yang merupakan saingan Vaclav II atas takhta Polandia, kembali ke Polandia sebagai pemimpin pasukan Hongaria.[29][30] Tak lama kemudian, ia berhasil merebut banyak benteng dan kota penting termasuk Pełczyska, Wiślica, Sandomierz, dan Sieradz.[31]

Raja Bohemia dan Polandia (1305-1306)[sunting | sunting sumber]

Vaclav II dari Bohemia dan Polandia meninggal pada tanggal 21 Juni 1305.[2][28] Vaclav III menggantikan ayahandanya di kedua kerajaan, namun posisinya di Polandia genting karena Władysław yang Pendek melanjutkan perjuangannya atas takhta Polandia.[28][26] Vaclav menyadari bahwa ia tidak dapat mempertahankan tiga kerajaannya dan memutuskan untuk meninggalkan Hongaria.[28][26] Namun daripada mengakui Károly Róbert sebagai raja sah Hongaria, Vaclav meninggalkan hak warisnya ke takhta Hongaria demi Otto III dari Bayern, yang merupakan cucu Béla IV dari Hongaria.[14][28] Vaclav menyerahkan Mahkota Suci Hongaria ke Otto di Brno pada tanggal 9 Oktober 1305.[7][28] Pada bulan yang sama, Vaclav, yang kemudian membatalkan perjodohannya dengan Erzsébet dari Hongaria, menikahi Wiola Elżbieta atas nasihat para bangsawan Bohemia.[32]

Vaclav yang berusia enam belas tahun memimpin kehidupan yang tidak adil.[28] Ia dikelilingi oleh sekolompok Bangsawan Ceko muda, kepada siapa ia memberikan hibah tanah yang besar.[28] Posisinya di Polandia melemah lagi setelah Władysław yang Pendek menangkap Kraków pada awal tahun 1306.[33] Untuk menempa aliansi melawan saingannya, Vaclav memberi Gdańsk dan Pommern ke Waldemar dari Brandenburg dan Hermann dari Brandenburg sebagai Tanah feodal pada bulan Juli 1306.[34][35] Setelah memutuskan untuk menyerang Polandia, Vaclav memecat favoritnya yang muda dan mengangkat saudara iparnya, Heinrich dari Kärnten sebagai gubernur.[32] Namun Vaclav tidak dapat menyerang Polandia, karena ia ditikam di Olomouc pada tanggal 4 Agustus 1306.[32][35] Pembunuhannya tetap merupakan misteri yang belum terpecahkan, karena pembunuhnya belum diidentifikasi.[26] Vaclav adalah raja terakhir Bohemia dari Wangsa Přemyslid.[26]

Silsilah[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Pražák 2002, hlm. 7.
  2. ^ a b c d e f Csukovits 2012, hlm. 108.
  3. ^ Pražák 2002, hlm. 8.
  4. ^ Solymosi & Körmendi 1981, hlm. 185.
  5. ^ Engel 2001, hlm. 110.
  6. ^ a b c Knoll 1972, hlm. 22.
  7. ^ a b c d e Bartl et al. 2002, hlm. 34.
  8. ^ Kristó 1988, hlmn. 11-12.
  9. ^ a b c d Kontler 1999, hlm. 87.
  10. ^ The Hungarian Illuminated Chronicle: (ch. 188.133), p. 143.
  11. ^ a b Kristó 1988, hlm. 12.
  12. ^ a b c d e Pražák 2002, hlm. 10.
  13. ^ a b Žemlička 2011, hlm. 112.
  14. ^ a b c d e f g h i Engel 2001, hlm. 129.
  15. ^ a b c d e f Solymosi & Körmendi 1981, hlm. 188.
  16. ^ Pražák 2002, hlmn. 11-12.
  17. ^ Fine 1994, hlm. 209.
  18. ^ Kristó 1988, hlmn. 13-14.
  19. ^ Kontler 1999, hlmn. 84, 87.
  20. ^ The Hungarian Illuminated Chronicle: (ch. 189.133-134), p. 143.
  21. ^ a b Pražák 2002, hlm. 11.
  22. ^ Bartl et al. 2002, hlm. 36.
  23. ^ a b c d e Pražák 2002, hlm. 12.
  24. ^ Pražák 2002, hlmn. 10, 12.
  25. ^ a b c Solymosi & Körmendi 1981, hlm. 189.
  26. ^ a b c d e Žemlička 2011, hlm. 114.
  27. ^ Pražák 2002, hlmn. 9, 13.
  28. ^ a b c d e f g h i j k Pražák 2002, hlm. 13.
  29. ^ Knoll 1972, hlm. 24.
  30. ^ Lukowski & Zawadski 2006, hlm. 21.
  31. ^ Knoll 1972, hlmn. 24-25.
  32. ^ a b c Pražák 2002, hlm. 14.
  33. ^ Knoll 1972, hlm. 25.
  34. ^ Knoll 1972, hlm. 28.
  35. ^ a b Lukowski & Zawadski 2006, hlm. 22.

Sumber[sunting | sunting sumber]

Sumber pertama[sunting | sunting sumber]

  • The Hungarian Illuminated Chronicle: Chronica de Gestis Hungarorum (Edited by Dezső Dercsényi) (1970). Corvina, Taplinger Publishing. ISBN 0-8008-4015-1.

Sumber kedua[sunting | sunting sumber]

  • Bartl, Július; Čičaj, Viliam; Kohútova, Mária; Letz, Róbert; Segeš, Vladimír; Škvarna, Dušan (2002). Slovak History: Chronology & Lexicon. Bolchazy-Carducci Publishers, Slovenské Pedegogické Nakladatel'stvo. ISBN 0-86516-444-4. 
  • Csukovits, Enikő (2012). "Vencel". Di Gujdár, Noémi; Szatmáry, Nóra. Magyar királyok nagykönyve: Uralkodóink, kormányzóink és az erdélyi fejedelmek életének és tetteinek képes története [Encyclopedia of the Kings of Hungary: An Illustrated History of the Life and Deeds of Our Monarchs, Regents and the Princes of Transylvania] (dalam bahasa Hungaria). Reader's Digest. pp. 108–109. ISBN 978-963-289-214-6. 
  • Engel, Pál (2001). The Realm of St Stephen: A History of Medieval Hungary, 895–1526. I.B. Tauris Publishers. ISBN 1-86064-061-3. 
  • Fine, John V. A (1994). The Late Medieval Balkans: A Critical Survey from the Late Twelfth Century to the Ottoman Conquest. The University of Michigan Press. ISBN 0-472-08260-4. 
  • Knoll, Paul W. (1972). The Rise of the Polish Monarchy: Piast Poland in East Central Europe, 1320-1370. The University of Chicago Press. ISBN 0-226-44826-6. 
  • Kontler, László (1999). Millennium in Central Europe: A History of Hungary. Atlantisz Publishing House. ISBN 963-9165-37-9. 
  • Kristó, Gyula (1988). Az Anjou-kor háborúi [Wars in the Age of the Angevins] (dalam bahasa hungarian). Zrínyi Kiadó. ISBN 963-326-905-9. 
  • Lukowski, Jerzy; Zawadski, Hubert (2006). A Concise History of Poland. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-61857-1. 
  • Pražák, Richard (2002). "Vencel (László)". Di Kristó, Gyula. Magyarország vegyes házi királyai [The Kings of Various Dynasties of Hungary] (dalam bahasa Hungaria). Szukits Könyvkiadó. pp. 7–14. ISBN 963-9441-58-9. 
  • Solymosi, László; Körmendi, Adrienne (1981). "A középkori magyar állam virágzása és bukása, 1301–1506 [The Heyday and Fall of the Medieval Hungarian State, 1301–1526]". Di Solymosi, László. Magyarország történeti kronológiája, I: a kezdetektől 1526-ig [Historical Chronology of Hungary, Volume I: From the Beginning to 1526] (dalam bahasa Hungaria). Akadémiai Kiadó. pp. 188–228. ISBN 963-05-2661-1. 
  • Žemlička, Josef (2011). "The Realm of Přemysl Ottokar II and Wenceslas II". Di Pánek, Jaroslav; Tůma, Oldřich. A History of the Czech Lands. Charles University in Prague. pp. 106–116. ISBN 978-80-246-1645-2. 
Vaclav III dari Bohemia
Lahir: 6 Oktober 1289 Wafat: 4 Agustus 1306
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
András III
Raja Hongaria dan Kroasia
1301–1305
Diteruskan oleh:
Otto III
Didahului oleh:
Václav II
Raja Bohemia
1305–1306
Diteruskan oleh:
Heinrich dari Kärnten
Raja Polandia
1305–1306
Diteruskan oleh:
Władysław yang Pendek
Hanya gelar saja
Didahului oleh:
András III
— TITULER —
Raja Serbia
1301–1305
Alasan kegagalan suksesi:
Kerajaan Serbia dipulihkan
dibawah Stefan Nemanjić pada tahun 1217
Diteruskan oleh:
Otto III